Saat kau melihat jarak langit, dan ingat akan seseorang yang selalu ada di pikiran. Ribuan kata ingin kau katakan, tapi kau harus menyimpan semuanya hari ini. Berapa kali kau melihat cinta pergi? dan yang kau lakukan hanya mengeluh? Berapa kali kau sendiri dalam kedinginan, berharap bahwa cinta akan menyelamatkan jiwamu? Kita sudah menghabiskan hidup kita dalam berharap dan menunggu. Merasakan setiap se-persekian detik jantung kita berdetak, namun tidak tau bahwa jika cinta yang kita percayai adalah nyata. Atau jika cinta terlalu jauh dan terlalu tidak nyata. Kita mengatur dan mengendalikan untuk menemukan dan memulai kehidupan cinta kita. Berani melakukan semuanya, membuat pengorbanan. Kita saksi kaki langit, tapi kita tidak tau apa yang sedang kita cari. Cinta itu sedang menunggu disini, tapi kita melewatinya tanpa mengetahui. Membuat pengorbanan. Sungguh ironi.
Berharap dan Menunggu, sungguh Ironi!
Padang, 10 Maret 2018 (03:47 wib)
Story by me @tsystories

