Rumah BagiKu

Sore ini aku kembali lagi, kembali ke rumah itu. Ke rumah yang selalu sepi seakan tak berpenghuni, kerumah yang selalu aku jadikan tempat berkeluh kesah akan semua masalah, tempat pelarian ternyaman yang paling aku rindukan, setelah jalanan. Aku tidak begitu sependapat dengan mereka mengenai makna rumah sesungguhnya, bagiku rumah tak seistimewa itu mungkin juga lebihLanjutkan membaca “Rumah BagiKu”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai