Aku sangat hafal jadwal latihan dia dari jam 4 sore hingga menjelang magrib, baru bubar (karena aku juga pernah menjadi salah satu atlet di sana). Tidak mungkin aku minta dijemput atau justru harus menunggu selama itu, yang ada aku kebosanan jika harus menelusuri setiap sudut Gramedia sekitar 2 jam lebih. Tidak mungkin juga aku menyusul dia ke tempat latihan tanpa diminta, itu bukan tipe-ku.
Maka ku putuskan nanti pulangnya naik kendaraan online saja. Toh, go-pay ku masih banyak tersisa, karena akhir-akhir ini aku sering keluar diantarin dia. Masih berasa kayak anak kecil aja. Mengingatnya membuatku senyum-senyum sendiri. lumayan hemat nih, pikirku.
“Siip. Hati-hati nyebrang. Jangan terlalu lama di gramed, kamu sendiri lho. (Jeda…) Ntar minta anterin sampai depan pagar ya sama kendaraan onlinenya. Langsung pulang! Hm, sama satu lagi. Jangan lupa makan ntar begitu nyampe rumah. Bilangin sama papa aku enggak bisa nganterin, ada latihan”, Titahnya padaku penuh wejangan nan beruntun.
“iya, siap Bosque…”, jawabku sambil mengangkat tangan ala ‘salam lestarinya Bung Fiersa Besari‘. Sebuah senyum mengembang di wajahku. Kemudian kami terkekeh-kekeh kecil.
Kendaraan kami melaju menelusuri jalanan kompleks, berbelok ke jalan utama, bergabung dengan kendaraan lainnya.
Diantara kami hanya hening, tanpa obrolan. Tanpa suara games maupun notif pesan di ponsel. Tanpa musik yang mengalun seperti saat kami pulang tadi. Tanpa klakson yang berarti (Yes, tidak ada macet tentunya). Dia fokus menyetir dengan pandangan lurus ke depan. Aku fokus memperhatikan jalanan, mobil-motor di sisi-sisi kiri-kanan kami, taman kota, pejalan kaki dan setiap gedung-bangunan yang kami lewati. Rasanya aku begitu bahagian, dan tidak pernah bosan tinggal di kota kecil ini.
Tidak terasa, berapa puluh-menit kemudian kami sudah sampai tepat di depan gramedia satu-satunya yang ada di kotaku. Kapan dia mutarnya, pikirku heran.
Aku bergegas turun, tersenyum sumringah, sambil melambaikan tangan ke arah pengemudi yang sudah berbaik hati mengantarkan ku disela-sela kesibukannya.
“Daaahhh, Sa****!”. Teriak ku dalam hati.
Have a great day, Terry
Next Chapter… #12
by @terryselvy

