Hello, coffee lovers!
Mari menikmati kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi.

Coffee Shop:
Rimbun Espresso dan Brew Bar
Buka:
Setiap Hari 08:30 – 23:00
Line: @rimbuncoffee
Hastag: #ngopikitalagi
Sebuah alasan untuk bertemu kembali
Bagian I: Perdana ke Rimbun Espresso dan Brew Bar
Sepertinya Aku Mulai Tertari Akan Kopi
August 2, 2018
Hi, LatteArt!
Kalau boleh jujur, sepertinya aku mulai tertarik akan kopi #Coffee. Apa benar kopi hal yang terpahit? Setidaknya, tidak cerita yang sering aku share saja. Haha. Perdana mampir ke Rimbun, aku sendirian, melarikan diri dari sekeleat masalah di part lainnya. Tidak banyak cerita hanya menikmati dalam kitmat dan merenung sejenak. Me time banget.

Perdana ke Rimbun Espresso dan Brew Bar padang Shoot by @terryselvy 
Lantai II Rimbun Espresso dan Brew Bar Padang Shoot by: @terryselvy 
Hot LatteArt Shoot by: @terryselvy 
Shoot by: @terryselvy 
Hi, Latte Art!
Shoot by: @terryselvy
Bagian II: Kedua Kalinya ke Rimbun Espresso dan Brew Bar
Random Talk with Stranger
August 9, 2018
Dulu kita pernah bertemu dalam rintik yang tak kunjung reda. Mereka menyebutnya hujan. Aku masih ingat, akan dingin yang menyapa, mengingatkanku pada musim dingin di kota itu (Bandung) beberapa tahun silam. Tidak, tidak sedingin itu. Hanya saja aku terlalu merindukan gumpalan empuk dirumah. Jadi, dingin yang kurasakan sejuta kali lebih menggigit dari biasanya. Lalu kau hadir. Menyapa dan menghampiriku dengan senyum, lengkap dengan segelas coffee hangat yang terlalu manis untuk lidahku (Latte Art)
“Coffee dipercaya mampu untuk menghilangkan stres” katamu pelan.
Aku bungkam, namun rasa kaget masih melingkupi hatiku. Moodku memang sedang tidak baik, namun kau datang menawarkan sebuah rasa hangat padaku.
“Terima kasih” jawabku.
“Tapi aku tidak pesan coffee latte panas, melainkan coffee pahit” komplenku dengan sopan.
Kau tergelak geli, lalu menarik bangku di depanku. Aku tak pernah menyuruhmu duduk di situ. Namun, kau melakukan semuanya semaumu. Aku diam saja meski aku sedikit terganggu.
Aku ingin menyendiri, mengulang lagi rasa bersalah yang membuncah di dalam hatiku. Seseorang sepertiku seharusnya butuh waktu untuk sendiri. Dan sebuah kejanggalan jika di datangi orang asing yang tidak ku kenal, lalu menawarkan segelas latte art panas dan obrolan hangat.
Aku tidak suka mengganggap manusia lain yang tidak-tidak (negatif thinking). Dengan kata lain aku tidak ingin berburuk sangka pada mereka #liveMore
“Sendiri?” tanyamu lagi. Aku terusik.
Tidak ada siapapun disini, jadi meski nya kau tak perlu bertanya dengan pertanyaan bodoh itu, seharusnya kau sudah tau. Aku memang sendiri duduk menyendiri di meja kedai kopi ini.
Hatiku pun sama… Kalau kau tanya aku sendiri? Ya aku memang sendiri. Namun, itu bukan berarti aku bisa menerima orang lain untuk menghiburku. Aku tidak sesederhana itu, tapi lebih kesimpel. Bersambung…👇👇
Bagian III: Ketiga Kalinya ke Rimbun Espresso dan Brew Bar
Open MIC Stand Up Comedy Indo Padang

Menonton Open MIC Stnad Up Comedy Indo Padang di Lantai 2 Rimbun bareng teman, Abang Rio dari Pariaman. Shoot by: @terryselvy 
Lantai 1 Rimbun yang cukup ramai di malam hari. Shoot by: @terryselvy
November 24, 2019
Semalam, aku menonton Open MIC Stand Up Comedy Indo Padang di Lantai II Rimbun Espresso dan Brew Bar Padang.
Setiap orang di ruangan ini, tidak luput dari sasaran pertanyaan oleh para komika yang berbeda-beda. Mulai dari meja depan paling kanan. Hingga ke mejaku, bagian belakang di sebelah majalah, paling kiri, di dekat pintu menuju tangga ke bawah, ke tempat bar kopi dan para barista berjejer siap melayani setiap tamu yang datang ke kopi shop ini.
Tibalah saatnya, di mana para komika berikutnya yang akan tampil. Setelah nama panggungnya di panggilkan oleh MC yang juga komika. Dia maju ke depan, meraih mic, menyapukan segenap pandangan ke audiens. You know what? Dua bola mata yang tajam itu terhenti di sebuah meja, mejaku. Tentu saja sasaran targetnya adalah para audiens di meja kami. Karena, hampir setiap meja sudah mendapatkan gilirannya. Hanya meja kami dan meja paling pojok di ujung belakang saja yang belum.
Komika yang aku lupa siapa namanya ini, tampil di urutan ke-5. Tak lama, dia memulai aksinya sebagai pembukaan. Ah, tidak terlalu lucu cenderung garing, bagiku. Hehe, mungkin bagi sebagian audien, aku tak tau, atau mungkin selera humor kita saja yang berbeda.
Singkat cerita, kembali lah aksi todong audiens dengan beberapa pertanyaan konyol ini pun, dimulai. Komika yang tampil menegur kakak yang semeja denganku, tepat dihadapanku. Kami hadap-hadapan. Awalnya si kakak bidang ‘ngeh’ karena si abang komika menegur dengan menyebutkan jilbab pink, padahal jilbab si kakak warna orange. Setelah beberapa pertanyaan konyol. Akhirnya, aku mengetahu, kalau si kakak ini jurusan psikologi di UNP.
Komika melanjutkan aksinya, dengan menegur orang berikutnya yaitu kakak yang berada tepat di sebelahku. Kakak cantik berkaca mata dan berjilbab merah yang syar’i. Melalui beberapa pertanyaan konyol si abang komika ini juga, aku mengetahui, kalau si kakak ini juga mahasiswa psikologi di IAIN.
Karena personil di meja kami hanya 3 orang. Tentu saja, sasaran berikutnya dari abang komika ini adalah, aku.
“Hi, kakak berjilbab pink. Kakak siapa namanya, kak?”
“Terry”, kataku singkat.
“Meri?”, tanya si’ abang komika memastikan.
“Terry”, kataku mengulangi.
Ah, sulit memang. Bergulir dengan beberapa pertanyaan konyol lain. But, happy fun!
SELAMAT HUT Ke-7 ya!
Bagian IV: Keempat kalinya ke Rimbun Espresso dan Brew Bar
BOLEH MEREKAM VIDEO STORY, tapi harus diMUTE!

Lantai 1 Rimbun yang cukup ramai di malam hari.
Shoot by: @terryselvy
Ngopi kita lagi sembari nonton Open MIC Comedy tampil.
Shoot by: @terryselvy
Praz Teguh dan Rin Hermana Pada acara Open MIC Stand Up Comedy Indo Padang.
Shoot by: @terryselvy
Kopi dan cemilan kentang goreng, pasangan komplit untuk nonton Open MIC Malam ini.
Shoot by: @terryselvy
Peserta Open MIC Stand Up Comedi Indo Padang.
Shoot by: @terryselvy
Tiga serangkai.
Shoot by: @terryselvy
Tugas jalan, ngopi jalan, nongkrong jalan, makan jalan dan nonton open MIC juga jalan.
Dasar mahasiswa, aku!
Shoot by: @terryselvy
Gelas pertama habis, lanjut…
Shoot by: @terryselvy
Lanjut nugas ya… HOHO^^
Shoot by: @terryselvy
June 21, 2019
Ah, iya, ada event Stand Up Comedy aka open MIC malam tadi di sebuah kedai kopi. Ini acara yang kesekian kalinya aku ikuti. Kalau tidak salah, jadwalnya setiap Jumat malam pada minggu kedua dari setiap akhir bulan, yang artinya dua minggu sebelum bulan baru berikutnya. Acara yang cukup banyak peminatnya, rerata mereka dari kaum muda/mudi penggemar SUC Padang.
Setelah beberapa kali aku hadir dan mengikuti acara, dapat diketahui bahwa mereka dari berbagai kalangan dan latar belakang beragam. Ada yang berstatus mahasiswa/i, pekerja kantoran, pekerja lepas, karyawan, sampai driver online (gojek dan grab) dan beberapa diantara mereka tentunya seorang komedian profesional, seperti Praz Teguh, Rin Hermana, Arif, dkk.
Dari beragam manusia ini, dipertemukan dan duduk sehamparan, bersama menikmati event Open MIC tadi malam. Ada yang memberanikan diri untuk unjuk kebolehan, siap maju kedepan menghibur semua tamu sebagai SUC, atau yang lebih ramai ikut bersorak sorai tertawa haha-hihi dibelakang sebagai penonton dan pengapresiasi. Ya, semua yang hadir tampak menikmatinya, tertawa, bahagia, dan hanyut bersama dalam komedian berbahasa Minang mix Indonesia ini.
Walapun, bagi aku pribadi materi yang dibawakan para SUC malam ini, cukup sukses, tetapi agak keras. Tujuannya, tidak lain tidak bukan adalah untuk menghibur dan belajar menjadi SUC profesional. Dalam hal belajar, tidak ada yang salah dan boleh-boleh saja… sah-sah saja dicoba demikian. Toh, niatnya belajar menghibur. Cukup saat itu saja, dan habis juga di dalam ruangan itu saja. Jangan sampai berlanjut terbawa keluar. Bisa bahaya. Apalagi di era ‘serba Sensitif’ sekarang. Apa-apa, di UU ITE-kan. Apalagi jika ada kepentingan dari pihak lain, dan memanfaatkan lelucuan para bocah menjadi sebuah senjata mematikan. Grrr -_- Atut!
Makanya berkali-kali penonton diperingatkan. Boleh mengambil foto maupun video untuk dibikin story, tetapi… harus di-MUTE. Agar tiada masalah dari kesalah pahaman yang harus berbuntut panjang dan bakal menyita perhatian minta diurusi kemudian diantara kita. Wkwkk.
Sebagai seorang yang berfikir dan paham alurnya, tentu aku manut saja✌
Meeting my cousin for the first time in 24 years and feeling really nervous.

Ngopi kita lagi sembari nonton Open MIC Comedy tampil. TAPI, AKU SEDIKIT GAGAL FOKUS DI AKHIR ACARA, karena lagi ngobrol via inbox dengan seseorang.
Shoot by: @terryselvy
21.23 WIB. Jumat, 21 Juni 2019
Aku memposting beberapa slide story re-upload Instagram Storyku ke Facebook Story. Tetiba ada reply tepat pada gambar di atas via Inbox ke akunku, dari akun berinisial A-W.
AW: Daerah mana ini?
Me: Hi, Bang Ario.
Itu capture dari event Open MIC Stand Up Comedy Indo Padang di Rimbun Espresso & Brew Bar, Padang.
AW: Lokasinya di daerah mana?
Jauh ngga kalau dari masjid raya.
Me: Kota Padang, Bang.
Cari Rimbun Espresso & Brew Bar di MAP, bang.
atau,
Alamat lengkapnya: JL. Kis Mangunsarkoro A/10 Padang, Indonesia-25126 (+ captured MAP)
AW: Oke, terima kasih.
Me: Siap, bang. Sama-sama.
AW: Besok ada waktu?
Bisa bertemu di sana.
Me: Abang lagi di Padang?
Insyaallah, bisa.
AW: Iya, minggu besok balik lagi ke Jakarta.
Besok jam 12 siang bisa?
Me: Insyaallah, bang. Bisa.
AW: Oke.
Ketika Saya the first time banget besok untuk pertama kalinya bertemu dengan seseorang berinisial “A-W”, yang notabene Sang ‘Sepupu’ saya. Kami terpisah jauh selama seumur hidup kami, dan saling menemukan via Sosial Media.
Ah, bukan, aku yang menemukan beliau tepatnya. Karena, setelah Papaku meninggal akhir tahun lalu (21/12/2018) dan Kakakku juga menghilang (02/02/2019) tidak ditemukan hingga sekarang. Karena aku merasa benar-benar ditinggal sendirian di sini tanpa siapa-siapa… Akhirnya aku memutuskan mulai mencari kerabat Mama.
Walaupun aku tidak begitu yakin, mereka masih ada di dunia ini, atau masih mau menerimaku sebagai kerabat yang sudah pasti tanpa mereka tau aku sedari kecil (karena aku kecil hingga SD sama nenek, remasa sampai 2018 kemarin sama Papa, dan sekarang sendirian), kecil kemungkinan tapi selalu ada harapan. Aku seoptimis itu sama hidup sedari kecil. Haha.
Ya, aku rasa mereka tidak/ bakalan mengenalku. Tapi, Tuhan maha baik. Aku menemukan salah satu yang sepertinya beliau adalah kerabat: Sepupuku.
So, aku mau memastikan, esok the firt time meet up kami. Rasanya aku sedikit deg-degan, dan sudah pasti nanonano sekali perasaanku. Haha.
BAGAIMANA KALAU AKU SALAH?
Sekarang 04.42 A.M, aku tidak bisa tidur, saking EXCITEDnya!
Bagian V: Kelima kalinya ke Rimbun Espresso dan Brew Bar
Ketemu Sepupu Untuk Pertama Kalinya, Tetap Bawa Buku

Buku ‘The Tipping Point: How Little Tings Can Make A Big Difference’ Shoot by: @terryselvy 
Lagi ngobrol bareng Abang Sepupu baruku Shoot by: @terryselvy
June 22, 2019
Ketemu sepupu untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun, gw baru tahu dan biar gak garing atau gabut saat ngopi di @rimbuncoffee nanti, gw tetap bawa buku dong layaknya gw nongkrong sendirian seperti biasa. Wkwkk. Nah, setelah baca beberapa halam akhirnya gw mau cerita, about How Little Things Can Make A Big difference versi gw, nih.
Sebelumnya, gw ingin menceritakan sebuah kisah #ceritaTERRY yang biasanya paling gw hindari untuk diceritakan di sosial media non-anonim manapun hingga detik ini. Tetapi, karena kemarin gw sudah terlanjur sedikit bercerita pada postingan sebelumnya, bahwa gw bakal ketemu sepupu gw untuk pertama kalinya di coffee shop ini (dan benaran terjadi, ini fotonya), katakanlah mereka ada hubungan kerabat dari keluarga ‘Ibuk’
Yeah, sebuah cerita yang selama ini nggak pernah mau gw bahas, akhirnya gw ceritakan juga. Apakah gw sudah bisa berdamai dengan cerita itu? Apakah gw sudah bisa berdamai dengan sisi terlemah dari diri gw? NOPE! Ini semata-mata karena gw kehilangan cara untuk meluapkan pengganggu tidur dan mimpi buruk gw disetiap harinya. Ya, kayak sekarang jam 3 a.m dan gw terbangun, apakah untuk sholat malam atau karena bangun dari mimpi buruk?
Kalau dulu, tiap ada yang nanya ini itu soal keluarga gw, gw bakal insecure duluan. Kalau bisa, gw menghilang dihadapan si penanya saat itu juga. Gw bakal jawab sekenanya, lalu mengalihkan pembicaran sejauh mungkin. Apalagi kalau sempat ada yang nyeletuk nanya “Where is your Mom, Terry?” dan pertanyaan awkward lainnya tentang ‘Ibuk’. Gw bakal jadi super duper ‘bego’ tetiba ‘a i u e o’ , atau jadi super tuli tetiba ‘hah, nanya apa tadi? Oh lu laper ya? Mau makan dimana? Biar gw traktir!’ biar mereka lupa nanya gw suguhin traktiran. Atau, gw bakal pura-pura nggak dengar. Segitu benci, tidak nyaman dan insecurenya gw sama topik ini. Melebih takutnya, dari pada ditanya kapan lulus. Wkwkk.
Pengaruh yang seharusnya sepele tentang Ibuk dalam hidup gw begitu besar. Ditakdirkan untuk terlahir dari siapa, tentu gw tidak bisa kendalikan dan berharap banyak bakal punya cerita ending yang berbeda, keluarga normal kayak orang-orang kebanyakan, misalnya. Untuk menutupi sisi lemah gw yang paling lemah ini, gw berusaha menghilangkan dan memilih bungkam. Berharap selama puluhan tahun ini ‘GW BAIK-BAIK SAJA’ meskipun tanpa sosok seorang ‘Ibuk’. Kalian tau, sedikit saja hal ini disinggung dan muncul kembali ke permukaan seperti sekarang. Maka, gw kembali harus menderita…
Bagian VI: Keenam kalinya ke Rimbun Espresso dan Brew Bar
Asal Kamu Bahagia, Aku Gampang

Rimbun Espresso dan Brew Bar Lantai 1 Spot Favoritku
Shoot by: @terryselvy
Ngopi Kita Lagi… Lagi ngopi sama teman lama yang baru balik KP dari Tanggerang bareng sahabat baru kami.
Shoot by: @terryselvy
Mural Perjalanan Secangkir Kopi pada Dinding Sebelah Kanan Rimbun.
Shoot by: @terryselvy
Asal Kamu Bahagia, Aku mah gampang.
Shoot by: @terryselvy
Buku tentang Kuliner Minangkabau dan Food Photography punya salah satu Owner @katuju_id, Willy Novembara.
Shoot by: @terryselvy
Hot Coffee or Ice Coffee?
Shoot by: @terryselvy
September 17, 2019
Pernah nggak, kamu patah, kamu dikecewakan, sampai kamu terluka, sesakit-sakitnya oleh seseorang yang paling kamu prioritaskan dalam hidupmu? Pernah nggak, kamu berusaha mati-matian demi kebahagiaan seseorang? Pernah nggak, kamu berjuang sampai titik penghabisan demi memperjuangkan seseorang? Pernah nggak, kamu berkorban tidak terhitung kalinya demi dia yang kamu cintai sepenuh hati?
Pernah nggak, kamu… Ah, sudahlah. Lupakan sejenak!
Maybe it is me.
Yuk, sini duduk dulu, ngopi!
Happy Anniversary, Rimbun!

November 20, 2019
Beberapa hari yang lalu, tepatnya adalah hari ulang tahun rumah seduh Rimbun ini. Selamat!
Aku punya cerita tersendiri saat mengingat rumah seduh yang satu ini. Sebagai ‘Perimbun’ kalau kata si empunya kedai kopi. Maka, dapat aku katakan kalau aku adalah salah satu perimbun yang bahagia. Entah karena efek mesin kopi mereka yang menghasilkan bercangkir kebahagiaan atau karena kenangan aku tentang rimbun yang cukup menyenangkan.
Ingat Rimbun, ingat kenangan dibalik keteduhannya dengan interior dominan kayu. Seperti sebuah pohon kayu yang rimbun, pangkalnya jadi tempat berteduh dan beraktivitas. Layaknya sajian mural tentang perjalanan secangkir kopi nan cantik pada dinding di sebelah kanan kedai kopi ini saat kita masuk setelah mendorong pintu utama. Rimbun, teduh, retro, ciamik, terkesan adem dengan suasana yang tetap hangat. Waktu seakan-akan lambat berlalu. Sangat nyaman. Paling cocok buat ngopi sembari ngerjain tugas, ngejar deadline, atau sekedar ngobrol dengan teman.
Oh iya, kataku tadi… Ingat rimbun ingat kenangan, bukan? Tentu saja. Aku memiliki beberapa kenangan baik di Rimbun. Selain kopinya, tempatnya, suasana teduh nan hangatnya, juga keramahannya, serta kenangan aku untuk pertama kalinya dengan orang-orang baru.
Sebut saja, aku sebagai orang yang hobinya berteman. Aku sering kali ketemu orang baru secara langsung dan aku biasanya akan ngajak ketemuannya di tempat ngopi. Rimbun inilah salah satu jadi tempat pilihanku.
Aku ketemu teman baikku (tidak ingin di tag dianya) untuk pertama kali, itu di Rimbun. Aku ketemu abang sepupuku (@ariowendra) yang aku tau setelah 23 tahun ini untuk pertama kalinya saat dia pulang kampung ke Padang, itu di Rimbun. Aku ketemu untuk pertama kalinya dengan beberapa, orang-orang keren lainnya, sudah nggak kehitung btw, itu juga di Rimbun. Iya, kan bro @tetenseptria.s, @willy.novembara, @rayy_rayhan. Banyak banget kenangannya.
So, HAPPY ANNIVERSARY @rimbuncoffee! #NgopiKitaLagi Katanya Rimbun adalah sebuah alasan untuk bertemu kembali 😊 Eh, gimane?
Bagian VII: Ketujuh kalinya ke Rimbun Espresso dan Brew Bar
Coming Soon!
…….
Baiklah, segitu dulu cerita aku tentang rimbun. Next time, aku bakal mampir ke sini, lagi…
Sampai ketemu di kumpulan #ceritaTERRY @terryselvy) dan secangkir kopi berikutnya.
Bye bye, Coffee Lovers!


Satu pendapat untuk “Rimbun Espresso dan Brew Bar Padang”