[POV Q: Cwo]
Kayaknya tempat ini deh.
Tapi tahun kapan ya?
Ini?
Ok, ini tempat waktu aku ngelupain dia.
Orang bilang ada hal yang paling sulit dipahami, yaitu cinta. Benar sih.
Tapi, tunggu dulu.
Sekarang aku tahu hal yang paling sulit dipahami adalah diri sendiri. Butuh waktu sangat lama menyadari, bahwa aku belum bisa mencintai diri sendiri.
Tempat ini menjadi saksi, bahwa ada seseorang yang begitu mencintai diri orang lain, ketimbang mencintai dirinya sendiri.
Kata orang, jatuh cinta itu seperti segerombolan kupu-kupu yang memaksa keluar dari perut.
Entahlah, aku juga bingung.
Kata orang, cinta itu seperti kopi.
Untunglah aku tidak suka kopi.
Aku tidak sedang bersedih, hanya saja merasa lucu, bahwa yang aku ceritakan ini adalah ceritaku sendiri.
Kalian pernah gak sih ngerasain bahwa hidup itu tentang kamu dan dia saja?
Mungkin ini terlalu klise, tapi aku rasa sebagain orang pernah di fase ini.
Waktu membuat ku mengerti, bahwa ada hal yang lebih indah dari mencintai seseorang. Kau tau, kenapa aku ke sini?
Bohong! kalau aku lupa tempat ini.
Aku ingin menceritakan kepada alam semesta, betapa aku mencintai diriku sendiri.
Semua udah diatur, bahkan orang yang datang untuk menyakiti kita.
Mereka datang bukan tanpa alasan.
Ketika patah hati, orang selalu bilang jangan sok tegar, jangan nangis, pasti dia nyesel deh.
Kalian salah!
Jangan pernah mengharap orang akan menyesal, tapi mulailah tidak menyesali apapun.
Sakit hatilah sesering mungkin, kau akan tahu bagaimana berharganya dirimu.
Oh iya, kalian ingat nggak betapa lucunya ketika jatuh cinta untuk pertama kalinya? Ketika kalian bisa ngerasain seneng, cuman dilihatin doang. Senangnya tuh kayak diterima kerja dengan gaji banyak tapi cuman main Tiktok. Eits, udah diblokir. [Apa sudah dibuka lagi ya?]
Untuk yang sedang patah hati, menangislah sampai kau tidak bisa menghitung air matamu sendiri. Namun, jangan berlarut. Larutan saja bisa membaur, kenapa kamu tidak.
Ketika manusia di fase paling bawah, paling sulit, paling mengecewakan, mereka akan merasa sangat terpuruk dan menjadi orang yang paling menyedihkan. Wajar, manusia juga dianugerahi perasan, kan.
Pergilah dan lakukan hal yang membuatmu bahagia. “Banyak disekelilingmu yang mengharapkan kau disekelilingnya”.
Kau mengerti maksudku?
Tapi aku percaya, bahwa akan ada cinta yang benar-benar tidak menyakitimu.
Yap, cinta pada diri sendiri maksudku.
Kembali pada yang telah menyakitimu.
Kau tahu pertanyaanku?
Kenapa balik?
Ada yang ketinggalan?
Aku sangat merasa bersalah, jika aku balik dan jatuh lagi dalam cerita yang sama.
Berbahagialah dengan cerita barumu.
Dongeng tak akan seru jika diceritakan dua kali.
Berbahagialah dengan obsesi baru yang telah kau genggam.
Berbahagialah dengan orang-orang baru yang ada di sekelilingmu.
Em, sudahlah.
Hari sudah mulai gelap.
Aku harus pulang.
Terima kasih alam semesta, telah mendengar ceritaku.
Drama Queen – Noerow ^^
Bersambung… Next!
Part-2: Balasan Cewek…


Satu pendapat untuk “Part-1 : Tahun lalu…”