Hello, coffee lovers!
Mari menikmati kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi.

Coffee Shop:
Laranja Garden
Operational Hours:
Weekday 16.00-24.00
Weekend 16.00-02.00
Live Accoustic:
Saturday 20.00-24.00
Sunday 17.00-22.00
Kontak: 0811-661112
Bagian I: Perdana ke Laranja Garden
The Coffee from Hidden Paradise

Coffee Mood
Shoot by: @terryselvy
May 27, 2019
We all have a photographer inside of us, do you agree? Haha.
Salah satu cara favorit aku untuk menghabiskan waktu luang di akhir pekan adalah dengan menjelajahi kota bersama teman-teman atau sendirian, dan mengunjungi tempat yang biasa aku datangi atau justru menemukan tempat-tempat baru dengan bermain trials and errors untuk memuaskan rasa penasaranku. And, walking around without an agenda capturing scenes through my lens/camera phone, in most cases, it always leads me to finding spots that i normally wouldn’t… such as this hidden geme!
Eh, kalau kata mereka, sih, #LaranjaGarden, Coffee Shop from The hidden paradise 👌
This month, @laranja_garden! 👏 yang menurut salah satu orangnya/baristanya, semalam mengatakan kalau mereka baru buka kurang lebih 1 bulan ini. Maybe, aku sebenarnya sudah cukup lama tau dari logonya di sponsor salah satu event kreatif, tapi lupa terus mutar ke area atas ini.
Bay the way, Kreativitas yang #Mantul, mereka mengubah sebuah lokasi tertentu di pelosok kota Padang (lebih tepatnya di Komp. Cimpago Permai II Blok B No 2, Pauh, Kota Padang) menjadi tempat ngopi yang santai dengan tema luar ruangan/garden kali, ya?
I recently did an upper area-and photo crawl and stumbled upon the newest location of unique coffee shop and this plant-filled space atau lebih tepatnya plant-filled area. Di area terbuka, beralaskan rerumputan, disisi pagar ada bambu-bambu kecil yang dipangkas rapi, dan ada satu tempat manggung kali ya dengan 2 di sisi nya bangun masih renovasi aku belum tau itu apa, penerangan yang bagus, serta berdiri satu bangunan tempat bikin kopi dan pesan makanan, bertingkat.
Nature + modern + exterior are beyond stunning! it’s incredible seeing how the food scene on the upper area-end is transforming. HAHA. Can’t wait to see…the finishing of the renovation. Mungkin kesan gardennya akan ditingkatkan🤘dan #hematPenggunaanPlastik ✌
Goodbye kebebasan Hangout malam hingga 30 hari kedepan (#challenge semalam) and goodbye sisa-sisa petualangan Week-End terakhir sebelum aku move dari kota Padang. Today, one of my best friends also my sister akan menjalani sidang Comprehensive, I hope you succeed, Mila… and S.Pt 🎓
HAPPY MONDAY! ☕🌿💕

Hidup adalah Suara yang Kau Pilih by Me @terryselvy
Apakah kau percaya, bahwa di dunia ini, akan ada orang-orang tertentu yang akan mencintaimu? Dia selalu dikelilingi cahaya, dibanjiri tepuk tangan. Ketika kau berjalan pulang sendirian di jalan yang tidak bersahabat, dingin, dan kuyup oleh hujan lebat, ditambah lagi kau harus melewati riuhnya kerumunan yang kacau, bersama hiruk pikuk di keramaian kota ini, kau berharap dia menemukanmu dan membimbing tanganmu untuk terus melaju. Kau harus menunggu!
Apakah kau ingin tau, bahwa akan ada seseorang di dunia ini yang mencintaimu? Dia mampu mengatasi kekacauan di dunia. Entah itu, akibat dingin saat hawa kabut turun di pagi hari, atau kehangatan saat mata hari terbenam di waktu senja.
Kemanapuan dia pergi, orang-orang selalu menatapnya kagum. Dia adalah orang yang baik, ramah, tulus, penuh dengan antusias, dan dipenuhi dengan cinta di matanya. Dia akan membantumu dan menuntunmu dengan baik. Dia akan memperioritas kamu.
Jika disaat dia muda, dia adalah anak yang sedikit keras kepala dan egois. Dia akan selalu menempatkan dirinya di depan kamu, menjadi tameng pelindung jika ada yang mengusikmu. Begitupun, disaat dia sudah tidak muda lagi, dia akan menjadi penyemangat. Pendukung utamamu. Mengobarkan harapan dan akan tetap di sampingmu. Disaat lelah, dia akan memelukmu, dan mengatakan semua akan baik-baik saja. Dia pasti akan datang kepadamu. Untuk itu, kau harus menunggu.
Bay the way, beberapa minggu setelahnya (baca #ceritaTERRY Bagian #1: THE FIRST COFFEE) aku sakit sendirian dan dia datang ke rumahku. Aku merasa tidak terlalu membosankan lagi seperti sebelumnya. Lebih sedikit menyenangkan dan terasa hidup. Manisnya kesedihan datang bersama kebahagiaan, yang membuat hidup lebih menarik. Saat itu aku selalu ingin bertanya, hari-hari menyenangkan seperti ini, berapa lama kita bisa menikmatinya?
Hidup adalah suara yang kita pilih. Ada semacam kasih sayang yang tidak pernah lelah di sampingku kala itu. Hanya demi aku senang, dia akan melakukannya, apapun itu. Dia tidak memberitahuku secara langsung, tapi aku kira dia menyukaiku. Setelah tahun-tahun itu berlalu, aku masih mengingatnya. Sekarang, aku menulis dua pesan untukmu dari kedai kopi @laranja_garden.

Shoot by @terryselvy 
Shoot by @terryselvy 
Shoot by @terryselvy
JIKA SENJA PADA AKHIR CERITANYA MAMPU MENAKLUKKAN PAGI, BAGAIMANA KITA?
Hari itu adalah kali kedua kami bertemu, ini juga yang paling istimewa. Jika kau iseng mampir ke sini, atau kau secara tidak sengaja membaca tulisanku ini, kita pasti dalam masalah.
Terkadang merasa senang, terkadang juga merasa frustrasi. Terkadang ada kesalah pahaman. Tidak apa-apa, dijalan yang kelihatan mulus saja akan selalu ada bagian yang tidak rata, bukan?
Ada orang jahat, pasti ada orang baik. Komposisi kehidupan kita yang sangat beraneka ragam rupa. Nikmatilah. Janganlah kita kesepian di planet ini sampai tua. Maka, aku berterima kasih pada hal-hal yang baik dan juga kepada hal-hal yang tidak begitu baik. Terima kasih sudah selalu bersamaku.
[Silakan baca cerita bagian #1 dan #2 sebelumnya, cari saja atau klik link pada pagar!]. Bahkan hari terakhir itu, kita bertengkar. Aku tidak akan menolakmu, kamu saja yang tidak lagi menanyakannya kembali. Jika kamu sudah membaca tulisan ini, aku menunggumu hingga batas kesepakatan kita dulu, ingat?
Aku juga lelah ketika kamu mengeluh lelah, tetapi aku berusaha tersenyum. Dan, ketika kamu tertidur tenang di malam hari, aku terbangun dan aku diam-diam menuliskan surat ini. Jika suatu hari perasaan itu benar, aku harap, aku dan kamu (kita) akan selalu mengenang tahun-tahun itu dengan baik. Kamu yang mengajari aku tentang kopi (Baca cerita bagian #1: The First Coffee) dan akhirnya aku terbiasa meski tanpa kamu. Terima kasih. Sekarang, bersama kopi aku mulai memiliki banyak teman baru. Bukan berarti aku tidak merindukanmu, sangat.
Ayo berjuang. Sampai ketemu hingga saat takdir mempertemukan kita kembali. Kemudian mari putuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Untuk sekarang, tidak apa-apa sama-sama memilih jalan bodoh ini, tidak apa-apa meninggalkan sedikit penyesalan untuk kelak dikenang. Biarkan kita merasakan sedikit rasa sakit untuk dijadikan pelajaran berharga. Biarkan perjalanan dan perjuangan kita ini sedikit lebih lama.
Tidak akan terlambat, bukan? Jika takdir itu nyata, suatu hari nanti, semoga kita akan kembali disamping satu sama lainnya. Selamat berjumpa lagi, X. Aku senang mengenal dan menghabiskan waktu selama masa sekolahku denganmu.

Remember Me by @terryselvy
Oh, Heyyy, REMEMBER ME?
Being outdoors always brings me closer with those around me. I went out for a short overnight with a few friends, some old some new. We huddled around the coffee shop and caught up, talked weekend plans, and admired the beauty of downtown… Haha.
To the friends that remind gw, siapa gw sebenarnya ketika gw lupa, ketika gw mulai acting out of character dan ketika gw put my selves in situations that don’t reflect my values, my beliefs or my hearts.
To the friends who support gw, walaupun kalian tidak setuju dengan apa yang gw lakukan tetapi kalian tetap memberikan bantuan tanpa gw minta hanya untuk memastikan agar gw bisa terbebas dari masalah. Kalian melakukan banyak hal, apa pun yang kalian bisa untuk membantu gw, ketika gw sendiri sudah pasrah akan keadaan, dan tidak menginginkan bantuan. Kalian mengawasi gw dari jauh ketika ketika gw mencoba menyelesaikan masalah gw sendirian dan menyembunyikannya dari kalian.
To the friends who protect gw, dari orang-orang yang berniat buruk, dari orang-orang toxic-julid-dengki-iri hati, yang tidak menginginkan yang terbaik untuk gw, dari orang-orang yang mengaku tulus sama gw just so they can take advantage of what I’ve to offer. To the ones who sniff their lies from miles away and warn me. The ones who see their truths when I believe their lies. The ones who truly have our backs when these people backstab me. Thank you, guys 🤗
To the friends who speak for me when I can’t speak for myself. Kalian yang memberi gw the wake-up call yang gw butuhkan saat gw terlalu lama berlarut dan terlena in denial or in the dark. Kalian yang selalu ada dan selalu membantu gw melewati masa-masa sulit gw, kalian tidak men-judging dan meninggalkan gw. Thank you for being the light in these moments. Thank you for reminding me that I don’t have to stay stuck. Thank you for saving me when I can’t save myself. Thank you for seeing in myself what I forget to see sometimes. Thank you for still believing in my strength when I’ve fragile and believing in my wisdom when I’m being foolish. Thank you for giving me a shoulder to cry on when all hell breaks loose.
And finally, thank you for sticking around, for being there, for picking up the pieces. Thank you for making sure that I’m not alone when I make a mess of my own. That I still have people who care enough to interfere when something is wrong. People who can sense when I’m in danger. My people can truly count on.
Thank you for being my emergency call even when it’s not an emergency. Thank you for your fighting me, when I’m battles with Myself even when I’m not victorious and most of all Thank you for your fighting me, when I’m battles with Myself even when I’m not victorious and most of all thank you for grieving my losses with you and loving me through it all until I healed again 🙏 #silakanDIKOREKSI #myENGLISHisNOTGOOD.
Bagian II: Kedua Kalinya ke Laranja Garden
Bawa Buku NKCTHI, Lalu Curhat

Shoot by: @terryselvy
❝Kita sama-sama tahu,
saat ekspektasi ditaruh
di raga lain,
kecewa sering jadi teman.
Bukan sekali dua kali…
Mungkin kita lupa,
atau terlalu keras kepala❞
—by @nkcthi
July 2, 2019
Tengah malam gw curhat panjang kali lebar secara gaje sama abang gw yang siap ngoding dan balik ngantor, tentang cerita beberapa hari lalu kalau gw lagi patah hati karena keadaan dan gw lagi sedih karena keluarga gw, gw lagi menyedihkan karena hidup sendirian di kota ini, serta karena sudah nggak ada nenek, abang, papa, dan kakak gw yang hilang belum ketemu (kenapa sih kalian tega ninggalin gw? Sendirian dipaksa dewasa cepat), keluarga yang lain pada cuek. Ya, secara, gw sendiri sadar diri kok, gw masih beban, gw masih belum bisa ngasilin, etc., jadi gw nggak mau merepotkan siapa-siapa, maka gw sebisa mungkin menjaga jarak dengan anggota keluarga yang ada, walaupun jauh. Banyak kali patah hati gw di tahun ini.
Kenapa kamu berharap lebih, jika tau bakal kecewa dan terluka? Sumber dari kekecewaan adalah pengharapan yang kenyataannya tidak terpenuhi.
Kenapa kamu mencintainya sepenuh hati, jika tau bakal patah hati? Penyebab dari patah hati adalah besarnya pengharapan menuntut cinta untuk dibalas yang tidak terpenuhi.
Besarnya luka, kecewa, dan patah hati merupakan hasil dari keputusan kita sebagai pelakunya, dan konsekuensi dari pilihan kita sendiri. Hal ini menggambarkan besarnya pengharapan dan cinta kita. Teorinya “Berbanding Lurus” bukan? Semakin besar rasa cinta kita, semakin tinggi harapan kita kepada manusia lain, maka semakin sakit rasa patah hatinya. Uwuwu~
Saat kamu memilih dan memutuskan sesuatu, pastikan kamu siap dengan segala konsekuensinya! Seperti teori “Sebab – Akibat”. Baik hal itu menghasilkan sesuatu yang baik atau buruk setelahnya, yang pastinya kamu lebih tau harus berbuat apa.
Penyebab luka mu adalah dirimu sendiri, Terry!
ini sudah Juli, 2019. Mau sampai kapan? Move…
Anyway, after a long day of walking around and exploring parts of Padang dan seabrek drama galau ala anak milenial, because heartbreak is exhausting… a laid-back evening with best friends and a cup of Coffee was in order @laranja_garden. HELLO, JULY, SURPRISE ME!
Bagian III: Ketiga Kalinya ke Laranja Garden
Ngomongon Bisnis Ngumpul Bareng Orang Managemen

Ngopi dan Diskusi Bareng Orang-orang Managemen
Shoot by: @terryselvy
Shoot by: @terryselvy
October 5, 2019
Aku, orang paling kikuk dalam keramaian. Orang paling kaku dengan orang-orang baru, jika tidak nyaman. Orang paling lama beradaptasi dalam segala hal di kehidupan. Canggung yang kadang membawa masalah di situasi-situasi tertentu. Tetapi, aku enjoy dengan kesendirianku meski di tempat paling riuh sekalipun.
Apalagi, malam itu aku semeja dengan orang-orang baru yang notabene beda denganku. Pada awalnya aku benar-benar kebingungan. Sampai pada akhirnya, tidak sulit juga. Sedikit lebih mudah meskipun tidak semuanya. Terima kasih!

SS IG Story @terryselvy 
SS IG Story @terryselvy 
SS IG Story @terryselvy
Bagian IV: Keempat Kalinya ke Laranja Garden
❝KOPI KEMARIN TERASA DINGIN❞

Shoot by: @terryselvy 
Shoot by: @terryselvy 
Shoot by: @terryselvy 
Me @terryselvy
Shoot by: Gusdi
at @laranja_garden malam itu…
November 2, 2019
Hubungan dua atau lebih anak manusia antara satu sama lainnya, sering kali diwarnai dengan beragam warna #mejikuhibiniu yang sulit untuk dilukisan langsung ke atas kanvas. Hubungan yang rumit. Serupa dinamika panas dingin semusim yang selalu menghadirkan nuansa berbeda disetiap musimnya. Sering kali menimbulkan tanda tanya bagi orang-orang di luar hubungan tersebut.
Misalnya saja, pertemuan tiga anak manusia kemarin malam pada #hiddenparadise di sebuah coffee shop @laranja_garden #padangbagianatas yang cukup hangat lagi bersahabat bagi siapa saja tanpa pengecualian. Akan tetapi, tetap saja tidak mampu untuk mencairkan suasana ngopi bareng pada meja persegi panjang di pojok bentangan karpet hijau rumput alami tersebut. Kira-kira apa yang salah? Apakah kopi @laranja_garden tidak lagi sehangat seperti pertama kita saling mengenal?
Ah, maaf. Bukan kopi kemarin yang terasa dingin, melainkan suasana disekitar dan penikmatnya. Kuakui, dulu seburuk apapun rasa kopi yang kami cicipi saat hunting lebih dari 70 bar kopi atau saat kami bersama, atau saat sekedar nongkrong bareng duduk-duduk gabut-gaje di luar sana, akan selalu terasa baik. Kita punya cara tersendiri untuk menikmatinya. Menjadikannya hangat nan membahagiakan di hati saat balik, pulang ke rumah atau kost masing-masing. Tapi malam kemarin, jauh berbeda.
Benar kata orang-orang, yang egois itu bukan kopi. Melainkan penikmatnya. Pun, juga yang buruk itu bukan juga kopi, melainkan penyeduh dan cara menyajikannya. Bahkan cara menikmatinya pun bisa saja salah.
Singkat cerita,
malam kemarin bagiku begitu buruk.
Lantas, kita bisa menyalahkan siapa?
Aku?
Kopi yang mereka suguhkan?
Atau suasana di coffee shop kemarin?
Atau justru hubungan pertemanan kita?
Yang tak lagi sebaik dan sehangat dulu?
Ah, aku kecewa, kawan!
@terryselvy
Ngopi kemarin, gue bareng sibangsat @gusdiwardiman52 dan abangku @robby.ramli. Minus, Abang Wisudawan @figran_nugraha (HAPPY GRADUATION DAY tadi siang ya, bro!) dan Mamasku @ikhsan_maulana_8, serta Oom Aim @imronsatya yang lancar jaya nge-Tour Bulenya. Ya, gitulah.
Baiklah, segitu dulu cerita aku tentang Laranja Garden. Next time, aku bakal mampir ke sini, lagi…
Sampai ketemu di kumpulan #ceritaTERRY @terryselvy) dan secangkir kopi berikutnya.
Bye bye, Coffee Lovers!


Satu pendapat untuk “Laranja Garden di Padang Bagian Atas”