Kongkow bareng teman KSE

TERRY ITU PENDIAM, YA?

After girl’s day out beberapa hari yang lalu. Sebut saja itu sebagai ajang temu kangen setelah lebih dari semingguan penuh tidak jumpa. Aku dengan perempuan satu-satunya yang kusebut cabat itu. Sekalian berbelanja kebutuhan bulanan kita-kita. Karena sudah masuk awal bulan kala itu. Sebagai anak kost yang menjunjung tinggi prinsip hidup hemat. Maka, kita memilih membeli kebutuhan harian di supermarket (like Suzuya). Biasanya mereka rajin ada diskonan atau potongan harga yang jauh lebih murah meriah ketimbang beli di minimarket atau warung-warung depan kost. Juga sekalian makan siang di luar bareng, berdiskusi ringan, dan bertukar cerita seru, atau sekadar mengisi kekosongan hari itu.

Sedari siang sampai sore, kami barengan. Tetapi, kami tidak pernah bosan sama sekali. Bagaimana bisa? Iya, begitulah kami. Hoho. Mungkin aku saja, sih. Kalau dia? Entahlah. Semoga juga tidak. Pun malamnya, aku di ajak temanku ini untuk gabung ikut ngumpul bareng teman-teman sekre KSE UNAND. Tentu saja aku manut. Bagaimana bisa menolak, aku adalah orang paling penasaran dan tertarik untuk mengenal orang-orang baru dari lingkungan berbeda, apalagi dari lingkungan temanku ini. Pastilah orang-orang baik lagi asyik, mereka-mereka dong.

Kami ke sekre dulu sehabis magrib, sebelum dilanjutkan abis isya nya buat ikut gabung nongkrong di sebuah kedai kopi tepatnya di sebelah kostku. Tidak begitu jauh untuk aku pulang jika kemaleman nantinya. Karena mereka tujuannya ngopi bareng buat berdiskusi santai, pun mereka tidak keberatan ada aku yang notabene orang luar. Mereka asyik. Tapi, aku saja yang belum bisa langsung membaur malam itu. Maklum karena baru pertama bareng mereka. Mungkin kalau sudah akrab dan terbiasa, bisa lebih gila. Wk.

Esoknya. “Temanmu, si’Terry itu pendiam, ya?” Kurang lebih, sekiranya, begitulah, atau seperti itu adanya… pendapat mereka tentang aku. Ah, masa? kataku menanggapi aduan teman baikku esok harinya.

Ya, aku tidak begitu kaget. Aku akui, ini bukan kali pertama aku mendengar pendapat ‘itu’ tentangku. “Terry si Pendiam” mungkin, itulah kesan pertama bagi sebagian besar mereka, orang-orang (like stranger) yang untuk pertama kali nongkrong atau sekedar bertemu langsung dengan aku di luar.

Aku, menurutmu? Piye

Diterbitkan oleh Terry Selvy

I Tell The Truth Through My Story

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai