[ Fictional Story ]
Cerita ini dimulai saat aku dikirim untuk belajar di salah satu universitas di Yogyakarta. Disana aku tidak memiliki seorang pun teman. Menyesuaikan diri ke lingkungan baru adalah hal yang selalu sulit untuk ku. Tapi itu tidak apa-apa, lagi pula tinggal 6 bulan lagi sampai aku pulang (ke Padang). Sampai suatu hari, di perjalanan ku dari kampus ke kost-an, aku bertemu dengan sekelompok orang yang bermasalah. Mereka menatap ku dengan mata yang tidak dapat dipercaya. Aku berniat untuk menghindar dan berbalik arah, hingga terdengar kata “Tidak usah kabur, kami disini tidak untuk menyakiti mu. Apa kamu anak baru? Siapa namamu?“,aku kaget hingga langsung menjawab namaku, dan mereka pun memperkenalkan diri satu-persatu. Salah seorang dari ketiganya berkata “Jika kau butuh bantuan, beri tahu kita” sembari pergi meninggalkanku dalam keadaan bingung. Entah mengapa aku merasa kehangatan di hatiku. Ini perasaan bahwa aku akhirnya diperhatikan di tempat ini. Namun akhirnya aku bertemu dengan masalah yang serius. Saat keluar kelas secara tidak sengaja aku menabrak salah satu anggota geng pembuat onar di fakultas itu, mereka beranggotakan 6 orang. Sontak aku menunduk dan minta maaf. Yang paling menyeramkan adalah orang yang sepertinya ketua dari geng itu, dengan hanya melihat ke matanya saja sudah membuat ku gemetar ketakutan. “Woi, muka anak baru ini sepertinya seru untuk di-bully. Apa yang kamu bawa di tas ini?” terdengar suara dari salah satu anggota mereka, dan anggota yang lainnya sembari merenggut tas ransel yang sedang aku sandang di bahu sebelah kiri, lalu membuka dan menumpahkan isinya “ah, seorang kutu buku“, merek mendorong ku hingga terjatuh. Meninggalkan bekas di pergelangan tanganku karena aku gunakan untuk menahan saat jatuh ke lantai. Kaca mata ku pun rusak. Pada saat itu, aku kira jika kaca matanya rusak maka aku hanya harus mengganti dengan yang baru. Dan jika ada orang yang mem-bully ku, aku hanya harus mengacuhkan mereka. Hanya itu saja, maka harusnya tidak akan ada masalah. Setiap saat aku berbalik dan pergi, itu karena aku tidak ingin terlibat masalah. Tapi ini tidak selalu berakhir seperti itu.
Menghindar Bukanlah Pilihan,
Padang, 7 Maret 2018
Story by me @tsystories

