❝ Beberapa orang nge-DM dan nge-Chat aku pada beberapa waktu yang lalu. Mereka mengatakan penilaian mereka terhadap tulisan ku. Tulisan-tulisan yang lebih tepatnya aku sebut sebagai sebuah Story, atau tulisan bebas yang aku bagikan di beberapa akun sosial media pribadiku atau yang aku post bersama foto menjadi caption di instagram ini. Beberapa orang tanpa ragu mengatakan, tulisan ku bagus. Beberapa orang tanpa aku tau kebenarannya mengatakan, tulisanku menarik dan alami. Beberapa orang yang aku harapkan, muncul mengoreksi beberapa bagian dari tulisanku dan cara penyajiannya. Dan, beberapa orang mempertanyakan perihal tulisan itu, ada yang mengkritik, memberi saran dan masukan, ada pula yang menanyakan sumber inspirasiku. Beberapa dari mereka juga mencoba memahami arti dan menerka-nerka emosi dibalik tulisanku secara random. Aku mengucap terima kasih atas kehadiran mereka, sebagai orang-orang yang meluangkan waktunya untuk itu, untuk membaca tulisan aneh ku yang tidak berfaedah dan menyampaikannya kepadaku dalam bentuk chat/DM. Sebagai apapun mereka, entah mereka sebagai penyuka atau pembenci, aku merasa ter-support akan hal itu. Namun, terlepas dari semua itu, aku tidak begitu yakin. Tidak ada yang bisa membaca apalagi mengartikan apa yang aku rasakan dibalik tulisanku, baik kebahagiaan, kekecewaan, kesedihan dan penderitaanku di dalam tulisan-tulisan yang pernah aku bagikan di sini. Orang-orang hanya membacanya dan mengartikan sesuai pemahaman mereka masing-masing atau hanya sekadar menganggap sebagai caption tanpa arti apa-apa. Tak apa 🙂 Biar aku saja yang mengetahui dan mengenang cerita maupun fakta dibalik tulisan-tulisan itu, jika suatu saat nanti aku membacanya lagi, aku sudah tidak apa-apa…❞ —[Story by me @tsystories]
Aku dan Tulisanku,
Padang, 29 April 2018
Selamat Hari Puisi Nasional #28April
Tapi, A k u Tidak akan berpuisi ditulisan ini…

