Bagian 24: Where Are we headed?

Dia mengambil barang bawaan dari tanganku. Dengan menampilkan seutas senyum penuh percaya diri, menjelaskan kepadaku secara rinci. “Main Basket 1 kali seminggu, latihan Boxing 2-3 kali seminggu, kadang latihan Muay Thai sama nge-gym juga, kalo sempat.” Jawabnya enteng. “Nggak ganggu kerjaan sama jadwal ngampus, apa……”, celetuk ku tertahan. Kemudian aku berpikir sejenak. “Mr.so’sibuk?”, lanjutku bertanyaLanjutkan membaca “Bagian 24: Where Are we headed?”

#0028tsy | Tanpa Melibatkan Perasaan

Boleh kah aku menyukai seseorang tanpa perlu terlibat perasaan? Kenapa kau tidak menjawab, bahkan kau tertawa setelahnya. Apa pertanyaanku terlalu sulit atau bahkan terlalu konyol untukmu? Kau tau aku kan? Saat ini, apa kau tau? Aku tidak mau terlibat perasaan dengan dengan siapapun, akan tetapi kau terus baik dan ada buatku disaat-saat yang tepat. ApaLanjutkan membaca “#0028tsy | Tanpa Melibatkan Perasaan”

#0027tsy | Bagaimana Aku Bisa Melawan Perasaanku

Teruslah tersenyum. Aku tidak peduli dengan itu sama sekali. Bolehkah aku melawan hatiku? Dan bagaimana aku bisa melawan perasaan ku? Aku tidak bisa melawan sesuatu yang begitu meluap. Apakah kita dapat melihat satu sama lain? Situasi yang canggung? Jika merasa seperti orang lain yang berdiri disamping satu sama lain. Dan bagaimana hubungan akan berlanjut? SituasiLanjutkan membaca “#0027tsy | Bagaimana Aku Bisa Melawan Perasaanku”

#0026tsy

Setelah semua yang berlalu. Hening. Keheningan yang canggung. Panggilan telepon itu terasa sangat lama bagiku. Aku tidak tahu apa dan bagaimana pembicaraan mereka karena tidak bis ditebak dari ekspresi wajah dia. Setelah itu dia berjalan ke arah ku, dan saat itu yang lain memutuskan untuk berkumpul. Dengan ekspresi wajah datar, dia menghadap dan mengatakan bahwaLanjutkan membaca “#0026tsy”

#0024tsy

“Akhirnya aku kembali, iya aku rindu. Kita masih sama kan?” Kalimat yang selalu kau tanyakan di kala liburan mu di sini. Dan aku hanya membalas pertanyan konyol mu itu dengan senyum. Tanpa kau perlu tau apa yang sedang aku rasakan. Bagiku kau itu antara kenangan dan harapan. Kau tidak pernah bertanya apa aku juga rindu,Lanjutkan membaca “#0024tsy”

#0018tsy | Option: Love is ?

” Waktu terus berubah (berlalu), semua orang di sekitar kita telah berubah. Tapi, kita masih tetap sama, kan? “. Kalimat itu terdengar familiar bagiku, saat membaca salah satu note itu. Di sepertiga malam kali ini, aku kembali berkutat dengan note handphone-ku, merangkai kata demi kata menjadi sebuah kalimat tempat curhat kesukaanku, akhir-akhir ini. Sepanjang perjalananLanjutkan membaca “#0018tsy | Option: Love is ?”

#0017tsy | Not Aware

Jika kau mempertanyakan seberapa besar keyakinanku pada hidupku sendiri, tak akan sebanding dengan bulir-bulir gelembung buih di lautaan yang terlupakan dalam keheningan. Tak cukup juga dengan dinginnya sunyi yang terhempaskan gelombang pada malam hari ditepian pantai pada sebuah pulau tak berpenghuni. Andai kau jadi diriku untuk sedetik saja, aku yakin kau tak akan pernah melepasLanjutkan membaca “#0017tsy | Not Aware”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai