Bagian 23: Bury The Hatchet

Setelah beberapa menit mematung. Menjadi pengamat atas kelakuan sok rapi dia pada Story #22: You’re Late. Aku mulai bosen berdiri. Karena dari tadi aku sudah berdiri amat cukup lama.

Maka, aku ber-inisiatif duluan untuk berdamai. Toh, apa yang terjadi sudah berlalu dan bukan kesalahan dia juga.

Aku saja yang terlalu manja tidak ber-inisiatif untuk naik kendaraan umum atau sejenisnya. Malah memilih menunggu padahal aku tau dia cukup sibuk di hari-hari weekday begini.

Aku saja yang terlalu tinggi berharap. Karena dia yang pada awalnya memaksa dan berjanji untuk menjemputku siang itu. Padahal aku sudah menolak. Mengatakan kalau sisa saldo Go Pay maupun OVO ku masih cukup.

Aku saja yang terlalu bego. Aku saja yang terlalu setia. Aku saja yang terlalu ……, padahal kami bukan seperti itu. Bukan juga seperti yang kalian pikirkan. Lagi-lagi jika ada uang bertanya, aku akan bilang ini sebuah kesalah pahaman.

“Udah minta maafnya?”, kemudian aku tersenyum jahil, sambil terus menatap orang yang ada di hadapanku.

“Six packs juga”, komentar ku tanpa sadar.

Setelah selesai berbenah dengan penampilannya yang tadinya rapi banget sekarang sedikit terlihat santai dengan dua kancing kemeja bagian atas terlepas, kedua lengan kemeja dilipat hingga sikut.

Kemudian dia sedikit mendekat, mencondongkan wajahnya ke arah sampingku.

“Really?” bisik nya tepat di telingaku. Aku hanya membalas dengan anggukan kecil.

Saat aku sadar dengan pujianku tadi, malu dong! Aku langsung mengubah ekspresiku. Merasa sedikit aneh lalu berganti dengan rasa kesal. Aku mendelik tajam ke arahnya.

Dia telah kembali ke posisi semula, sambil terkekeh-kekeh kecil.

“Rajin olahraga? Apa cuman latihan boxing?”

Tanyaku mengalihkan kecanggungan. Sebenarnya aku juga sedikit penasaran. Kok dia bisa punya badan se-bagus itu?

Aku ingat dulu My-Ex-Bf yang anak angkatan juga six packs kayak dia. Tapi wajarlah, karena my-ex emang sekolah angkatan (Akademi angkatan apa? #rahasia). Notaben-nya anak akademi angkatan ‘kan semua badannya bagus-bagus, yah. Emang dipahat untuk itu. Eh, maksudku efek dari hidup sehat, latihan yang keras dan konsisten setiap hatinya selama masa pendidikan. Hehe.

Next Chapter… #24
by @terryselvy

Diterbitkan oleh Terry Selvy

I Tell The Truth Through My Story

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai