Bersahabat & Curhat dengan Lawan Jenis

Dia, Lelaki sahabatmu?

Berawal dari curhat, basa-basi chit chat, dan saling mengingatkan akan beberapa hal. Dia orang yang mempunyai kompetensi mendengar dan memberikan solusi yang baik serta menawarkan perhatian lebih saat kita gusar, bosan atau terjerat banyak masalah dan membutuhkan teman curhat, apakah itu berasal dari lawan jenis? Siapa sih yang enggak suka bicara pada orang yang pas dengan pola pikir kita, apalagi dengan selera humor yang proporsional, pengetahuan yang tinggi, kedewasaan yang matang, dan solusi yang tepat sasaran, serta memiliki seni bicara dan mendengar yang baik pada kita.

Pada suatu tahap berikutnya kita akan merasa lega dan terhibur setelah curhat kepada dia si-lawan jenis atau teman curhat karena dapat solusi atau saran yang tepat, rasa nyambung, nyaman dan dapat perhatian yang kita suka, maka pada tahap ini sudah memasuki masa kritis. Kadang kita menyepelekan hal tersebut, sampai suatu saat kita sudah terlibat terlalu jauh, terlalu sering curhat dan dekat, kita baru menyadari ada yang salah dengan hal ini karena dia saat ini bukan siapa-siapa kita.

Seperti saya baca pada suatu buku Pak Indra dengan beberapa Kutipan buku sebagai berikut : “Saat curhat kepada lawan jenis, anda akan mendapatkan simpati. Anda akan merasa dimengerti. Selanjutnya anda merasa nyaman dan menjadi semakin dekat. Apa pun bisa terjadi selanjutnya”. Tulisan kutipan bab pada buku ini lanjut beliau berkata : “Anda mungkin punya argumentasi tersendiri tentang masalah ini. Namun, saran saya lebih baik anda hindari. Godaan yang datang bisa sangat halus bentuknya dan memabukkan. Pelan tapi pasti anda akan merindukan curhat kepada dia. Tanpa sadar anda berdua masuk ke dalam sebuah situasi yang rumit, dimana anda sudah terlanjur ‘nyaman atau sayang’ dengannya, demikian juga sebaliknya. Akan lebih kusut lagi saat teman curhat anda ini sudah ada rasa.”

Beliau menjelaskan juga bahwa : “Nasihat yang sama juga berlaku saat ada lawan jenis yang ingin curhat kepada anda tentang masalahnya. Sebisa mungkin hindari. Anda mungkin punya iman yang cukup kuat untuk menahan godaan. Namun, apakah anda bisa jamin iman dia cukup kuat? Anda bisa jamin dia tidak akan jatuh hati kepada anda? Apa lagi anda adalah orang yang baik“. Bayak kita dengar bahwa hubungan berakhir bahkan pasangan resmi bercerai karena hal tersebut.

Saya jadi teringat dengan nasihat-nasihat pada pengajian yang sering saya ikuti setiap minggunya beberapa tahun lalu, salah satu mentor saya menegaskan larangan bahwa “tidak boleh curhat kepada lawan jenis dalam bentuk apapun dan dalam perkara apapun“, beliau juga menjelaskan bahwa “tidak ada pertemanan/persahabatan antara kaki-laki dan perempuan“, karena laki-laki yang ngakunya 100% best friend pun gak akan nolak kalo dikasih ‘lebih’.

Menurut mereka, ” itu karena persahabatan laki-laki ke perempuan itu seperti sebuah game di mobile gadgets : walau dimainkan santai tanpa ada tujuan, semua pria pasti suka jika bisa masuk bonus stage atau meraih level kejutan“. Jadi, bisakah keduanya cuma bersahabat dan saling curhat saja tanpa perasaan tertarik dan sebagainya ?
Bagiku pribadi akan menjawab : Ada, tapi.. (langka). Wkwkwkk.. ^^

Salam Berpendapat,
@tsystories

Diterbitkan oleh Terry Selvy

I Tell The Truth Through My Story

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai