📷 White roses and Oversize hats || @tsystories
Arsip Penulis:Terry Selvy
#0001tsy
📷 by: @tsystories ║ View Sorghum Plant ║ From: UPT Farm Animal Science, Andalas University, Padang, West Sumatera, Indonesia
Bersahabat & Curhat dengan Lawan Jenis
📷 by: @tsystories ║ View Embun Pagi Di Dedaunan From: UPT Farm Animal Science, Andalas University, Padang, West Sumatera, Indonesia
#KitaYangTanpaRencana
📷 by: @tsystories ║ View Senja, Pantai, Cinta From: Puncak Mandeh, South Pesisir, West Sumatera, Indonesia
Aku (ada) Diantara Yang Terabaikan
📷 by: @tsystories ║ View Keramaian Wisatawan/i From: Farm House Lemang, bandung, West Java, Indonesia
Dikala Bahagai Adalah Luka
📷 by: @tsystories ║ View Sisi Lain dari Sebuah Kebahagian From: Pamutusan Island, West Sumatera, Indonesia
Menyendiri Dan Terabaikan
📷 by: @tsystories ║ View Deretan Tenda Camp From: Pamutusan Island, West Sumatera, Indonesia
Orang Yang (Ter)Asing
inframe: Traveler’s Couple ║ 📷 by: @tsystories ║ View Kehidupan Di Sebuah Pulau Terpencil Nan Indah From: Pamutusan Island, West Sumatera, Indonesia
Sisa Hujan Kemarin
inframe: Traveler’s Couple ║ 📷 by: @tsystories ║ View sisa hujan diantara mereka From: Dusun Bambu Family Leisure Park Lembang, Bandung, West Java, Indonesia
Hujan Di Bulan September
inframe: Traveler’s Couple ║ 📷 by: @tsystories ║ View Selepas Hujan From: Dusun Bambu Family Leisure Park Lembang, Bandung, West Java, Indonesia
Senja dan Kenangan
📷 by: @tsystories ║ View S e n j a From: Ampera Bridge, Palembang City, South Sumatera, Indonesia
Bagian 23: Bury The Hatchet
Setelah beberapa menit mematung. Menjadi pengamat atas kelakuan sok rapi dia pada Story #22: You’re Late. Aku mulai bosen berdiri. Karena dari tadi aku sudah berdiri amat cukup lama. Maka, aku ber-inisiatif duluan untuk berdamai. Toh, apa yang terjadi sudah berlalu dan bukan kesalahan dia juga. Aku saja yang terlalu manja tidak ber-inisiatif untuk naikLanjutkan membaca “Bagian 23: Bury The Hatchet”
Bagian 22: You’re Late
Setelah kejadian pada story #21:Right Here Waiting for You. Beberapa jam kemudian… “Udah selesai? Sorry ya, lama nunggu. Tetiba, mendadak aku dipanggil sama dosen pembimbing tadi. Belum sempat ngabarin. Eh, ponselku lowbatt.” Sesalnya sedih dengan beberapa pernyataan beruntun sekaligus beberapa tarikan napas yang belum stabil, saat melihatku dengan wajah sedikit ditekuk. “Iya, gapapa. Kalem. AkuLanjutkan membaca “Bagian 22: You’re Late”
Rumah BagiKu
Sore ini aku kembali lagi, kembali ke rumah itu. Ke rumah yang selalu sepi seakan tak berpenghuni, kerumah yang selalu aku jadikan tempat berkeluh kesah akan semua masalah, tempat pelarian ternyaman yang paling aku rindukan, setelah jalanan. Aku tidak begitu sependapat dengan mereka mengenai makna rumah sesungguhnya, bagiku rumah tak seistimewa itu mungkin juga lebihLanjutkan membaca “Rumah BagiKu”
Bagian 21: Right Here Waiting for You
“Eer,, kenapa nggak aktif sih?”, gumamku. Terus memandangi keadaan di keluar. Aku sempat membayangkan bagaimana matahari siang yang begitu terik – panas membakar kulit orang-orang yang berkeliaran di luar sana. Dengan pemikiran demikian, aku memutuskan mengambil pilihan yang saat itu paling waras menurutku, dengan tetap berdiri di sini, di lobi sebuah toko yang tadi habisLanjutkan membaca “Bagian 21: Right Here Waiting for You”
