❝ Aku mengatakan kepada diriku sendiri bahwa aku akan lebih berani saat ini, akan lebih percaya diri, akan lebih bahagia, serta lebih siap untuk menghadapi risiko, apapun itu. Tapi perlahan-lahan aku mulai merasakan keraguan. Rasa takut bercampur amarah pada kekesalan yang semakin mencekam, membuat ku sulit bernapas. Daripada berkelahi, aku memilih kembali ke kebiasaan lama. Bersikap tak peduli, cuek dan membiarkannya berlalu seperti tidak terjadi apa-apa. Mereka bersikap baik, seperti tidak ada apa-apa. Aku tau cara kerjanya, tapi bagaimana aku harus bertindak untuk melewatinya? Mereka selalu setia ada di sana, untuk kembali dan menyambut ku dengan tangan terbuka. Lalu perlahan-lahan menghancurkan ku dengan kejamnya. Mudah di awal, menyakitkan di akhir. Aku menyadari, terkadang cara yang mudah bukanlah yang terbaik dan paling benar. Terkadang hidup adalah pertarungan. Terkadang ada yang lebih memilih bertahan dari pada menjauh dari jalan menuju bahaya. Bukan melarikan diri dari masalah lalu bertuan pada pada penyesalan. Kita akan melawan rasa takut, tidak peduli seberapa banyak mereka memberi tekanan, tidak peduli betapa menakutkannya masa depan yang tidak pasti. Kita melangkah keluar dari zona nyaman kita. Memang terasa sulit pada awalnya, tetapi setiap langkah sekecil apapun akan membuat kita lebih mudah untuk berdamai dengan diri sendiri. Menjauhi apa pun yang membuat kita menjadi ragu, kita harus menghentikan kebiasaan yang mungkin terasa aman, tetapi tidak lebih dari alasan belaka (kedok) untuk menyerah. Diri kita bukanlah alasan ketakutan kita. Kita bukan lagi diri kita yang lama dan penyebab bekas luka kita. Kita jauh lebih baik dari pemikiran suram kita yang mencoba untuk mengambil alih kendali atas diri kita. Ada kalanya aku lupa bagaimana untuk menjadi orang yang berani. Ketika aku tidak dapat mengingat seperti apa rasanya tidak takut. Tapi aku berusaha keras menghindari kebiasaan lama yang seperti racun ini. Aku tidak membiarkan rasa takut ku mengambil alih kendali. Saya tidak akan meringkuk, dan menyedihkan, serta menangis di depan siapa pun atau apa pun, ini. Tidak lagi! Tidak akan… ❞ —[Story by me @tsystories]
#0076tsy | Habis..

