âťť Kata mu, sudah lebih dari sewindu kau mengenalku dan menyukaiku secara diam-diam. Namun, aku tidak begitu tau akan hal itu, karena bagiku sejauh ini kita adalah teman dekat. Kau teman yang baik, teman yang selalu siap menyemangati ku dan selalu ada buat mendengarkan cerita-ceritaku.
Kau temanku, bukan? Apa selama ini, semua kebaikan yang kau berikan kepadaku, itu palsu? Apa kau begitu baik kepadaku karena kau menyukai ku? Apa arti pertemanan kita yang begitu baik bagimu karena ada sesuatu? Apa uang kau harapkan dari sikap pengecutmu itu?
Jika kau mampu memberikan cinta yang begitu besar kepadaku, tapi kenapa kau tidak bisa memberi pengertian yang sama besarnya? Aku hanya butuh kau mengerti bahwa aku adalah teman mu, aku juga perempuan yang terbuka akan cinta. Tapi, yang aku butuhkan bukan hanya cinta, lebih dari itu.
Jika kau begitu mudah memperlihatkan perhatin dan rasa sayangmu yang begitu tulus kepada ku, tapi kenapa kau begitu sulit untuk memberikan pemahaman dan kepedulian yang sama? Aku sebagai temanmu dan juga sebagai orang kau suka, katamu. Aku hanya ingin kau memahami kondisi dan situasiku, situasimu, dan situasi kita. Aku juga ingin kau peduli akan hal itu.
Jika kau benar-benar orang yang begitu baik seperti kau adalah temanku yang aku kenal selama ini. Kenapa kau begitu egois dengan rasamu? Apa kau ingin aku menerimamu lebih dari sekedar teman dan kita berpacaran seperti orang-orang kebanyakan? Apa itu yang kau mau? Lantas, apa yang kau harapkan dari kita memiliki hubungan tanpa komitmen itu? Aku bukanlah perempuan yang seperti itu lagi.
Aku tau, aku belum menjadi orang yang benar-benar baik dalam hal ini. Hanya saja aku tidak mau lebih buruk lagi jika aku memilih dan berpacaran dengan sahabatku sendiri. Jika kau benar-benar orang yang begitu baik, mari kita lupakan masalah ini. Jika rasamu benar, sepantasnya kau tau apa yang harus kau lakukan untukku.
Mari kita sama-sama belajar dan berjuang keras untuk mengajar impian kita masing-masing, dan sukses seperti yang kita inginkan. Belajar hingga bekerja dengan giat, hidup dengan baik, dan kau tetap menjadi teman terbaikku. Sampai suatu saat nanti, jika rasamu masih sama kepadaku, mari kita lebih dari sekedar teman dan memiliki komitmen 🙂
Apa aku begitu egois? Apa aku benar-benar salah untuk tidak menerima dan juga tidak menolak rasamu, saat ini? Namun menggantungkan takdir dengan laju waktu…❞ —[Story by me @tsystories]
Sahabat Terbaik…
Padang, 1 Mei 2018

