#0078tsy | Aku & Pemikiranku

Masih ingat kah beberapa penggalan cerita yang pernah aku tuliskan? Aku tau bahwa cerita itu tanpa akhir. Hari ini aku naik mobilnya menuju ke sebuah pantai. Apakah akan hujan seperti kepergian kami yang lalu? Tidak. Hari ini sangat terik dan panas. Mungkin, ini terakhir kalinya aku mengenangnya, bahwa kami dulu pernah saling menyukai selama bertahun-tahun, walaupun kami masing-masing telah mempunyai seseorang yang spesial. Kami masih sama-sama tidak bisa melepaskan perasaan satu sama lainnya. Maaf, aku tidak bisa memberimu cinta yang layak. Aku haus akan kebebasan yang kau sebutkan. Tapi aku tidak pernah berani mencobanya. Sebenarnya aku hanya ingin kebahagiaan sejati, walaupun aku harus memperjuangkan kebebasan, bepergian dan berkelana hingga ke ujung dunia. Memiliki jutaan kenalan baru dan ribuan tempat untuk disinggahi nantinya. Dahulu aku berfikir bahwa, kesepian hanya ada dalam cerita dongeng, dan tak pernah terpikirkan olehku jika itulah “Duniamu”. Memang sulit untuk memutuskan silaturrahmi antara kita. Tidak masalah jika itu dalam cerita novel atau kisah nyata. Aku lebih memilih untuk pergi dari lingkaran tanpa nama ini. Begitu banyak cerita di dalam keheningan, yang haus untuk ditorehkan. Ada yang bertanya, apakah semua tulisanku adalah kisah pribadiku? Bukan, aku tidak seberuntung mereka, yang sudah bertemu satu sama lainnya dalam cerita. Bagaimana pun juga aku telah membuat mereka pergi. Menyakiti dan meninggalkan mereka tanpa alasan dan penjelasan. Sekarang, semuanya aku anggap baik-baik saja. âťťApakah layak mengorbankan orang yang dicintai untuk menerima sebuah kebohongan?âťž —[Story by me @tsystories]

Aku dan Pemikiranku,
Padang, 27 April 2018

Diterbitkan oleh Terry Selvy

I Tell The Truth Through My Story

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai