#0016tsy | Who is?

Ketika lonceng dinding ditembok yang telah tua dan penuh debu memukul belasan kali baru aku tersadar dan terbangun mengangkat kepala, mencoba meraih dan menarik handphone diatas meja belajar. Entah bangun dari sisa-sisa tidur semalam atau bangun dari lamunan panjang ku pagi ini, aku telah lupa.

Aku mencoba menajamkan telinga, rumah masih sepi, para penghuni sepertinya pada belum kembali pulang kerumah. Aku merasa kepalaku agak pusing. Ada setumpuk pekerjaan rumah hari ini untuk diselesaikan, dan di lemari penyimpanan makanan telah habis, dilemari pendingin atau frizeer pun persediaan telah menipis, aku merogoh dompet ku dan mencoba menghitung nominal yang ada, aku rasa cukup tanpa harus ke atm lagi.

Aku sedikit bingung, harus memulainya dari mana. Sementara, kepala bagian belakangku masih sedikit sakit bekas benturan saat aku terpeleset pada malam kemarin. Bahkan sikutku dan sebagian tubuku masih keliatan memar lebam, hidungku masih terasa nyeri dan bengkak, masih ada jejaknya, hanya saja darah telah berhenti mengalir afek obat merah yang aku berikan semalam dan obat oles yang juga rutin aku oleskan.

Wahh,, pagi ini aku melamun lagi sampai lupa yang membunyikan lonceng kecil di depan pintu rumahku kira-kira 30 menit yang lalui, siapa? Tak ada suara dan tak ada orangnya saat aku mencoba mengintip dari jendela, apa aku terlambat mengecek nya.

Sudahlah. Yang jelas itu bukan penghuni rumah ini, karena penghuni rumah selalu membawa kunci cadangan masing-masing. Tamu? Entah siapa yang repot-repot bertamu pagi-pagi sekali ke rumahku, yang jelas sekali itu bukan temanku atau mau menemui aku, apa teman papaku? apa ada sesuatu yang urgent, hanya pertanyaan konyol yang aku kira tak begitu penting untuk dibahas, toh orangnya sudah lenyap dan entah siapa. ______Cerita pagi ini.

Padang, 20 Februari 2018 (06.24 WIB)
who is? Who’re you?
@tsystories

#0014tsy | Love and Food

Cinta itu seperti hot-plate. Mereka juga suka mencampurkan banyak hal. Beberapa orang suka steak karena tertarik tomatnya. Beberapa orang suka ayam potong karena sausnya. Beberapa orang suka daging cincang karena kentang gorengnya, dan begitu dengan yang lainnya. Tapi apapun menu pilihan mereka, mereka tahu kesukaan mereka, mereka tau yang mereka inginkan. Sama seperti kau tahu alasan kau menyukai seseorang. Namun, aku adalah tipe orang terburuk saat makan daging campur, karena aku tidak tahu bagian yang aku sukai lebih. Tapi apakah tau seluruh bagian terjelek dipakai disini, dan hanya itu yang aku tau. Aku mencicipi seluruhnya tanpa tau yang paling membuatku tertarik. Kata mereka, jangan terlalu serakah, begitu aku menghabiskan seluruhnya. Aku bisa berakhir dengan tangan kosong dan rasa bersalah. Tapi, bagiku rasa bersalah itu tidak apa-apa, karena rasa bersalah adalah cara terbaik untuk mempertahankan hubungan.

Culinary enthusiast,
Padang, 19/02/2018
@tsystories
#foodlovers

#0013tsy | Reality of Life

Pada akhirnya aku sadar, tidak semua akan berakhir indah, dunia ini kejam. Ini saatnya kita, harus memilih. Aku tidak mau hidup diatas pengorbanan orang lain, apalagi hingga menyakitinya. Ah,, aku masih saja seperti ini, egois dan sempat berfikir seperti ini, bukankah ini namanya munafik. Hidup seperti permainan, yang kuat akan menjajah yang lemah, begitu juga sebaliknya. Sementara itu, kamu itu kuat karena kamu sudah pernah merasakan bagaimana menjadi lemah. Semangat, sayang!

Reality of Life,
Padang, 19/02/2017
@tsystories

#0012tsy | Destiny Line

Minggu, 18 Februari 2018. Matahari akan muncul sama seperti hari lainnya. Siaran TV menggambarkan soal cuaca. Ok, tiada yang spesial pagi ini. Ku raih sebuah buku dan…… [Mulai aku merangkai kata-kata dengan pena]

Sama seperti yang ada dalam buku. Semua memori di masa lalu, sama seperti kancing baju pesta yang akan ku kenakan hari itu. Aku, kamu, dia atau mereka. Sama seperti keempat lubang pada kancing baju, walau kita terhubung tapi kita semua mandiri. Sebuah benang menyilang yang menyatukan kita, tapi disana masih ada hari ketika benang itu rusak, dan hilang dari kancing nya atau bahkan dari hidup kita. Kita tetap terus mencari, hingga hari ini tiba kita menyadari. Meskipun dia muncul lagi, kita tidak punya cara lagi untuk terhubung satu sama lain. Kita secara fisik dan mental sudah merasa hilang ketertarikan akan semua yang terhubung dimasa lalu. Jika pun itu kembali, pasti ada benang-benang takdir yang telah ikut campur. Semoga kita ada pada garis taktir yang sama!

Salam Rindu,
#happyweekend #kemarin
@tsystories

#0011tsy | Waitting

Today,,.
Selamat sore hujan,
Hujan turun dengan lebat rintiknya,
sesekali terdengar gelegar petir
yang menyambar-nyambar dari kejauhan
dengan pencar kilatnya, membuatku takut.

Namun rasa lapar itu,
semakin membuatku bosan menunggu.
Bosan menunggu hujan reda,
bosan menunggu makanan via online
yang sudah aku pesan beberapa menit lalu
yang entah kapan datangnya,
karena mereka beralasan disana hujan.
Emang disini, tidak? (Gerutu ku bergumam kesal)

Okay, tak perlu dipermasalahkan lagi.
Aku akan mencobanya…
Mencoba untuk mengesampingkan ego,
Mencoba untuk bersabar menunggu,

Aku bisa menunggu lebih lama untuk itu,
walaupun pada dasarnya
aku orang yang benci menunggu
dalam rangka apapun,
kali ini aku akan mencoba berdamai
dengan pikiran ku, ego-ku sendiri,
kali ini aku akan mencoba mengerti
dan memahami diriku sendiri.
Aku rasa akan lebih baik dari ini…

Salam rindu, hujan!
Padang, 19/02/2018
@tsystories

#0010tsy | Maybe…

Pada dasarnya
atau
Awalnya
Aku merasa aku orang yang cukup baik
Aku bukalah orang yang jahat atau picik
Hanya saja sedikit ego, maybe…

Tapi, lama kelamaan
Karena aku diperlakukan seperti itu
Kadang keadaan, situasi dan lingkungan
seakan mengajari ku
seakan menuntut ku
Untuk lebih tegas,
untuk bertahan hidup

Kadang juga untuk mengabaikan apapun
Termasuk mengabaikan diri sendiri
Kadang aku bertindak pada sesuatu
yang tidak lagi sesuai dengan hatiku
Tapi aku harus demikian.

Kata mereka sih: “tak apa, setiap tindakan,
setiap keputusan ada risiko dan
membutuhkan pengorbanan tersendiri”.

Padang, 17/02/2018 (01.06 wib)
Salam Cinta,
@tsystories

#0008tsy | Make A Wish

“Make a wish and place it in your heart. Anything you want – everything you want. Do you have it? Good. Now believe it can come true. You never know where the next miracle is gonna come from, the next smile, the next wish come true. But if you believe that it’s right around the corner and you open your heart and mind to the possibility of it, to the certainty of it… You just might get the thing you’re wishing for. The world is full of magic. You just have to believe in it. So make your wish. Do you have it? Good. Now believe in it, with all your heart.” ~ @tsystories


#tsy001

Hallo February, Good Night!

Semenjak divonis dokter aku D.A / D.H / A.K (singkatan..) tepat pertengahan tahun lalu, aku harus kontrol setiap 20 hari sekali hingga hari ini, entah lah aku enggak tau entah sampai kapan atau apa bisa sembuh total, katanya sih ini bawaan genetik. Dan selain itu aku juga memiliki kulit yang hipersensitif yang sudah ku ketahui semenjak 19 tahun lalu, yang membuatku sedikit berfikir ulang untuk hidup tak sehat. Karena keistimewaan pada kulitku aku rentan akan alergi terutama pada agen alergennya yang sedikit membuatku terganggu beraktivitas normal. Blablabla… Sebenarnya ingin curhat lebih panjang lagi tentang diriku dan siapa aku disini. Tapi, entah kenapa aku belum bisa 😦


I’ve often wondered about the other side of this black screen, yup, I’m talking to you over there. With very few exceptions I don’t know a lot about you guys, besides the name or certain things that you share now and then. So, I’m breaking the ice over here, showing up my story in one of the few awkward photosIhaveof myself looking towards the camera, something I’m not at all comfortable in doing, as you can see. Anyway I’m here to disclose a little bit about me.
I’m TSY, born and raised in Padang, but my roots comes from the deep Nias. I majored in Animal Science, specialized in Nutritionist, went into Poultry, switched to Poultry Nutrition and feed aditive, and landed up in freelance writer, loyal reader and photography. Now, I’m in my final year, freelance workers and live in a small ‘Kost’ in Padang. I prefer savory to sweet, countryside to beach, sunset, sunrise and feel more comfortable writing in English or Indonesia than In Minang/Padang (so that’s why)! I’m the sort that’s always making plans for tomorrow, next week and next year, kind of keeps me going in anever lasting day dream, but I don’t have any organizational skills, which in turn makes me kind of wrecker!
What about you?

Love,
@tsystory

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai