Sisa Hujan Kemarin

Sisa hujan kemarin, apa kabar?

Semua sudah berlalu dan tampak normal kembali, dibalik puing-puing yang telah melebur menjadi abu. Ada kalanya dimana Aku merindukan puing-puing indah itu, pada saat down dan bahagiaku, menyatu. Aku merasa takut jatuh dan kehilangan sebagian dari dalam jiwaku yang selama ini Aku pupuk tiada henti.

Apa arti sebuah kebahagiaan yang Aku capai dengan perjuagan keras diantara dendam dan rasa sakit, jika hanya diabaikan dan akhirnya berjuang sendiri, untuk apa? Aku merindukan mereka. Ya,, rasa rindu yang tak kan pernah tergantikan dan terobati pada rasa mustahil untuk mampu mewujudkannya.

Aku bukan siapa-siapa, Aku bukan bagian dari mereka, Aku hanya setitik debu yang berserakan dan terabaikan oleh keadaan, bahkan waktu pun enggan menyapa. Aku tetap diriku yang merindu dan tak mampu bangkit dari rasa sakit ini, dari rasa lelah ini dan dari rasa kecewa pada dendam yang menggebu.

Aku bukan siapa-siapa, dan akan tetap begitu hingga kelelahan dan keputus asaan menghampiri tiada ujung yang pasti. Aku selalu berdo’a dalam diamku, dalam sujudku dan dalam rasa laparku akan harapan ini. Aku telah lelah bersedih, Aku telah lelah menangis, Aku telah capek menanti dan Aku akan selalu begitu.

Meskipun harus menari-nari diatas ketidak berdayaan, diatas ketidak mengertian dan diatas perihnya lukaku yang telah koyak, semakin hancur. Namun, aku harus terus maju menghadang luka baru, mengoyak yang tersisa dan bermetamorfosa. Seandainya mampu, Aku akan terus menyembunyikan pekikkan ku degan luka ini dan tangisanku pada rasa sakit ini.

Aku sudah terbiasa dan akan terus maju dengan membentuk jutaan topeng baru, tak peduli seberapa lapis lagi yang harus aku pakai atau aku gunakan demi memberikan ekspresi baru, menutupi luka ini. Aku tidak gila. Aku bukan penipu. Aku hanya akan menciptakan kepribadian sendiri sesuai mauku, keinginan pada ekspektasiku dan kebutuhanku. Aku bersyukur mampu untuk itu, aku mampu untuk kuat dan terlihat begitu bahagia pada mereka. I’m normal… ^^

Wednesday, 19:28 WIB
2016, 02 March
by: @tsystories

Diterbitkan oleh Terry Selvy

I Tell The Truth Through My Story

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai