Singkat cerita, beberapa menit setelah memesan kendaraan online. Akupun tiba di sebuah mall di pusat kotaku. Aku langsung masuk ke dalam, berjalan ke arah salah satu tempat yang ingin aku tuju. J.Co Donuts and coffee shop yang cukup nyaman untuk bersantai, juga sebagai tempat pelarian ku dalam mengurai waktu hingga hujan mereda.
Gerai ini berada tepat di pojokan mall. Aku cukup sering ke sini. Untuk sekedar ngopi di kala aku menunggu giliran jam tayang sebuah film. Untuk memperoleh beberapa donuts disaat ada teman-temanku yang mau main ke rumah. Atau hanya sekedar jadi tempat hangouts untuk bertemu teman-teman, ngobrol-in beberapa hal dan menghabiskan waktu. Jadi tidak terlalu sulit untuk menemukan tempat ini.
Tanpa sadar aku sudah berada di ambang pintu masuk. Ku lirikan pandanganku ke dalam ruangan, penampakan yang cukup mengkhawatirkan. Apa lagi… kalau bukan keramaian, antrian panjang, dan meja-meja yang dipenuhi pengunjung dari yang berpasangan hingga beramai-ramai group.
“Huff, ramai banget. Apa-apaan ini antriannya”, gumam ku menarik napas yang terasa berat.
Kuputuskan untuk memesan secangkir kopi terlebih dahulu. Karena antrian di kasir 2 (kopi) tampak kosong, sementara antrian di kasir 1 (donuts) sebaliknya, bajibun.
“Ada yang bisa di bantu kak, mau memesan apa?”.
Kurang lebih seperti itu sambutan ramah di bareng sebuah senyuman tulus dari si’Abang yang berada belakang kasir. Melihat dari pakaiannya, aku tau dia bukan seorang kasir yang biasanya melayani ku, melainkan seorang barista.
“Hot Cafe Latte yang kecil (Uno) 1, kak” kataku sembari tersenyum.
“Itu aja, kak? Ada tambahan lagi?”, tanya dia menawariku.
“Hm…”, aku berfikir sejenak.
“Boleh minta tolong nggak, kak. Mau donatnya satu ya?”, kataku pelan, lalu melirik ke samping tempat antrian panjang di depan etalase donuts berada.
“Haha, boleh kak. Satu banget nih donatnya? Mau rasa apa kak?”, tanya dia sembari tertawa kecil yang terdengar seperti mengejek bagiku. Apa yang salah dengan ‘satu banget’ ini.
“Iya, kak. Cheesecakelicious aja“, jawabku santai.
“Tunggu bentar ya kak, di ambilin dulu”, katanya sembari berlalu mengambil piring kecil dan 1 buah donat pesananku.
Next Chapter… #17
by @terryselvy

