5. Bacarito Tentang Kopi

Hello, coffee lovers!Mari menikmati kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi.#CeritaTerry about: @bacaritokopi. ____________________________________________ Bacarito tentang Kopi. Jika orang-orang datang ke bar kopi or coffee shop bersama teman, kerabat, rekan atau pasangan mereka, untuk menikmati secangkir kopi dan beberapa cemilan. Sembari hang out di cafe modern dengan desain unik, nongkrong ala anak kekinian. Bacarito, berkeluhLanjutkan membaca “5. Bacarito Tentang Kopi”

4. Me-TIME (Solok Radjo)

Hello, coffee lovers!Mari menikmati kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi.#CeritaTerry about: #SolokRadjo____________________________________________ “me-time” is important! 🤓 Guilty of checking your phone first thing in the morning and feeling frazzled, rushed and stressed-out? same. 🤦🏽‍♂️ Like most people, my alarm clock is my phone and as soon as i hit snooze in the morning, iLanjutkan membaca “4. Me-TIME (Solok Radjo)”

3. Happy Satnight, Lalito Coffee Bar!

Hello, coffee lovers! Mari menikmati kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi.#CeritaTerry about: @lalitocoffeebar____________________________________________ 1 September 2018by @terryselvy New month, new mindset, new focus, new start, new intentions and lastly new results. 🙏🏽 ✨ reflecting upon the September madness and starting from ground zero this month. (s/o to my @terryselvy l for keeping me onLanjutkan membaca “3. Happy Satnight, Lalito Coffee Bar!”

2. Join me for a cup of coffee (V-coffee’s)

Hello, coffee lovers!Mari menikmati kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi.#CeritaTerry about: V-COFFEE’S ____________________________________________ Join me for a cup of coffee ☕ After weeks of passing by this spot in the neighbourhood, i finally walked into @Vcoffees for enjoy a cup of coffee last night and their cake ‘Cohocolate Larva’ didn’t disappoint 🌴– both withLanjutkan membaca “2. Join me for a cup of coffee (V-coffee’s)”

1. Vcoffee’s like home

Hello, coffee lovers!Mari menikmati kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi.#CeritaTerry about: V-COFFEE’S____________________________________________ Night coffee with my dear friend and in the place that always makes me happy like home. Been a while since I met an many Padang’s cafe or resto that stands out from the crowd. And yes, this is everything I postLanjutkan membaca “1. Vcoffee’s like home”

Bagian 24: Where Are we headed?

Dia mengambil barang bawaan dari tanganku. Dengan menampilkan seutas senyum penuh percaya diri, menjelaskan kepadaku secara rinci. “Main Basket 1 kali seminggu, latihan Boxing 2-3 kali seminggu, kadang latihan Muay Thai sama nge-gym juga, kalo sempat.” Jawabnya enteng. “Nggak ganggu kerjaan sama jadwal ngampus, apa……”, celetuk ku tertahan. Kemudian aku berpikir sejenak. “Mr.so’sibuk?”, lanjutku bertanyaLanjutkan membaca “Bagian 24: Where Are we headed?”

Bagian 23: Bury The Hatchet

Setelah beberapa menit mematung. Menjadi pengamat atas kelakuan sok rapi dia pada Story #22: You’re Late. Aku mulai bosen berdiri. Karena dari tadi aku sudah berdiri amat cukup lama. Maka, aku ber-inisiatif duluan untuk berdamai. Toh, apa yang terjadi sudah berlalu dan bukan kesalahan dia juga. Aku saja yang terlalu manja tidak ber-inisiatif untuk naikLanjutkan membaca “Bagian 23: Bury The Hatchet”

Bagian 22: You’re Late

Setelah kejadian pada story #21:Right Here Waiting for You. Beberapa jam kemudian… “Udah selesai? Sorry ya, lama nunggu. Tetiba, mendadak aku dipanggil sama dosen pembimbing tadi. Belum sempat ngabarin. Eh, ponselku lowbatt.” Sesalnya sedih dengan beberapa pernyataan beruntun sekaligus beberapa tarikan napas yang belum stabil, saat melihatku dengan wajah sedikit ditekuk. “Iya, gapapa. Kalem. AkuLanjutkan membaca “Bagian 22: You’re Late”

Bagian 21: Right Here Waiting for You

“Eer,, kenapa nggak aktif sih?”, gumamku. Terus memandangi keadaan di keluar. Aku sempat membayangkan bagaimana matahari siang yang begitu terik – panas membakar kulit orang-orang yang berkeliaran di luar sana. Dengan pemikiran demikian, aku memutuskan mengambil pilihan yang saat itu paling waras menurutku, dengan tetap berdiri di sini, di lobi sebuah toko yang tadi habisLanjutkan membaca “Bagian 21: Right Here Waiting for You”

bagian 20: After Midnight

Aku katakan di story #19 sebelum story ini, bahwa ‘Kali ini ada yang berbeda’, bukan? Yap, persis dugaanmu. Jendral! Bukan hanya berbeda karena tengah malamnya. Bukan juga berbeda karena ada dia yang ikutan makan tengah malam juga. Tetapi, berbeda karena dia yang memasak bukan aku, bukan kakak, bukan papa, bukan juga seperti yang biasa atauLanjutkan membaca “bagian 20: After Midnight”

bagian 19: I Love A Rainy Night

Tik Tok…Tik Tok…Tik Tok…Suara hujan di atas genteng 😅✌ Setelah sekian lama dan sempat menunda bagian #18 juga kemarin dan sekarang bagian #18 juga belum kunjung aku edit lagi, kita skip dan lanjut kebagian ini saja ya… (lebay dikit, nih aku). But, sekarang aku kembali update. Tak ada yang begitu berarti yang ingin aku sampaikanLanjutkan membaca “bagian 19: I Love A Rainy Night”

bagian 17: The Corner

Setelah membayar untuk ‘1 buah donat Cheesecake licious + 1 Cafe Latte size Uno’ aku bergegas meninggalkan kasir sembari menenteng barang belanjaan yang dari Ggramedia tadi di tangan kiri plus di tangan kanan sebuah piring kecil yang berisi 1 donat Cheesecakelicious yang aku pesan. Aku mengedarkan pandanganku menyapu seluruh isi ruangan, mencari meja yang kosongLanjutkan membaca “bagian 17: The Corner”

bagian 16: Cheesecakelicious

Singkat cerita, beberapa menit setelah memesan kendaraan online. Akupun tiba di sebuah mall di pusat kotaku. Aku langsung masuk ke dalam, berjalan ke arah salah satu tempat yang ingin aku tuju.  J.Co Donuts and coffee shop yang cukup nyaman untuk bersantai, juga sebagai tempat pelarian ku dalam mengurai waktu hingga hujan mereda. Gerai ini beradaLanjutkan membaca “bagian 16: Cheesecakelicious”

BAGIAN 15: Miserable Weather

Keluar dari Gramedia. Aku sedikit dikagetkan dengan suasana di luar. Tampak cuaca yang tidak bersahabat. Angin kencang, udara yang menusuk dingin, dan hujan. Guyuran hujan yang cukup deras memaksa ku untuk mengurungkan langkah meninggalkan gedung Gramedia. Aku tidak mungkin melanjutkan langkah ku untuk pulang ke rumah. Bahkan kendaraan pun aku tidak punya. Mau merepotkan siapa?Lanjutkan membaca “BAGIAN 15: Miserable Weather”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai