TERRY ITU PENDIAM, YA? After girl’s day out beberapa hari yang lalu. Sebut saja itu sebagai ajang temu kangen setelah lebih dari semingguan penuh tidak jumpa. Aku dengan perempuan satu-satunya yang kusebut cabat itu. Sekalian berbelanja kebutuhan bulanan kita-kita. Karena sudah masuk awal bulan kala itu. Sebagai anak kost yang menjunjung tinggi prinsip hidup hemat.Lanjutkan membaca “Kongkow bareng teman KSE”
Arsip Kategori: FICTION
Part-6 : Untuk Kamu Yang Selalu Mengalahkan Logikaku
[POV Q: Cwo] Teruntuk kamu yang selalu mengalahkan logikaku.Mungkin kau akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua?Setelah kau tak kuharapkan untuk kembali.Entahlah… Aku tak mengerti mengapa aku suka menulis semua hal tentangmu.Aku tak pernah tau, bahwa mencintaimu akan se-sakit ini. Seperti layaknya di medan perang.Aku adalah pasukan yang siap mati untuk memperjuangkanmu.Sedangkan dirimu, hanya menunguLanjutkan membaca “Part-6 : Untuk Kamu Yang Selalu Mengalahkan Logikaku”
Part-5 : Semenjak hari itu aku selalu mendambakanmu…
[POV A: Cwe] Teruntuk kamu, yang selalu menceritakan kegundahan pada semesta.Bagaimana hatimu kini?Apakah dia sudah lebih membaik?Atau masih se-beku saat terakhir kita bertemu? Coba tanya pada semesta, bagaimana cara mengobati hati tanpa harus membenci.Tanyakan juga pada semesta, bagaimana cara menjauh tanpa harus mengatus jarak. Kau tau, jauh dari lubuk hatiku ada yang mengatakan sesuatu.Mencintaimu ituLanjutkan membaca “Part-5 : Semenjak hari itu aku selalu mendambakanmu…”
Part-4 : Pertemuan Kita
[POV Q x A ] A: Hi!Q: lho, bukanya kamu di X (kota X), yah?A: iya, baru kemarin sampai P (kota P). Aku ditugasin di sini untuk beberapa bulan. Gimana kabar kamu, sehat?Q: Yeaah, begitu lah. Seperti yang kamu lihat. A: kalau di ingat-ingat, kita terakhir ketemu 3 tahun yang lalu, kan?Q: Eee,, iya, kalauLanjutkan membaca “Part-4 : Pertemuan Kita”
Part-3 : Dia Kembali?
[POV Q: Cwo] Kenapa? Ada yang ketinggalan, ya?Aku marah karena merasa sedih sekali, di saat ratusan juta orang di muka bumi meski bertarung nyawa untuk perang dari kemiskinan. Aku malah menangisi orang yang jelas-jelas tidak memilihku. Semesta, boleh kita berbincang kembali?Kau setuju, tidak, tidak ada pasien yang harus dioperasi karena patah hati? Tidak ada jugaLanjutkan membaca “Part-3 : Dia Kembali?”
Part-2: Balasan Cewek…
[POV A: Cwe] Teruntuk kau yang baru saja kulihat.Kau tau tidak? Aku ingin salto dua kali rasanya saat kita pertama kali bertemu. Kalau kau bilang seperti kupu-kupu yang ingin keluar dari perut, aku seperti ingin mengeluarkan isi perutku. Aku berterima kasih untukmu yang sudah menyediakan hati yang sedemikian luas. Apakah aku terlalu naif untuk mintaLanjutkan membaca “Part-2: Balasan Cewek…”
Part-1 : Tahun lalu…
[POV Q: Cwo] Kayaknya tempat ini deh.Tapi tahun kapan ya?Ini?Ok, ini tempat waktu aku ngelupain dia. Orang bilang ada hal yang paling sulit dipahami, yaitu cinta. Benar sih.Tapi, tunggu dulu. Sekarang aku tahu hal yang paling sulit dipahami adalah diri sendiri. Butuh waktu sangat lama menyadari, bahwa aku belum bisa mencintai diri sendiri. Tempat iniLanjutkan membaca “Part-1 : Tahun lalu…”
Hello, guys!
“Hello, guys!Kalian sehat, kan?Sehatlah. Jangan sakit-sakit!“ Kata-kata Noe di setiap pembukaan videonya. Aku begitu menyukai setiap #DramaQueen yang Noe bikin. Mau tau Drama Queen, Noe? Bersambung… Next!Part-1 : Tahun lalu…
Senja Dan Kenangan
Aku tidak pernah bisa mengerti, mengapa pemandangan ini selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang aku dapatkan ketika mentari beranjak pergi meninggalkan sejuta kenangan bersama senja di Jembatan Ampera. Pemandangan itu bagiku memilukan. Bukan hanya karena merasakan kembali dingin yang merasuk dan membekukan, kala berangsur menuju gelap malam. Tapi karena gagasan akan pemikiran yangLanjutkan membaca “Senja Dan Kenangan”
Bagian 24: Where Are we headed?
Dia mengambil barang bawaan dari tanganku. Dengan menampilkan seutas senyum penuh percaya diri, menjelaskan kepadaku secara rinci. “Main Basket 1 kali seminggu, latihan Boxing 2-3 kali seminggu, kadang latihan Muay Thai sama nge-gym juga, kalo sempat.” Jawabnya enteng. “Nggak ganggu kerjaan sama jadwal ngampus, apa……”, celetuk ku tertahan. Kemudian aku berpikir sejenak. “Mr.so’sibuk?”, lanjutku bertanyaLanjutkan membaca “Bagian 24: Where Are we headed?”
Bagian 23: Bury The Hatchet
Setelah beberapa menit mematung. Menjadi pengamat atas kelakuan sok rapi dia pada Story #22: You’re Late. Aku mulai bosen berdiri. Karena dari tadi aku sudah berdiri amat cukup lama. Maka, aku ber-inisiatif duluan untuk berdamai. Toh, apa yang terjadi sudah berlalu dan bukan kesalahan dia juga. Aku saja yang terlalu manja tidak ber-inisiatif untuk naikLanjutkan membaca “Bagian 23: Bury The Hatchet”
Bagian 22: You’re Late
Setelah kejadian pada story #21:Right Here Waiting for You. Beberapa jam kemudian… “Udah selesai? Sorry ya, lama nunggu. Tetiba, mendadak aku dipanggil sama dosen pembimbing tadi. Belum sempat ngabarin. Eh, ponselku lowbatt.” Sesalnya sedih dengan beberapa pernyataan beruntun sekaligus beberapa tarikan napas yang belum stabil, saat melihatku dengan wajah sedikit ditekuk. “Iya, gapapa. Kalem. AkuLanjutkan membaca “Bagian 22: You’re Late”
Bagian 21: Right Here Waiting for You
“Eer,, kenapa nggak aktif sih?”, gumamku. Terus memandangi keadaan di keluar. Aku sempat membayangkan bagaimana matahari siang yang begitu terik – panas membakar kulit orang-orang yang berkeliaran di luar sana. Dengan pemikiran demikian, aku memutuskan mengambil pilihan yang saat itu paling waras menurutku, dengan tetap berdiri di sini, di lobi sebuah toko yang tadi habisLanjutkan membaca “Bagian 21: Right Here Waiting for You”
bagian 20: After Midnight
Aku katakan di story #19 sebelum story ini, bahwa ‘Kali ini ada yang berbeda’, bukan? Yap, persis dugaanmu. Jendral! Bukan hanya berbeda karena tengah malamnya. Bukan juga berbeda karena ada dia yang ikutan makan tengah malam juga. Tetapi, berbeda karena dia yang memasak bukan aku, bukan kakak, bukan papa, bukan juga seperti yang biasa atauLanjutkan membaca “bagian 20: After Midnight”
bagian 19: I Love A Rainy Night
Tik Tok…Tik Tok…Tik Tok…Suara hujan di atas genteng 😅✌ Setelah sekian lama dan sempat menunda bagian #18 juga kemarin dan sekarang bagian #18 juga belum kunjung aku edit lagi, kita skip dan lanjut kebagian ini saja ya… (lebay dikit, nih aku). But, sekarang aku kembali update. Tak ada yang begitu berarti yang ingin aku sampaikanLanjutkan membaca “bagian 19: I Love A Rainy Night”
