BUKU:
Melupakan orang yang disayangi sama sulitnya dengan mengingat seseorang yang tak pernah ditemui.
CERITAKU:
Hi, kamu! Apa kabar? Partner baru mu, apa kabar juga? Titip salam ya. Selamat ulang tahun buat dia! Sebenarnya, gw nggak pengin lanjutin tulisan iseng tentang mantan ini, sih, karena seharusnya akun instagram gw adalah instagram dengan caption bercerita tentang sesuatu yang layak untuk di share dan gak punya tempat untuk postingan alay semacam tulisan tentang mantan. Haha. Gak bahagia banget, yekan? Apa kata rang-orang coba kalo gw masih nulis postingan tentang mantan?
Well… gw mana peduli apa kata rang orang yang nggak ngegaji gw, gak ngasih gw makan dan uang jajan, apalagi ngupilin gw. So, let’s start with the most annoying story per-mantan-an: Mantan. Eh… gak annoying, sih. Kadang-kadang aja, kalau ingat kok, annoyingnya, kalau ingatan gw tentang dia nyelonong nongol plus sifat melow bin freak-gw lagi kumat. Haha.
Sejauh ini gw tidak pernah terlihat sedih, drama, apa lagi nangis-nangis 7 hari 7 malam demi seseorang. Gw sering dibilang flat tentang perasaan, kadang juga di katai gak peka… So, apakah gw benar-benar orang yang seperti itu, apakah orang-orang yang tanpa perasaan bisa dengan mudah melupakan seseorang yang di sayangi bernama mantan? Salah.
Melupakan mereka lebih sulit dari pada mengingat seseorang yang belum pernah ditemui. Perihal mengingat orang, itu perihal kedekatan persoalan. Ingat saja kebaikannya, kenali ia, pahami, dan pelajari semua tentang mereka yang kamu tau sebisa mu. Yakinlah, sejauh apapun, selama apapun, dan belum pernah bertemu sekali pun, jika kalian saling mengenal dan berkomunikasi baik pasti akan teringat, kok. Tidak sesulit melupakan orang yang masih ingin di ingat. #eh

