Part-6 : Untuk Kamu Yang Selalu Mengalahkan Logikaku

[POV Q: Cwo] Teruntuk kamu yang selalu mengalahkan logikaku.Mungkin kau akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua?Setelah kau tak kuharapkan untuk kembali.Entahlah… Aku tak mengerti mengapa aku suka menulis semua hal tentangmu.Aku tak pernah tau, bahwa mencintaimu akan se-sakit ini. Seperti layaknya di medan perang.Aku adalah pasukan yang siap mati untuk memperjuangkanmu.Sedangkan dirimu, hanya menunguLanjutkan membaca “Part-6 : Untuk Kamu Yang Selalu Mengalahkan Logikaku”

Part-5 : Semenjak hari itu aku selalu mendambakanmu…

[POV A: Cwe] Teruntuk kamu, yang selalu menceritakan kegundahan pada semesta.Bagaimana hatimu kini?Apakah dia sudah lebih membaik?Atau masih se-beku saat terakhir kita bertemu? Coba tanya pada semesta, bagaimana cara mengobati hati tanpa harus membenci.Tanyakan juga pada semesta, bagaimana cara menjauh tanpa harus mengatus jarak. Kau tau, jauh dari lubuk hatiku ada yang mengatakan sesuatu.Mencintaimu ituLanjutkan membaca “Part-5 : Semenjak hari itu aku selalu mendambakanmu…”

Part-4 : Pertemuan Kita

[POV Q x A ] A: Hi!Q: lho, bukanya kamu di X (kota X), yah?A: iya, baru kemarin sampai P (kota P). Aku ditugasin di sini untuk beberapa bulan. Gimana kabar kamu, sehat?Q: Yeaah, begitu lah. Seperti yang kamu lihat. A: kalau di ingat-ingat, kita terakhir ketemu 3 tahun yang lalu, kan?Q: Eee,, iya, kalauLanjutkan membaca “Part-4 : Pertemuan Kita”

Part-3 : Dia Kembali?

[POV Q: Cwo] Kenapa? Ada yang ketinggalan, ya?Aku marah karena merasa sedih sekali, di saat ratusan juta orang di muka bumi meski bertarung nyawa untuk perang dari kemiskinan. Aku malah menangisi orang yang jelas-jelas tidak memilihku. Semesta, boleh kita berbincang kembali?Kau setuju, tidak, tidak ada pasien yang harus dioperasi karena patah hati? Tidak ada jugaLanjutkan membaca “Part-3 : Dia Kembali?”

Part-2: Balasan Cewek…

[POV A: Cwe] Teruntuk kau yang baru saja kulihat.Kau tau tidak? Aku ingin salto dua kali rasanya saat kita pertama kali bertemu. Kalau kau bilang seperti kupu-kupu yang ingin keluar dari perut, aku seperti ingin mengeluarkan isi perutku. Aku berterima kasih untukmu yang sudah menyediakan hati yang sedemikian luas. Apakah aku terlalu naif untuk mintaLanjutkan membaca “Part-2: Balasan Cewek…”

Part-1 : Tahun lalu…

[POV Q: Cwo] Kayaknya tempat ini deh.Tapi tahun kapan ya?Ini?Ok, ini tempat waktu aku ngelupain dia. Orang bilang ada hal yang paling sulit dipahami, yaitu cinta. Benar sih.Tapi, tunggu dulu. Sekarang aku tahu hal yang paling sulit dipahami adalah diri sendiri. Butuh waktu sangat lama menyadari, bahwa aku belum bisa mencintai diri sendiri. Tempat iniLanjutkan membaca “Part-1 : Tahun lalu…”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai