“Eer,, kenapa nggak aktif sih?”, gumamku.
Terus memandangi keadaan di keluar. Aku sempat membayangkan bagaimana matahari siang yang begitu terik – panas membakar kulit orang-orang yang berkeliaran di luar sana.
Dengan pemikiran demikian, aku memutuskan mengambil pilihan yang saat itu paling waras menurutku, dengan tetap berdiri di sini, di lobi sebuah toko yang tadi habis aku sambangi untuk berbelanja.
Walaupun itu artinya, aku juga memilih untuk terjebak dengan salah satu keadaan yang paling aku benci sepanjang hidupku, yaitu ‘Menunggu’. Aku memiliki banyak kekecewaan dan semuanya adalah kenangan buruk pada yang namanya menunggu. Entah itu menunggu yang sudah pasti, apa lagi menunggu sesuatu yang tidak pasti. Benar-benar melelahkan.
Lagian, orang bodoh mana yang menyukai kedua pilihan di atas?
Berkali-kali aku geser dan aku sentuh kembali tombol di layar ponselku. Tetapi tetap saja hasilnya sama. Hanya suara operator yang setia menjawabnya untukku.
“Hmm, yaudah deh. Tunggu aja. Mungkin lagi di jalan”, gumanku menghibur diri. Dengan sedikit intro ala Nissa Sabyan tapi versi ngedumbelnya.
Lalu, aku mengirim beberapa kalimat singkat via chat ke orang yang sama dengan pemilik kontak yang berkali-kali aku coba telepon tadi. Tapi hanya ceklis satu. Benar-benar off.
Tetiba dari dalam toko terdengar musik bergulir dari yang tadinya memutar lagu ceria, kini…
____________________________________________
❝ … Oceans apart day after day
And I slowly go insane
I hear your voice on the line
But it doesn’t stop the pain
If I see you next to never
How can we say forever?
Wherever you go
Whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes
Or how my heart breaks
I will be right here waiting for you
I took for granted, all the times
That I thought would last somehow
I hear the laughter, I taste the tears
But I can’t get near you now
Oh, can’t you see it baby?
You’ve got me going crazy
Wherever you go
Whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes
Or how my heart breaks
I will be right here waiting for you
I wonder how we can survive
This romance
But in the end if I’m with you
I’ll take the chance
Oh, can’t you see it baby?
You’ve got me going crazy
Wherever you go
Whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes
Or how my heart breaks
I will be right here waiting for you
Waiting for you… ❞
____________________________________________
Begitulah kiranya, samar-samar terdengar Lirik lagu ‘Richard Marx’ berjudul ‘Right Here Waiting for You‘ (kala mendengarkannga saat itu juga langsung aku googling). Yap, tepat. Persis seperti dugaanku. Aku langsung mengetik di Note ponselku story ini. Hehe ✌
Lirik demi liriknya bersenandung menyusupkan nada-nada indah ke telingaku dari dalam toko. Kenapa bisa samaan begini, sih? Kenapa keadaan seperti tau betul apa yang sedang aku alami?
IYA, AKU DI SINI. SEKARANG. MENUNGGU MU!
Menunggu seseorang yang telah berjanji sebelumnya akan menjemputku. Tapi… Next!
Next Chapter… #22
by @terryselvy

