#0018tsy | Option: Love is ?

Waktu terus berubah (berlalu), semua orang di sekitar kita telah berubah. Tapi, kita masih tetap sama, kan? “. Kalimat itu terdengar familiar bagiku, saat membaca salah satu note itu. Di sepertiga malam kali ini, aku kembali berkutat dengan note handphone-ku, merangkai kata demi kata menjadi sebuah kalimat tempat curhat kesukaanku, akhir-akhir ini.

Sepanjang perjalanan dalam hidup manusia. Biasanya kita akan menemukan banyak pilihan dan cara atau jalan berbeda. Mereka memiliki jawaban sederhana, seperti hanya memilih antara ‘kiri‘ atau ‘kanan‘, ‘hitam‘ atau ‘putih‘, dan seterusnya. Banyak pilihan ditawarkan dan dilewatkan ke dalam hidupku, aku hanya memiliki peluang waktu sebentar, kira-kira beberapa detik untuk memutuskannya. Sebaiknya kita hidup sendiri-sendiri. Kita punya hak untuk memutuskan apa yang kita inginkan, bukan?

Tapi hari ini, sekarang, dan saat ini. Berada di persimpangan antara dua pilihan sederhana itu. Dan aku berperan sebagai pemainnya, lagi. Kenapa saat itu aku merasa seperti terpaksa dengan sebuah pilihan, dan aku harus memilih. Hatiku hancur saat itu. Dan seharusnya kita tidak bertemu. Cinta tidak menghasilkan apa-apa, selain dari dirinya sendiri. Cinta tidak memiliki dan tidak akan dimiliki, karena cinta itu hanya cukup untuk jawabannya, cinta.

Jika itu (cinta) pantas menemukan mu. Hatiku benar-benar hancur saat ini. Karena cinta tidak memiliki keinginan lain selain untuk memenuhi dirinya sendiri. Untuk mewujudkan tujuan cinta itu sendiri. Sama seperti, jika kau memiliki cinta kau harus menyirami dan merawatnya agar tumbuh seperti yang seharusnya untuk mewujudkan keinginan cinta itu sendiri.

Saat matahari sudah tidak ada lagi, terbenam. Esok, biasanya kita akan menemukan banyak cara berbeda, banyak pilihan yang berbeda lagi. Mereka tetap masih memiliki jawaban sederhana ‘siang‘ atau ‘malam‘, ‘benci‘ atau ‘cinta‘, dan demikian seterusnya.

Maka aku sadar dunia ini bulat, roda itu juga bulat dan berputar. Pertama, aku membuka hati dan menemukan itu (cinta) tidak seharusnya, itu (cinta) seharusnya tidak kita temui. Pertama lagi, aku tidak serius jatuh cinta dan terus berbicara, ber-kabar, dan melanjutkan nya. Untuk menjadi sarkastik seseorang yang tidak pernah tertarik padaku.

Tapi ketika aku membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama (tidak sebentar atau se-persekian detik seperti yang lalu) aku bisa mengetahuinya. Aku tau bahwa kamu lebih baik, aku seharusnya tidak menyakiti mu. Aku ingin mengakhirinya. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengatakannya. Tau kah kamu aku tidak baik denganmu? Taukah kamu aku pada awalnya dulu tidak pernah serius denganmu? Jika kamu sudah tau, maka sekarang, putuslah denganku dan temukan orang baik, yang baru. Tinggalkan aku disini. Orang baik sepertimu. Percayalah, kamu bisa menemukan yang baru dengan mudah. Aku ingin mengirim mu ke cakrawala dengan kebebasan.

Sebelum mata hari terbenam berikutnya, aku tidak ingin kamu menjatuhkan harapan dan hidupmu dengan orang seperti ku. Taukah kamu, boy? Aku curang padamu. Taukah kamu aku tidak pernah mungkin bisa serius denganmu. Break up with me and find new one, okay? Tinggalkan aku disini. Love gives naught but itself and takes naught but from itself. Love possesses not nor would it be possessed. For love is sufficient unto love. If it finds you worthy, my heart was broken as the same. Because love has not other desire but to fulfill itself.. Thanks for all your kindness and love to me.

Break up with me and find new one,
Padang, 20/02/2018
@tsystories
#loveislove #option

Diterbitkan oleh Terry Selvy

I Tell The Truth Through My Story

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai