Hello, coffee lovers!
Mari menikmati kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi.
#CeritaTerry about: @kopi_liar
____________________________________________
Me: “Latte Es 1 ya, Bang“, pintaku.
Abg: “Latte Original/Latte……, Kak?” Tanya si abang barista.
Me: “Original aja, Bang.” Potongku menjawab.
Abg: “Okay. Silakan duduk, Kak. Mau duduk di mana? Di sini bisa, di sana juga boleh“, si abang mempersilakan dengan menunjuk area sekitaran Box.
Me: “Dibungkus saja, Bang.” Pintaku sambil tersenyum.
Abg: “Baik. Ditunggu ya, Kak.” Kata si abang tersebut sambil melirikku dan beralih melirik ke bangku-bangku tinggi di depan box. Lalu, si abang barista mulai sibuk dengan pekerjaannya sambil sesekali masih tetap mengajak aku dan temanku mengobrol. Tentang beberapa hal secara acak.
Obrolan kamipun ditimpali beberapa pertanyaan yang secara sepihak tertuju kepadaku. Tidak hanya si abang baristanya yang bertanya dan mengajak aku mengobrol dengan ramah, akan tetapi si abang yang duduk pewe di sebelah box juga ikut nimbrung bertanya. Sepertinya beliau teman si abang barista, atau justru ownernya. Aku tidak sempat menanyakannya. Haha.
Sembari si abang memproses pesanan. Menimbang dan menakar biji kopi agar sesuai takaran di atas timbangan digital. Tetiba si abang menodongku dengan pertanyaan-pertanyaan seputar aku dan kopi. Kenapa aku suka kopi? Udah pernah nyobain apa saja? Aku tinggal di mana? Apa aku mahasiswa? Lalu, udah pernah nyoba kopi di mana saja? Porprov juga… Karena beliau tau aku area Unand. Sampai pertanyaan, apa aku udah pernah nyobain kopi di dapue kopi, Bengrass, Parewa, Dua pintu coffee, dan lainnya. BELUM!
Saat mau meng-upload gambar-gambar di atas, tadinya aku mau cerita perihal untuk yang pertama aku mampir ke sini, kopi liar. Mau cerita tentang random obrolan kami (aku, baristanya, dan seorang kawan), saat aku menunggu segelas Latte Es selesai dibikinkan. Akan tetapi, moodku untuk bercerita perihal ini sudah hilang 😑
BTW, sepertinya aku lebih tertarik bercerita tentang pertanyaan ngasalku tadi, “Apa beda Latte, Cappucino, dan Flat White?” Karena, beberapa tahun lalu aku juga pernah ditanyai pertanyaan seperti ini. Mau tau jawabannya versi admin Kopi Liar
SWIPE LEFT gambar di Instagramku (@terryselvy) sampai ke gambar bagian akhirnya ✌
Belakangan ini aku ketahui bahwa si Abang Barista kemarin adalah sekaligus Owner dari Kopi Liar ini. aku mengetahuinya lewat komentar dari seorang teman baikku, Abang Robby Julianda:
“Sebenernya abang barista itu adalah ownernya yg berjuang mempertanggung jawabkan brand kedai kopinya, salluut lah sama barista yg satu ini. Motto dari kedai @kopi_liar ini yakni Kebebasan dalam kopi. Jdi ngopi yg sehat itu ga harus mahal 😃👌👌”, komentar beliau pada postinganku di Instagram malam itu.
Lalu, aku bales dengan bentuk kekaguman ku pada kopi liar dan pemiliknya:
“Wuah, baru tau aku kalau abang itu ownernya, bang @robbi_juwanda dikira abang yang banyak nanya-nanya sebelahnya 😹 Siap dah, mantap! 🙌 “
Tidak lama, postinganku via Story Instagram maupun via Feed Instagram mendapat notif Like dan Re-post dari akun Instagram Kopi Liar, Mlam itu juga^^
FOTO DOKUMENTASI PRIBADI (MENYUSUL, SOON!
P.S: Belum sempat mindahin foto.
____________________________________________
OK. Sampai ketemu di kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi berikutnya…
Bye bye, Coffee Lovers 🙏

