Bagian 23: Bury The Hatchet

Setelah beberapa menit mematung. Menjadi pengamat atas kelakuan sok rapi dia pada Story #22: You’re Late. Aku mulai bosen berdiri. Karena dari tadi aku sudah berdiri amat cukup lama. Maka, aku ber-inisiatif duluan untuk berdamai. Toh, apa yang terjadi sudah berlalu dan bukan kesalahan dia juga. Aku saja yang terlalu manja tidak ber-inisiatif untuk naikLanjutkan membaca “Bagian 23: Bury The Hatchet”

Bagian 22: You’re Late

Setelah kejadian pada story #21:Right Here Waiting for You. Beberapa jam kemudian… “Udah selesai? Sorry ya, lama nunggu. Tetiba, mendadak aku dipanggil sama dosen pembimbing tadi. Belum sempat ngabarin. Eh, ponselku lowbatt.” Sesalnya sedih dengan beberapa pernyataan beruntun sekaligus beberapa tarikan napas yang belum stabil, saat melihatku dengan wajah sedikit ditekuk. “Iya, gapapa. Kalem. AkuLanjutkan membaca “Bagian 22: You’re Late”

Rumah BagiKu

Sore ini aku kembali lagi, kembali ke rumah itu. Ke rumah yang selalu sepi seakan tak berpenghuni, kerumah yang selalu aku jadikan tempat berkeluh kesah akan semua masalah, tempat pelarian ternyaman yang paling aku rindukan, setelah jalanan. Aku tidak begitu sependapat dengan mereka mengenai makna rumah sesungguhnya, bagiku rumah tak seistimewa itu mungkin juga lebihLanjutkan membaca “Rumah BagiKu”

Bagian 21: Right Here Waiting for You

“Eer,, kenapa nggak aktif sih?”, gumamku. Terus memandangi keadaan di keluar. Aku sempat membayangkan bagaimana matahari siang yang begitu terik – panas membakar kulit orang-orang yang berkeliaran di luar sana. Dengan pemikiran demikian, aku memutuskan mengambil pilihan yang saat itu paling waras menurutku, dengan tetap berdiri di sini, di lobi sebuah toko yang tadi habisLanjutkan membaca “Bagian 21: Right Here Waiting for You”

bagian 20: After Midnight

Aku katakan di story #19 sebelum story ini, bahwa ‘Kali ini ada yang berbeda’, bukan? Yap, persis dugaanmu. Jendral! Bukan hanya berbeda karena tengah malamnya. Bukan juga berbeda karena ada dia yang ikutan makan tengah malam juga. Tetapi, berbeda karena dia yang memasak bukan aku, bukan kakak, bukan papa, bukan juga seperti yang biasa atauLanjutkan membaca “bagian 20: After Midnight”

bagian 19: I Love A Rainy Night

Tik Tok…Tik Tok…Tik Tok…Suara hujan di atas genteng 😅✌ Setelah sekian lama dan sempat menunda bagian #18 juga kemarin dan sekarang bagian #18 juga belum kunjung aku edit lagi, kita skip dan lanjut kebagian ini saja ya… (lebay dikit, nih aku). But, sekarang aku kembali update. Tak ada yang begitu berarti yang ingin aku sampaikanLanjutkan membaca “bagian 19: I Love A Rainy Night”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai