Akhir pekan ini aku tidak punya acara penting maupun tugas yang menumpuk. Jadi aku bisa bermalas-malasan. Tidur sepanjang hari. Hanya saat merasa lapar, baru aku beranjak bangun, dan berusaha menemukan sesuatu yang bisa mengisi perutku. Setelahnya aku akan kembali melanjutkan tidur panjangku. Hampir setiap akhir pekan yang kosong, itulah kebiasaan buruk yang aku lakukan.
Beberapa temanku pernah menggerutu kesal, jika ada keperluan hingga harus berurusan denganku, di akhir pekan. Selain itu, mereka juga sering protes kalau dia iri denganku. Bagaimana bisa, aku hanya ‘menghabiskan waktu dengan makan dan tidur sepanjang hari tapi tubuhku tetap saja kurus’
Namun, diakhir pekan kali ini aku berbeda. Tidur nyenyak ku harus terganggu oleh suara dering ponsel-ku.
Padahal aku yang masih sangat mengantuk. Aku dengan susah payah membuka mata sambil memaki dan menggerutu kesal.
“Dasar pikun“. Suara serakku akibat mengantuk, berhasil keluar.
Bagaimana bisa aku lupa mematikan alarm-ku di saat hari akhir pekan begini? Mengganggu sekali.
Aku memukul kepalaku sendiri untuk mengumpulkan kesadaran, tapi hasilnya nihil. Rasa kantuk ku lebih dominan. Hingga akhirnya aku hanya bangun sebentar untuk menekan tombol di ponselku dengan asal agar nada deringnya berhenti berbunyi. Kemudian aku melanjutkan tidurku, lagi. Tetapi, belum sempat pergi ke dunia mimpi, deringan ponsel-ku kembali terdengar.
Oke! Kali ini pasti bukan alarm. Aku tidak pernah menyetel alarm lebih dari satu kali dalam sehari.
Mataku yang masih tertutup terasa secara ogah-ogahan dibuka sebelah, sedangkan tanganku sibuk meraba-raba ponsel-ku mencari… untuk menemukan dimana tombol sentuh untuk menjawabnya.
“Hello, What’s Up?“, suara kesal khasku.
Aku tidak bisa membuka mataku dengan lebar untuk memastikan siapa orang yang berani mengganggu tidur panjangku. Hanya nama mereka berdua; M*** (teman sekost ku) atau orang iseng yang notabennya tidak kenal aku (belum tau kebiasaan ku). Dua hal itulah yang muncul di benakku. Pasti orang ini menelponku hanya untuk bertanya sesuatu atau mengajak keluar, atau mengolok-olok kebiasaan malasku dikala libur.
Next Chapter… #3
by @terryselvy


Satu pendapat untuk “Bagian 2: Hello, What’s Up?”