Suko Kopi Padang

suko-kopi-padang

Hello, coffee lovers!
Mari menikmati kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi.

suko-kopi-padang

Coffee Shop: Suko Kopi Padang
Kedai Kopi Minang & Kawannyo
Jam Operasional:
• Senin – Jumat 09.00 – 22.30
• Sabtu – Minggu 10.00 – 23.00

Bagian I: Perdana ke Suko Kopi
Suko Kopi dan Permantanan

KOPI ITU
SEPERTI KAMU
BIKIN NYANDU
BIKIN ❝RINDU❞
@sukokopi_padang

June 23, 2019
Jangan sia-siakan masa mudamu, tangkaplah kenangan yang terbaik, termasuk kenangan akan Relationship, dong.

Nah, gw mau cerita dikit nih, tentang @sukokopi_padang dan reunian kemarin bareng seorang teman baik gw yang sudah kayak sodara sendiri. Doi teman sedari gw MaBa di sebuah Universitas beberapa tahun yang lalu. Gw kenal doi semasa doi masih menjalin hubungan dengan mantan cinta monyet semasa doi sekolah SMP, SMA, dan berlanjut ke bangku kuliah. Cinta monyet doi brondong, Bay the way. Kalau dulu jadi bahan olok-olokan mah sama gw. Ya, yang notabene gw paling anti menjalin hubungan sama brondong 😂

Dulu, sebelum mereka bubar. Gw cukup sering bareng teman gw ini, ngampus bareng, jalan, makan, or sekedar mutar nggak jelas dari penatnya dunia perkampusan. Kok bisa? Iya, bisa. Karena mereka LDR, doi kuliah di Padang sementara si pacar masih SMA, dan jauhan. Ketemu palingan setiap libur dan doi pulang kampung, atau si pacar nyamperin ke Padang. Wkwkk. Gw juga pernah jadi obat nyamuk mereka, lho 😌

Nah, tidak lama setelah galau berat, putus dari hubungan yang beberapa tahun itu. Doi mulai dekat dengan seseorang yang bisa dikatakan sehobi. Sama-sama anak gunung, sama-sama traveling, etc., bareng terus kesana-kemari sudah kayak perangko lengket mulu. Dimana ada si pacar disana ada doi. Gw juga sempat beberapa kali salah chat di WhatsApp gw kira nge-chat doi ternyata yang bales malah pacarnya ini. Asyik sih, dapat partner yang se-hobby dan dapat memperlakukan kita dengan baik layaknya pantner gitu.

Gw bersyukur doi sudah tidak galau lagi, sudah nemu yang baik, clop banget dan gw pikir bakal langgeng nih. Berjalan beberapa tahun baik-baik saja. Makin rajin traveling, makin lebih baik juga teman gw ini, makin sering juga jalan-jalan, hunting makanan, camping dan nanjak. Gw juga pernah gabung. Tapi, kemarin pas kami reunian di#SukoKopi. Bilang, doi udahan? 😱

Kalau bahasa (asal single Origin) di dinding SukoKopi kemarin mah:
❝Nggak ada istilah MANTAN KOPI,
tapi masih bisa ngajak MANTAN NGOPI❞

Lho, GIMANE? (Ngajak Mantan Ngopi). Yok, siapa takut!
#KalauTidakPunyaMantan #PiyeBosque.

Trus, dikomentari sama admin @sukokopi_padang:
“Kopi sama kamu beda tipis, pahit diawal manis diujung” 😁 salam ☕️ kak

Me @terryselvy bales dong:
😊😊😆 Terima kasih. Salam ☕ kembali, @sukokopi_padang

Bagian II: Kedua Kalinya ke Suko Kopi
Menangis Sampai Laper

July 21, 2019
Setelah kamu twenty something years old ini, nih, kamu pernah menangis nggak di tempat umum, or like jalanan mungkin, sudah?

Menangis, apalagi saat hujan. Haha. Cengeng ya kedengarannya? Malu dong. Ah, enggak juga! Karena gw pernah mengalaminya. And, sebodo amat itu gw sama situasi dan keadaan sekitar. Orang kondisi gw saat itu lagi kacau banget. Dibilang lagi down, iya. Sedih banget, iya. Kecewa dan patah hati, juga iya. Plus amarah yang benar-benar lagi dipuncaknya. Berkecamuk banget batin dan jiwa gw saat itu. Enggak tau mau gw lampiaskan ke siapa dan bagaimananya, biar jiwa gw kembali tenang kemudian. Alhasil, gw malah nangis.

Gw menangis tanpa suara sambil tetap jalan kaki di trotoar pinggir jalan raya, sedari BRI Kanwil niatnya hingga sampai Kost gw atau hingga sampai gw benar-benar lelah kehabisan tenaga. Etapi, baru juga sampai simpang tiga Jati yang dari Budiman Sawahan. Tetiba cuaca berubah 180°, yang tadinya baik-baik saja cenderung panas ke mendung dan gelap, tidak lama setelahnya bulir-bulir rintik hujanpun turun membasahi gw yang masih menangis.

Seakan semesta merasakan atmosfer yang sedang gw rasakan. Semesta begitu baik, pengetian, juga ikut sedih, bukti hujan semakin lebat turun menemani gw yang semakin kencang meratap. Semesta, kita bersama. Terima kasih sudah menemani anak malang ini, kata gw dalam hati.

Tidak lama setelah kami larut bersama, tetiba gw tersentak, memilih mempercepat langkah, berlarian mencari tempat teduh sementara. Gw baru ingat, kalau gw lagi membawa NB di dalam ransel yang lagi gw sandang. Kacau. Kalau gw paksakan lanjut, bisa-bisa tas ini basah dan notebook gw rusak. Bakal nambah lagi deh masalah gw, setumpuk masalah yang bikin gw kacau hingga nangis barusan saja belum kelar, masa kudu nambah lagi. Ah, berteduh seperti ini dan segera menyadarkan diri adalah pilihan yang tepat.

Beberapa menit gw menunggu, dan masih menangis. Hujanpun tampaknya tidak berniat reda segera. Sementara gw telah lelah menangis, dan mulai keroncongan. Dengan susah payah gw berusaha menenangkan diri. Menghapus air mata yang bercucuran, dan menghela napas panjang beberapa kali. Segera gocar ke #sukokopi buat makan. Sudah kangen Nasi Dendeng @sukokopi_padang juga soalnya.

Bagian III: Ketiga Kalinya ke  Suko Kopi
Booth Suko Kopi di Permindo Night Market

November 16, 2019
Permindo Night Market malam itu kali kedua setelah pembukaan minggu lalunya oleh wali kota Padang. Sepanjang jalan permindo dipenuhi booth-booth jualan, makanan termasuk ada booth @sukokopi_padang ini menjadi salah satu yang teramai atrian, ada aneka jajanan, dan berbagai macam atrasi hiburan. Ada seniman yang nyanyi di beberapa titik, ada atraksi sulap, pantonim, sampai stand up comedy. Sangat menari untuk mengisi malam minggu kali ini.

Baiklah, segitu dulu cerita aku tentang Suko Kopi. Next time, aku bakal mampir ke sini, lagi…

Sampai ketemu di kumpulan #ceritaTERRY @terryselvy) dan secangkir kopi berikutnya.
Bye bye, Coffee Lovers!

Diterbitkan oleh Terry Selvy

I Tell The Truth Through My Story

Satu pendapat untuk “Suko Kopi Padang

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai