Bagian 6: Creating Destiny

Setelah bermain, saling mengabadikan momen dengan camera masing-masing, sesekali kami selfie diselingi obrolan tanpa henti, dari ringan, basa-basi, serius, sampai ngawur ngidul, saling curhat apa saja satu sama lain, sesekali bercanda dan dibarengi gelak tawa.

Setelah dirasa cukup, kami akhirnya berhenti dan menepi ke pinggir pantai. Kaki telanjang tanpa alas, dan celana kami sampai lutut basah kecipratan air laut.

Namun, ada rasa bahagia yang terselip. Begitu jelas terlihat di wajah kami masing-masing. Bagaimana tidak, kami sudah lama sekali tidak menyambangi tempat ini.

“Capek?”
Tanya-nya langsung menatap dalam ke mataku.

“Eh, enggak juga, sih. Ada apa?”, elak ku sambil tersenyum.

“Yaudah, kita jalan dikit keujung sana…“. Tatapan ku mengikuti arah yang dia tunjuk. “Gapapa’kan?”

“Ya, gapapa. Selow aja. Kita’kan udah biasa jalan. Bahkan dulu kita pernah tersesat beberapa KM. Haha”. Aku ketawa, sembari mengingatkan kembali kejadian lampau kami.

Dia berjalan di samping ku, mengarahkan langkah kami ke tempat yang dia maksudkan tadi.

Seperti sebuah kuil, pikir ku. Aku baru tau kalau ada tempat seperti ini, di sini.

Di depan pintu masuk, ada sebuah papan penanda dengan tulisan ‘Pikirkan kembali sebelum berbuat, semua perbuatan punya konsekuensi masing-masing. Selalu ingat kalau dunia ini hanyalah mimpi yang bersifat sementara, kehidupan yang sesungguhnya akan menantimu diakhir’ (dug,, detak jantungku)

Tulisan di papan itu sukses membuat ekspresi ku jadi canggung dan tidak bersahabat.

Sampai akhirnya kami masuk. Tidak jauh dari gerbang, kami bertemu Biarawan tua, di sana dia menjelaskan, ‘Artinya dalam setiap keputusan, kita diharuskan untuk memikirkan konsekuensinya baik-baik. Kita harus ingat kalau kesenangan di dunia ini bersifat sementara, hanya kehidupan di akhirat yang akan kekal abadi’

Aku mengerti dengan apa yang ia katakan. Aku tidak bisa menahan rasa penasaran ku untuk bertanya lebih lanjut.

“Jadi, apa yang harus kita lakukan?”

“Pikir dua kali sebelum bertindak. Bukalah pikiranmu dan pikirkan baik-baik konsekuensi yang kau terima ke depannya”

Lagi-lagi peran takdir yang dipertanyakan di sini.

Next Chapter… #7
by @terryselvy

Diterbitkan oleh Terry Selvy

I Tell The Truth Through My Story

Satu pendapat untuk “Bagian 6: Creating Destiny

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai