Hallo, Penikmat Senja!
Aku tidak pernah bisa mengerti, mengapa pemandangan ini selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang ku dapatkan ketika mentari beranjak pergi meninggalkan sejuta kenangan bersama senja. Pemandangan itu bagiku memilukan, bukan hanya karena merasakan kembali dingin yang merasuk dan membekukan, berangsur menuju gelap malam, tapi karena gagasan akan pemikiran yang tak lagi singkron.
Apakah makna S E N J A yang sesungguhnya? Dari saat ke saat aku masih bertanya-tanya. Senja yang selalu dikaitkan dengan kenangan. Terbuat dari apakah kenangan? Masih selalu mengganggu ingatanku dari waktu ke waktu. Iya, dia kenanngan.
Mengherankan bahwa kenangan dan senja beriringan, seringkali terpendam begitu lama dan muncul begitu saja tanpa ada sebab yang harus menghubungkannya. Aku masih selalu penasaran dan bertanya-tanya, mengapa suatu kenangan bisa terpendam begitu lama sampai muncul tiba-tiba pada waktu dan tempat yang tiada pernah akan terduga. Kenangan itu kadang-kadang bisa muncul kembali sekali saja dalam seumur hidup, terkenang sekali lantas tiada pernah datang kembali.
Bagaimanakah caranya suatu peristiwa berubah menjadi kenangan, tapi yang terpendam begitu lama sampai suatu ketika mengingatkan dirinya pernah terjadi, sekali, lantas tak pernah muncul lagi? Bukankah ajaib untuk membayangkan bagaimana caranya kenangan tersimpan dan muncul kembali atau sama sekali tidak pernah muncul kembali meski pun tetap ada entah di mana di sebuah dunia yang tiada akan pernah kita ketahui seperti apa?
Ada kalanya suatu peristiwa juga ingin kita lupakan karena kepahitan yang menyertainya. Selalu ada peristiwa dalam hidup ini yang ingin kita hapus saja dari kenangan, seperti tidak pernah terjadi, meski tetap saja teringat sampai mati – rupanya selalu ada alasan untuk mengenangkan kembali semua peristiwa yang sungguh mati-matian ingin kita lupakan saja sampai habis tanpa sisa, ingin amnesia pada bagian yang paling pahit nan menyakitkan.
Terbuat dari apakah kenangan? Bagaimanakah caranya melepaskan diri dari kenangan, dari masa lalu yang tiada pernah sudi melepaskan cengkeraman kepahitan nya pada masa kini?
Kenangan barangkali saja tidak selalu utuh: sepotong jalan, sewaktu senja, daun berguguran, ombak menghempas, senyuman yang manis, langit yang merah dengan mega-mega jingga merah menyala berarak dalam cahaya keemasan; tapi bisa juga begitu utuh ketika menikam langsung ke dalam hati seperti sembilu menyayat hati. Tidak mungkinkah kenangan yang pahit kembali sebagai sesuatu yang manis? Kenangan seperti diciptakan kembali oleh waktu, membuat masa lalu tak pernah berlalu, bahkan mempunyai masa depan untuk menjadi bermakna baru. Entah lah.
Mungkinkah kenangan itu seperti suatu dunia, tempat kita bisa selalu mengembara di dalamnya?
Aku mempunyai kenangan yang lain dengan suatu senja, yang selalu menjadi nyata karena sebuah genta. Kenangan ku adalah bunyi genta itu, genta kecil yang manis dan selalu berdenting oleh angin yang berhembus perlahan, yang bisa kubawa pulang dan mengingatkan kembali segalanya. Angin itu harus berhembus dengan ke pelahanan yang sama dengan ketika aku pertama kali mendengarnya, dan dengan demikian bunyi genta itu mengembalikan suatu masa yang telah berlalu. Bagaimanakah suatu masa yang telah berlalu bisa kembali lagi dan mengembalikan perasaan dan suasana yang sama seperti ketika aku mengalaminya, aku sama sekali tidak pernah bisa mengerti. Mengapa demikian..
Kenangan ku tentang pemandangan di luar jendela pada suatu senja itu selalu kembali bukan karena bunyi denting genta kecil itu. Kenangan itu selalu kembali seolah-olah tanpa penyebab apapun, atau setidaknya aku tidak pernah tahu pasti apa yang selalu mengembalikan kenangan itu kepadaku.
Aku masih bertanya, terbuat dari apakah kenangan? Aku tidak ingin mengingat sesuatu, tapi ada suatu kenangan yang selalu kembali. Aku ingin sekali mengingat-ingat sesuatu, tapi barangkali aku akan lupa untuk selama-lamanya. Aku juga selalu teringat sesuatu yang tidak pernah kuceritakan kembali, tidak pernah kukatakan, tidak pernah ku apa-apakan, karena kenangan itu memang hanya bertengger saja dalam kepala.
Tapi mungkin saja peristiwa ini terjadi. Aku akan selalu teringat sesuatu yang lain, tapi yang tidak mungkin kuketahui dengan pasti kiranya seperti apa. Tapi mungkinkah bisa dipastikan suatu peristiwa itu tidak pernah terjadi? Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bisa kita ketahui dari segala kemungkinan, serentak, dan seutuh-utuhnya? Semua peristiwa bisa saja atau mestinya tidak mungkin terjadi, tapi aku tidak pernah tahu apa yang telah dan akan terjadi. Betapa sedikit yang bisa kita ketahui dalam hidup yang begitu singkat.
Sayang sekali, aku tidak bisa menceritakan apapun tentang “Senja dan Kenangan ku” dengan waktu.
Penikmat Senja,
Padang: [21/03/2017]
Terimakasih
~@tsystories

