Menyendiri Dan Terabaikan

Hai, Rindu!
Masihkah kau Menyendiri dan Merasa Terabaikan,
seperti dulu?

Menyendiri dan merasa terabaikan itu tidak begitu buruk. Aku menikmatinya dengan enjoy, bahkan merasa terbebas dari belenggu. Bebas berekspresi dan menampakan diri tanpa takut ada yang peduli. Kita mampu mengatasi masalah dan berpura-pura bahagia pada mereka yang melirik dan bertatap mata. Tidak usah kawatir mereka tidak akan bertanya.

Sudah cukup bagiku, tidak perlu merasa jadi bagian dari mereka, aku adalah diriku, aku menikmati proses ku, aku bersyukur telah ada baik bersama atau sendiri. Disaat terabaikan dan ditinggal sendiri, bahkan mereka tidak peduli lagi, di sanalah aku sadar dan berhenti. Berhenti berharap pada kenyataan kosong, berhenti peduli pada tipuan kehidupan dan berhenti dari dunia mereka. Aku telah lelah, kecewa dan terluka hingga keluar sebagai kesatria berhati baja.

Aku mulai benci berada diantara mereka, orang-orang yang bahagia. Mereka berbicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa bahkan tanpa makna. Mereka tertawa terbahak-bahak dan menipu diri sendiri, menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta tanpa peduli mereka siapa dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.

Aku senang berada diantara orang-orang yang Patah Hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari, Mereka tahu pada diri mereka ada yang telah hilang bahkan dicuri. Mereka tahu, mengerti dan memahami aku, meski tidak secara utuh. Karena tidak akan ada yang mampu menjadi bagian dari diriku, tidak akan ada yang mampu mengerti dan memahami keutuhan “My_Story” dalam hidupku. Hanya aku dan Tuhanku maha tahu. ^^

2017, 24 September
by: @tsystories

Diterbitkan oleh Terry Selvy

I Tell The Truth Through My Story

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai