BAGIAN 15: Miserable Weather

Keluar dari Gramedia. Aku sedikit dikagetkan dengan suasana di luar. Tampak cuaca yang tidak bersahabat. Angin kencang, udara yang menusuk dingin, dan hujan. Guyuran hujan yang cukup deras memaksa ku untuk mengurungkan langkah meninggalkan gedung Gramedia.

Aku tidak mungkin melanjutkan langkah ku untuk pulang ke rumah. Bahkan kendaraan pun aku tidak punya. Mau merepotkan siapa? Toh, aku tidak punya banyak teman yang care. Dia juga lagi sibuk latihan.

Memesan kendaran online (car) pada cuaca buruk (jika urgent) ini salah pilihan yang tepat, tapi… Lagi-lagi ini bukanlah keadaan Yang darurat. Tidak memungkinkan, karena satu dan beberapa alasan klise lainnya.

Namun, aku tidak mungkin berbalik, masuk ke dalam gedung Gramedia. Apa yang aku butuhkan telah ada di tanganku. Lagian di dalam cukup membosankan. Sebagai seseorang yang tidak begitu menyukai keramaian, keadaan di dalam Granedia sore itu sudah cukup membuatku merasa pusing. Berada lama di antara ratusan pengunjung yang memenuhi setiap sudut di setiap lantainya. Energiku seperti terserap habis dengan cepat, membuatku merasa lelah dan lemas dalam puluhan menit saja.

Bagaimana pun, aku tidak mungkin menunggu hujan hingga reda. Berdiri sendirian di lobby begini, bukanlah pilihan yang tepat. Lobby yang begitu sepi, tidak ada tempat duduk, dan udara luar yang begitu dingin langsung terasa menyapu kulit. Jika hujan nya bertahan cukup lama, bisa saja saat kembali aku akan terserang deman.

Belum tampak tanda-tanda hujan mau reda, atau berhenti dalam waktu dekat.

“Bagaimana caranya agar aku bisa pulang?” rutukku dalam hati.

Aku bukannya tidak menyukai hujan, tetapi terjebak oleh hujan dalam suasana yang tidak mendukung begini, membuatku sedikit kesal.

Aku mulai memikirkan alternatif lain. Apa ya, kira-kira yang bisa aku lakukan? Atau mau menghabiskan waktu di mana ya sembari menunggu hujan reda?

Nah, tetiba aku ingat. Gramedia ‘kan berada di pusat kota. Banyak tempat yang cukup nyaman di dekat sini. Tapi, ke mana? Yang dekat banget sih enggak ada.

“Apa aku nyari tempat nongkrong aja kali ya?”, gumam ku sembari mengingat tempat ngopi terdekat. J.Co Plaza Andalas (PA), sih pikirku.

Next Chapter… #16
by @terryselvy

Diterbitkan oleh Terry Selvy

I Tell The Truth Through My Story

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai