HAPPY BIRTHDAY OWNER SEVEN PISTON PADANG
SELAMAT ULANG TAHUN, BANG ANOM!

oleh: @terryselvy
Today_______Pukul enam sore (like sunset: Senja) di sebuah tempat nongkrong coffee shop pinggir pantai (area Taplau Padang), aku menunggu seseorang. Ah, bukan! Maksudku menunggu beberapa orang, atau justru tidak menunggu siapa-siapa. Maybe… Tujuh puluh enam menit berlalu (saat aku mengetik #ceritaTERRY ini sekitar satu jam lalu via IGs). Menunggu kali ini tanpa disadari, waktu yang seharusnya begitu lama malah tak terasa sama sekali. Aku terlalu asyik di sini. Sampai pada… Saat senja yang indah berangsur-angsur telah berubah menjadi kelam menuju gelap malam.

oleh: @terryselvy
___________________
Dari sudut kota yang jauh.
Perasaan kepadamu tetaplah hal yang utuh.
Sebab kamu bagian dari rencana-rencana
besarKu. Bagian penting dari hal-hal yang
Kumiliki dalam hidupKu. Maka, bertahanlah
di sana tanpa rasa curiga.
Tanamkan dalam dadamu apa yang
Aku perjuangan sepenuh jiwa.
Bersabarlah di sana,
biar kukembangkan lebih lebar lagi sayapKu
di sini. Semoga tidak lama lagi semesta
memisahkan kita. Agar segala yang
membuatmu cemas dan ragu bisa tiada.
❝ Cinta Paling Rumit ❞
— @boycandra @penerbitkatadepan

oleh: @terryselvy
Segelas Ice Latte sudah kuhabiskan empat perlima bagian gelas. WOW, komitmen kemarin kembali aku langgar hampir setenghnya. Habisnya gimana? Ehm, hanya ada kopi dan kopi lagi yang menarik selera. Non kopi sepertinya tidak berhasil menggodaku. Sudah, lupakan! Sesekali tak apa. Sudah lama juga aku tidak ngopi. Lagian ini hanya ice latte, bukan yang kopi banget, kok. Hehe.

oleh: @terryselvy
Kebetulan di coffee shop ini tidak menyediakan makanan, baik cemilan ringan sekalipun. Untungnya aku sudah makan tadinya, sebelum mampir ke sini. So, tidak masalah bagiku. Aku tidak akan kelaparan menunggu hingga malam nanti. Sekali waktu, kutanyai kakak cantik yang berdiri di belakang bar kopi beberapa menit lalu, sepertinya barista andalan coffee shop ini, jawaban beliau tidak membuatku cukup tenang. Tetapi keramahan beliau membuatku senang, bahkan betah menunggu yang belum jelas.
Ah, mungkin CANCEL, pikirku dalam hati. Tak apalah, toh aku sudah terbiasa nongkrong di kedai kopi sendirian, sedari beberapa tahun lalu. Lagian kalau batal, dapat aku anggap sebagai refreshing sore—malam ini. Aku juga tidak ada kegiatan penting lainnya dan kebetulan juga bakal gabut di kost-an menunggu kabar dari dia #eh

oleh: @terryselvy

oleh: @terryselvy
Mari nikmati saja dulu. Kopinya yang sebentar lagi tandas. Live musicnya yang masih ceksound, mungkin sebentar lagi baru dimulai. Suasa senja ala cafe pinggir pantai yang riuh di luar, damai di dalam. And than, yang terpenting mari menikmati kesendirian dulu bersama rangkaian kata-kata yang sengaja aku ketik malam ini. Aku menyukai ini, tidak kalah dari aku menyukaimu. Eh, gimane? Wkwk
Menunggu? Mari ngoding dulu (Klik Link ini akan diarahkan ke postingan video di Instagram @terryselvy, lalu SWIPE LEFT ke slide akhir!)

Setelah sekian lama menunggu. Akhirnya… Event jadi, dong. Walaupun aku sempat pesimis, sih. Selepas Isya (pukul 20.59 WIB), aku sempat menanyakan via chat WhataApp perihal event ini pada seorang teman yang juga namanya tertera di famplet event “MotoKopi” yang di share beberapa hari lalu, Pratama TD.
Terry: Bg oo bg. Acaramu di Seven Piston jadi kah?
Tama: otw sana nihh huhu. telat. ada job dikit
Terry: Baiklah. Aku sendirian gak ada yang kenal dan…
Menunggu -_- ku pikir bakal CANCEL loh
Tama: wait yahhh. huhu
Terry: Siap.
Beberapa saat kemudian. Tama dateng dan juga nyamperin aku ke dalem yang duduk sendirian. Sibuk ngetik cerita ini di blog, tapi tadinya untuk save di draf saja dulu, belum niat buat ngepost langsung. Kami sempat gobrol beberapa saat. Setelahnya, Tama ngajak aku buat gabung ke luar, bareng teman-teman lainnya. Aku salaman dan kenalan satu persatu sedari meja samping Seven piston sampai ke meja luar yang amat sangat ramai. Aku bahkan tidak sempat untuk berfikir waras lagi, tidak sempat merasa khawatir akan memasuki keramaian mereka, karena ditemani Tama. Haha. Thank you, bro!
Ada beberapa orang yang sudah tidak asing lagi bagiku. Seperti, ada Abangku Genta Kiswara yang disebut-sebut Bucin (Penulis Buku: Pada Sebuah Kata Pergi, Evolusi Rindu, Nelangsa, dan Kalandara) yang akhirnya aku kebagian bangku kosong semeja dan duduk di samping beliau. Ada kawan-kawan Personil dari Band Indie kota Padang, RED SUMMER yang pas salaman tadi macam-macam gaya salamannya, bikin aku ngakak ketawa. Ada Bang Ojik, salah satu photographer dan MC kondang kota Padang. Ada Bang Ridho Wp yang friendly banget ngajak aku ngobrol duluan. Ada THE KURA-KURA yang jujur aku kurang tau ini. Ada The Changes Future yang merupakan Band Arabic Rock kota Padang bikin Petcjah acara malam ini. Ada Bang Rio Aprilla Utama yang baik hati mentraktir aku segelas (lagi) Vanila Latte malam ini setelah sebelumnya aku sempat menolak untuk tambahan kopi, thanks you ya, abang. Ada Bang @jhodesaniak yang ngajak aku ngobrol sambil nakut-nakuti aku (jan bamanuang dik, auranyo agak lain teraso dek abang di siko ko mah, blabla…), juga apa-apa obrolannya berujung pada jebakan gombal maut. Aku mah apa atuh, terlalu polos untuk gombalan abang ini. tapi tetap ikutan ngakak. Wkwk. Ada Bang Deddy yang pinter main Biola. Uwuwu^^ Ada Kak Karina-nya bang Tama yang cantik, dln. Tentunya ada tamu-tamu lainnya yang aku tidak akrab bahkan tidak aku kenali sama sekali. Ada banyak cerita juga malam ini.
Aku izin balik duluan, ya, Driver Go-Jekku sudah menunggu. Terima kasih buat malam ini. Tama, Seven Piston, beserta kawan-kawan baru yang lumayan baik, asyik juga. Pada dasarnya, aku tidak begitu akrab dengan keramaian. Aku selalu kikuk dengan obrolan lintas generasi, bermacam background dan tentunya dengan orang-orang baru. Maaf, aku tidak se-asyik yang lain. Tetapi aku anak baik-baik, kok. Hehe.
Selamat Istirahat. Have A Great Night! Nanti kita cerita lagi…
____________________________________________
Okay. Sampai ketemu di kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi berikutnya…
Bye bye, Coffee Lovers!


Satu pendapat untuk “SEVEN PISTON PADANG”