Bagian 5: Dunia Mu

“Kamu sampai kapan mau melamun di situ? Buruan turun!”, dibarengi delikan yang sulit diartikan.

“Ah, iya. Bentar”, sedikit kaget dan gelagapan aku buru-buru membuka seat beltku.

Saking sibuknya aku melamun sedari awal keberangkatan sampai mobil telah berhenti pun, aku tidak sadar. Aku masih speechless dengan semua yang dia lakukan seenak jidatnya. Mengganggu ku di pagi weekend, datang seenaknya mengacaukan hari dan hatiku, memaksa aku ikut mobilnya tanpa diberitahu tujuan, dan apa lagi sekarang?

Masih ingatkah beberapa penggalan cerita bersambung yang pernah aku bagian?

Apa kau tau bahwa cerita itu tanpa akhir?

Hari ini aku ikut mobilnya menuju ke sebuah pantai. Apakah akan hujan seperti kepergian kami yang lalu? Tidak. Hari ini sangat terik dan panas.

“Masih ingat pantai ini? Udah banyak berubah ya sekarang”. Dia berjalan mendahului ku sambil mengedarkan pandangan dari ujung ke ujung sisi pantai)

Bagaimana aku bisa lupa? Sebuah kenangan yang masih menyeretku hingga saat ini. Mungkin ini terakhir kalinya aku mengenangnya. JanjiโœŒ

Pantai dan jutaan kenangan, kini kembali. Begitu nyata. Betapa ku ingat, kami dulu pernah saling menyukai tanpa masalah sedikit pun selama bertahun-tahun. Walaupun kami masing-masing sempat mempunyai seseorang yang spesial diantara kami. Akan tetapi, kami masih tidak bisa melepaskan perasaan satu sama lain, kami sama-sama egois.

Maaf buat seseorang di luar sana. Kami sama-sama tidak bisa memberi cinta yang layak kepada orang lain, karena kami egois.

Aku haus akan kebebasan yang dia sebutkan. Tapi aku tidak pernah berani mencobanya, begitu pun dia. Sebenarnya aku hanya ingin seperti ini. Walaupun aku memperjuangkan kebebasan, bepergian dan berkelana hingga ke ujung dunia. Memiliki jutaan kenalan baru dan ribuan tempat untuk disinggahi, nantinya akan pulang juga.

Dulu aku berfikir bahwa, kesepian hanya ada dalam cerita dongeng, dan tak pernah terpikirkan olehku jika itulah ‘DUNIA-MU

Begitu sulit untuk memutuskan benang merah antara kita. Tidak masalah jika itu dalam cerita novel atau kisah nyata. Jika bisa, aku lebih memilih untuk pergi dari lingkaran tanpa nama ini, kita.

Next Chapter… #6
by @terryselvy

Bagian 4: Between you & I

“Gimana? Udah siap”, sambil tersenyum ke arahku.

Sapanya saat aku muncul dengan style kasual di balik pagar rumahku.

“Eh, iya. Udah nih. Udah lama nunggu?”. Sembari membuka dan menutup kembali pagar.

Pertanyaan basa-basi ku kepadanya. Padahal aku tau, sedari 15 menit yang lalu mobil itu setia diam manis di sana.

“Buruan masuk!”. Arah pandangannya beralih kesamping seakan memberitahu bahwa aku harus membuka pintu sendiri.

Buru-buru aku melangkah menghampiri, membuka dan menutup pintu di samping kemudi itu sendiri. Segera ter-henyak duduk, mencari posisi nyaman. Memasang seat belt, tanpa menoleh ke arah kemudi, kembali aku layangkan pertanyaan basa-basiku.

“Hmm. Mau ke mana kita?”

Namun, tak ada jawaban. Ku lirik sekilas wajahnya (hanya ekspresi datar). Aku putuskan diam dan mengalihkan pandangan keluar jendela. Kendaraan mulai melaju se-irama musik hidup.

Jauh dari keramain dan hiruk-pikuk liburan akhir pekan yang heboh. Pagi ini, di depan rumahku, aku mampu membuat sebuah pertemuan yang dulu secara drastis pernah mengubah takdir ku, dengan seseorang.

Orang itu, dia. Orang asing yang telah berani mengganggu ketenangan ku pagi ini. Dia tidak hanya orang asing yang pernah ku kenal yang datang kembali untuk liburan di sini. Tetapi juga orang yang pernah menjadi pusat perhatian ku semenjak beberapa tahun lalu. Hingga kini masih berani mengganggu ku.

Dari sudut pandang ku, dia bernilai satu atau dua jauh lebih dari penilaian siapa pun. Bila dibanding dengan beberapa teman dekatku yang lain, dia orang yang sepenuhnya dari dunia yang berbeda dariku.

Seolah dia keberadaannya jauh di atas awan. Namun, orang itu sudah mengatakan padaku, bahwa hubungan kami spesial untuknya. Bahkan lintas berbagai perbedaan sekali pun. Kami sama-sama paham akan itu.

Lagi-lagi peran takdir yang dipertanyakan di sini. Semua kejadian di muka bumi ini, sangat sulit untuk diprediksi. Pertemuan adalah takdir, mengenal satu sama lain juga sudah takdir. Hari ini, semua yang telah kita alami, itu juga adalah takdir? Lalu apa kau percaya dengan kata-kata itu? Kalau pada akhirnya, semua yang kita jalani di dunia ini hanyalah sebuah mimpi?

Next Chapter… #5
by @terryselvy

Bagian 3: Stranger

“Hallo, ada apa?”

“Ter, kamu masih tidur di jam segini?”, dibarengi ledekan suara tawa.

Dari suara dan gaya bicaranya, aku berfikir sejenak. Terdengar tidak asing, akan tetapi bukan seperti dua orang yang aku duga sebelumnya.

Ponsel ku bahkan tidak tertempel dengan benar di telingaku. Aku tidak bisa dengan jelas mendengar suara si penelpon. Karena males berfikir untuk sekedar mencari tau, aku akhirnya hanya menjawab asalan lagi dengan nada suara rendah.

“Hmm,,, aku ngantuk”. Kembali menguap.

Seketika, terdengar suara tawa cekikikan di seberang sana. Aku masih bingung plus ngantuk. Bodo amat, apa peduliku. Toh jika dia ada urusan denganku, seharusnya sedari tadi di utarakan. Bukan malah keterusan mengganggu. Dasar orang aneh!

Setelah capek tertawa agaknya, kini si’penelpon melanjutkan responnya.

“Jangan mengeluarkan suara seperti itu, kamu bisa membuatku berfikir yang bukan-bukan”

Nada suaranya tenang dengan sedikit menggodaku. Setelahnya, suara tawa mengejek itu kembali terdengar.

Aku yang tadinya sangat amat mengantuk. Tetiba merasa panas sendiri diledekin pagi-pagi, apalagi oleh orang yang tidak berkepentingan begini. Alhasil rasa kantukku hilang berhamburan entah kemana. Kini berganti jadi rasa sangat amat jengkel. Ku lirik layar ponsel yang menyala, mencari kepemilikan nomor dari sumber suara.
.
“Hm, nomor baru”, gumamku penasaran.

“Apa mau mu?”. Suara ku mulai meninggi.

Bukan, bukan kata-kata itu yang seharusnya aku tanyakan. Bukankah terlebih dahulu aku harus mengetahui siapa si’penelpon di seberang sana. Nomor pribadiku dapat dari siapa? Kenapa mengganggu libur tenangku? Yang lebih mengesalkan, kenapa dia suka sekali tertawa tanpa ada yang lucu.

Pertanyaanku tidak digubris, hanya suara tawa lagi dan lagi yang terdengar di telingaku. Aku jadi gusar sendiri menggaruk kepala belakanganku, padahal tidak gatal. Ah, sial.

“Maaf, kalo nggak ada urusan. Aku tutup ya. M-e-n-g-a-n-g-g-u banget!”, ketusku final dengan kata-kata terakhir seganja aku tekankan.

“Eh, tunggu dulu. Satu jam lagi aku samperin ke sana. Cepetan siap-siap. Mandi!”.

klik. Terdengar panggilan diakhiri.

Next Chapter… #4
by @terryselvy

Bagian 2: Hello, What’s Up?

Akhir pekan ini aku tidak punya acara penting maupun tugas yang menumpuk. Jadi aku bisa bermalas-malasan. Tidur sepanjang hari. Hanya saat merasa lapar, baru aku beranjak bangun, dan berusaha menemukan sesuatu yang bisa mengisi perutku. Setelahnya aku akan kembali melanjutkan tidur panjangku. Hampir setiap akhir pekan yang kosong, itulah kebiasaan buruk yang aku lakukan.

Beberapa temanku pernah menggerutu kesal, jika ada keperluan hingga harus berurusan denganku, di akhir pekan. Selain itu, mereka juga sering protes kalau dia iri denganku. Bagaimana bisa, aku hanya ‘menghabiskan waktu dengan makan dan tidur sepanjang hari tapi tubuhku tetap saja kurus’

Namun, diakhir pekan kali ini aku berbeda. Tidur nyenyak ku harus terganggu oleh suara dering ponsel-ku.

Padahal aku yang masih sangat mengantuk. Aku dengan susah payah membuka mata sambil memaki dan menggerutu kesal.

Dasar pikun“. Suara serakku akibat mengantuk, berhasil keluar.

Bagaimana bisa aku lupa mematikan alarm-ku di saat hari akhir pekan begini? Mengganggu sekali.

Aku memukul kepalaku sendiri untuk mengumpulkan kesadaran, tapi hasilnya nihil. Rasa kantuk ku lebih dominan. Hingga akhirnya aku hanya bangun sebentar untuk menekan tombol di ponselku dengan asal agar nada deringnya berhenti berbunyi. Kemudian aku melanjutkan tidurku, lagi. Tetapi, belum sempat pergi ke dunia mimpi, deringan ponsel-ku kembali terdengar.

Oke! Kali ini pasti bukan alarm. Aku tidak pernah menyetel alarm lebih dari satu kali dalam sehari.

Mataku yang masih tertutup terasa secara ogah-ogahan dibuka sebelah, sedangkan tanganku sibuk meraba-raba ponsel-ku mencariโ€ฆ untuk menemukan dimana tombol sentuh untuk menjawabnya.

Hello, What’s Up?“, suara kesal khasku.

Aku tidak bisa membuka mataku dengan lebar untuk memastikan siapa orang yang berani mengganggu tidur panjangku. Hanya nama mereka berdua; M*** (teman sekost ku) atau orang iseng yang notabennya tidak kenal aku (belum tau kebiasaan ku). Dua hal itulah yang muncul di benakku. Pasti orang ini menelponku hanya untuk bertanya sesuatu atau mengajak keluar, atau mengolok-olok kebiasaan malasku dikala libur.

Next Chapter… #3
by @terryselvy

PUBLISHED

INDEX

LISTS
โ€” Cara Cek dan Beli Tiket Nam Air Lewatย Pegipegi
โ€” Pariaman Tuan Rumah Hari Nusantara 2019
โ€” Peduli Gizi Anak Menuju Generasi Emas 2045 oleh YAICI-AISYIYAH Sumbar
โ€” 100th Danone: Aku & AQUA (Danone Open Doors Factory Visit) Solok, Indonesia

COFFEE STORIES
โ€” Rimbun Espresso dan Brew Bar Padang
โ€” Suko Kopi Padang
โ€” Laranja Garden di Padang Bagian Atas
โ€” SEVENth PISTON Padang
โ€” Bandrol Milkshake and Coffee Padang
โ€” V-Coffees Like Home
โ€” Keramahan Di Kedai Kopi Lekas Ngopi
โ€” Opening Ceremony Haku Coffee Shop
โ€” More…

FOOD STORIES
โ€” NougatBOSS Padang
โ€” Mandys Cafe dan Woodstork Coffee Padang

TRAVEL STORIES
โ€” 100th Danone: Aku & AQUA (Danone Open Doors Factory Visit) Solok, Indonesia
โ€” Pariaman Tuan Rumah Hari Nusantara 2019
โ€” Cara Cek dan Beli Tiket Nam Air Lewatย Pegipegi

EDUCATION
โ€” Peduli Gizi Anak Menuju Generasi Emas 2045 oleh YAICI-AISYIYAH Sumbar

VIDEO
โ€” Doc.TERRY: Weekend Ada RANDAI di CFD Padang
โ€” Happy 100th Danone: Aku & AQUA (Danone Open Doors Factory Visit)
โ€” Doc.TERRY: Pulau Pamutusan, Sumatera Barat, Indonesia
โ€” Credit Earning (CE) UNAND-UGM 2016

STORY: SOMEONE by @terryselvy
โ€” 24 Eps update…

MISCELLANEOUS
โ€” More

Full Index…SOON!

HELLO, I’M TERRY!

Hello, I’m Terry Selvy!

About me check blog page here!

โSaya tidak tahu apa yang saya inginkan sejauh ini. Saya sendirian tanpa siapa-siapa yang berarti. Tetapi, saya memiliki beberapa gambar yang diambil secara acak, dan beberapa cerita yang ingin saya bagikan di sini. I’m on my blog from sunrise till sunset everyday.โž

โ€” Terry Selvy

Inilah pos pertama di blog saya sebelum hibernasi untuk waktu yang lama (maafkan). Karena saya memulai blog lainnya (terryselvy.wordpress.com, go check it out!) dan mengabaikan blog ini tanpa ide. Beberapa waktu yang lalu, saya baru saja memulai kembali blog ini, jadi ikuti terus untuk melihat konten lainnya. Berlangganan di bawah untuk mendapatkan pemberitahuan ketika saya memposting pembaruan terbaru. Enjoy!

SELAMAT DATANG

Beberapa tips dari wordpress.com untuk siapa saja yang mau memulai buat blog dengan tepat. Btw, saat membaca ini di awal saya punya blog helloterryselvy.food.blog ini rasanya sedikit aneh dan saya berniat untuk menghapus ini selayaknya. Akan tetapi saya urungkan, lumayan buat panduan dan jadi pengingat, bukan? Mari simak!

Apakah kamu akan memublikasikan pos di blog hari ini? Jangan khawatir dengan tampilan blogmu. Jangan khawatir jika kamu belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol โ€œPos Baruโ€ seperti saya, dan beri tahu saya, mereka, dan kami apa yang ingin kamu lakukan di sini. Yuk, dicoba dulu!

Mengapa harus melakukannya?

  • Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokusmu? Mengapa mereka harus membaca blog kamu?
  • Karena ini akan membantu kamu fokus pada gagasanmu sendiri mengenai blog ini dan yang ingin kamu lakukan di dalamnya.

Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan kamu atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin kamu publikasikan. Minimal jadi jurnal harianmu. Bagaimana?

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu kamu memulai:

  • Mengapa kamu memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
  • Topik apa yang ingin kamu tulis?
  • Siapa yang ingin kamu jangkau melalui blog tersebut?
  • Jika kamu berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin kamu raih?

Tidak ada yang mengikat, kok, jadi selow aja! Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Bagaimanapun, kamu sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan targetmu, mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk postinganmu.

Tidak tahu cara memulai? Mulai saja dulu! Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepalamu. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis โ€œkonsep pertama yang jelekโ€. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus โ€” mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.

Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog kamu, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, makanan, mobil, film, olahraga, whatever... Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik tersebut menemukan kamu di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya โ€œzerotoheroโ€ (I dunno, kenapa mesti tagnya ini, yah. Coba tanyakan pada WordPress). Katanya, sih, agar blogger baru lainnya dapat menemukan kamu juga. Fighting! Mari belajar dan tumbuh bersama lewat blogger.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai