Part-4 : Pertemuan Kita

[POV Q x A ]

A: Hi!
Q: lho, bukanya kamu di X (kota X), yah?
A: iya, baru kemarin sampai P (kota P). Aku ditugasin di sini untuk beberapa bulan. Gimana kabar kamu, sehat?
Q: Yeaah, begitu lah. Seperti yang kamu lihat.

A: kalau di ingat-ingat, kita terakhir ketemu 3 tahun yang lalu, kan?
Q: Eee,, iya, kalau nggak salah. Kamu kok bisa tahu tempat ini? (Tempat pertemuan mereka).

A: kemarin aku liat video kamu. Terus, aku tanya sama teman aku, itu di mana. Yaa, kebetulan hari ini nggak ada kerjaan. Jadi, aku main ke sini. Boleh, kan?
Q: Yaa,, boleh. Ini’kan untuk umum.
Kamu kenapa liatin aku kayak gitu? Ada yang aneh ya?
A: seharusnya duku aku nahan kamu.
Q: Eer,, kenapa kita harus bahas ini? Itu udah lama. Kita udah punya kisah masing-masing.

A: kamu inget, nggak? Dulu waktu SMA, guru Geografi bilang, “Kalau bumi itu bulat. Jadi kalau kita berjalan di titik awal untuk mengelilingi bumi, kita akan kembali lagi ke titik awal itu“, itu yang aku rasain ke kamu. Kamu titik awal dari semua perasaan ini.
Q: Euh, aku harus balik sekarang! Ada urusan mendadak. Semoga,, kita bisa ketemu lagi. (Cowok berniat pergi atau lebih tepatnya kabur, karena di sini terlalu sesak).

A: Bukan begitu cara menghindari perasan. Kamu gak bisa lari. Kalau boleh minta sesuatu yang mustahil, aku mau minta kita untuk tidak pernah ketemu, dan aku nggak pernah nyakitin kamu. Aku nggak bisa lari sekencang kamu. Aku pernah merasakan kesulitan yang pernah kamu rasakan. Aku selalu kagum bersama kamu.
Q: Cinta itu seperti berteduh saat hujan. Bukan perkara yang berani melawan, tapi soal siapa yang bertahan, saat yang lain meninggalkan. Kau tahu atlas? Andai aku bisa bertanya padanya: “Beritahu aku, atlas. Mana yang lebih berat, dunia ini atau hati manusia?”. Ada 3 hal yang harus kamu tahu: Ada yang harus reda, yaitu egomu. Ada yang harus mengalir, yaitu kebaikan. Ada yang harus berhenti berjuang, yaitu aku.

Song…
[🎼 Kini ku tau, bila cinta tak bertumpu pada lidah, lidah bisa berkata namun hati tak sejalan. Kata-kata tak menjamin cinta. Untuk apa,, Untuk apa cinta tanpa kejujuran? Untuk apa cinta tanpa perbuatan? Tak ada artinya]

A: Aku suka sekali dengan langit. Langit itu indah, langit itu jauh, langit itu mimpi. Sama sepertimu.
Q: Dan sekarang aku sadar, bukan kopi yang egois, tapi penikmatnya!

Song…
[🎼 Kaca yang pecah,, tak mungkin bisa,, kau buat seperti,, dulu lagi. Begitupun hatiku yang kau gores. Kau pematah hatiku, semurung mendung hujan. kau buat diri ini
menangis tersedu]

Drama Queen – Noerow ^^
Bersambung… Next!
Part-5 : Semenjak hari itu aku selalu mendambakanmu…

Diterbitkan oleh Terry Selvy

I Tell The Truth Through My Story

Satu pendapat untuk “Part-4 : Pertemuan Kita”

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai