“Kamu, pande masak?”
Ku jawab, “Enggak”
“Lho, tapi masak bisa’kan?”
Kali ini ku jawab “Bisa”
“Lantas…” 🤷‍♂️
Ku diam. Kemudian suasana hening.
“Kenapa mulai makan sayuran, lagi?”
“Ya, itu karena nggak mampu beli yang lain”. (sambil tertawa cengengesan).
Melihat dia tak ikut tertawa bahkan tidak berekspresi apa-apa, terpaksa kembali ku timpali dengan penjelasan.
“Eh, nggak deng. Karena aku suka aja.
Karena alesan lain. Haha”. (Lagi, lagi, aku tertawa).
Kali ini dia memilih mengalihkan pandangan keluar jendela cafe.
“Apa kamu laper? Delivery aja”. Saranku asal padanya.
Mengingat cafe tempat kami ngobrol tidak menyediakan makanan berat, aku pikir dia laper. Tapi dia hanya membalas dengan sebuah gelengan kepala sambil terus menengok keluar. Hingga belasan menit kemudian. Kami sibuk dengan pemikiran masing-masing.
“Ada apa?”
Kali ini aku serius bertanya, karena sedari obrolan masak memasak tadi, dia tak lagi merespon atau mengajak ku berdebat, tidak biasanya aku dianggurin begini saat tidak ada kesibukan.
“Hmm… apa?” (jawabnya malas).
Hanya itu respon yang aku dapatkan.
Sudah ku duga, agaknya mood dia lagi buruk. Tetapi tetap saja, jika ia tak mengutarakannya bagaimana aku bisa tahu. Bagaimana aku bisa menghiburnya. Aku harus apa?
“Yaudah, aku ke toilet dulu”.
Aku bergegas meninggalkannya dan menuju toilet. Berharap dia punya cukup waktu sendiri, atau mempersiapkan diri untuk membicarakannya padaku, nanti. Setelah aku kembali duduk di sana.
Toh tidak ada gunanya memaksa dia untuk menceritakannya, yang ada akan memancing perdebatan yang berujung pertengkaran. Aku tau, kami sama-sama keras kepala. Kalau sampai pada situasi perdebatan sengit, pasti tidak akan ada yang mau mengalah. Maka sebelum itu terjadi, aku memilih membiarkannya dan memberi waktu untuk sendiri.
Semoga cara ku ini tidak salah. Karena aku bukanlah tipe orang yang bisa peka apa lagi langsung tau tanpa diberi tau. Meski pun aku tau, aku hanya ingin mendengarkan dari penjelasannya langsung.
Kalau kalian berada diposisi saya pada story di atas. Apa yang akan kalian lakukan? Silakan komen 👇
Next Chapter… #8
by @terryselvy

