Part-5 : Semenjak hari itu aku selalu mendambakanmu…

[POV A: Cwe]

Teruntuk kamu, yang selalu menceritakan kegundahan pada semesta.
Bagaimana hatimu kini?
Apakah dia sudah lebih membaik?
Atau masih se-beku saat terakhir kita bertemu?

Coba tanya pada semesta, bagaimana cara mengobati hati tanpa harus membenci.
Tanyakan juga pada semesta, bagaimana cara menjauh tanpa harus mengatus jarak.

Kau tau, jauh dari lubuk hatiku ada yang mengatakan sesuatu.
Mencintaimu itu serupa kopi.
Meskipun pahit, namun selalu ingin selalu aku nikmati.
Tapi sekarang aku sadar, bahwa kopiku sedang ingin sendiri.
Kopiku tak ingin ditemani.
Dan, aku sedang belajar untuk menikmati momen itu.

Kau pernah bilang, bahwa yang egois itu bukan kopi, melainkan penikmatnya.
Iya, kau benar. Aku terlalu egois menepis genggamanmu kala itu.
Membiarkan jemariku di isi orang lain.
Dan, berharap orang lain mencintaiku lebih hebat daripada kamu.
Tapi sesalku satu, dia tidak mencintaiku sehebat kamu.

Aku sadar bahwa kau yang terbaik.
Jangan lagi tanyakan semesta.
Tapi, coba sesekali kau tanyakan pada sang pencipta.

Tuhan akan lebih tau, pada siapa hatiku jatuh.
Kau tidak perlu mencari jawabannya ke mana-mana.
Karena sejak aku menyesal, aku mendoakanmu setiap malam.

Tuhan tau, betapa aku tidak bisa menjauhimu.
Aku menyesal karena pernah beranjak dari zona ternyamanku, yaitu kamu.
Dan, aku menyesal pernah pergi.
Walau kau bersikeras menahan.

Aku hanya ingin kau sembuh.
Apapun jawabanmu, aku rasa itu adalah kumpulan kata paling indah.
Semoga masih ada kesempatan untuk memperbaiki segala yang patah ini.

Drama Queen – Noerow ^^
Bersambung… Next!
Part-6 : Untuk Kamu Yang Selalu Mengalahkan Logikaku

Diterbitkan oleh Terry Selvy

I Tell The Truth Through My Story

Satu pendapat untuk “Part-5 : Semenjak hari itu aku selalu mendambakanmu…

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai