One Day Trip Pariaman: Hari Nusantara 2019 di Pantai Gandoriah

one-day-trip-pariaman-hari-nusantara-2019-di-pantai-gandoriah

Hello, Salam Nusantara!
Apa kabar? Gimana weekend kemarin? Pada seru, kan? Seru dong. Masa nggak pula, iya kan? By the way, ini sudah dekat akhir pekan lagi, lho. Nah, mari berbagi cerita seru denganku! I have a story to tell you is about Pariaman sebagai tuan rumah Hari Nusantara 2019.

Hari ini adalah tanggal 13 Desember 2019. Kamu sudah tahu hari ini, hari apa?

Hari Nusantara
Hari Nusantara merupakan perwujudan dari Deklarasi Djuanda yang dicetuskan oleh Perdana Menteri Indonesia, Bapak Djuanda Kartawidjaja, pada tanggal 13 Desember 1957. Deklarasi ini dianggap sebagai Deklarasi Kemerdekaan Indonesia Kedua setelah Deklarasi Kemerdekaan Indonesia yang dilaksanakan pada 17 Agustus 1945 yang dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan didampingi Drs. Mohammad Hatta, 12 tahun sebelumnya.

Melalui deklarasi ini, Indonesia merajut dan mempersatukan kembali wilayah dan lautannya yang luas, menyatu menjadi kesatuan yang utuh dan berdaulat (tentang hari nusantara selengkapnya bisa baca di sini). Tujuan kita memperingati Hari Nusantara adalah bentuk penegasan dan pengingat bahwa Indonesia adalah sebuah negara kesatuan yang tidak terpisahkan, yang terdiri dari daratan dan lautan.

Aku masih ingat dengan salah satu pertanaan saat acara ‘Temu Netizen’ di Padang beberapa hari lalu, bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Memiliki lebih dari tujuh belas ribu pulau yang sebagian besarnya belum memiliki nama dan tersebar di seluruh perairan Indonesia. Di mana fungsi dari pulau-pulau tersebut adalah sebagai pemersatu bangsa. Semua perairan yang menghubungkan daratan atau pulau ini adalah bagian dari NKRI.

Nusantaraku Berdaulat, Indonesiaku Maju❞

—Tema Hari Nusantara 2019
one-day-trip-pariaman-hari-nusantara-2019-di-pantai-gandoriah
Rangkaian Agenda Kegiatan Hari Nusantara 2019 di Pariaman

Kota Pariaman
Pariaman dipilih sebagai tuan rumah pada peringatan Hari Nusantara 2019 ini, karena disamping daratannya terdapat 6 pulau kecil non urban diantaranya, Pulau Angso Duo, Pulau Kaiak Tangah, Pulau Ujung, Pulau Bando, Pulau Gosong, dan Pulau Gugus Karang. Pariaman memiliki daratan seluas 13,36 KM per segi, terletak pada 00 33’00”-00 40’43″LS dan 1000 10’33”-1000 10’55″BT, berbatas di sebelah utara dengan Kecamatan V Kampung Dalam dan V Koto Timur, sebelah timur dengan Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, sebelah selatan dengan Kecamatan Nan Sabaris dan Ulakan Tapakis, yang semuanya dalam wilayah Kabupaten Padang Pariaman, dan sebelah barat dengan Samudera Hindia (kamu bisa baca pada geografis kota Pariaman, di sini). Pariaman memiliki panjang garis pantai lebih kurang 12,7 KM yang bersih dan rapi. Selain itu yang paling mendasar, adalah karena sejarah panjang Kota Pariaman sebagai pelabuhan laut dari zaman Portugis datang ke Indonesia, dan sekarang pun laut menjadi andalan bagi wisata Kota Pariaman.

Jika kita menelisik jauh ke belakang, dapat diketahui bahwa Pariaman merupakan salah satu kota tertua yang terletak di pesisir pantai barat Sumatera. Di mana jauh sebelum bangsa Belanda datang ke Indonesia, Pariaman sudah disinggahi oleh kapal dagang bangsa asing seperti Portugis, Inggris, India, Persia, Cina, dan Arab. Selain itu, daya tarik tersendiri dari kota ini, adalah berbagai ragam seni budaya tradisional, peninggalan sejarah, potensi alam yang indah terutama pantai, pulau, dan lautnya, kerajinan masyarakatnya, dan yang tidak boleh ketinggalan adalah kuliner khas Pariaman yang sangat menggoda selera.

Apa yang Kamu Pikirkan?
Saat mendengar kota Pariaman, maka yang harus terbayang di pikiranmu adalah seni budaya Tabuik, adat istiadat yang kental dan unik dengan sistem kekerabatan matrilineal, pantai cantik dengan beberapa pulau yang apik, aneka kuliner seperti Sate Pariaman, Sala Lauak, Gulai Kapala Ikan Karang, dan lain sebagainya. Oh iya, satu lagi tambahannya yang aku ingat mengenai Pariaman, saat ngobrol dengan Bapak Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Pariaman kemarin yaitu kearifan tradisi lokal bahwa Ajo (Lelaki) Pariaman itu bajapuik. Apa itu? Haha. Silakan ditambambahkan sendiri di kolom komentar ya, apa lagi yang kamu pikirkan saat mendengar kota Pariaman?

  • one-day-trip-pariaman-hari-nusantara-2019-di-pantai-gandoriah
  • one-day-trip-pariaman-hari-nusantara-2019-di-pantai-gandoriah
  • one-day-trip-pariaman-hari-nusantara-2019-di-pantai-gandoriah
  • one-day-trip-pariaman-hari-nusantara-2019-di-pantai-gandoriah

One Day Trip Pariaman:
Aku, Bloggers, Influencers dan Team @ayokepariaman

Sabtu, 7 Desember 2019. Dalam rangka memperingati Hari Nusantara di tahun ini (Hari Bahari yang disebut juga Hari Kepulauan), aku dan rekan-rekan Bloggers, Influncers, bersama team #AyokePariaman pada beberapa hari yang lalu, mendapatkan kesempatan khusus untuk ikut memeriahkan dan berpartisipasi dengan langsung mengunjungi kota ini dalam kegiatan One Day Trip Pariaman.

Yuk, simak seperti apa keseruan kami seharian kemarin di kota Pariaman (Check it out!)

Doc.TERRY: One Day Trip Pariaman, Hari Nusantara 2019 di Pantai Gandoriah

Di Kota Pariaman, Ada Apa Saja?

Sebagai kota yang Berbudaya dan Islami, Pariaman juga merupakan kota yang memiliki prospek yang sangat bagus dalam bidang Pariwisata untuk dikunjungi dan di explore. Pariaman memiliki paket wisata lengkap dengan budget yang bersahabat.

Mulai dari Wisata Religi, ada Masjid Raya Pariaman (dibangun pada 1 Muharram 1300h/1987 M), Masjid Raya Badano dan Guci besar Badano yang cukup tua (dibangun pada akhir abad ke-19), Masjid Muhammadiyah (dibangun sejak 1929), Masjid Nurul Bahari Pantai Gandoriah dan beberapa lainnya.

Untuk Wisata Kuliner, tentunya Kota Pariaman jangan diragukan lagi. Lidah kamu pasti akan dimanjakan. Siap-siap balik berwisata dari Pariaman harus workout. Akan tetapi, selagi kamu di kota ini jangan pernah berfikir untuk diet. Percayalah, kamu akan menyesal! Hehe. Kuliner dan oleh-oleh khas Pariaman, ada aneka sala (sala bulek, sala lauak, sala udang, sala cumi), ada Sate Pariaman, Nasi Sek, Nasi Sala, Gulai Kepala Ikan Karang, Katupek aneka gulai (gulai tunjang, gulai pakis, atau gulai sayur biasa), Ladu Arai Pinang, Kipang Kacang, rakik, dan lain sebagainya.

Untuk Wisata Maritim dan Bahari, sebagai kota yang berada di pesisir barat Sumatera, tentunya Pariaman memiliki keunggulan di potensi wisata ini dan lumayan berkembang pesat akhir-akhir ini. Diantaranya Pariaman memiliki Keindahan bawah laut, memiliki pantai nan cantik seperti Pantai Gandoriah, Pantai Kata, Pantai Cermin (ada Taman Anas Malik). Memiliki beberapa pulau nan apik, seperti Pulau Angso Duo, Pulau Kasiak (Berpasir putih, kaya terumbu karang, dan ada Tower 30 M), Pulau Tangan, Pulau Ujung, Pulau Gosong dan Pulau Bando. Serta ada Muara Manggung, Konservasi Penyu, Huntan Manggrove, dan beberapa wisata bahari lainnya.

Untuk Wisata Budaya, Pariaman terkenal sebagai salah satu kota akan budayanya. Teman-teman tentu pada tahu, dong, dengan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Pariaman yang sangat terkenal dan diadakan setiap tahunnya, dan ada Rumah Tabuik Pariaman. Kota ini juga memiliki beberapa wisata budaya selain Tabuik diantaranya, ada Festival Malamang dan Makan Bajamba, serta ada beberapa festival budaya serta kesenian anak nagari lainnya. Ada Silat, Tari Indang, Salawaik Dulang, Dabuih, Rabab Pariaman pada acara alek nagari, Gandang Tasa, dan lain sebagainya (Untuk gambar, tidak aku sertakan karea wisata ini sifatnya musiman dan kebetulan saat aku berkunjung ke Pariaman tidak pada musimnya. Maaf).

Pariaman juga memiliki Wisata Buru, diantaranya ada Wisata Baburu Tupai, Baburu Babi (bisa dikategorikan wisata olahraga juga, sih). Wisata Olahraga, ada Mancing Mania, Tour De’ Singkarak, Pariaman Bakicau Walikota CUP, Pariaman Internasional Triathlon, Kejuaraan Sepatu Roda, Liga Sepak Bola antar Club, Kejuaraan Bulu Tangkis, Kejuaraan Tenis Lapangan, dan beberapa lainnya. Juga ada Wisata Petualangan, seperti Pariaman Trabas Adventure dan juga ada Wisata Ekologi, seperti Konservasi Penyu dan Huntan Manggrove.

Selain kaya akan potensi pada berbagai jenis destinasi wisata tersebut, Pariaman juga memiliki beberapa cagar budaya dan peninggalan sejarah seperti, Rel dan Stasiun Kereta Api (yang masih berfungsi sampai saat ini), Bangunan-bangunan tua pada zaman penjajahan yang berarsitek Kolonial (yang beberapa di antaranya sudah mengalami rehap dan perubahan sesui fungsinya saat ini), benteng peninggalan jepang yang kabarnya tersebar hampir di seluruh kecamatan di Pariaman, juga ada bangunan Masjid Kuno, makam tokoh Islam, dan beberapa lainnya.

Nah, yang paling aku ingat sampai sekarang itu adalah peninggalan berupa lubang atau lorong ke dalam tanah sebagai tempat persembunyian bagi masyarat pada zaman perang terdahulu. Setiap keluarga atau satu rumah pasti memilikinya satu juga, dan mendiang Nenek buyutku, kami memilikinya satu, masih ada sampai saat ini. Berupa lorong persembunyian (dikala perang pecah pada zamannya) berada jauh di bawah tanah seperti ruangan-ruangan rumah juga di dalamnya dengan pintu menuju luar itu sangat kecil dan sempit cukup untuk masuk satu orang saja, agak merunduk pada tebing dan cukup tersembunyi dari luar. Tapi di dalamnya cukup besar untuk satu keluarga bersembunyi dan berhari-hari. Sewaktu kecil aku sering bertanya kepada Nenek akan lorong tersebut, bahkan kami beberapa kali masuk ke dalam, yang saat itu telah beralih fungsi bagi nenekku sebagai tempat karbit (Param) buah manggis. Hehe. Kalau sekarang sih, aku enggak berani lagi masuk palingan lorongnya jadi tempat sarang ular atau apalah #serem. Eh, ini termasuk peninggalan nggak sih? Wkwk. Stop curhat, Next!

Dokumentasi Keseruan Bareng di Pariaman Kemarin

Ayo ke Pariaman!
Hari Nusantara, 14 November 2019
di Pantai Gandoriah Pariaman

Selamat Hari Nusantara 2019, Negara Kesatuan Republik Indonesia!
Nusantaraku Berdaulat, Indonesiaku Maju

Panduan Berwisata di Kota Pariaman


Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Nusantara
2019. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman: Pesona Kota Pariaman (Buku Panduan Wisata Kota Pariaman)


Diterbitkan oleh Terry Selvy

I Tell The Truth Through My Story

8 tanggapan untuk “One Day Trip Pariaman: Hari Nusantara 2019 di Pantai Gandoriah

  1. Waaah ada pos soal Pariaman hehehe 😀 jadi kangen mau ke sana~

    Ada satu makanan semacam snack mungkin ya jenisnya, yang sering saya makan kalau lagi di Pariaman. Bentuknya bulat-bulat warnanya kuning ke orange, namanya Sala kalau nggak salah. Itu enak sekaliiiii. Kalau makan bisa sampai mau nambah sepuluh kali 😀 Semoga one day saya bisa main ke Pariaman lagi hehe.

    Salam kenal mba Terry~

    Suka

    1. Hello, Kak creameno.com
      #AyoKePariaman lagi, kak!
      Wuah, benar kak, Sala Lauak (ikan) atau Sala bulek (bulat) namanya, kak. Memang inilah khas dan primadonanya cemilan kota ini sebagai kota bahari dan penghasil ikan, mereka mengolahnya menjadi aneka makanan (gulai kepala ikan, aneka seafood, rakik yang ada ikan/udang/kepiting/etc.) juga sala, kak. Berkabar saja nanti jika kakak mampir ke kota Pariaman lagi, ya.

      Salam Kenal kembali kak 🙂
      @terryselvy

      Suka

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai