Bagian 24: Where Are we headed?

Dia mengambil barang bawaan dari tanganku. Dengan menampilkan seutas senyum penuh percaya diri, menjelaskan kepadaku secara rinci.

“Main Basket 1 kali seminggu, latihan Boxing 2-3 kali seminggu, kadang latihan Muay Thai sama nge-gym juga, kalo sempat.” Jawabnya enteng.

“Nggak ganggu kerjaan sama jadwal ngampus, apa……”, celetuk ku tertahan. Kemudian aku berpikir sejenak.

“Mr.so’sibuk?”, lanjutku bertanya dengan sedikit menambahkan embel-embel untuk mengejeknya.

Sebutan yang sengaja aku bikin lebay biar kedengaran bercanda, guna menyindir kebiasaan dia selama ini. Tetapi entah kenapa. Tetiba aku sedikit merasa kasihan. Lho, kok aku malah merasa kasihan? Tag. Aku langsung ingat betapa merepotkannya aku selama ini. Ckck.

Karena yang aku tau selama ini, dia adalah orang yang cukup sibuk. Entah mengapa, akhir-akhir ini dia selalu ada untukku.

Hal ini bermula karena aku. Semenjak aku menceritakan perihal kesehatan ku tanpa ditutup-tutupi kepadanya. Ah, apa aku tampak begitu menyedihkan dan lemah, sehingga dia merasa kasihan?

Dia menggeleng.
“Sore atau malam kok” ujarnya sambil nyengir.

Aku tersenyum miring mengejek.
“bener-bener ya kamu.” sebagai tanda akhir dari perdebatan kami. Mau tidak mau apapun yang dia katakan, aku akan tetap memilih percaya.

Dia tertawa. Karena merasa menang. Dia tau betul bagaimana makna dari kalimat terakhir ku. Kemudian kami pun berjalan menuju parkiran.

Oh ya, nanti sore mau nemanin aku, nggak?”

“Kemana?” tanyaku penasaran.

Dia menoleh sambil menatap jahil ke arahku “Ada deh…”

Aku menautkan kedua alisku yang terangkat. “Lapangan basket? Apa tempat latihan? Apa tempat gym?” tanyaku asal menduga.

Dia menggeleng lalu sedikit merunduk membuka bagasi sembari memasukan barang bawaan ku yang sedari tadi sudah berpindah ke tangannya. Tentu saja. Dia yang membawakan untukku.

“Nope. Tapi kalau masih ada waktu, abis dari sana mau ke salah satu tempat tadi juga boleh”

“Oke, Oke. Up to you”, aku mengangguk sebagai tanda menurut.

“Berarti, ntar sore nggak latihan dong?” cela ku.

Dia nyengir lagi, sembari menutup bagasi dan berjalan mendahului ku.

“Aku ‘kan belum memasuki jadwal TC, bisa izin kapan aja” jelasnya final. Tentu saja belum TC, kalau udah memasuki TC mana mungkin dia masih ada waktu kayak gini denganku -_-

Aku tertawa, lalu bergegas menyusul dia ke depan. Mendapati dia yang sudah membukan pintu mobil. Dengan segera aku masuk, “Thank you”

Next Chapter… #25
by
@terryselvy

#0029tsy

Orang dewasa akan merasa selalu ada alasan untuk melakukan sesuatu. Memiliki alasan untuk memulai melakukan segala sesuatunya. Terkadang tidak bisa dijelaskan, atau terlalu malas untuk menjelaskannya.

Hari ini juga, dimulai dengan hari yang tidak berbeda seperti sebelumnya. Hari yang tidak berbeda sama sekali. Tentu saja permulaan dari setiap hari, juga dengan bervariasi. Kemudian, inilah perjumpaan pertama ku dengan dia, yang telah terjadi pada saat itu.

Padang, 26 Februari 2018 (15.35 WIB)
Selamat Malam, kamu!
@tsystories
inframe: @sakurtahg

#0028tsy | Tanpa Melibatkan Perasaan

Boleh kah aku menyukai seseorang tanpa perlu terlibat perasaan?
Kenapa kau tidak menjawab, bahkan kau tertawa setelahnya. Apa pertanyaanku terlalu sulit atau bahkan terlalu konyol untukmu? Kau tau aku kan? Saat ini, apa kau tau? Aku tidak mau terlibat perasaan dengan dengan siapapun, akan tetapi kau terus baik dan ada buatku disaat-saat yang tepat. Apa aku boleh menyukaimu dengan cara ini? Dengan cara paling egois.
@tsystories

#0027tsy | Bagaimana Aku Bisa Melawan Perasaanku

Teruslah tersenyum.
Aku tidak peduli dengan itu sama sekali.
Bolehkah aku melawan hatiku?
Dan bagaimana aku bisa melawan perasaan ku?
Aku tidak bisa melawan sesuatu yang begitu meluap.

Apakah kita dapat melihat satu sama lain?
Situasi yang canggung? Jika merasa seperti orang lain yang berdiri disamping satu sama lain. Dan bagaimana hubungan akan berlanjut?

Situasi cinta yang tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Seperti dalam lagu “Jika kau mencintainya maka kau harus bertahan“. Ini akan berakhir disini lebih baik, hari itu.

Bisakah jarak membuat kita mengubah pikiran kita untuk mencintai orang lain? Sebelum apapun, ini sudah terlambat, atau hanya membiarkan garis waktu itu pergi. Apa kesimpulannya?

Seperti dekat tapi jauh, dalam sebuah hubungan yang tidak sama. Tidak ada hubungan yang tidak berubah, tidak ada hubungan yang sama. Ketika cinta datang ke persimpangan diakhir, jalan mana yang akan kita pilih?

Jika ada harapan, jangan takut! Kembalilah mempercayai dirimu sendiri, yang terbaik. Antara kita jika ada cinta, mungkin aku tidak akan mencintai seseorang lagi. Kau cukup mengerti.

Padang, 26 Februari 2018 (03.05 WIB)
Selamat Malam Cinta.
@tsystories

#0026tsy

Setelah semua yang berlalu.
Hening.
Keheningan yang canggung.

Panggilan telepon itu terasa sangat lama bagiku. Aku tidak tahu apa dan bagaimana pembicaraan mereka karena tidak bis ditebak dari ekspresi wajah dia.

Setelah itu dia berjalan ke arah ku, dan saat itu yang lain memutuskan untuk berkumpul. Dengan ekspresi wajah datar, dia menghadap dan mengatakan bahwa dia harus pergi secepatnya pulang ke rumah.

Semua seperti tiba-tiba terlihat lelah. Walaupun dia menyuruh kami untuk melanjutkan tetap bersenang-senang, tidak ada yang ingin bersenang-senang saat itu. Semuanya terdiam dan punya pikiran di kepala masing-masing, bagaimana pun juga aku lah yang paling banyak memiliki pertanyaan.

Di menyuruh aku untuk tetap tinggal dan bersantai di pantai dan berhenti meng-khawatirkannya, tepi bagaimana bisa aku melakukan itu sementara dia harus kembali pulang dan aku harus tetap tinggal dengan yang lain.

Kata Kota X terus terngiang di kepalaku berulang-ulang. Tidak bisa lepas. Ketika aku mendengar kata itu. Aku sangat takut.

Aku takut.
Aku tidak pernah berfikir akan terjadi seperti ini. Aku lelah menunggu dan hampir menyerah.

Padang, 25/02/2018
@tsystories

#0024tsy

Akhirnya aku kembali, iya aku rindu. Kita masih sama kan?”
Kalimat yang selalu kau tanyakan di kala liburan mu di sini. Dan aku hanya membalas pertanyan konyol mu itu dengan senyum. Tanpa kau perlu tau apa yang sedang aku rasakan. Bagiku kau itu antara kenangan dan harapan. Kau tidak pernah bertanya apa aku juga rindu, apa kita masih sama, atau aku sudah berbeda. Bagimu aku selalu sama, itu yang aku suka. #7years by: @tsystories

#0020tsy | Without Space

Aku tidak lagi punya ruang untuk rasa sakit, rasa bersalah, dan kerinduan dalam hatiku. Seberapa banyak lagi sekarang? Seberapa sakit yang harus ku dapatkan?

Hari ketika semua mimpiku terwujud, dan dia sekarang menjadi milikku, namun aku ditampar oleh kabar mengejutkan ini.

Apa ini? Apakah aku pantas mendapatkan tantangan lain? Apakah aku ditakdirkan selalu untuk gagal dalam hal kebahagiaan?

Seberapa banyak rasa sakit yang harus aku derita, jika dia meninggalkan ku sekarang, atau sebaliknya. Jika kami berpisah nantinya? Dan bagaimana jika aku diabaikan lagi? Dan bagaimana jika dia meninggalkanku tidak hanya untuk satu bulan, satu tahun, dan seterusnya? Bisakah aku terbiasa untuk sendiri? Pertanyaan-pertanyaan itu sepertinya tidak memiliki jawaban untuk saat ini.

Mampukah aku berpura-pura ceria dalam kesedihan dan kegelisaan ini? Aku akan mencoba pura-pura tertawa. Berpura-pura bahagia. Berpura-pura fokus dalam belajar. Dan berpura-pura sedang tidak memikirkan sesuatu. “Dibalik menyibukan dir ada sesuatu yang sedang berusaha dilupakan“.

Tapi pada akhirnya, aku tidak akan bisa lari dari kenyataan, jika aku memang sedang merasakan kesedihan yang mendalam. aku benar-benar sedang sangat sedih sekarang. sampai satu bulan perkuliahan di awal semester baru ini, aku mulai sibuk oleh kegiatan kampus.

Sial! semester kedua di tahun akhir ini ternyata lebih sulit dari yang ku bayangkan, walaupun perkuliahan dalam ruangan sudah tidak ada lagi, tapi yang lainnya memberikan tekanan yang luar biasa, cukup membuat ku stres.

Aku harus menyelesaikan setiap inci dan tahap dari penelitian ku di Laboratorium sana dan sini, harus menunggu hasil sampel yang aku kirim beberapa waktu yang lalu, sembari terus menghadapi dosen pembimbing untuk konsultasi, membaca beberapa referensi dan jurnal terkait objek penelitian, dan hal-hal yang penuh tekanan lainnya. tapi, aku sangat berterimakasih dengan berbagai kesibukan itu, sedikit demi sedikit aku mulai melupakan tentang dia.

Suasananya masih saja terasa sama bagiku, tetapi yang berbeda hanya satu, dia sudah tidak lagi ada untuk ku disini sekarang, sudah tidak perlu lagi aku khawatirkan saat mengecek Handphone.Bbahkan bayanganya saja sudah tidak bisa lagi dilihat olehku dimana-mana, dikontak chatting-anku.

Aku tidak bisa menahannya lagi…
Selamat! Aku sendirian sekarang.

Aku mencoba membiarkan diriku melepaskan semua kesedihanku. aku mulai menangis dalam kesendirian dan tidak malu untuk meluapkan rasa sedih itu. Beberapa detik berlalu, akhirnya aku menghentikan tangisan ku. karena aku mendengar ada yang mengetuk pintu kamarku, ternyata dia temanku datang membawa ice cream kesukaanku.

Ternyata temanku menyadari sikap dingin dan cuek ku akhir-akhir ini, pasti dia tau aku lagi banyak pikiran dan penuh tekaan juga. Dia sampai datang kesini ke kamarku, ingin memastikan apa yang dia lihat dan perhatikan adalah sesuatu yang benar atau salah.

Dia bertanya : “Sebentar lagi hari ulang tahunmu, kamu mau hadiah apa?”

Aku benar-benar melupakan tentang hal itu, karena pikiranku sibuk memikirkan hal lain. Dia dan Tugas Akhirku.

Biarkan aku berfikir sejenak. Sial! Bagaimana bisa dia mempengaruhi ku sebesar ini? Dia tidak peduli lagi padaku, tidak ingin ber-kabar denganku, membiarkan aku meunggunya, membiarkan aku khawatir kepadanya, membiarkan aku mengenang masa lalu akhir-akhir ini. Ahh, bagaiamana kau melakukan semua ini? Bagaimana bisa? Dia benar-benar meninggalkanku.

Aku ingin mengatakan jika ini bukan akhir dari ceritaku. Cerita ini belum benar-benar lengkap dan belum selesai. Aktor dari cerita ini harus disembuhkan, yaitu Aku. Cinta itu tentang perasaan bukan dengan pikiran. setelah ini aku tau aku bisa bahagia.

Selamat, Aku Sendirian Sekarang!
Padang, 24 Februari 2018 (18:15 WIB)
@tsystories

#0019tsy | Food is Love

Masakan mampu membuat kamu mengingat kenangan di masa lalu. Masakan yang enak bisa membawamu pada sebuah petualangan. Pada sebuah perjalanan yang baru, ke tempat yang jauh. Masakan bisa mengambil dua bahan masakan yang berbeda dari ujung buku resep yang berlawanan, dan membawanya bersama dalam harmoni yang sempurna, atau bisa mengambil bahan masakan yang biasa, sesuatu yang umum, dan merubahnya menjadi sesuatu yang baru, yang istimewa dan menyenangkan. Masakan bisa membuat yang mustahil menjadi mungkin. Tapi, dari semua yang terbaik adalah, masakan enak yang bisa mengumpulkan orang bersama-sama. Ini adalah ungkapan cinta yang paling puncak dari masakan yang terbaik dan masakan yang terhebat dari semuanya, adalah makanan keluarga. Karena siapa yang memberimu makanan lebih baik ketimbang orang-orang yang kau cintai.

Culinary enthusiast,
Padang, 24 Februari 2018 (17:11 WIB)
@tsystories
#foodlover #foodstories

#0018tsy | Option: Love is ?

Waktu terus berubah (berlalu), semua orang di sekitar kita telah berubah. Tapi, kita masih tetap sama, kan? “. Kalimat itu terdengar familiar bagiku, saat membaca salah satu note itu. Di sepertiga malam kali ini, aku kembali berkutat dengan note handphone-ku, merangkai kata demi kata menjadi sebuah kalimat tempat curhat kesukaanku, akhir-akhir ini.

Sepanjang perjalanan dalam hidup manusia. Biasanya kita akan menemukan banyak pilihan dan cara atau jalan berbeda. Mereka memiliki jawaban sederhana, seperti hanya memilih antara ‘kiri‘ atau ‘kanan‘, ‘hitam‘ atau ‘putih‘, dan seterusnya. Banyak pilihan ditawarkan dan dilewatkan ke dalam hidupku, aku hanya memiliki peluang waktu sebentar, kira-kira beberapa detik untuk memutuskannya. Sebaiknya kita hidup sendiri-sendiri. Kita punya hak untuk memutuskan apa yang kita inginkan, bukan?

Tapi hari ini, sekarang, dan saat ini. Berada di persimpangan antara dua pilihan sederhana itu. Dan aku berperan sebagai pemainnya, lagi. Kenapa saat itu aku merasa seperti terpaksa dengan sebuah pilihan, dan aku harus memilih. Hatiku hancur saat itu. Dan seharusnya kita tidak bertemu. Cinta tidak menghasilkan apa-apa, selain dari dirinya sendiri. Cinta tidak memiliki dan tidak akan dimiliki, karena cinta itu hanya cukup untuk jawabannya, cinta.

Jika itu (cinta) pantas menemukan mu. Hatiku benar-benar hancur saat ini. Karena cinta tidak memiliki keinginan lain selain untuk memenuhi dirinya sendiri. Untuk mewujudkan tujuan cinta itu sendiri. Sama seperti, jika kau memiliki cinta kau harus menyirami dan merawatnya agar tumbuh seperti yang seharusnya untuk mewujudkan keinginan cinta itu sendiri.

Saat matahari sudah tidak ada lagi, terbenam. Esok, biasanya kita akan menemukan banyak cara berbeda, banyak pilihan yang berbeda lagi. Mereka tetap masih memiliki jawaban sederhana ‘siang‘ atau ‘malam‘, ‘benci‘ atau ‘cinta‘, dan demikian seterusnya.

Maka aku sadar dunia ini bulat, roda itu juga bulat dan berputar. Pertama, aku membuka hati dan menemukan itu (cinta) tidak seharusnya, itu (cinta) seharusnya tidak kita temui. Pertama lagi, aku tidak serius jatuh cinta dan terus berbicara, ber-kabar, dan melanjutkan nya. Untuk menjadi sarkastik seseorang yang tidak pernah tertarik padaku.

Tapi ketika aku membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama (tidak sebentar atau se-persekian detik seperti yang lalu) aku bisa mengetahuinya. Aku tau bahwa kamu lebih baik, aku seharusnya tidak menyakiti mu. Aku ingin mengakhirinya. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengatakannya. Tau kah kamu aku tidak baik denganmu? Taukah kamu aku pada awalnya dulu tidak pernah serius denganmu? Jika kamu sudah tau, maka sekarang, putuslah denganku dan temukan orang baik, yang baru. Tinggalkan aku disini. Orang baik sepertimu. Percayalah, kamu bisa menemukan yang baru dengan mudah. Aku ingin mengirim mu ke cakrawala dengan kebebasan.

Sebelum mata hari terbenam berikutnya, aku tidak ingin kamu menjatuhkan harapan dan hidupmu dengan orang seperti ku. Taukah kamu, boy? Aku curang padamu. Taukah kamu aku tidak pernah mungkin bisa serius denganmu. Break up with me and find new one, okay? Tinggalkan aku disini. Love gives naught but itself and takes naught but from itself. Love possesses not nor would it be possessed. For love is sufficient unto love. If it finds you worthy, my heart was broken as the same. Because love has not other desire but to fulfill itself.. Thanks for all your kindness and love to me.

Break up with me and find new one,
Padang, 20/02/2018
@tsystories
#loveislove #option

#0017tsy | Not Aware

Jika kau mempertanyakan seberapa besar keyakinanku pada hidupku sendiri, tak akan sebanding dengan bulir-bulir gelembung buih di lautaan yang terlupakan dalam keheningan. Tak cukup juga dengan dinginnya sunyi yang terhempaskan gelombang pada malam hari ditepian pantai pada sebuah pulau tak berpenghuni.

Andai kau jadi diriku untuk sedetik saja, aku yakin kau tak akan pernah melepas genggam waktu disaat cahaya kilat berubah petir penyambar dibawah gaungan gemuruh mengancam, meraung-raung dibalik awan hitam nan kelam, walau untuk sejenak lenyap.

Tapi sayang sekali, kau merugi dengan terlalu lama berdiam diri menatap tetesan hujan di sore hari ini. Hanya hujan, yang mengingatkan ku pada pada diriku sendiri, siapa aku dan apa tujuan ku ada di sini. Aku mencoba mengendalikan diriku sendiri, mencoba meredam ego, mencoba menghibur diri dan mencoba menikmati setiap yang ditawarkan padaku.

Padang, 20 Februari 2018 (00:07 wib)
not-Aware ^^
@tsystories

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai