This is my friends and I start at 11 pm – 2 am somewhere so… who wants to join in for a cup of coffee? What instantly drew me to this coffee shop (aside from the fact that they serve grand opening) are the warmth details on this coffee shop.
Congrats ☕ 👏 🍻 Cheers to opening ceremony, sukses Haru!
Semalam, pas opening @hakucoffeeshopdua orang teman ngopiku dan aku (kami) minta maaf, telat mampir karena aku ada janji ketemu stranger terlebih dahulu dan teman yang ngajakin kami baru balik kerja, juga, pada jam 10 malam. Sementara teman kami satu lagi kabur akameng-undur janjinya dengan gang dia yang lagi nongkrong di tempat lain. So ya, kami datangnya kemalaman dan terbatas waktu untuk berbagi cerita seru sang Haku ini tidak sampai selesai. Hehe.
Btw, semalam itu, sang owner @ragil.ag13 sempat memaparkan bahwa, penama @hakucoffeeshop dengan kata dasar ❝Haku❞ yang berasal dari bahasa Japan, yang berarti ❝Hembusan.❞ Aku tidak begitu paham, atas dasar apa, mengapa, dan bagaimana… sehingga beliau akhirnya menamai coffee shop ini dengan nama Haku Coffee Shop tersebut. Tidak aku kulik lebih dalam. Karena obrolan kami berlanjut ke topik berikutnya. Topik demi topik bergulir begitu saja. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Sudah lebih 30 menit ngobrol bersama sang Owner ramah nan hangat ini. Sejalan dengan alunan lagu galau akustik atau sebut saja live music yang terdengar semakin nyaring menemani opening di malam minggu ini hingga larut malam. Kalau berdasarkan menuturan sang owner, sih, hingga dini hari 3 am.
Penampakan teras bagian depan Haku Coffee Shop saat Opening ditemani Live Musik (Akustik) oleh: @terryselvy
Apalagi di temani secangkir kopi, beberapa potong chocho cookies, dua piring roti bakar coklat ber-topping ice cream, dan tentunya ditemani dan bercakap langsung bareng sang owner yang luar biasa ramah. Aku dan teman-temanku, kami malam itu, dapat memetik beberapa hal menarik dari obrolan ang lebih ke bertukar cerita tersebut. Sampai-sampai, salah satu dari kawanku yang kebetulan tertarik tentang kopi, mencatat beberapa poin dari obrolan random ini. Di akhir, kami mendapat wejangan berupa pesan pegangan dari sang empunya. Terima kasih ya, bang!
Bincang seru tentang kopi bareng sang Owner Haku Coffee Shop oleh: @terryselvy
Namun, saat meng-upload foto malam ini, aku kembali teringat dengan kata ❝Haku❞ dan asal kata dari bahasa ❝Japan.❞ Hm. Aku malah teringat dengan Haku Japanese Vodka, semoga sensei-ku tidak marah. Ada-ada saja. Haha. Ternyata kata haku yang dimaksud di sini sebatas adalah ‘Hembusan’. Ah, mungkin tidak hanya sebatas, mungkin bisa jadi lebih dari itu. Dan, harapan sang owner pada @hakucoffeeshop ini selayaknya ‘Rumah’ bagi penikmatnya.
Gimana? Sudah rindu pulang, belum? Yuk, nyeduh kopi dulu di rumah…
Selamat Istirahat. Have A Great Night! Nanti kita cerita lagi… ____________________________________________ Okay. Sampai ketemu di kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi berikutnya… Bye bye, Coffee Lovers!
Teruntuk kamu yang selalu mengalahkan logikaku. Mungkin kau akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua? Setelah kau tak kuharapkan untuk kembali. Entahlah...
Aku tak mengerti mengapa aku suka menulis semua hal tentangmu. Aku tak pernah tau, bahwa mencintaimu akan se-sakit ini.
Seperti layaknya di medan perang. Aku adalah pasukan yang siap mati untuk memperjuangkanmu. Sedangkan dirimu, hanya menungu untuk aku perjuangkan.
Apakah resiko mencintaimu memang sesakit ini? Aku berharap tidak pernah merindukanmu, walau hanya semalam. Tapi ternyata, malam lain menyaksikan betapa besar pegaruhmu dalam hidupku. Betapa besar perasaanku tertuju padamu.
Aku sadar, bahwa memaafkan tidak berarti aku harus bersamamu. Orang bilang, padamkan dulu apinya jangan mencari penyebabnya. Tapi entahlah, aku selalu lupa. Atau memang aku sudah terbakar.
Oh ya, kamu pasti ingat saat aku pertama kali memanggil namamu. Tanpa kau tau, namamu menjadi list terbaik dalam doaku. Masih ingat kah, saat pertama kali kau menyebut namaku? Kala itu, aku sedang pertandingan basket.
Aku selalu percaya, cara tuhan mempetemukan kita bukan sekadar kebetulan. Walaupun kala itu, kau sangat amat membenciku. Bolaku melesat dan hampir mengenai kepalamu.
Kau tau, aku hampir tidak peduli akan pertandingan itu. Aku hanya takut, aku akan kalah di depanmu. Aku kalah sebelum aku berusaha memenangkan hatimu.
Waktu itu kau pernah bertanya padaku. Mengapa aku begitu mengagumi senja? Aku jawab saja, kalau aku merasa tenang. Kau bertanya lagi, tenang seperti apa yang aku dapatkan dari senja? Aku jawab saja, ketenangan seperti halnya aku berada di sampingmu seperti sekarang ini.
Aku berharap seperti ombak. Kau bertanya, mengapa? Kujawab, ombak itu selalu bergulung di tengah laut. Namun, tidak pernah lupa untuk kembali ke pantai.
Tapi aku ingat, kau pernah bilang: Jatuh hati pada senja itu sekaligus patah hati. Karena ia hadir, namun sudah diatur untuk pergi.
Kau sosok yang sangat sulit ku tebak. Tapi waktu telah membawa cintamu pergi. Maih ingatkah kamu, kita sudalh lama tidak berjumpa. Dan, selama itu aku selalu merindukanmu.
Teruntuk kamu, yang selalu menceritakan kegundahan pada semesta. Bagaimana hatimu kini? Apakah dia sudah lebih membaik? Atau masih se-beku saat terakhir kita bertemu?
Coba tanya pada semesta, bagaimana cara mengobati hati tanpa harus membenci. Tanyakan juga pada semesta, bagaimana cara menjauh tanpa harus mengatus jarak.
Kau tau, jauh dari lubuk hatiku ada yang mengatakan sesuatu. Mencintaimu itu serupa kopi. Meskipun pahit, namun selalu ingin selalu aku nikmati. Tapi sekarang aku sadar, bahwa kopiku sedang ingin sendiri. Kopiku tak ingin ditemani. Dan, aku sedang belajar untuk menikmati momen itu.
Kau pernah bilang, bahwa yang egois itu bukan kopi, melainkan penikmatnya. Iya, kau benar. Aku terlalu egois menepis genggamanmu kala itu. Membiarkan jemariku di isi orang lain. Dan, berharap orang lain mencintaiku lebih hebat daripada kamu. Tapi sesalku satu, dia tidak mencintaiku sehebat kamu.
Aku sadar bahwa kau yang terbaik. Jangan lagi tanyakan semesta. Tapi, coba sesekali kau tanyakan pada sang pencipta.
Tuhan akan lebih tau, pada siapa hatiku jatuh. Kau tidak perlu mencari jawabannya ke mana-mana. Karena sejak aku menyesal, aku mendoakanmu setiap malam.
Tuhan tau, betapa aku tidak bisa menjauhimu. Aku menyesal karena pernah beranjak dari zona ternyamanku, yaitu kamu. Dan, aku menyesal pernah pergi. Walau kau bersikeras menahan.
Aku hanya ingin kau sembuh. Apapun jawabanmu, aku rasa itu adalah kumpulan kata paling indah. Semoga masih ada kesempatan untuk memperbaiki segala yang patah ini.
A: Hi! Q: lho, bukanya kamu di X (kota X), yah? A: iya, baru kemarin sampai P (kota P). Aku ditugasin di sini untuk beberapa bulan. Gimana kabar kamu, sehat? Q: Yeaah, begitu lah. Seperti yang kamu lihat.
A: kalau di ingat-ingat, kita terakhir ketemu 3 tahun yang lalu, kan? Q: Eee,, iya, kalau nggak salah. Kamu kok bisa tahu tempat ini? (Tempat pertemuan mereka).
A: kemarin aku liat video kamu. Terus, aku tanya sama teman aku, itu di mana. Yaa, kebetulan hari ini nggak ada kerjaan. Jadi, aku main ke sini. Boleh, kan? Q: Yaa,, boleh. Ini’kan untuk umum. Kamu kenapa liatin aku kayak gitu? Ada yang aneh ya? A: seharusnya duku aku nahan kamu. Q: Eer,, kenapa kita harus bahas ini? Itu udah lama. Kita udah punya kisah masing-masing.
A: kamu inget, nggak? Dulu waktu SMA, guru Geografi bilang, “Kalau bumi itu bulat. Jadi kalau kita berjalan di titik awal untuk mengelilingi bumi, kita akan kembali lagi ke titik awal itu“, itu yang aku rasain ke kamu. Kamu titik awal dari semua perasaan ini. Q: Euh, aku harus balik sekarang! Ada urusan mendadak. Semoga,, kita bisa ketemu lagi. (Cowok berniat pergi atau lebih tepatnya kabur, karena di sini terlalu sesak).
A: Bukan begitu cara menghindari perasan. Kamu gak bisa lari. Kalau boleh minta sesuatu yang mustahil, aku mau minta kita untuk tidak pernah ketemu, dan aku nggak pernah nyakitin kamu. Aku nggak bisa lari sekencang kamu. Aku pernah merasakan kesulitan yang pernah kamu rasakan. Aku selalu kagum bersama kamu. Q: Cinta itu seperti berteduh saat hujan. Bukan perkara yang berani melawan, tapi soal siapa yang bertahan, saat yang lain meninggalkan. Kau tahu atlas? Andai aku bisa bertanya padanya: “Beritahu aku, atlas. Mana yang lebih berat, dunia ini atau hati manusia?”. Ada 3 hal yang harus kamu tahu: Ada yang harus reda, yaitu egomu. Ada yang harus mengalir, yaitu kebaikan. Ada yang harus berhenti berjuang, yaitu aku.
Song… [🎼 Kini
ku tau, bila cinta tak bertumpu pada lidah, lidah bisa berkata namun
hati tak sejalan. Kata-kata tak menjamin cinta. Untuk apa,, Untuk apa
cinta tanpa kejujuran? Untuk apa cinta tanpa perbuatan? Tak ada artinya]
A: Aku suka sekali dengan langit. Langit itu indah, langit itu jauh, langit itu mimpi. Sama sepertimu. Q: Dan sekarang aku sadar, bukan kopi yang egois, tapi penikmatnya!
Song… [🎼 Kaca yang pecah,, tak mungkin bisa,, kau buat seperti,, dulu lagi. Begitupun hatiku yang kau gores. Kau pematah hatiku, semurung mendung hujan. kau buat diri ini menangis tersedu]
Kenapa? Ada yang ketinggalan, ya? Aku marah karena merasa sedih sekali, di saat ratusan juta orang di muka bumi meski bertarung nyawa untuk perang dari kemiskinan. Aku malah menangisi orang yang jelas-jelas tidak memilihku.
Semesta, boleh kita berbincang kembali? Kau
setuju, tidak, tidak ada pasien yang harus dioperasi karena patah hati?
Tidak ada juga ada pengidap patah hati yang harus di obral. Tapi,
kenapa rasanya seperti sakit yang kronis, ya?
Kenapa dia kembali
datang? Apakah cerita ini belum benar-benar berakhir? Apa aku masih
sama? Meski ia jatuhkan berkali-kali. Sepertinya aku dan dia, bukan
tangga dan cinta.
Tak kan ada habisnya, jika aku bercerita tentangmu. Kau tahu, tidak? Aku suka sekali memakai jam sekarang. Mungkin dulu tidak, begitulah caraku melewatkan waktu ketika tidak bersamamu. Boleh kali ini aku rindu? Bukan untuk kembali, hanya penasaran. Apakah semua baik-baik saja.
Aku percaya, ada 3 hal yang tak kan kembali; waktu, kesempatan, dan kenangan.
Terkadang aneh, kenapa aku harus melihat ke belakang lagi. Walaupun sebenarnya, aku belum terlalu jauh ke depan. Semua memang terus berorientasi di tempat yang sama. Kalau kata Dilan “Tidak suka, bukan berarti membenci, kan?”.
Butuh waktu yang lama,
sampai aku tidak mengingat apapun tentang kenangan. Sesungguhnya, segala
yang menyenangkan, adalah sebagian kecil dari kesedihan.
Kalau boleh jujur, aku
tidak hanya mencintai setiap detik ketika bersamamu. Tapi, aku begitu
mengagumi setiap inci yang tersimpan di balik kenangan.
Semesta, kau membuatku
mengerti, bahwa menerima kekurangan orang lain, pada awalnya adalah
kebahagiaan yang terus berlanjut. Kalau aku berbincang kembali, hanya
takut perasaanku lebih tinggi, ketimbang logikaku.
[Selipan Music – Galau…]
Apa kau sedang tertawa? Aku pernah bilang kepadanya, bahwa kau senang sekali menertawakan hal yang di luar logikamu. Tempat ini selalu punya cara untuk mengingat segala hal tentangmu.
Sepertinya, aku mulai tertarik akan kopi. Apa benar kopi hal yang terpahit? Setidaknya, tidak cerita ini saja. Semesta, sepertinya sampai di sini dulu kita berbincang. Setelah ini, mungkin aku akan terus bercerita kepadamu.
Teruntuk kau yang baru saja kulihat. Kau tau tidak? Aku ingin salto dua kali rasanya saat kita pertama kali bertemu. Kalau kau bilang seperti kupu-kupu yang ingin keluar dari perut, aku seperti ingin mengeluarkan isi perutku.
Aku berterima kasih untukmu yang sudah menyediakan hati yang sedemikian luas. Apakah aku terlalu naif untuk minta maaf? Tapi, aku rasa kau tidak akan mendengar juga.
Aku senang kau mencintai dirimu sebesar itu. Ada banyak alasan mengapa aku meninggalkanmu. Kalau kata orang, kamu terlalu baik buat aku. Ya, benar juga sih, dan aku terlalu jahat untukmu.
Menurutku, ada hal yang paling tidak masuk akal di dunia ini. Yah, kata-kata barusan.
Aku suka sekali dengan kopi. Kopi itu egois. Mungkin kehilanganmu salah satu ke-egoisan-ku.
Kau bercerita pada semesta, aku tau semesta tidak berpihak padaku. Aku hanya ingin bercerita pada diriku sendiri.
Bohong kalau aku tidak pernah mengingatmu. Kau bukan hanya terlintas, tapi sering kali kau menetap.
Oh iya, kau ingat tidak? Kau pernah bilang, dunia ini lucu. Saat kita tertawa, dunia tidak tertawa, tapi kalau kita bersedih, dunia bisa saja menertawaimu. Apakah kau sedang tertawa?
Aku jatuh pada pilihan yang salah, dan aku sedih. Kalau saja aku bisa memutar arah rotasi jam, aku akan memutar mundur sejauh mungkin. Bahkan sebelum aku mengenalimu.
Hidup ini terlalu
realistis. Terkadang aku ingin hidup di dunia fantasi. Bertemu dengan
pangeran berkuda, menikah, dan hidup bahagia.
Aku tidak berani mengatakan ini rindu. Tapi, sepertinya ini memang rindu.
Kau bilang, ada yang lebih indah dari mencintai seseorang, yaitu mencintai dirimu sendiri. Benar, kau tidak salah. Mungkin, sekarang kita bisa gantian.
Kayaknya tempat ini deh. Tapi tahun kapan ya? Ini? Ok, ini tempat waktu aku ngelupain dia.
Orang bilang ada hal yang paling sulit dipahami, yaitu cinta. Benar sih. Tapi, tunggu dulu.
Sekarang aku tahu hal
yang paling sulit dipahami adalah diri sendiri. Butuh waktu sangat lama
menyadari, bahwa aku belum bisa mencintai diri sendiri.
Tempat ini menjadi saksi, bahwa ada seseorang yang begitu mencintai diri orang lain, ketimbang mencintai dirinya sendiri.
Kata orang, jatuh cinta itu seperti segerombolan kupu-kupu yang memaksa keluar dari perut. Entahlah, aku juga bingung. Kata orang, cinta itu seperti kopi. Untunglah aku tidak suka kopi.
Aku tidak sedang bersedih, hanya saja merasa lucu, bahwa yang aku ceritakan ini adalah ceritaku sendiri.
Kalian pernah gak sih ngerasain bahwa hidup itu tentang kamu dan dia saja? Mungkin ini terlalu klise, tapi aku rasa sebagain orang pernah di fase ini.
Waktu membuat ku mengerti, bahwa ada hal yang lebih indah dari mencintai seseorang. Kau tau, kenapa aku ke sini?
Bohong! kalau aku lupa tempat ini. Aku ingin menceritakan kepada alam semesta, betapa aku mencintai diriku sendiri.
Semua udah diatur, bahkan orang yang datang untuk menyakiti kita. Mereka datang bukan tanpa alasan.
Ketika patah hati, orang selalu bilang jangan sok tegar, jangan nangis, pasti dia nyesel deh.
Kalian salah! Jangan pernah mengharap orang akan menyesal, tapi mulailah tidak menyesali apapun.
Sakit hatilah sesering mungkin, kau akan tahu bagaimana berharganya dirimu.
Oh iya, kalian ingat nggak betapa lucunya ketika jatuh cinta untuk pertama kalinya? Ketika kalian bisa ngerasain seneng, cuman dilihatin doang. Senangnya tuh kayak diterima kerja dengan gaji banyak tapi cuman main Tiktok. Eits, udah diblokir. [Apa sudah dibuka lagi ya?]
Untuk yang sedang patah
hati, menangislah sampai kau tidak bisa menghitung air matamu sendiri.
Namun, jangan berlarut. Larutan saja bisa membaur, kenapa kamu tidak.
Ketika manusia di fase
paling bawah, paling sulit, paling mengecewakan, mereka akan merasa
sangat terpuruk dan menjadi orang yang paling menyedihkan. Wajar,
manusia juga dianugerahi perasan, kan.
Pergilah dan lakukan hal yang membuatmu bahagia. “Banyak disekelilingmu yang mengharapkan kau disekelilingnya”. Kau mengerti maksudku?
Tapi aku percaya, bahwa akan ada cinta yang benar-benar tidak menyakitimu. Yap, cinta pada diri sendiri maksudku.
Kembali pada yang telah menyakitimu. Kau tahu pertanyaanku? Kenapa balik? Ada yang ketinggalan?
Aku sangat merasa bersalah, jika aku balik dan jatuh lagi dalam cerita yang sama.
Berbahagialah dengan cerita barumu. Dongeng tak akan seru jika diceritakan dua kali.
Berbahagialah dengan obsesi baru yang telah kau genggam. Berbahagialah dengan orang-orang baru yang ada di sekelilingmu.
Em, sudahlah. Hari sudah mulai gelap. Aku harus pulang. Terima kasih alam semesta, telah mendengar ceritaku.
Penampakan senja dari Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia Palembang, 21/03/2017 oleh: @terryselvy
Aku tidak pernah bisa mengerti, mengapa pemandangan ini selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang aku dapatkan ketika mentari beranjak pergi meninggalkan sejuta kenangan bersama senja di Jembatan Ampera. Pemandangan itu bagiku memilukan. Bukan hanya karena merasakan kembali dingin yang merasuk dan membekukan, kala berangsur menuju gelap malam. Tapi karena gagasan akan pemikiran yang tengah berkutat di kepalaku tak lagi singkron.
Apakah makna S E N J A yang sesungguhnya? Dari saat ke saat, aku masih bertanya-tanya. Senja yang selalu dikaitkan dengan kenangan. Terbuat dari apakah kenangan? Masih selalu mengganggu ingatanku dari waktu ke waktu. Iya, dia kenangan.
Mengherankan bahwa
kenangan dan senja beriringan, seringkali terpendam begitu lama dan
muncul begitu saja tanpa ada sebab yang harus menghubungkannya. Aku
masih selalu penasaran dan bertanya-tanya, mengapa suatu kenangan bisa
terpendam begitu lama sampai muncul tiba-tiba pada waktu dan tempat yang
tiada pernah akan terduga. Kenangan itu kadang-kadang bisa muncul
kembali sekali saja dalam seumur hidup, terkenang sekali lantas tiada
pernah datang kembali.
Bagaimanakah caranya suatu peristiwa berubah menjadi kenangan, tapi yang terpendam begitu lama sampai suatu ketika mengingatkan dirinya pernah terjadi, sekali, lantas tak pernah muncul lagi? Bukankah ajaib untuk membayangkan bagaimana caranya kenangan tersimpan dan muncul kembali atau sama sekali tidak pernah muncul kembali meskipun tetap ada entah di mana di sebuah dunia yang tiada akan pernah kita ketahui seperti apa?
Ada kalanya suatu peristiwa juga ingin kita lupakan karena kepahitan yang menyertainya. Selalu ada peristiwa dalam hidup ini yang ingin kita hapus saja dari kenangan. Seperti tidak pernah terjadi. Meski tetap saja teringat sampai mati – rupanya selalu ada alasan untuk mengenangkan kembali semua peristiwa yang sungguh mati-matian ingin kita lupakan saja sampai habis tanpa sisa, ingin amnesia pada bagian yang paling pahit nan menyakitkan.
Terbuat dari apakah kenangan? Bagaimanakah caranya melepaskan diri dari kenangan, dari masa lalu yang tiada pernah sudi melepaskan cengkeraman kepahitannya pada masa kini?
Kenangan barangkali saja tidak selalu utuh: sepotong jalan, sewaktu senja, daun berguguran, ombak menghempas, senyuman yang manis, langit yang merah dengan mega-mega jingga merah menyala berarak dalam cahaya keemasan; tapi bisa juga begitu utuh ketika menikam langsung ke dalam hati seperti sembilu menyayat hati. Tidak mungkinkah kenangan yang pahit kembali sebagai sesuatu yang manis? Kenangan seperti diciptakan kembali oleh waktu, membuat masa lalu tak pernah berlalu, bahkan mempunyai masa depan untuk menjadi bermakna baru. Entahlah…
Mungkinkah kenangan itu seperti suatu dunia, tempat kita bisa selalu mengembara di dalamnya?
Aku mempunyai kenangan yang lain dengan suatu senja, yang selalu menjadi nyata karena sebuah genta. Kenanganku adalah bunyi genta (lonceng) itu, genta kecil yang manis dan selalu berdenting oleh angin yang berhembus perlahan, yang bisa kubawa pulang dan mengingatkan kembali segalanya. Angin itu harus berhembus dengan ke pelahanan yang sama dengan ketika aku pertama kali mendengarnya, dan dengan demikian bunyi genta itu mengembalikan suatu masa yang telah berlalu. Bagaimanakah suatu masa yang telah berlalu bisa kembali lagi dan mengembalikan perasaan dan suasana yang sama seperti ketika aku mengalaminya, aku sama sekali tidak pernah bisa mengerti. Mengapa demikian..
Kenangan ku tentang
pemandangan di luar jendela pada suatu senja itu selalu kembali bukan
karena bunyi denting genta kecil itu. Kenangan itu selalu kembali
seolah-olah tanpa penyebab apapun, atau setidaknya aku tidak pernah tahu
pasti apa yang selalu mengembalikan kenangan itu kepadaku.
Aku masih bertanya, terbuat dari apakah kenangan?
Aku tidak ingin mengingat sesuatu, tapi ada suatu kenangan yang selalu kembali. Aku ingin sekali mengingat-ingat sesuatu, tapi barangkali aku akan lupa untuk selama-lamanya. Aku juga selalu teringat sesuatu yang tidak pernah kuceritakan kembali. Tidak pernah kukatakan. Tidak pernah aku apa-apakan. Karena kenangan itu memang hanya bertengger saja dalam kepala.
Tapi mungkin saja peristiwa ini terjadi. Aku akan selalu teringat sesuatu yang lain, yang tidak mungkin kuketahui dengan pasti kiranya seperti apa. Tapi mungkinkah bisa dipastikan suatu peristiwa itu tidak pernah terjadi? Apakah ada sesuatu di dunia ini yang bisa kita ketahui dari segala kemungkinan, serentak, dan seutuh-utuhnya? Semua peristiwa bisa saja atau mestinya tidak mungkin terjadi. Tapi, aku tidak pernah tahu apa yang telah dan akan terjadi. Betapa sedikit yang bisa kita ketahui dalam hidup yang begitu singkat.
Sayang sekali, aku tidak bisa menceritakan apapun tentang “Senja dan Kenangan ku” dengan waktu.
Today_______Pukul enam sore (like sunset: Senja) di sebuah tempat nongkrong coffee shop pinggir pantai (area Taplau Padang), aku menunggu seseorang. Ah, bukan! Maksudku menunggu beberapa orang, atau justru tidak menunggu siapa-siapa. Maybe… Tujuh puluh enam menit berlalu (saat aku mengetik#ceritaTERRY ini sekitar satu jam lalu via IGs). Menunggu kali ini tanpa disadari, waktu yang seharusnya begitu lama malah tak terasa sama sekali. Aku terlalu asyik di sini. Sampai pada… Saat senja yang indah berangsur-angsur telah berubah menjadi kelam menuju gelap malam.
Kopi dan Buku (Cinta Paling Rumit karya Boy Candra) dan Suasana Senja di Seven Piston Padang oleh: @terryselvy ___________________ Dari sudut kota yang jauh. Perasaan kepadamu tetaplah hal yang utuh. Sebab kamu bagian dari rencana-rencana besarKu. Bagian penting dari hal-hal yang Kumiliki dalam hidupKu. Maka, bertahanlah di sana tanpa rasa curiga. Tanamkan dalam dadamu apa yang Aku perjuangan sepenuh jiwa.
Bersabarlah di sana, biar kukembangkan lebih lebar lagi sayapKu di sini. Semoga tidak lama lagi semesta memisahkan kita. Agar segala yang membuatmu cemas dan ragu bisa tiada.
Segelas Ice Latte sudah kuhabiskan empat perlima bagian gelas. WOW, komitmen kemarin kembali aku langgar hampir setenghnya. Habisnya gimana? Ehm, hanya ada kopi dan kopi lagi yang menarik selera. Non kopi sepertinya tidak berhasil menggodaku. Sudah, lupakan! Sesekali tak apa. Sudah lama juga aku tidak ngopi. Lagian ini hanya ice latte, bukan yang kopi banget, kok. Hehe.
Cerita Bagian KAMIS pada Buku Cinta Paling Rumit karya Boy Candra dan Segelas Ice Latte oleh: @terryselvy
Kebetulan di coffee shop ini tidak menyediakan makanan, baik cemilan ringan sekalipun. Untungnya aku sudah makan tadinya, sebelum mampir ke sini. So, tidak masalah bagiku. Aku tidak akan kelaparan menunggu hingga malam nanti. Sekali waktu, kutanyai kakak cantik yang berdiri di belakang bar kopi beberapa menit lalu, sepertinya barista andalan coffee shop ini, jawaban beliau tidak membuatku cukup tenang. Tetapi keramahan beliau membuatku senang, bahkan betah menunggu yang belum jelas.
Ah, mungkin CANCEL, pikirku dalam hati. Tak apalah, toh aku sudah terbiasa nongkrong di kedai kopi sendirian, sedari beberapa tahun lalu. Lagian kalau batal, dapat aku anggap sebagai refreshing sore—malam ini. Aku juga tidak ada kegiatan penting lainnya dan kebetulan juga bakal gabut di kost-an menunggu kabar dari dia#eh
Mari nikmati saja dulu. Kopinya yang sebentar lagi tandas. Live musicnya yang masih ceksound, mungkin sebentar lagi baru dimulai. Suasa senja ala cafe pinggir pantai yang riuh di luar, damai di dalam. And than, yang terpenting mari menikmati kesendirian dulu bersama rangkaian kata-kata yang sengaja aku ketik malam ini. Aku menyukai ini, tidak kalah dari aku menyukaimu. Eh, gimane? Wkwk
Menunggu? Mari ngoding dulu (Klik Link ini akan diarahkan ke postingan video di Instagram @terryselvy, lalu SWIPE LEFT ke slide akhir!)
Setelah sekian lama menunggu. Akhirnya… Event jadi, dong. Walaupun aku sempat pesimis, sih. Selepas Isya (pukul 20.59 WIB), aku sempat menanyakan via chat WhataApp perihal event ini pada seorang teman yang juga namanya tertera di famplet event “MotoKopi” yang di share beberapa hari lalu, Pratama TD.
Terry: Bg oo bg. Acaramu di Seven Piston jadi kah? Tama: otw sana nihh huhu. telat. ada job dikit Terry: Baiklah. Aku sendirian gak ada yang kenal dan… Menunggu -_- ku pikir bakal CANCEL loh Tama: wait yahhh. huhu Terry: Siap.
Beberapa saat kemudian. Tama dateng dan juga nyamperin aku ke dalem yang duduk sendirian. Sibuk ngetik cerita ini di blog, tapi tadinya untuk save di draf saja dulu, belum niat buat ngepost langsung. Kami sempat gobrol beberapa saat. Setelahnya, Tama ngajak aku buat gabung ke luar, bareng teman-teman lainnya. Aku salaman dan kenalan satu persatu sedari meja samping Seven piston sampai ke meja luar yang amat sangat ramai. Aku bahkan tidak sempat untuk berfikir waras lagi, tidak sempat merasa khawatir akan memasuki keramaian mereka, karena ditemani Tama. Haha. Thank you, bro!
Ada beberapa orang yang sudah tidak asing lagi bagiku. Seperti, ada Abangku Genta Kiswara yang disebut-sebut Bucin (Penulis Buku: Pada Sebuah Kata Pergi, Evolusi Rindu, Nelangsa, dan Kalandara) yang akhirnya aku kebagian bangku kosong semeja dan duduk di samping beliau. Ada kawan-kawan Personil dari Band Indie kota Padang, RED SUMMERyang pas salaman tadi macam-macam gaya salamannya, bikin aku ngakak ketawa. Ada Bang Ojik, salah satu photographer dan MC kondang kota Padang. Ada Bang Ridho Wpyang friendly banget ngajak aku ngobrol duluan. Ada THE KURA-KURA yang jujur aku kurang tau ini. Ada The Changes Futureyang merupakan Band Arabic Rock kota Padang bikin Petcjah acara malam ini. Ada BangRio Aprilla Utamayang baik hati mentraktir aku segelas (lagi) Vanila Latte malam ini setelah sebelumnya aku sempat menolak untuk tambahan kopi, thanks you ya, abang. Ada Bang @jhodesaniak yang ngajak aku ngobrol sambil nakut-nakuti aku (jan bamanuang dik, auranyo agak lain teraso dek abang di siko ko mah, blabla…), juga apa-apa obrolannya berujung pada jebakan gombal maut. Aku mah apa atuh, terlalu polos untuk gombalan abang ini. tapi tetap ikutan ngakak. Wkwk. Ada Bang Deddy yang pinter main Biola. Uwuwu^^ Ada Kak Karina-nya bang Tama yang cantik, dln. Tentunya ada tamu-tamu lainnya yang aku tidak akrab bahkan tidak aku kenali sama sekali. Ada banyak cerita juga malam ini.
Aku izin balik duluan, ya, Driver Go-Jekku sudah menunggu. Terima kasih buat malam ini. Tama, Seven Piston, beserta kawan-kawan baru yang lumayan baik, asyik juga. Pada dasarnya, aku tidak begitu akrab dengan keramaian. Aku selalu kikuk dengan obrolan lintas generasi, bermacam background dan tentunya dengan orang-orang baru. Maaf, aku tidak se-asyik yang lain. Tetapi aku anak baik-baik, kok. Hehe.
Selamat Istirahat. Have A Great Night! Nanti kita cerita lagi… ____________________________________________ Okay. Sampai ketemu di kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi berikutnya… Bye bye, Coffee Lovers!
Today_______Pukul enam sore (like sunset: Senja) di sebuah tempat nongkrong coffee shop pinggir pantai (area Taplau Padang), aku menunggu seseorang. Ah, bukan! Maksudku menunggu beberapa orang, atau justru tidak menunggu siapa-siapa. Maybe… Tujuh puluh enam menit berlalu (saat aku mengetik#ceritaTERRY ini sekitar satu jam lalu via IGs). Menunggu kali ini tanpa disadari, waktu yang seharusnya begitu lama malah tak terasa sama sekali. Aku terlalu asyik di sini. Sampai pada… Saat senja yang indah berangsur-angsur telah berubah menjadi kelam menuju gelap malam.
Dari sudut kota yang jauh. Perasaan kepadamu tetaplah hal yang utuh. Sebab kamu bagian dari rencana-rencana besarKu. Bagian penting dari hal-hal yang Kumiliki dalam hidupKu. Maka, bertahanlah di sana tanpa rasa curiga. Tanamkan dalam dadamu apa yang Aku perjuangan sepenuh jiwa.
Bersabarlah di sana, biar kukembangkan lebih lebar lagi sayapKu di sini. Semoga tidak lama lagi semesta memisahkan kita. Agar segala yang membuatmu cemas dan ragu bisa tiada.
Segelas Ice Latte sudah kuhabiskan empat perlima bagian gelas. WOW, komitmen kemarin kembali aku langgar hampir setenghnya. Habisnya gimana? Ehm, hanya ada kopi dan kopi lagi yang menarik selera. Non kopi sepertinya tidak berhasil menggodaku. Sudah, lupakan! Sesekali tak apa. Sudah lama juga aku tidak ngopi. Lagian ini hanya ice latte, bukan yang kopi banget, kok. Hehe.
Cerita Bagian KAMIS pada Buku Cinta Paling Rumit karya Boy Candra dan Segelas Ice Latte oleh: @terryselvy
Kebetulan di coffee shop ini tidak menyediakan makanan, baik cemilan ringan sekalipun. Untungnya aku sudah makan tadinya, sebelum mampir ke sini. So, tidak masalah bagiku. Aku tidak akan kelaparan menunggu hingga malam nanti. Sekali waktu, kutanyai kakak cantik yang berdiri di belakang bar kopi beberapa menit lalu, sepertinya barista andalan coffee shop ini, jawaban beliau tidak membuatku cukup tenang. Tetapi keramahan beliau membuatku senang, bahkan betah menunggu yang belum jelas.
Ah, mungkin CANCEL, pikirku dalam hati. Tak apalah, toh aku sudah terbiasa nongkrong di kedai kopi sendirian, sedari beberapa tahun lalu. Lagian kalau batal, dapat aku anggap sebagai refreshing sore—malam ini. Aku juga tidak ada kegiatan penting lainnya dan kebetulan juga bakal gabut di kost-an menunggu kabar dari dia#eh
Mari nikmati saja dulu. Kopinya yang sebentar lagi tandas. Live musicnya yang masih ceksound, mungkin sebentar lagi baru dimulai. Suasa senja ala cafe pinggir pantai yang riuh di luar, damai di dalam. And than, yang terpenting mari menikmati kesendirian dulu bersama rangkaian kata-kata yang sengaja aku ketik malam ini. Aku menyukai ini, tidak kalah dari aku menyukaimu. Eh, gimane? Wkwk.
Menunggu? Mari ngoding dulu (Klik Link ini akan diarahkan ke postingan video di Instagram @terryselvy, lalu SWIPE LEFT ke slide akhir!)
Setelah sekian lama menunggu. Akhirnya… Event jadi, dong. Walaupun aku sempat pesimis, sih. Selepas Isya (pukul 20.59 WIB), aku sempat menanyakan via chat WhataApp perihal event ini pada seorang teman yang juga namanya tertera di famplet event “MotoKopi” yang di share beberapa hari lalu, Pratama TD.
Terry: Bg oo bg. Acaramu di Seven Piston jadi kah? Tama: otw sana nihh huhu. telat. ada job dikit Terry: Baiklah. Aku sendirian gak ada yang kenal dan… Menunggu -_- ku pikir bakal CANCEL loh Tama: wait yahhh. huhu Terry: Siap.
Beberapa saat kemudian. Tama dateng dan juga nyamperin aku ke dalem yang duduk sendirian. Sibuk ngetik cerita ini di blog, tapi tadinya untuk save di draf saja dulu, belum niat buat ngepost langsung. Kami sempat gobrol beberapa saat. Setelahnya, Tama ngajak aku buat gabung ke luar, bareng teman-teman lainnya. Aku salaman dan kenalan satu persatu sedari meja samping Seven piston sampai ke meja luar yang amat sangat ramai. Aku bahkan tidak sempat untuk berfikir waras lagi, tidak sempat merasa khawatir akan memasuki keramaian mereka, karena ditemani Tama. Haha. Thank you, bro!
Ada beberapa orang yang sudah tidak asing lagi bagiku. Seperti, ada Abangku Genta Kiswara yang disebut-sebut Bucin (Penulis Buku: Pada Sebuah Kata Pergi, Evolusi Rindu, Nelangsa, dan Kalandara) yang akhirnya aku kebagian bangku kosong semeja dan duduk di samping beliau. Ada kawan-kawan Personil dari Band Indie kota Padang, RED SUMMERyang pas salaman tadi macam-macam gaya salamannya, bikin aku ngakak ketawa. Ada Bang Ojik, salah satu photographer dan MC kondang kota Padang. Ada Bang Ridho Wpyang friendly banget ngajak aku ngobrol duluan.
Ada THE KURA-KURA yang jujur aku kurang tau ini. Ada The Changes Futureyang merupakan Band Arabic Rock kota Padang bikin Petcjah acara malam ini. Ada BangRio Aprilla Utamayang baik hati mentraktir aku segelas (lagi) Vanila Latte malam ini setelah sebelumnya aku sempat menolak untuk tambahan kopi, thanks you ya, abang. Ada Bang @jhodesaniak yang ngajak aku ngobrol sambil nakut-nakuti aku (jan bamanuang dik, auranyo agak lain teraso dek abang di siko ko mah, blabla…), juga apa-apa obrolannya berujung pada jebakan gombal maut. Aku mah apa atuh, terlalu polos untuk gombalan abang ini. tapi tetap ikutan ngakak. Wkwk. Ada Bang Deddy yang pinter main Biola atau Viola (jujur aku tidak tau bedanya!). Uwuwu^^ Ada Kak Karina-nya bang Tama yang cantik, dln. Tentunya ada tamu-tamu lainnya yang aku tidak akrab bahkan tidak aku kenali sama sekali. Ada banyak cerita juga malam ini.
Aku izin balik duluan, ya, Driver Go-Jekku sudah menunggu. Terima kasih buat malam ini. Tama, Seven Piston, beserta kawan-kawan baru yang lumayan baik, asyik juga. Pada dasarnya, aku tidak begitu akrab dengan keramaian. Aku selalu kikuk dengan obrolan lintas generasi, bermacam background dan tentunya dengan orang-orang baru. Maaf, aku tidak se-asyik yang lain. Tetapi aku anak baik-baik, kok. Hehe.Selamat Istirahat. Have A Great Night!
SS IG Story @terryselvy
SS IG Story @terryselvy
SS IG Story @terryselvy
SS IG Story @terryselvy
SS IG Story @terryselvy
SS IG Story @terryselvy
Baiklah, segitu dulu cerita aku tentang Seventh Piston. Next time, aku bakal mampir ke sini, lagi…
Sampai ketemu di kumpulan #ceritaTERRY@terryselvy) dan secangkir kopi berikutnya. Bye bye, Coffee Lovers!
Hello, coffee lovers! Mari menikmati kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi.
Coffee Shop: Bandrol MC Padang Alamat: GOR H. Agus Salim (depan Inkado)
Bagian I: Perdana ke Bandrol MC Padang Happy Satnight!
Shoot by: @terryselvy
Shoot by: @terryselvy
SS IG Story: @terryselvy
Maret 16, 2019 Guilty of checking your phone first thing in the night and feeling frazzled, rushed and stressed-out? Same.
Like most people, my alarm clock is my phone and as soon as i hit snooze in the night, I end up spending a good chunk of my time endlessly scrolling through notifications and freaking out on the amount of things i haveto accomplish…
Once I’m stress, I take some much needed “me-time” to enjoy a cup of coffee (with no distractions). Thanks to @bandrolmcpadang, my night routine includes a premium, personalized coffee experience – empowering me to close my day with a feeling of calm, cool and collective.
As a result, feeling less stressed and more productive for the rest of my weekend! HAPPY SATNIGH! ☕️
Bagian II: Kedua Kalinya ke Bandrol MC Padang Suka Karena Terbiasa, Rindu Karena Bertemu
Hot Latte Art dan Sanger Shoot by: @terryselvy
Hot Latte Art dan Buku NKCTHI Shoot by: @terryselvy
SS IG Story @terryselvy
SS IG Story @terryselvy
SS IG Story @terryselvy
SS IG Story @terryselvy
SS IG Story @terryselvy
SS IG Story @terryselvy
June 3, 2019 Sudah hampir 2 tahun berlalu dan keadaan aku sedikit demi sedikit mulai pulih membaik. Walaupun belum seperti sedia kala, terkadang sesekali kembali memburuk. Aku kerap lepas kontrol dengan emosiku yang cendrung kacau, mudah terusik di titik-titik tertentu. Sebagai pelarian biasanya aku memilih keluyuran diluar sampai malam. Bukan keluyuran seperti yang kau bayangkan. Sering kali aku hanya butuh udara segar, secangkir kopi dan tempat yang nyaman seperti di @bandrolmcpadang malam ini.
Aku tidak peduli jika hanya duduk sendirian berjam-jam. Asalakan bersama ponsel kesayanganku, atau sebuah buku bacaan yang menarik. Sesekali aku membawa notebook/laptop serta beberapa lembar bahan, jika membutuhkan atau jika ada deadline. Aku juga menyambut dengan baik jika ada teman yang mau bergabung. Entah itu bersama strangers alias orang baru yang akan berakhir dengan kami menjadi teman, atau justru bergabung bersama teman-teman yang sudah biasa nongkrong bersama. Banyak teman dan banyak cerita berawal dari kegabutanku ini. Jika diceritakan bakal panjang banget.
Pada dasarnya dia tidak melarang aku nongkrong sampai malam atau ngopi di luar, tapi dia paling tau kalau aku hanya semakin sering nongkrong sampai malam diluar ketika aku sedang ada masalah yang tidak kunjung terselesaikan atau sedang dalam fase emosi yang kacau. Kehidupan sosial dan hubunganku dengan teman-teman biasa sudah semakin merenggang apalagi komunikasi dengan dia, sudah semakin jarang. Kegiatan studiku mulai semberaut. Aku juga sudah jarang banget bahkan hampir tidak pernah lagi kumpul sama teman pengajian apalagi kesekre.
Aktivitas harian aku pun sudah berubah 180 derajat, berbeda jauh, dan tentu saja tidak sepadat dulu. Aku sudah jarang mengikuti event ini itu. Aku menarik diri dari banyak kegiatan, dari beberapa komunitas, dari organisasi, dan dari apapun yang berhubungan dengan keramaian dan kebersamaan untuk jangka panjang. Sekarang aku hanya… pagi bangun ya kalau ke bangun, pergi ke gedung X, pulang ke kost-an, pergi ke Z, pulang ke kost, tidur, pergi keluar, balik ke kost, tidur. Begitu saja terus sampai aku bosan. Kalau bosan aku akan bisa tidur seharian hampir 24 jam tanpa merasa apa-apa. Sudah hampir 2 tahun berlalu begini…
Bagian III: Ketiga Kalinya ke Bandrol MC Padang Ngopi Bareng Backpakeran Indonesia
SS IG Story @terryselvy
SS IG Story @terryselvy
June 24, 2019 Lanjut ngopi sembari diskusi bareng Backpackeran Indonesia yang telah kurang lebih 6 tahun berkelana keliling Indonesia dari Sabang-Merauke, Abang Gary Giovanniello P dan teman-teman Komunitas Jejak Palala, di @bandrolmcpadang.
Bagian IV: Ketiga Kalinya ke Bandrol MC Padang Lapak Baca Buku di Kedai Kopi
SS IG Story @terryselvy
SS IG Story @terryselvy
July 2, 2019 Kami ngopi sembari ngobrol malam dan buka lapak baca buku di @bandrolmcpadang. Maih bareng teman-teman Komunitas Jejak Palala, Backpackeran Indonesia ada Abang Gary, dan beberapa teman-teman lainnya.
Shoot by: @terryselvy
KOPIKU KOPIMU TERLIBAT RAHASIA: Hi babe, Do you miss me? Ini dini hari, apa tidurmu nyenyak? Apa aku ada dalam mimpimu? DON’T LET ME BE THE LAST TO KNOW! Terdengar seperti judul lagu Britney Spears?Wkwk. Aku punya beberapa cerita untuk aku bagikan denganmu (mungkin akan berlangsung SPAM postingan) setelah ini. Semoga kau membacanya.
call me Terry, and I’m Piscesian. Tau aku‘kan? Tau bagaimana seorang pisces sejati (pisces yang sudah berevolusi dan dewasa, bukan lagi tipe pisces Lele, sesuai referensi dari koh aMrazing), jika kamu sudah membuat sebuah janji denganku dan kamu tidak menepatinya atau emang berniat tidak menempati dari awal? Bersiap-siaplah. Aku adalah sipenagih janji, kalau istilahnya kata abangku, seorang Pisces akan menagih janjimu sampai seakar-akarnya. Jangan sembarangan membuat janji denganku.
Begitu juga dengan beberapa hal lainnya. Mungkin seorang Pisces akan terlihat santai di luar, tapi kamu nggak akan pernah tau, jika berurusan dengan ku, aku adalah gerakan senap yang paling hening. Jika sesuatu membuatku tertarik, aku akan sangat mendatail memperhatikan segala yang berkaitan dengannya. Kalau kata koh Alex, kekepoan dan jiwa detektif seorang Pisces untuk mencari tau pada apa yang ia inginkan bisa mengalahkan Sherlock Holmes. Tergantung level ketertarikanku, jika tidak menarik perhatianku, biasanya aku tak akan pernah peduli, secuek itu.
Jika mencoba bermain-main dengan seorang Pisces ocra. Aku adalah rekan main yang baik. Apalagi aku terlihat polos, rada suka lola alias loding lama (telMi), ngak nangkep maksud omongan tajam orang-orang, mikir apaan sih? Tampak tidak begitu pedulu diluar. Iya, luarannya aku begitu. Tetapi kamu tidak pernah tau didalam kata ‘hah, apa, gimana maksudnya, atau senyuman ketidak mengertianku’ ini adalah benteng pertahananku untuk menunda segala sesuatunya agar sesuai mauku. Saat itu, didalam aku lagi berfikir dan menyusun segala sesuatunya dengan baik untuk menghadapi serangan dari kamu.
Apalagi bermain Drama dan Playing Victim denganku, untuk mencapai tujuanmu, apapun itu. Mungkin upayamu terlihat mulus diluar, tetapi sejatinya tidak memengaruhi aku di dalam. Apa kamu lupa dengan siapa kamu berplaying victim? I’m Piscesian, Queennya. Haha.
Bagian V: Keempat Kalinya ke Bandrol MC Padang Aku Indonesia
Shoot by @terryselvy
Sate Padang Shoot by: @terryselvy
Ice Caffee Latte dan Milkshake The Outsider by Albert Camus Shoot by: @terryselvy
I’m @terryselvy at @bandrolmcpadang
Depan @BandrolMcPadang
August 15, 2019 Pasca 17-an kemarin, tidak sedikit aku dapati cerita bertema kemerdekaan. Cerita haru biru, bahagia, serta bangga menjadi bagian dari negara Indonesia, pun cerita pro dan kontra tentang kebijakan di negeri ini. Awalnya aku juga ingin membagikan cerita KEMERDEKAAN versi AKU, tapi aku terlalu mager dan males dengan tema MAINSTREAM seperti ini.
Intinya: Tanpa tampak merayakan. Tanpa ikutan membagikan cerita kemerdekaan, pun AKU INDONESIA, kok. Percayalah! I LOVE INDONESIA 🇮🇩 Bagaimana tidak, wong aku lahir, besar, dan tinggal di Indonesia.
Malam itu, aku diminta seorang teman cewek untuk menemaninya mampir ke sebuah kedai kopi di area GOR H. Agus Salim. Sembari menemani si temanku ini menunggu si Abang owner coffee shop, aku memilih duduk santai sembari menyeruput ice latte (dengan request: agak manisan ya, bang! Pesan aku pada si Abang baristanya). Kenapa ‘agak’ manisan? Malam itu, aku dalam mood yang kurang bagus.
Karena… Aku mulai menyadari bahwa, mungkin hubungan yang berantakan lebih baik. Tidak selamanya, tapi untuk saat ini. Karena, ya, ada banyak rencana dibatalkan beberapa menit lalu dan itu membuat moodku buruk. Ini mungkin karena aku lagi merasa bosan saja, atau mungkin juga karena aku tidak tau apa yang aku inginkan. Dan, setiap kali aku pikir aku gak apa-apa. Kenyataannya aku malah tidak baik-baik saja.
Maka, kupikir dengan sedikit tambahan rasa manis kali ini adalah pilihan yang tidak buruk. Walaupun efek jangka panjang tidak begitu bagus untuk kesehatanku. Setidaknya sampai moodku membaik. Aku tetap menyukai rasa manis ketimbang rasa lainnya. Hoho~
Setelah mengobrol Random beberapa saat, aku memilih ikutan makan sate, karena tergoda oleh salah satu barista yang kebetulan tampak menyukai sate malam itu. Padahal sekitar satu jam sebelum ke kedai, aku sudah makan kenyang di kost-an. Sepertinya aku tergoda bukan karena rasa laper, tapi hanya karena terbawa suasana malam, terbawa suasana pelampiasan badmood dan menu sate yang sukar untuk ditolak siapa saja. Wkwk. Tak apa lah. Toh, double makan malam, manis glukosa yang berlebih, tidak akan membuatku gemuk. Merdeka aja.
SS IG Story @terryselvy
SS IG Story @terryselvy
SS IG Story @terryselvy
Baiklah, segitu dulu cerita aku tentang Bandrol MC Padang. Next time, aku bakal mampir ke sini, lagi…
Sampai ketemu di kumpulan #ceritaTERRY@terryselvy) dan secangkir kopi berikutnya. Bye bye, Coffee Lovers!
Happy Saturday Night, Everyone! July 6, 2019 at @lekasngopi
Malam minggu, sendirian, dan nongkrong di kedai kopi yang baru opening beberapa hari lalu. Terry, ada cerita apa tentang kedai kopi satu ini? Hm. So, Let me tell you a story!
P.S: itu bukan efek editan, tetapi memang layar Notebook saya yang kotor akibat Notebook yang satu ini sering terabaikan, jarang banget dipakai, tak terawat 😦
Ngobrol tentang kedai kopi atau coffee shop atau bar kopi, ada banyak hal yang biasa sering aku amati. Mulai dari branding di akun media sosial mereka, lokasi letak atau tempat yang strategis, ke-unik-an dan ciri khas yang ditonjolkan, aneka menu dan keramahan yang ditawarkan, fasilitas, kerja sama, dan event yang diangkatkan, sampai ke.. siapa saja penggunjung setia tempat tersebut.
Pokoknya banyak sekali hal-hal menarik yang sering aku perhatikan, baik secara sengaja maupun kebetulan. Banyak banget… Kalau kata teman-teman sih, aku kurang kerjaan, sehingga punya waktu lebih untuk hal-hal seperti ini. Kalau ditanya suka, juga tidak. Hobby, juga bukan. Pecinta kopi, apalagi, jelas bukan salah satunya. Mungkin lebih tepatnya, memuaskan rasa penasaran saja.
Dari sekian banyak yang aku amati. Menurutku, setiap kedai kopi punya daya tarik masing-masing, sehingga para customersnya akan datang sekali atau datang lagi dan lagi. Seperti kedai kopi milik junior’16 kami yang baru opening beberapa hari lalu @lekasngopi, kesan pertama yang aku dapat pada tempat ini adalah keramahan. Menyapa aku dengan tatapan ramah, dapat menginformasikan dengan baik saat aku bertanya salah satu menu mereka (barista menguasai apa yang mereka tawarkan, komunikasi antara barista dan customers terjalin cukup baik), menawarkan dengan hangat kalau mereka menyediakan fasilitas ini itu. Keramahan lainnya, saat aku ngobrol dengan salah seorang bagian dari tempat ini, cukup baik.
Sama kita ketahui, sejauh ini, bisnis kedai kopi di kota ini bisa dikatakan berkembang dengan cepat. Belakangan ini saja, sudah banyak kedai kopi baru bermunculan. Apakah kedai kopi yang lama akan terabaikan? Belum tentu. Mereka punya cara masing-masing untuk mempertahankan penikmatnya untuk tetap setia datang pada mereka. Kalau kata temanku, sih, mereka harus memilih untuk jadi tempat nongkrong yang baik (1) atau justru untuk menghasilkan sungguhan kopi yang nikmat (2). Kalau bisa sih, keduanya balance. Walaupun retara masih di pilihan 1.
Hot Latte Art plus cookies choco Rp. 16.000,- di @lekasngopi Karena aku perdana ke sini, dapat hadiah stiker ini dong. Shoot by: @terryselvy Penampakan depan Bar Barista di @lekasngopi Colokan ada permeja, ada wifi gratis, dan ada permainan. Shoot by: @terryselvy
Baiklah, segitu dulu cerita aku tentang Lekas Ngopi. Next time, aku bakal mampir ke Lekas Ngopi, lagi…
Bagian II: Kedua Kalinya ke Lekas Ngopi (Full Story, SOON!)
Sampai ketemu di kumpulan #ceritaTERRY@terryselvy) dan secangkir kopi berikutnya. Bye bye, Coffee Lovers!
Malam minggu, sendirian, dan nongkrong di kedai kopi yang baru opening beberapa hari lalu. Terry, ada cerita apa tentang kedai kopi satu ini? Hm. So, Let me tell you a story!
P.S: itu bukan efek editan, tetapi memang layar Notebook saya yang kotor akibat Notebook yang satu ini sering terabaikan, jarang banget dipakai, takterawat 😦
Ngobrol tentang kedai kopi atau coffee shop atau bar kopi, ada banyak hal yang biasa sering aku amati. Mulai dari branding di akun media sosial mereka, lokasi letak atau tempat yang strategis, ke-unik-an dan ciri khas yang ditonjolkan, aneka menu dan keramahan yang ditawarkan, fasilitas, kerja sama, dan event yang diangkatkan, sampai ke.. siapa saja penggunjung setia tempat tersebut.
Pokoknya banyak sekali hal-hal menarik yang sering aku perhatikan, baik secara sengaja maupun kebetulan. Banyak banget… Kalau kata teman-teman sih, aku kurang kerjaan, sehingga punya waktu lebih untuk hal-hal seperti ini. Kalau ditanya suka, juga tidak. Hobby, juga bukan. Pecinta kopi, apalagi, jelas bukan salah satunya. Mungkin lebih tepatnya, memuaskan rasa penasaran saja.
Dari sekian banyak yang aku amati. Menurutku, setiap kedai kopi punya daya tarik masing-masing, sehingga para customersnya akan datang sekali atau datang lagi dan lagi. Seperti kedai kopi milik junior’16 kami yang baru opening beberapa hari lalu @lekasngopi, kesan pertama yang aku dapat pada tempat ini adalah keramahan. Menyapa aku dengan tatapan ramah, dapat menginformasikan dengan baik saat aku bertanya salah satu menu mereka (barista menguasai apa yang mereka tawarkan, komunikasi antara barista dan customers terjalin cukup baik), menawarkan dengan hangat kalau mereka menyediakan fasilitas ini itu. Keramahan lainnya, saat aku ngobrol dengan salah seorang bagian dari tempat ini, cukup baik.
Sama kita ketahui, sejauh ini, bisnis kedai kopi di kota ini bisa dikatakan berkembang dengan cepat. Belakangan ini saja, sudah banyak kedai kopi baru bermunculan. Apakah kedai kopi yang lama akan terabaikan? Belum tentu. Mereka punya cara masing-masing untuk mempertahankan penikmatnya untuk tetap setia datang pada mereka. Kalau kata temanku, sih, mereka harus memilih untuk jadi tempat nongkrong yang baik (1) atau justru untuk menghasilkan sungguhan kopi yang nikmat (2). Kalau bisa sih, keduanya balance. Walaupun retara masih di pilihan 1.
Hot Latte Art plus cookies choco Rp. 16.000,- di @lekasngopi Karena aku perdana ke sini, dapat hadiah stiker ini dong. oleh: @terryselvy
Penampakan depan Bar Barista di @lekasngopi Colokan ada permeja, ada wifi gratis, dan ada permainan. oleh: @terryselvy
____________________________________________ Okay. Sampai ketemu di kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi berikutnya… Bye bye, Coffee Lovers!
August 29, 2018 Night coffee with my dear friend and in the place that always makes me happy like home. Been a while since I met an many Padang’s cafe or resto that stands out from the crowd. And yes, this is everything I post on my personal account looks like a promotion, an endorsement to great tasting cuisine that helps raising the standard for Padang food (just attract tourists to visit my city, Padang). But NO, I’m not paid to say this. I’m not interested in becoming an endorsement (akun pribadiku ini adalah moodku hanya untuk berseng-senang, aku tidak suka sesuatu yang meribet). I promote or posting what’s good and worthy of my time and your attention. Give it a taste and I hope I can prove myself right.
Ko’Felexandro said: “These days we are so sensitive to the word endorsement or influencers, while the world is not black and white. I believe there are people who don’t do it just for the money. And even if they do, they push their best to still deliver the best & most authentic content they can.” Yeah, of course.
Just walking into a random cafe in Padang (well, not that random, we found it on social media accounts via Instagram guide, they were @vcoffees, I was interested and I had sent a message a few days ago about one of their desserts that looked tempting), you can find a real gem Actually, we were not far from the city center, dekat persimpangan dari akses jalan utama, tidak jauh dari salah satu icons kota Padang yaitu Mesjid Raya Sumatera Barat, so we weren’t expecting something extraordinary, just wanted a good coffee to go. But seeing their coffee and desserts we decided to stay there longer, and put in the bucket list to visit again and again… I guess we made the best decision! And their Chocolate Larva was the quite delicious no less than one i ever tired and their blackpanther was again If only all Padang cafes were like this. Eh, jangan ding. Entar nggak ada variasinya.
P.S. I told you, proteas are everywhere! So just go to the cafe and want to enjoy a cup of coffee with you (recommended @Vcoffees), in a small town of Padang. Who would like to join me in this “@Vcoffees?”. I couldn’t get enough of this pictures, so… it was quite difficult to choose just one photo I will post more photos about this @vcoffees in the future. Haha.
Bagian II: Kedua Kalinya ke V-Coffees Join Me For Cup Of Coffee (V-Coffees)
November 26, 2018 Join me for a cup of coffee! After weeks of passing by this spot in the neighbourhood, i finally walked into @Vcoffees for enjoy a cup of coffee last night and their cake ‘Cohocolate Larva’ didn’t disappoint – both with the coffee and the cake, the place, friendliness, wifi and music! Cohocolate Larva Cake Join me for a cup of coffee!
After weeks of passing by this spot in the neighbourhood, finally I walked into @Vcoffees for enjoy a cup of coffee last night and their ‘Cohocolate Larva’ cake didn’t disappoint – both with the coffee and the cake, the place, friendliness, wifi and music!
brightening up your mood this yesterday afternoon with a little pop of colour on this gloomy, rainy wednesday. // on my best friend’s recent visit to Padang from Padang Panjang (balik dari pulkam), we got the chance to sit down and catch up over things we love most: coffee. this time around, we decided to swap our daily dose of coffee with @Vcoffees‘s special of the week: Blackpanters ( would you try these? ).
Typically i’m not one to jump on the mixed coffee trend but when i found out that @vcoffees was doing them with 100% very well, I was sold! we had the coffee (black) and the chocolate (brown) off their new menu. next time, i have to pop-in to try another new menu! (P.S: they are delicious!).
I love playing tour guide when friends come and visit the city but given the current weather situation in Padang, i’d love to swap places and be in Vcoffees like this home instead.
Berawal dari kegabutan di siang bolong. Pengurusan surat BSS di suatu kampus (Universitas Negeri Padang-FIK) yang selesai dengan cepat. Gagal nonton gegara direcokin telpon dari orang entah-berantah, beberapa di antaranya wartawan dari beberapa awak media, dari media berita yang sering aku dengar seliweran sampai ke yang beberapa baru dan terdengar asing di kupingku. Ya sudah, kalau diceritakan ini bakal panjang buanget, lho (pending di postingan lainnya).
Setelah bosan di coffee shop veteran. Aku menelpon seseorang dan minta dijembut ke veteran. Ada beberapa kejadian diantara perdebatan mau ke mana kita, mau ngapain kita, sampai aku menggerutu akan hari yang barusan aku lewati, sampai kami nabrak motor berdiri, setelahnya kami kebingungan. Akhirnya, kami memutuskan nongkrong santai sambil cerita-cerita semi curhat di sebuah rumah coffee. Begitulah kami, saat sudah ngumpul bisa serba dadakan.
Nyampe, masuk, tegur sapa dengan si abang barista, mesan minum dan makanan, ngobrol dengan si abang owner (Beliau pun bertanya tentang berita yang lagi viral soal si kakak), milih meja dan duduk. My cabat permisi keluar katanya mau cek motor, aku pikir dia khawatir dengan lecet motornya pasca nabrak tadinya. Dia cukup lama juga baru balik ke meja. Eh, gak taunya pas balik bawa surprise, dong. Ada rainbow cake lengkap dengan tulisan ‘Happy Birthday’ dan sebuah lilin putih besar yang menyala. Plus sambil ngucapin Happy Birthday (aku bingung, ini dia nyanyi atau ngucapin aja, mbuhlah aku lupa). But, hey,,you! Thanks ya, beib.
Setelah cerita semi curhat panjang kali lebar. Aku update di Instastory tentang rasa kaget dan bentuk terima kasihku. Lalu, seseorang me-reply dan mengirimkan pesan untuk bergabung dengan kami, via DM ke Instagramku @terryselvy. Akupun ngasih tau, kami lagi di mana dan come join, dong.
Akhirnya, terbentuk lah formasi ‘CABAT’, setelah meeting singkat terkait pekerjaan (entah itu Program/Aplikasi/web) antara mereka berdua, yang aku enggak begitu paham. Kamipun melanjutkan dengan cerita-cerita seru sambil nyobain permainan, dari main Remi (gw menang mulu 😌) sampai main Uno Balok, ahh, ini gila hukumannya TRUTH or DARE. Masing-masing kami pun pernah kalah dan selalu milih truth (jujur), karena dare terlalu ekstrem di tempat umum yang lagi rame @vcoffees malam itu.
Bagian IV: Keempat kalinya ke V-Coffees Acara The Blogger Talk ke-5 Bareng Travel Blogger: Traveler Paruh Waktu (Barra)
April 28, 2019 #BloggerTalk: Blogger? Traveler Blogger?Hm. Aku menarik napas untuk ambil jeda, setelahnya diam sesaat. Kemudian aku mulai berfikir. Aku? Bisa nggak ya? Mungkinkah?
Aku suka membaca. Sedari umur 3 atau 4 tahun aku sudah diajarkan membaca. Di bangku sekolah hingga kuliahpun masih senang membaca. Membaca? Iya, dari membaca buku pelajaran, membaca jurnal, artikel, buku novel, komik, blog. Oh iya, ngomongin baca blog, aku mulai sering wara-wiri membaca blog setelah kenal buku pertama dari emak Ade alias emak Trinity Traveler, lalu aku mampir ke blog beliau.
Mampir ke beberapa blog menarik lainnya, seperti blog aMrazing oleh koh Alex, Dibaratdaya oleh Uda Dendy, KartuposInsta oleh koh Kenny, Lostpacker oleh Mas Sutiknyo aka Bolang, Catperku oleh Mas Fahmi, Backpack Story oleh Mas Ariev, Whatever Backpacker oleh Bang Adis Takdos, Catatan Backpacker oleh Bang Uyud, Mas Wira Nurmansyah, kak W, Mba Kadek Arini, Mba Anggey, Kak Satya Winnie dan Fajar Permana, dan beberapa blog lainnya yang menarik, sekarang sudah menjamur banyak sekali di Indonesia. Kalau untuk Luar, aku juga ada baca beberapa. Secara kebetulan, aku juga sempat ngobrol langsung maupun via media sosial dengan beberapa dari mereka.
Aku juga suka menulis. Tidak kalah dari membaca, sedari kecil aku diajarkan menulis. Di bangku sekolahpun aku menulis. Dari menulis rangkuman catatan pelajaran biar gampang dipelajari, menulis curhatan di belakang buku tulis, atau menulis curhatan di diary, menulis puisi alay di friendster (dulunya), menulis di email lalu kirim ke email lain, yang punya email masih aku juga, hingga menulis di Note ponsel, berlanjut menulis alay di beberapa media sosial yang kalau sudah bosan di edit, di private, bahkan sering ujung-ujungnya di delete. Menulis dengan tulisan yang tidak terarah, suka-suka, dan secara random. Apa saja asal aku suka dan aku maunya begitu. Enggak peduli A, B, C, Z, atau aturan kepenulisan. Iya, itu yang aku lakukan dari dulu. Tapi, sekarang, MALU sendiri.
Nah, aku suka membaca, aku juga suka menulis. Apakah bermodalkan ini saja aku bisa? Lantas, mungkinkah? Tentu saja jawabannya: Belum cukup. Buktinya aku belum bisa. Lantas? Bersambung…
Bagian V: Kelima kalinya ke V-Coffees Buka Puasa Bareng My roommate
May 15, 2019 Buka Puasa di luar dan quality time bareng teman sekamar kost sedari tahun 2015 sampai 2019. Aku tidak pernah pindah kost, berganti teman, atau bahkan berantem sama teman sekamarku. Tidak pernah! Dia anak yang baik, sopan, dan pengertian. Namanya Putri Kmarmila. Sudah lama aku ingin mengajak rommateku ini buat buka puasa bareng di luar, tapi ketimpuk jadwal mulu buka puasa sama yang lain. Maafkan!
Paket Menu Buka Puasa Kami (Aku Sudah Lupa Namanya)
Unboxing Buku Baru Kami (BUKAN) Sarjana Kertas
Baca ‘Senja dan Pagi’ dulu sembaru menunggu Waktu Buka Puasa
Mulai Ramai VCoffees
Akhirnya… Jam Buka Puasa!
Bagian VI: Keenam kalinya ke V-Coffees Selepas BukBer Live Music Bareng Iqbal Haqiqi Ridha
May 16, 2019 Selepas buka puasa bareng dedek-dedek emes dua orang (yang aku sudah lupa akun mereka, pun nama mereka, sekarang) dan seorang seniorku, bang Robby. Jadilah kita berempat mampir buat ngobrol perkenalan lebih lanjut, ditemani kopi, sembari menikmati live music di V-Coffees malam itu. Terima kasih!
Bagian VI: Keenam kalinya ke V-Coffees Bareng Orang-Orang Kece Secara Kebetulan
June 23, 2019 Malam itu di V-Coffee semeja bareng beberapa orang kece seperti Travel Blogger Barat Daya, Uda Dendy yang lagi pulang kampung dan besoknya mau kembali balik ke asalnya dan esoknya lagi bakal lanjut berkelana ke bagian timur negeri ini, kata beliau. Ada teman-teman relawan Sakola Alam Harau Payakumbuh: Gary dan Ucup. Ada Abang Mul Azmi, ada Abang owner Roni Pasla, ada Mc kondang Sumatera Barat, Abang Gesta, dan beberapa orang lainnya yang aku tidak ingat lagi siapa. Maaf!
Random Talk tentang Sakola Alam kedepannya dan tentang beberapa hal lainnya…
Bagian VII: Ketujuh kalinya ke V-Coffees
July 4, 2019 Nemanin teman ketemu mantannya dan teman-temannya yang juga teman-teman aku. Mereka lagi liburan ke Padang dari Jakarta. Eh, anak Bekasi ding. Hehe. Sembai ngopi malam, nikmatin live music, main games, ngobrol seru di V-Coffees malam itu. Dan, kita berakhir dengan Travel Night ke kota Bukittinggi bareng mereka sampai pagi balik lagi ke kota Padang. Lumayan Havefun, karena kita cukup akrab dari beberapa tahun lalu. Teima kasih, guys. Ntar mampir ke Padang lagi, berkabar saja ya!
Sherly Novia Putri, Pesel
Roni Efrimen, Bekasi
Kalah
Games
Makanan
Aku dan Sherly
Ketika Aslinya aku sudah lama kelar baca buku ini, nemu lagi malam itu di VCoffees. Akirnya hanya kebuthan foto doang lagi.
Teman-temanku
Mine
Baiklah. Next time, aku bakal mampir ke V-Coffees, lagi… Sampai ketemu di kumpulan #ceritaTERRY @terryselvy) dan secangkir kopi berikutnya. Bye bye, Coffee Lovers!