Andalan

Cara Cek dan Beli Tiket Nam Air Lewat Pegipegi

Hello, Assalamuโ€™alaikum teman-teman Travelers!

Pada masih sibuk sama kerjaan dan kegiatan target di awal tahun, nggak nih? Pasti lagi suntuk, jenuh, dan butuh piknik. Sama, aku juga! Yuk, kita cek kalender Januari 2020 dan prepare buat pegipegi ke mana, gitu. Ingat, libur Imlek sudah dekat, tanggal 25 Januari dan tanggal 26 esoknya libur akhir pekan. Asyik. Bisa dong dimanfaatkan buat liburan kilat. Apalagi sekarang liburan tidak perlu lagi repot-repot soal tiket dan penginapan, tenang, ada Pegipegi. Berpergian jadi lebih mudah. Apalagi kalau bisa dapat diskon tiket pesawat, hotel, kereta api dan yang terpenting semua itu bisa di cek dan dibeli lewat aplikasi Pegipegi di ponsel pintar kita. Bagaimana caranya? Silakan simak dulu cerita aku sampai selesai, ya!

Long-short story, bulan Desember kemarin bagiku adalah bulan yang cukup sibuk. Bukan sibuk dengan kegiatan kampus atau pekerjaan seperti bulanโ€“bulan sebelumnya, akan tetapi aku lagi sibuk mempersiapkan liburan. Karena kampusku lagi libur semester dan juga bertepatan dengan libur akhir tahun. Bulan ini setiap tahunnya biasanya aku gunakan untuk pergi liburan bersama keluarga. Karena seluruh anggota keluargaku pasti libur saat menjelang Natal dan Tahun Baru, juga hari raya Imlek di tanggal 25 Januari esok. Tentunya aku tidak akan menyiaโ€“nyiakan dan melewatkan kesempatan yang seperti ini begitu saja. Ada banyak pilihan destinasi yang cocok untuk liburan keluarga dan kebetulan keluargaku (yang hanya terdiri dari kakak-kakakku), kami sangat menyukai ini. Kata mereka, kita tidak perlu ke luar negeri, Indonesia pun menyediakan banyak pilihan tempat rekreasi. You know what? Untuk hal ini, aku sudah meluangkan waktu dan menunda tawaran pekerjaan dari klien mulai tanggal 21 Januari esok sampai liburan kami usai.

Sudah lama sekali aku tidak ngumpul dan pergi berlibur bersama keluarga setelah kepergian mendiang Papa, liburan keluarga kali ini tentu berbeda dengan liburan bersama temanโ€“teman. Di dalam keluargaku biasanya kami anakโ€“anak yang banyak maunya, aku mau ke ini, kakak-kakakku mau ke itu dan barang tentu tidak semua tempat wisata bisa kami kunjungi. Setelah research kecil-kecilan, ternyata alangkah baiknya jika liburan bersama keluarga (apalagi jika ada anak-anak), sebaiknya kita berkunjung ke tempat-tempat yang tidak hanya untuk bermain, foto-foto tapi juga dapat memberikan pengetahuan lebih. Apalagi kalau bawa anak-anak, yekan?

Salah satu wisata yang memenuhi syarat tersebut adalah wisata budaya. Indonesia adalah negara kepulauan dengan berbagai macam ras, suku dan budaya sehingga kita sebagai anak muda, apalagi jika orang tua, maka kita wajib mengenal keragaman budaya Indonesia tersebut. Dengan tujuan berwisata, kita akan dengan senang hati mengunjungi tempatโ€“tempat bersejarah dan mengambil pelajaran dari tempatโ€“tempat tersebut. Di mana saja tempat-tempat tersebut? Mari baca ceritaku sampai selesai!

Berdasarkan pengalaman dari teman-teman Travelerku yang sudah wara-wiri kesana-kemari dan juga berdasarkan hasil blogwalking ke blog-blog para Travelers dan Heritage Blogger, aku dapat beberapa tempat yang sarat akan wisata budayanya, yaitu Bali, Nias di Sumatera Utara, Tanah Toraja di Sulawesi Selatan, Madura, Lombok, Flores, Wamena, Yogyakarta serta masih banyak lagi tempat yang lainnya.

Di Bali, terdapat Desa Penglipuran yang kental menjaga adat istiadat dan tradisi masyarakat Bali. Kegiatan kebudayaan warga lokal dapat dinikmati dan memberikan wawasan tersendiri tentang kebudayaan Bali (Bucket list yang belum kesampaian). Di Yogyakarta terdapat banyak situs budaya seperti Candi Borobudur dan Prambanan serta keraton kesultanan Yogyakarta yang menyimpan nilaiโ€“nilai sejarah serta kebudayaan masyarakat Jawa (Bucket list yang ini, Alhamdulillah, done di 2016).

  • cara-cek-dan-beli-tiket-nam-air-lewat-pegipegi
  • cara-cek-dan-beli-tiket-nam-air-lewat-pegipegi
  • cara-cek-dan-beli-tiket-nam-air-lewat-pegipegi
  • cara-cek-dan-beli-tiket-nam-air-lewat-pegipegi
  • cara-cek-dan-beli-tiket-nam-air-lewat-pegipegi
  • cara-cek-dan-beli-tiket-nam-air-lewat-pegipegi
  • cara-cek-dan-beli-tiket-nam-air-lewat-pegipegi

Selain Pulau Jawa, Pulau Sumatera pun menyediakan berbagai tempat wisata budaya seperti Desa Bawamataluo, Nias. Di desa ini terdapat tradisi Fahombo Batu (loncat batu) yang dilakukan oleh warga lakiโ€“laki Nias sebagai bukti bahwa mereka seorang lelaki yang kuat, perkasa dan telah memasuki usia dewasa. Aku cukup banyak mendengar maupun menyaksikan langsung hal ini di beberapa tahun yang lalu. Karena mendiang Papaku seorang putra Nias, bermarga Gea. Ah, jadi sedih kalau cerita begini, apalagi liburan kami kali ini tanpa keikut sertaan beliau lagi. Jadi sedih padahal mau liburan. Baikalah, mari kita lanjutkan saja ke cerita berikutnya!

Silakan jelajahi negeri ini, banyak banget tempatโ€“tempat wisata keren nan bersejarah. walaupun kebanyakan untuk menuju tempatโ€“tempat ini, pilihan transportasi yang paling sesuai adalah pesawat terbang. Iya kan? Nam Air adalah salah satu pilihan maskapai yang tepat untuk perjalanan liburan kita di Indonesia. Perusahaan Airlines ini adalah anak perusahaan dari Sriwijaya Airlines yang melayani penerbangan domestik. Maskapai penerbangan ini berdiri pada tahun 2013 dengan melayani penerbangan kelas ekonomi dan eksekutif. Ada 50 destinasi yang disinggahi oleh pesawat Nam Air ini dengan armada berjenis Boeing 737-500. Rute penerbangannya bermacamโ€“macam, di berbagai kota kepulauan Indonesia diantaranya Sumatera, Jawa, Maluku, Papua, Jambi, Bali dan Nusa Tenggara. Aku rasa Nam Air cukup direkomendasikan dalam hal ini, mereka melek dan mendukung destinasi tempat-tempat bersejarah di seluruh Indonesia. Ingat liburan yang semakin dekat, aku ingat Nam Air dan tentunya juga ingat salah satu aplikasi yang telah lama nangkring di sudut ponselku, Pegipegi.

Pegipegi adalah aplikasi traveling yang mudah digunakan untuk memesan tiket pesawat, kereta api maupun memesan hotel. Untuk pemesanan tiket pesawat, Pegipegi menyediakan bermacamโ€“macam pilihan maskapai dari kelas ekonomi sampai bisnis. Diskon dan promo juga disediakan bagi pembeli, baik ketika masa liburan atau hari biasa. Potongan harga tidak hanya didapat dari promo tapi juga dari PepePoin yang terkumpul dari transaksi sebelumnya. Selain itu kemudahan pembayaran juga salah satu fasilitas yang diberikan Pegipegi. Kita bisa memiliki berbagai pilihan pembayaran, baik transfer, pembayaran di swalayan, kartu debit, kartu kredit, internet banking ataupun cicilan. Iya, bisa nyicil!

Nah, langkah mudah yang dapat dilakukan untuk pemesanan tiket pesawat Nam Air di Pegipegi antara lain:

  1. Masuklah ke website atau aplikasi pegipegi di gadget Anda.
  2. Pada halaman depan pegipegi, tekan tombol โ€œPesawatโ€. Masukkan asal dan tujuan
    penerbangan, tanggal keberangkatan dan jumlah penumpang. Kemudian tekan tombol โ€œCari Tiketโ€.
  3. Selanjutnya Anda akan diarahkan ke halaman hasil pencarian. Anda dapat memilih maskapai, jam penerbangan dan harga tiket sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika Anda ingin menggunakan maskapai Nam Air, maka tekan pada kolom yang bertanda Nam Air.
  4. Kemudian masukkan data penumpang yang akan menggunakan pesawat. Setelah Anda menekan tombol, Anda akan mengkonfirmasi ulang data tersebut untuk memastikan bahwa datanya benar.
  5. Pilih dan tekan tombol pada metode pembayaran yang Anda inginkan.
  6. Setelah pembayaran diterima oleh pihak pegipegi, maka e-tiket akan dikirimkan ke alamat email yang Anda cantumkan saat memesan dalam waktu paling lama 60 menit.

Begitu saja, mudah bukan? So, tunggu apa lagi, selamat liburan! Oh iya, Aku izin dari segala aktivitas di kota ini mulai tanggal 21 Januari 2020 sampai lepas Imlek, ya, teman-teman. Berhubung kakak-kakakuku juga dapat izin cuti dan kami berencana untuk liburan keluarga bareng. Mau tau gimana keseruan cerita liburan kami, pantengin terus blog aku, ya. Havefun…


Andalan

PUBLISHED

INDEX

LISTS
โ€” Cara Cek dan Beli Tiket Nam Air Lewatย Pegipegi
โ€” Pariaman Tuan Rumah Hari Nusantara 2019
โ€” Peduli Gizi Anak Menuju Generasi Emas 2045 oleh YAICI-AISYIYAH Sumbar
โ€” 100th Danone: Aku & AQUA (Danone Open Doors Factory Visit) Solok, Indonesia

COFFEE STORIES
โ€” Rimbun Espresso dan Brew Bar Padang
โ€” Suko Kopi Padang
โ€” Laranja Garden di Padang Bagian Atas
โ€” SEVENth PISTON Padang
โ€” Bandrol Milkshake and Coffee Padang
โ€” V-Coffees Like Home
โ€” Keramahan Di Kedai Kopi Lekas Ngopi
โ€” Opening Ceremony Haku Coffee Shop
โ€” More…

FOOD STORIES
โ€” NougatBOSS Padang
โ€” Mandys Cafe dan Woodstork Coffee Padang

TRAVEL STORIES
โ€” 100th Danone: Aku & AQUA (Danone Open Doors Factory Visit) Solok, Indonesia
โ€” Pariaman Tuan Rumah Hari Nusantara 2019
โ€” Cara Cek dan Beli Tiket Nam Air Lewatย Pegipegi

EDUCATION
โ€” Peduli Gizi Anak Menuju Generasi Emas 2045 oleh YAICI-AISYIYAH Sumbar

VIDEO
โ€” Doc.TERRY: Weekend Ada RANDAI di CFD Padang
โ€” Happy 100th Danone: Aku & AQUA (Danone Open Doors Factory Visit)
โ€” Doc.TERRY: Pulau Pamutusan, Sumatera Barat, Indonesia
โ€” Credit Earning (CE) UNAND-UGM 2016

STORY: SOMEONE by @terryselvy
โ€” 24 Eps update…

MISCELLANEOUS
โ€” More

Full Index…SOON!

Soto Garuda

๐Ÿœ Soto Garuda. Kalau bukan kita yang membagi dan menulisnya siapa lagi yang kita harapkan untuk mendokumentasikan dan memberitahu orang luar makanan khas sebagai warisan budaya dan harta benda milik kita di Indonesia. Membanggakan, kita punya banyak makanan khas sendiri, biar sederhana tapi makanan khas itu milik kita, masak orang lain yang mengklaim dan menginventarisir harta dan ciri khas kita? Akan tetapi, saya kagum sekali, bahwa mereka, yang bukan orang Indonesia yang pernah menulis tentang makanan khas nusantara telah meluangkan banyak waktu, materi dan tenaga untuk mendokumentasikan kita. Ini pun bukan pekerjaan yang mudah, paling tidak mereka punya โ€˜cinta dan ketertarikanโ€™ akan cita rasa makanan nusantara, terlepas dari apa pun motivasinya menulis tentang makanan khas kita. Bidang ini peluangnya masih besar, selain untuk promosi, dan memperkenalkan Indonesia pada dunia luar, juga untuk menarik minat orang luar menjadikan indonesia sebagai wisata kuliner, tentunya ini menguntungkan baik untuk UKMM maupun pemasukan negara kita #LiveMore. Menulis tentang makanan khas Indonesia menjadi suatu tugas pribadi dari hati kecil, setidaknya kelak untuk dibaca anak sendiri, bila dia mungkin tidak tinggal di Indonesia lagi, dia masih memiliki sekelumit peninggalan dokumen dan cerita tertulis di sosial media tentang khas negaranya; Salah satunya makanan ini, SOTO. Soto, merupakan makanan/ jajanan yang gampang kita temui, mulai pagi hari sebagai sarapan, siang,hingga malam hari, mulai dari #StreetFoodย di emperan, di gerobak dorong, di pinggir jalan, di pasar-pasar tradisional, hingga di cafe sampai ke Restoran elit. Soto bisa ditemui hampir di seluruh daerah di Indonesia, dengan penyajian dan ciri khasnya masing-masing. Salah satu favorit ku, ini. Lagi-lagi, Aku menghidangkan cerita dan foto makanan sederhana ini dengan cerita yang tak sederhana kepada @dbsbankid #LiveMoreSociety x @DBSxKokikutv / @handsinframe / @foodinhands, sebagai partisipasi ku dalam mengikuti event #DBSCulinaryChallenge #DBSxKokikuTV / ย #DBSxHIF / #DBSxFIH, semoga menarik.

by @terryselvy (TSYstories)

Arau Mini Waterpark di Kota Tua Padang

arau-mini-waterpark-di-kota-tua-padang

Cafe & Resto: Arau Mini Waterpark
Buka: Setiap Hari (12:00 s/d 22:00)
Waterpark: Setiap Hari (09:00 s/d 18:00)
Kontak: 0822 8792 4140
Alamat: Jl. Batang Arau, Kota Tua Pondok, No. 48, Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia-25137

Hello, Kota Padang Tercinta!
It’s a rainy, gloomy day in the city tonight and getting out of the bed this afternoon was a struggle but that also means that I can escape the rain and cap out in beautiful corners such a this. Now, it’s time to #CafeHopping!

Duh, over the next week I’ll be highlighting some of my favourite spots in the city starting with @arauminiwaterpark. Located on Kota Tua Pondok, JL. Batang Arau No. 48, Padang. This spot draws influence from the region between the old town tourist area of โ€‹โ€‹Pondok (Kota Tua Padang), wilayah sekitar kota Padang dan di luar kota termasuk Mentawai, dln. Potensi yang sangat bagus. Apalagi di depannya langsung dihadapkan dengan Batang Arau, muara tempat kapal wisata antar pulau dan bagan melaut. Wilayah di sekitar are Cafe & Resto @arauminiwaterpark juga dalam beberapa tahun terakhir ini (mungkin juga ke depannya) lagi gencar-gencarnya di bangun untuk kawasan wisata dan ramai pengunjung setiap harinya, baik lokal maupun turis mancanegara (on an unrelated note) just FYI!

Iโ€™m guilty of always walking past a place, making a mental note that I should check it out sometime and then forgetting about it. Hikhiks. I did the same when i knew that @arauminiwaterpark opened 17/11/2017. Months later I finally stepped in and was stunned by this beautiful and classy interior at this modern Cafe & Resto in the town. Oh iya, bukan itu yang ingin aku bahas. We popped in here to learn about their Cafe & Resto by @arauminiwaterpark and stayed for the food. Don’t worry a dedicated post on the food story + my visit experience is coming soon (pada postingan Blog aku setelah ini, maybe…). Haha.

So, let me tell you a story about great dinner at @arauminiwaterpark on 27/12/2019 with my Food Blogger @aulhowler and @kuliner.stevgo.

Item:
โ€ขMie Goreng Jawa Ayam Rp. 28.500
โ€ขSate Ayam (5pcs) Rp. 28.500
โ€ขSausage and Meatball Platter Rp. 25.500
โ€ขTropical Blue Mojito Rp. 25.500
โ€ขCharcoal Vanilla Latte Rp. 28.500

Note: Dokumentasi menyusul (Tulisa di draf ini sudah tersimpan lama dan foto-foto ikutan belum bisa diakses karena laptop Terry rusak total) huhu ๐Ÿ˜ฆ

View this post on Instagram

โ€ข Hello, Kota Padang Tercinta! It's a rainy, gloomy day in the city tonight and getting out of the bed this afternoon was a struggle but that also means that I can escape the rain and cap out in beautiful corners such a this. Now, it's time to #CafeHopping! Duh, over the next week I'll be highlighting some of my favourite spots in the city starting with @arauminiwaterpark. Located on Kota Tua Pondok, JL. Batang Arau No. 48, Padang. This spot draws influence from the region between the old town tourist area of โ€‹โ€‹Pondok (Kota Tua Padang), wilayah sekitar kota Padang dan di luar kota termasuk Mentawai, dln. Potensi yang sangat bagus. Apalagi di depannya langsung dihadapkan dengan Batang Arau, muara tempat kapal wisata antar pulau dan bagan melaut. Wilayah di sekitar are Cafe & Resto @arauminiwaterpark juga dalam beberapa tahun terakhir ini (mungkin juga ke depannya) lagi gencar-gencarnya di bangun untuk kawasan wisata dan ramai pengunjung setiap harinya, baik lokal maupun turis mancanegara (on an unrelated note) just FYI! Iโ€™m guilty of always walking past a place, making a mental note that I should check it out sometime and then forgetting about it. Hikhiks. I did the same when i knew thatย @arauminiwaterpark opened 17/11/2017. Months later I finally stepped in and was stunned by this beautiful and classy interior at this modern Cafe & Resto in the town. Oh iya, bukan itu yang ingin aku bahas. We popped in here to learn about their Cafe & Resto by @arauminiwaterpark and stayed for the food. Don't worry a dedicated post on the food story + my visit experience is coming soon (pada postingan Blog aku setelah ini, maybe…). Haha. So, let me tell you a story about great dinner at @arauminiwaterpark on 27/12/2019 with my Food Blogger @aulhowler and @kuliner.stevgo. Item: โ€ขMie Goreng Jawa Ayam Rp. 28.500 โ€ขSate Ayam (5pcs) Rp. 28.500 โ€ขSausage and Meatball Platter Rp. 25.500 โ€ขTropical Blue Mojito Rp. 25.500 โ€ขCharcoal Vanilla Latte Rp. 28.500 _ CERITA SELENGKAPNYA, SEGERA! DI BLOG helloterryselvy.food.blog _ Terry

A post shared by TERRY | #ceritaTERRY (@terryselvy) on

NougatBOSS Padang

nougatboss-padang

Cafe Shop: Nougatboss
Nougat, Coffee & Milkshake
Sajian Roti Nougat Nan Nikmat dan Lezat, Lembutnya Roti nan mewangi serta gurih nya Kacang Nougat.

Lokasi : Jl Kartini no 9 Padang

A DAY OUT MEETING FOOD BLOGGERS

December 27, 2019. Just like the weather, can’t decide between something hot or something cold, so here to getting both and calling it a amazing night. I’m excited to attend our first Food Blogger Padang meeting tonight. Are you ready to listen my plot on some food stories after this? Here we go!

Premium Sandwich? Sign me up!
There’s something so special and comforting about Yellow Container Box Cafe diners – nothing fancy, just a spot thet serves good ol’ comfort food @nougatboss took that Yellow Container Box Cafe feel and elevated it whit it’s menu items. Semua mereka benar-benar premium (Go checkย @nougatboss or bisa tanyakan langsung pada sang owner, Chef @udadiananugrah).

My Food Blogger partner tonight @kuliner.stevgo and @aulhowler (www.aulhowler.com) can’t speak a lot to this because they are literally died trying to eat this Sandwich. Be impressed! Bagaimana tidak, malam ini @nougatboss menyajikan ke hadapan kami beberapa menu andalan mereka.

Sandwich @nougatboss ini terdiri dari 3 lapis roti panggang yang lembut dengan isian daging yang benar-benar daging yang diracik sendiri tanpa mgs, pengawet, or sejenisnya, dan bumbunya berasa banget (aku lupa bertanya kemarin, tentang daging isiannya), telur ayam kampung dengan yolk separoh mateng, ada acar wortel-timun-cabe rawit, ada selada, serta tentunya dibalur dengan sous cabai dan saus keju. Porsinya gede dan ngenyangin banget. Kalau ini mah, adek rela gapapa makan sepiring berdua. Wkwk. Seriously, seporsi sandwich @nougatboss bisa buat 2 orang, shay! Saranku, kalau besok you jajan di sini, minta tolong mbak-nya dipotong bagi 4 saja biar mudah makannya. Hihi.

Nah, yang tidak kalah dari sandwich di atas adalah menu andalan mereka yaitu Roti Bakar Nougat dengan berbagai varian selai homemade yang juga tanpa pengawet, pewarna, perasan atau sejenisnya (wait, What? Iya, itu benar guys!). Bahkan kemarin aku berkesempatan untuk mencicipi selai sarikaya asli buatan mereka. Oh iya, @nougatboss ini identik dengan sajian roti nougat nan nikmat dan lezat dengan 3 lapis roti yang lembut nan mewangi persajiannya, dibalur selai pilihan (ada beberapa pilihan selai homemade nan premium, sesuai selera. Kemarin aku nyobain yang Sarikaya dan Pineapple) dan ditaburi crumble kacang nougat melimpah nan gurih, serta ditetesi caramel di atas pemurmukaannya. Kalau kata para partnerku, aneka roti bakar di @nougatboss ini pas, manisnya tidak lebay!

Ada makanan, pasti ada minuman. Di @nougatboss, ada pilihan aneka Milkshake Special, Mocktail, dan Coffee. Aku kemarin nyobain yang Pineapple Lime Mocktail (ngebalance rasa manis dan rasa seger yang enak, fresh), rekanku Abang @aulhowler itu Milkshake Pineapple dan Koko @kuliner.stevgo itu Milkshake Choco Milo (ini juga manisnya pas, tidak lebay). Go to buy! Cobain sendiri, entar cerita bareng aku. Go check @nougatboss! Mumpung lagi ada PROMO Akhir tahun, sekarang!

View this post on Instagram

#Repost @terryselvy โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข โ€ข A DAY OUT MEETING FOOD BLOGGERS _ I'm excited to attend our first Food Blogger Padang meeting tonight. Are you ready to listen my plot on some food stories after this? Here we go! Premium Sandwich? Sign me up! There's something so special and comforting about Yellow Container Box Cafe diners – nothing fancy, just a spot thet serves good ol' comfort food. @nougatboss took that Yellow Container Box Cafe feel and elevated it whit it's menu items. Semua mereka benar-benar premium (Go check @nougatboss or bisa tanyakan langsung pada sang owner, Chef @udadiananugrah) My Food Blogger partner tonight @kuliner.stevgo and @aulhowler can't speak a lot to this because they are literally died trying to eat this Sandwich. Be impressed! Bagaimana tidak, malam ini @nougatboss menyajikan ke hadapan kami beberapa menu andalan mereka. Sandwich @nougatboss ini terdiri dari 3 lapis roti panggang yang lembut dengan isian daging yang benar-benar daging yang diracik sendiri tanpa mgs, pengawet, or sejenisnya, dan bumbunya berasa banget (aku lupa bertanya kemarin, tentang daging isiannya), telur ayam kampung dengan yolk separoh mateng, ada acar wortel-timun-cabe rawit, ada selada, serta tentunya dibalur dengan sous cabai dan saus keju. Porsinya gede dan ngenyangin banget. Kalau ini mah, adek rela gapapa makan sepiring berdua. Wkwk. Seriously, seporsi sandwich @nougatboss bisa buat 2 orang, shay! Saranku, kalau besok you jajan di sini, minta tolong mba nya dipotong bagi 4 saja biar mudah makannya. Hihi. Item: -Sandwich -Roti Bakar Pineapple -Roti Bakar Sarikaya -Pineapple Lime Mocktail -Milkshake Pineapple -Milkshake Choco Milo [BERSAMBUNG KE KOLOM KOMENTAR] _ Terry

A post shared by #NougatBoss (@nougatboss) on

By the way, setelah mampir ke NougatBOSS aku kembali teringat dengan kriteria pengkotakan bisnis cafe di kota ini. Menurutku ada 2 tipe kriteria cafe yang paling diminati di kota Padang. Yang pertama karena tempatnya yang asyik, untuk nongkrong dengan fasilitas lengkap. Yang kedua karena makanannya berkualitas yang pasti enak. Jarang sekali ada yang memenuhi kedua kriteria pengkotakan di atas, aku temui di kota Padang. Maka, Nougatboss, termasuk kriteria yang mana? Hehe.


One Day Trip Pariaman: Hari Nusantara 2019 di Pantai Gandoriah

Hello, Salam Nusantara!
Apa kabar? Gimana weekend kemarin? Pada seru, kan? Seru dong. Masa nggak pula, iya kan? By the way, ini sudah dekat akhir pekan lagi, lho. Nah, mari berbagi cerita seru denganku! I have a story to tell you is about Pariaman sebagai tuan rumah Hari Nusantara 2019.

Hari ini adalah tanggal 13 Desember 2019. Kamu sudah tahu hari ini, hari apa?

Hari Nusantara
Hari Nusantara merupakan perwujudan dari Deklarasi Djuanda yang dicetuskan oleh Perdana Menteri Indonesia, Bapak Djuanda Kartawidjaja, pada tanggal 13 Desember 1957. Deklarasi ini dianggap sebagai Deklarasi Kemerdekaan Indonesia Kedua setelah Deklarasi Kemerdekaan Indonesia yang dilaksanakan pada 17 Agustus 1945 yang dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan didampingi Drs. Mohammad Hatta, 12 tahun sebelumnya.

Melalui deklarasi ini, Indonesia merajut dan mempersatukan kembali wilayah dan lautannya yang luas, menyatu menjadi kesatuan yang utuh dan berdaulat (tentang hari nusantara selengkapnya bisa baca di sini). Tujuan kita memperingati Hari Nusantara adalah bentuk penegasan dan pengingat bahwa Indonesia adalah sebuah negara kesatuan yang tidak terpisahkan, yang terdiri dari daratan dan lautan.

Aku masih ingat dengan salah satu pertanaan saat acara ‘Temu Netizen’ di Padang beberapa hari lalu, bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Memiliki lebih dari tujuh belas ribu pulau yang sebagian besarnya belum memiliki nama dan tersebar di seluruh perairan Indonesia. Di mana fungsi dari pulau-pulau tersebut adalah sebagai pemersatu bangsa. Semua perairan yang menghubungkan daratan atau pulau ini adalah bagian dari NKRI.

โNusantaraku Berdaulat, Indonesiaku Majuโž

โ€”Tema Hari Nusantara 2019
one-day-trip-pariaman-hari-nusantara-2019-di-pantai-gandoriah
Rangkaian Agenda Kegiatan Hari Nusantara 2019 di Pariaman

Kota Pariaman
Pariaman dipilih sebagai tuan rumah pada peringatan Hari Nusantara 2019 ini, karena disamping daratannya terdapat 6 pulau kecil non urban diantaranya, Pulau Angso Duo, Pulau Kaiak Tangah, Pulau Ujung, Pulau Bando, Pulau Gosong, dan Pulau Gugus Karang. Pariaman memiliki daratan seluas 13,36 KM per segi, terletak pada 00 33’00”-00 40’43″LS dan 1000 10’33”-1000 10’55″BT, berbatas di sebelah utara dengan Kecamatan V Kampung Dalam dan V Koto Timur, sebelah timur dengan Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, sebelah selatan dengan Kecamatan Nan Sabaris dan Ulakan Tapakis, yang semuanya dalam wilayah Kabupaten Padang Pariaman, dan sebelah barat dengan Samudera Hindia (kamu bisa baca pada geografis kota Pariaman, di sini). Pariaman memiliki panjang garis pantai lebih kurang 12,7 KM yang bersih dan rapi. Selain itu yang paling mendasar, adalah karena sejarah panjang Kota Pariaman sebagai pelabuhan laut dari zaman Portugis datang ke Indonesia, dan sekarang pun laut menjadi andalan bagi wisata Kota Pariaman.

Jika kita menelisik jauh ke belakang, dapat diketahui bahwa Pariaman merupakan salah satu kota tertua yang terletak di pesisir pantai barat Sumatera. Di mana jauh sebelum bangsa Belanda datang ke Indonesia, Pariaman sudah disinggahi oleh kapal dagang bangsa asing seperti Portugis, Inggris, India, Persia, Cina, dan Arab. Selain itu, daya tarik tersendiri dari kota ini, adalah berbagai ragam seni budaya tradisional, peninggalan sejarah, potensi alam yang indah terutama pantai, pulau, dan lautnya, kerajinan masyarakatnya, dan yang tidak boleh ketinggalan adalah kuliner khas Pariaman yang sangat menggoda selera.

Apa yang Kamu Pikirkan?
Saat mendengar kota Pariaman, maka yang harus terbayang di pikiranmu adalah seni budaya Tabuik, adat istiadat yang kental dan unik dengan sistem kekerabatan matrilineal, pantai cantik dengan beberapa pulau yang apik, aneka kuliner seperti Sate Pariaman, Sala Lauak, Gulai Kapala Ikan Karang, dan lain sebagainya. Oh iya, satu lagi tambahannya yang aku ingat mengenai Pariaman, saat ngobrol dengan Bapak Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Pariaman kemarin yaitu kearifan tradisi lokal bahwa Ajo (Lelaki) Pariaman itu bajapuik. Apa itu? Haha. Silakan ditambambahkan sendiri di kolom komentar ya, apa lagi yang kamu pikirkan saat mendengar kota Pariaman?

  • one-day-trip-pariaman-hari-nusantara-2019-di-pantai-gandoriah
  • one-day-trip-pariaman-hari-nusantara-2019-di-pantai-gandoriah
  • one-day-trip-pariaman-hari-nusantara-2019-di-pantai-gandoriah
  • one-day-trip-pariaman-hari-nusantara-2019-di-pantai-gandoriah

One Day Trip Pariaman:
Aku, Bloggers, Influencers dan Team @ayokepariaman

Sabtu, 7 Desember 2019. Dalam rangka memperingati Hari Nusantara di tahun ini (Hari Bahari yang disebut juga Hari Kepulauan), aku dan rekan-rekan Bloggers, Influncers, bersama team #AyokePariaman pada beberapa hari yang lalu, mendapatkan kesempatan khusus untuk ikut memeriahkan dan berpartisipasi dengan langsung mengunjungi kota ini dalam kegiatan One Day Trip Pariaman.

Yuk, simak seperti apa keseruan kami seharian kemarin di kota Pariaman (Check it out!)

Doc.TERRY: One Day Trip Pariaman, Hari Nusantara 2019 di Pantai Gandoriah

Di Kota Pariaman, Ada Apa Saja?

Sebagai kota yang Berbudaya dan Islami, Pariaman juga merupakan kota yang memiliki prospek yang sangat bagus dalam bidang Pariwisata untuk dikunjungi dan di explore. Pariaman memiliki paket wisata lengkap dengan budget yang bersahabat.

Mulai dari Wisata Religi, ada Masjid Raya Pariaman (dibangun pada 1 Muharram 1300h/1987 M), Masjid Raya Badano dan Guci besar Badano yang cukup tua (dibangun pada akhir abad ke-19), Masjid Muhammadiyah (dibangun sejak 1929), Masjid Nurul Bahari Pantai Gandoriah dan beberapa lainnya.

Untuk Wisata Kuliner, tentunya Kota Pariaman jangan diragukan lagi. Lidah kamu pasti akan dimanjakan. Siap-siap balik berwisata dari Pariaman harus workout. Akan tetapi, selagi kamu di kota ini jangan pernah berfikir untuk diet. Percayalah, kamu akan menyesal! Hehe. Kuliner dan oleh-oleh khas Pariaman, ada aneka sala (sala bulek, sala lauak, sala udang, sala cumi), ada Sate Pariaman, Nasi Sek, Nasi Sala, Gulai Kepala Ikan Karang, Katupek aneka gulai (gulai tunjang, gulai pakis, atau gulai sayur biasa), Ladu Arai Pinang, Kipang Kacang, rakik, dan lain sebagainya.

Untuk Wisata Maritim dan Bahari, sebagai kota yang berada di pesisir barat Sumatera, tentunya Pariaman memiliki keunggulan di potensi wisata ini dan lumayan berkembang pesat akhir-akhir ini. Diantaranya Pariaman memiliki Keindahan bawah laut, memiliki pantai nan cantik seperti Pantai Gandoriah, Pantai Kata, Pantai Cermin (ada Taman Anas Malik). Memiliki beberapa pulau nan apik, seperti Pulau Angso Duo, Pulau Kasiak (Berpasir putih, kaya terumbu karang, dan ada Tower 30 M), Pulau Tangan, Pulau Ujung, Pulau Gosong dan Pulau Bando. Serta ada Muara Manggung, Konservasi Penyu, Huntan Manggrove, dan beberapa wisata bahari lainnya.

Untuk Wisata Budaya, Pariaman terkenal sebagai salah satu kota akan budayanya. Teman-teman tentu pada tahu, dong, dengan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Pariaman yang sangat terkenal dan diadakan setiap tahunnya, dan ada Rumah Tabuik Pariaman. Kota ini juga memiliki beberapa wisata budaya selain Tabuik diantaranya, ada Festival Malamang dan Makan Bajamba, serta ada beberapa festival budaya serta kesenian anak nagari lainnya. Ada Silat, Tari Indang, Salawaik Dulang, Dabuih, Rabab Pariaman pada acara alek nagari, Gandang Tasa, dan lain sebagainya (Untuk gambar, tidak aku sertakan karea wisata ini sifatnya musiman dan kebetulan saat aku berkunjung ke Pariaman tidak pada musimnya. Maaf).

Pariaman juga memiliki Wisata Buru, diantaranya ada Wisata Baburu Tupai, Baburu Babi (bisa dikategorikan wisata olahraga juga, sih). Wisata Olahraga, ada Mancing Mania, Tour De’ Singkarak, Pariaman Bakicau Walikota CUP, Pariaman Internasional Triathlon, Kejuaraan Sepatu Roda, Liga Sepak Bola antar Club, Kejuaraan Bulu Tangkis, Kejuaraan Tenis Lapangan, dan beberapa lainnya. Juga ada Wisata Petualangan, seperti Pariaman Trabas Adventure dan juga ada Wisata Ekologi, seperti Konservasi Penyu dan Huntan Manggrove.

Selain kaya akan potensi pada berbagai jenis destinasi wisata tersebut, Pariaman juga memiliki beberapa cagar budaya dan peninggalan sejarah seperti, Rel dan Stasiun Kereta Api (yang masih berfungsi sampai saat ini), Bangunan-bangunan tua pada zaman penjajahan yang berarsitek Kolonial (yang beberapa di antaranya sudah mengalami rehap dan perubahan sesui fungsinya saat ini), benteng peninggalan jepang yang kabarnya tersebar hampir di seluruh kecamatan di Pariaman, juga ada bangunan Masjid Kuno, makam tokoh Islam, dan beberapa lainnya.

Nah, yang paling aku ingat sampai sekarang itu adalah peninggalan berupa lubang atau lorong ke dalam tanah sebagai tempat persembunyian bagi masyarat pada zaman perang terdahulu. Setiap keluarga atau satu rumah pasti memilikinya satu juga, dan mendiang Nenek buyutku, kami memilikinya satu, masih ada sampai saat ini. Berupa lorong persembunyian (dikala perang pecah pada zamannya) berada jauh di bawah tanah seperti ruangan-ruangan rumah juga di dalamnya dengan pintu menuju luar itu sangat kecil dan sempit cukup untuk masuk satu orang saja, agak merunduk pada tebing dan cukup tersembunyi dari luar. Tapi di dalamnya cukup besar untuk satu keluarga bersembunyi dan berhari-hari. Sewaktu kecil aku sering bertanya kepada Nenek akan lorong tersebut, bahkan kami beberapa kali masuk ke dalam, yang saat itu telah beralih fungsi bagi nenekku sebagai tempat karbit (Param) buah manggis. Hehe. Kalau sekarang sih, aku enggak berani lagi masuk palingan lorongnya jadi tempat sarang ular atau apalah #serem. Eh, ini termasuk peninggalan nggak sih? Wkwk. Stop curhat, Next!

Dokumentasi Keseruan Bareng di Pariaman Kemarin

Ayo ke Pariaman!
Hari Nusantara, 14 November 2019
di Pantai Gandoriah Pariaman

Selamat Hari Nusantara 2019, Negara Kesatuan Republik Indonesia!
Nusantaraku Berdaulat, Indonesiaku Maju

Panduan Berwisata di Kota Pariaman


Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Nusantara
2019. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman: Pesona Kota Pariaman (Buku Panduan Wisata Kota Pariaman)


Mandys Cafe dan Woodstork Coffee Padang

mandys-cafe-dan-woodstork-coffee-padang

Cafe Shop:
Mandy’s Cafe & Woodstork Coffee
(Only Halal Food)
Alamat:
Jln Hayam Wuruk no 10 C Padang
Operasional:
Senin/Monday : Tutup/closed
Tuesday – Sunday : 12:00-22:00
Kontak:
Whatsapp. 087895652898 /Telp. 0751810289

Mandy’s Cafe & Woodstork Coffee Padang
Jl. Hayam Wuruk No.10C, sederetan Hotel H.W, Kelurahan Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia.

  • mandys-cafe-dan-woodstork-coffee-padang
  • mandys-cafe-dan-woodstork-coffee-padang
  • mandys-cafe-dan-woodstork-coffee-padang

Beberapa minggu yang lalu, aku mendapatkan kesempatan khusus, the lucky invitation menemani seorang abang senior di dunia per-Blogger-an kota ini, Aul @aulhowler dengan blog kecen www.Aulhowler.com (go visit!) dalam rangka Blogger on Duty (kalau istilah kece beliau) ke salah satu tempat nongkrong alias Coffee Shop sekaligus Cafe kekinian di kota Padang.

Kami sepakat untuk makan malam hari itu Rabu, 4 Desember 2019 akan mendatangi @mandyscafepdg sekaligus @woodstorkcoffee tepat setelah matahari terbenam. Sementara, beruntung kiranya timing kami malam itu sesampai di Mandy’s tidak begitu penuh sesak seperti yang mungkin terjadi selama akhir pekan atau di malam minggu. Bahkan di jam makan siang hingga menjelang sore hari juga begitu ramai berdasarkan informasi yang aku dapatkan dari seniorku ini. Tapi malam ini keberuntunganku, lagi-lagi yah. Voila!

I want to share a story about Mandy’s to you! So guys, mari simak cerita ini sampai selesai, ya. Aku minta maaf sebelumnya, karena postingan blog kali ini akan sedikit lebih panjang, karena begitu sukanya aku sama cafe satu ini. Iya, bahkan aku telah menjadikannya postingan beruntun (or spam post) di akun Instagramku, @terryselvy. Semoga kamu tidak keberatan dengan hal tersebut. Enjoy!

Mandy’s Cafe

Long-short story, sejujurnya aku cukup terkejut dan takjub melihat tampilan Mandy’s yang sekarang, berubah 180 derajat, gak sih? Yang aku tahu dulu itu berupa booth yang menjual ice cream Singapore, aneka minuman, plus aneka cemilan ringan di luar dan di dalamnya toko baju gitu. And now, Mandy’s masuk ke dalam daftar Cafe paling Instagram-able kalau berdasarkan ulasan dari Blogger @aulhowler yang sudah 11 tahun di dunia per-Blogger-an pada blog beliau di AulHowler.com: Mandy’s Sweet Booth, Cafe Paling Instagram-able di Padang (Go Check).

Sebuah keberuntungan yang menarik untuk aku, malam itu bisa ikut bergabung bareng beliau ke Mandy’s. Pada satu gugus bangunan di tepi jalan raya ini, terdiri dari 4 lantai ini terdapat Sweet Booth dan BBQ (di teras), Cafe (di lantai 1), sekaligus ada Coffee Shop (di lantai 3 dan 4). Dekorasi perlantainya menyuguhkan gaya unik yang berbeda. Dari luar mungkin tampak biasa, sama seperti Cafe pada umumnya, tapi coba saja masuk ke dalam dan menjelajahi setiap lantainya. Skuylah!

Pada teras depan Mandy’s ada Sweet Booth ice cream dan aneka minuman serta BBQ. Memasuki pintu utama lantai 1 adalah cafe 4 musim bergaya Eropa dengan mengusung tema girly, pinky, peach dan aneka full dekorasi yang saling menyatu tidak bertabrakan atau norak sama sekali. Terdapat jejeran cake yang menggoda selera di showcase. Kursi, meja, aneka pernak-pernik dekorasi dan hiasan dinding yang berkelas, kalau kata si abang mah, ini tuh terniat dan tidak murah sama sekali (beliau pernah ngitung harga persatuannya dan wow… lumayan) dan di sini itu nggak hanya ada satu dua atau tiga tapi banyak, shay. Tertata apik. Pencahayaan or lighting juga mendukung, cerah, semakin menonjolkan tema yang diusung cafe ini.

Satu lagi yang juara dari Cafe ini, mereka memutar lagu-lagu dengan musik enak, tidak terlalu berisik dan juga pas, cukup nyaman di telinga, kalau bagi aku pribadi sebagai orang yang tidak begitu mengerti akan musik. But, kalau kata rekanku, hampir semua musik yang di putar di Cafe ini ada dalam list music yang sering beliau dengarkan di rumah, aku beliau malam itu padaku. Tempat yang nyaman, musik yang oke punya, dan makanan yang baik. Paket kebahagiaan sederhana yang menarik, bikin kita lupa waktu sehingga enjoy berlama-lama nongkrong di sini.

Suasana plus kesan elegant, classy, cozy, dan stylish, serta sedikit feminime terasa cukup kuat saat berada di sini. Cafe ini memiliki beberapa waiters muda nan cantik dan rapi, yang sigap juga cepat tanggap, siap berdiri, menuju ke meja kita saat dibutuhkan, juga sabar banget menjelaskan satu-satu pertanyaan kami disertai acuan gambar dari ponsel mereka tentang menu yang ditawarkan di sini. Sebuah pelayanan yang ramah dan baik, cukup menghangatkan hati pelanggan, yekan? Saat kami mampir ke sini, kebetulan juga ketemu langsung sama sang owner. Cece Annie Astrid dan Koko Nikander Rikko yang sangat friendly.

Bay the way, terima kasih ya, ce, atas masuknya buat aku via DM malamnya tentang untuk mengabaikan toxic circle yang mengganggu pikiranku. Thank you, cece! โค

Kemarin, saat aku update di akun Instagram @terryselvy, ada beberapa teman yang nge-DM menanyakan harga apa worth it dengan rasa makanannya. So here, mari kita bicara soal harga makanan di Mandy’s Cafe.

Kalau soal makanan dan harganya di cafe ini bagi aku pribadi enak-enak saja dengan harga yang relatif terjangkau. Baik di cafe ini atau di tempat manapun, Worth it gak worth it itu tergantung kamu, kembali lagi ke masing-masing kita. Standar setiap orang berbeda-beda soal penilaian relatif ini. Akan tetapi kalau ditanya apakah rekomended. Tentu saja! Aku dan @aulhowler sangat merekomendasikan @mandyscafepdg untukmu.

Di Mandy’s tersedia menu pastry, modern, juga tradisional khas Indonesia, dan menu-menu andalan western juga Asian khas juga, loh. Kalau berbicara soal harga, teman-teman dekatku pasti sudah tahu, aku tipe yang tidak begitu suka membicarakannya. Aku penjunjung istilah Ono Rupo Ono Rego yang artinya, ada kualitas pastinya sesuai dengan harganya, toh segala sesuatu kembali lagi ke prinsip ekonomi. Right?

Untuk lebih detail tentang makanan di Mandy’s, aku no komment, pokoknya mantulah. Because… Basically, jujur aku tidak begitu ahli pada bidang kuliner dan menilai makanan, apalagi soal rasa dan penyajiannya. Aku bukan orang yang berasal dari Culinary Arts or Gastronomy or food staylish or recipe development background. So yeah, mungkin ada yang lebih ahli telah mengulasnya. Aku sarankan, silakan googling tentang Mandy’s Cafe Padang, dan bisa juga intip kepoin akun mereka di @mandyscafepdg dengan kontak reservasi tersedia di bio mereka, atau visit langsung ke cafe tersebut yang buka setiap hari Selasa sampai Minggu di jam 12.00 sampai 22.00 waktu setempat dan ingat, mereka tutup setiap hari Senin. Happy culinary hunting!

Woodstork Coffee by Mandy’s

Are you Coffee Lovers? Di Mandy’s ini paket lengkap di satu tempat, lho. Terdapat kedai kopi tersembunyi di lantai 3 dan 4 Mandy’s. Woodstork Coffee @woodstorkcoffee dengan nuansa retro turunan yang kuat berpadu harmoni dengan dengan konsep modern yang unik dan antik.

Di mana pada lantai 3 sebelah kanan dari pintu masuk setelah menaiki tangga, terdapat bar kopi yang rapi dengan seperangkat mesin espresso Nuova Simonelli dan automatic grinder Eureka (kalau aku tidak salah tebak), ada alat serut es batu juga yang biasa dipakai untuk es campur dengan roda besi bulatnya. Serta beberapa alat pelengkap lainnya untuk kebutuhan sajian menu di cafe ini yang aku tidak begitu tau detailnya.

Oh iya, ada aneka pajangan retro, kipas angin lama, dulang antik, koper tua, tv tabung dan mesin jahit jadul dan entah apa lana mereka, yang jelas semakin menambah kuat kesan retro apa vintage mood gitu di lantai 3 Mandy’s. Juga ada pohon natal terbalik yang terpasang di langit-langitnya, tampak unik dengan terdapat jendela kaca besar nan tinggi di sisi kanan bar untuk melihat pemandangan luar cafe. Ada speaker pengantar alunan musik di setiap sudutnya. Aku benar-benar mengagumi desain, konsep dan tampilan mereka. Luar biasa!

Untuk rasa aneka kopi yang di sajikan, tentu saja enak, tidak perlu diragukan lagi dong. Bagiku nilai plusnya, mereka menyediakan kopi dengan pilihan susunya bisa diganti. Mau yang kopi dengan susu yang Low Fat atau Soy Milk tanpa biaya tambahan. Cocok banget nih, buat penggemar kopi susu yang sedang diet atau intoleran terhadap susu hewani, tetap bisa nikmatin kopi susu di sini.

Mereka juga menyediakan aneka cake dengan kualitas premium dan dessert untuk teman kopi, buat ngebalance bitternya kopi dengan sweetnya cake. Sebuah padu-padan untuk yang suka kopi tapi bukan yang terlalu pahit. Hoho.

Menaiki tangga memasuki lantai 4 Mandy’s yang berkonsep rumah kaca semi outdoors sepertinya (+filled with plants). Kita akan disuguhkan dengan full green plants decoration yang menyegarkan mata. My kind of plant heaven! The white-washed guest chair-tables, lush greenery, matched vintage furniture, and a set of unique lighting combined make for one cozy greenhouse. One that I wouldn’t mind dining at or sipping a cup of coffee or next time come back. You’re a beauty! Bagi pecinta dekorasi tanaman, pasti tertarik untuk nongkrong di lantai 4 Mandy’s ini.

On another note, aku akan sedikit-banyak spoiler, nih. Ada aneka tanaman hijau hias di dalam pot gantung berjejer saat kita menengok ke atas loteng. Ada aneka tanaman hijau hias dalam pot tertata rapi pada dinding kaca. Ada aneka tanaman hijau dan sayuran yang ditanam secara hidroponik berjejer di sepanjang sisi tangga menuju rooftop. Ada tanaman berdaun lebar, hijau dan berulang batang yang aku tidak tau jenisnya di dalam pot yang agak besar di antara kursi dan meja tamu. Ada tanaman hijau di dalam pot mirip baby monster, ada jenis kaktus juga, serta ada aquascape kecil yang berisi ikan-ikan imut nan lucu. Dekorasi di lantai 4 ini benar-benar berbeda dari lantai lainnya, tumbuhan dan hijau yang fresh dengan lampu penerang gantung yang unik.

Menaiki tangga menuju rooftop, iya, Mandy’s ada private floornya di rooftop yang terdiri dari beberapa meja dan kursi saja. Benar-benar terasa kesan privatenya di lantai paling atas ini.

Jika beruntung dapat cuaca yang bagus saat nongkrong di rooftop ini, kita bisa melihat laut dari kejauhan dan akan bisa menyaksikan indahnya langit berubah warna pada sunset menuju gelap malam, hingga penampakan cantik para bintang dan rembulan di malam hari.

Terkesan romantis memang. Apa lagi pemandangan malam pada setiap sisi rooftop yang outdoors, baik kiri-kanan dan muka-belakang, sekeliling juga dapat kita amati dari atas sini. Di temani lampu canti dengan cahaya yang tidak terlalu ngejreng.

Bisa menikmati pemandangan kerlap-kerlip jejeran lampu malam pada bukit di seberang padang. Pada sisi lainnya, bisa mengamati penampakan arus hilir-mudik lampu kendaraan di persimpangan jalan raya di depan area teebox. Pada sisi lainnya, bisa mengamati lampu bangunan sekitar di bawah sana dan gereja menjulang tinggi.

Selain jauh dari kebisingan, rooftop ini private, cocok untuk ngerayain special day, anniversary atau ulang tahun private bareng pasangan agar feels intimenya dapet. Juga cocok untuk tempat ngobrol serius sambil menikmati makan malam spesial with your partner.

Maybe… cocok juga untuk tempat menyendiri, anti gangguan, melamun, dan menjernihkan pikiran sembari menikmati secangkir kopi setelah makan malam dan menghirup udara malam yang bersahabat. Kusarankan pakai Jaket. Siapa tau ada yang hobinya sama kayak aku, yekan. Haha.

@terryselvy Menang Giveaway:
Ice Cream Sandwich Singapore

December 9, 2019. Terima kasih, Mandy’s Cafe^^

BOOK: Waktu Adanya Dirimu

KELANA: Perjalanan Darat Dari Indonesia Sampai Ke Afrika

Buku KELANA Perjalanan Darat Dari Indonesia Sampai Ke Afrika
Karya:

Coming Soon!

Untuk ikutan GIVEAWAY KELANA
cek Instagramku @terryselvy

Rimbun Espresso dan Brew Bar Padang

Hello, coffee lovers!
Mari menikmati kumpulan Cerita Terryย (@terryselvy)ย dan secangkir kopi.

rimbun-espresso-dan-brew-bar

Coffee Shop:
Rimbun Espresso dan Brew Bar
Buka:
Setiap Hari 08:30 – 23:00
Line: @rimbuncoffee
Hastag: #ngopikitalagi
Sebuah alasan untuk bertemu kembali

Bagian I: Perdana ke Rimbun Espresso dan Brew Bar
Sepertinya Aku Mulai Tertari Akan Kopi

August 2, 2018
Hi,ย LatteArt!
Kalau boleh jujur, sepertinya aku mulai tertarik akan kopiย #Coffee. Apa benar kopi hal yang terpahit? Setidaknya, tidak cerita yang sering aku share saja. Haha. Perdana mampir ke Rimbun, aku sendirian, melarikan diri dari sekeleat masalah di part lainnya. Tidak banyak cerita hanya menikmati dalam kitmat dan merenung sejenak. Me time banget.

Bagian II: Kedua Kalinya ke Rimbun Espresso dan Brew Bar
Random Talk with Stranger

August 9, 2018
Dulu kita pernah bertemu dalam rintik yang tak kunjung reda. Mereka menyebutnya hujan. Aku masih ingat, akan dingin yang menyapa, mengingatkanku pada musim dingin di kota itu (Bandung) beberapa tahun silam. Tidak, tidak sedingin itu. Hanya saja aku terlalu merindukan gumpalan empuk dirumah. Jadi, dingin yang kurasakan sejuta kali lebih menggigit dari biasanya. Lalu kau hadir. Menyapa dan menghampiriku dengan senyum, lengkap dengan segelas coffee hangat yang terlalu manis untuk lidahku (Latte Art)

“Coffee dipercaya mampu untuk menghilangkan stres” katamu pelan.

Aku bungkam, namun rasa kaget masih melingkupi hatiku. Moodku memang sedang tidak baik, namun kau datang menawarkan sebuah rasa hangat padaku.

“Terima kasih” jawabku.
“Tapi aku tidak pesan coffee latte panas, melainkan coffee pahit” komplenku dengan sopan.

Kau tergelak geli, lalu menarik bangku di depanku. Aku tak pernah menyuruhmu duduk di situ. Namun, kau melakukan semuanya semaumu. Aku diam saja meski aku sedikit terganggu.

Aku ingin menyendiri, mengulang lagi rasa bersalah yang membuncah di dalam hatiku. Seseorang sepertiku seharusnya butuh waktu untuk sendiri. Dan sebuah kejanggalan jika di datangi orang asing yang tidak ku kenal, lalu menawarkan segelas latte art panas dan obrolan hangat.

Aku tidak suka mengganggap manusia lain yang tidak-tidak (negatif thinking). Dengan kata lain aku tidak ingin berburuk sangka pada merekaย #liveMore

“Sendiri?” tanyamu lagi. Aku terusik.

Tidak ada siapapun disini, jadi meski nya kau tak perlu bertanya dengan pertanyaan bodoh itu, seharusnya kau sudah tau. Aku memang sendiri duduk menyendiri di meja kedai kopi ini.

Hatiku pun samaโ€ฆ Kalau kau tanya aku sendiri? Ya aku memang sendiri. Namun, itu bukan berarti aku bisa menerima orang lain untuk menghiburku. Aku tidak sesederhana itu, tapi lebih kesimpel. Bersambung…๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Bagian III: Ketiga Kalinya ke Rimbun Espresso dan Brew Bar
Open MIC Stand Up Comedy Indo Padang

November 24, 2019
Semalam, aku menonton Open MIC Stand Up Comedy Indo Padang di Lantai II Rimbun Espresso dan Brew Bar Padang.

Setiap orang di ruangan ini, tidak luput dari sasaran pertanyaan oleh para komika yang berbeda-beda. Mulai dari meja depan paling kanan. Hingga ke mejaku, bagian belakang di sebelah majalah, paling kiri, di dekat pintu menuju tangga ke bawah, ke tempat bar kopi dan para barista berjejer siap melayani setiap tamu yang datang ke kopi shop ini.

Tibalah saatnya, di mana para komika berikutnya yang akan tampil. Setelah nama panggungnya di panggilkan oleh MC yang juga komika. Dia maju ke depan, meraih mic, menyapukan segenap pandangan ke audiens. You know what? Dua bola mata yang tajam itu terhenti di sebuah meja, mejaku. Tentu saja sasaran targetnya adalah para audiens di meja kami. Karena, hampir setiap meja sudah mendapatkan gilirannya. Hanya meja kami dan meja paling pojok di ujung belakang saja yang belum.

Komika yang aku lupa siapa namanya ini, tampil di urutan ke-5. Tak lama, dia memulai aksinya sebagai pembukaan. Ah, tidak terlalu lucu cenderung garing, bagiku. Hehe, mungkin bagi sebagian audien, aku tak tau, atau mungkin selera humor kita saja yang berbeda.

Singkat cerita, kembali lah aksi todong audiens dengan beberapa pertanyaan konyol ini pun, dimulai. Komika yang tampil menegur kakak yang semeja denganku, tepat dihadapanku. Kami hadap-hadapan. Awalnya si kakak bidang ‘ngeh’ karena si abang komika menegur dengan menyebutkan jilbab pink, padahal jilbab si kakak warna orange. Setelah beberapa pertanyaan konyol. Akhirnya, aku mengetahu, kalau si kakak ini jurusan psikologi di UNP.

Komika melanjutkan aksinya, dengan menegur orang berikutnya yaitu kakak yang berada tepat di sebelahku. Kakak cantik berkaca mata dan berjilbab merah yang syar’i. Melalui beberapa pertanyaan konyol si abang komika ini juga, aku mengetahui, kalau si kakak ini juga mahasiswa psikologi di IAIN.

Karena personil di meja kami hanya 3 orang. Tentu saja, sasaran berikutnya dari abang komika ini adalah, aku.

“Hi, kakak berjilbab pink. Kakak siapa namanya, kak?”
“Terry”, kataku singkat.
“Meri?”, tanya si’ abang komika memastikan.
“Terry”, kataku mengulangi.

Ah, sulit memang. Bergulir dengan beberapa pertanyaan konyol lain. But, happy fun!
SELAMAT HUT Ke-7 ya!

Bagian IV: Keempat kalinya ke Rimbun Espresso dan Brew Bar
BOLEH MEREKAM VIDEO STORY, tapi harus diMUTE!

June 21, 2019
Ah, iya, ada event Stand Up Comedy aka open MIC malam tadi di sebuah kedai kopi. Ini acara yang kesekian kalinya aku ikuti. Kalau tidak salah, jadwalnya setiap Jumat malam pada minggu kedua dari setiap akhir bulan, yang artinya dua minggu sebelum bulan baru berikutnya. Acara yang cukup banyak peminatnya, rerata mereka dari kaum muda/mudi penggemar SUC Padang.

Setelah beberapa kali aku hadir dan mengikuti acara, dapat diketahui bahwa mereka dari berbagai kalangan dan latar belakang beragam. Ada yang berstatus mahasiswa/i, pekerja kantoran, pekerja lepas, karyawan, sampai driver online (gojek dan grab) dan beberapa diantara mereka tentunya seorang komedian profesional, seperti Praz Teguh, Rin Hermana, Arif, dkk.

Dari beragam manusia ini, dipertemukan dan duduk sehamparan, bersama menikmati event Open MIC tadi malam. Ada yang memberanikan diri untuk unjuk kebolehan, siap maju kedepan menghibur semua tamu sebagai SUC, atau yang lebih ramai ikut bersorak sorai tertawa haha-hihi dibelakang sebagai penonton dan pengapresiasi. Ya, semua yang hadir tampak menikmatinya, tertawa, bahagia, dan hanyut bersama dalam komedian berbahasa Minang mix Indonesia ini.

Walapun, bagi aku pribadi materi yang dibawakan para SUC malam ini, cukup sukses, tetapi agak keras. Tujuannya, tidak lain tidak bukan adalah untuk menghibur dan belajar menjadi SUC profesional. Dalam hal belajar, tidak ada yang salah dan boleh-boleh sajaโ€ฆ sah-sah saja dicoba demikian. Toh, niatnya belajar menghibur. Cukup saat itu saja, dan habis juga di dalam ruangan itu saja. Jangan sampai berlanjut terbawa keluar. Bisa bahaya. Apalagi di era ‘serba Sensitif’ sekarang. Apa-apa, di UU ITE-kan. Apalagi jika ada kepentingan dari pihak lain, dan memanfaatkan lelucuan para bocah menjadi sebuah senjata mematikan. Grrr -_- Atut!

Makanya berkali-kali penonton diperingatkan. Boleh mengambil foto maupun video untuk dibikin story, tetapiโ€ฆ harus di-MUTE. Agar tiada masalah dari kesalah pahaman yang harus berbuntut panjang dan bakal menyita perhatian minta diurusi kemudian diantara kita. Wkwkk.

Sebagai seorang yang berfikir dan paham alurnya, tentu aku manut sajaโœŒ

Meeting my cousin for the first time in 24 years and feeling really nervous.

21.23 WIB. Jumat, 21 Juni 2019
Aku memposting beberapa slide story re-upload Instagram Storyku ke Facebook Story. Tetiba ada reply tepat pada gambar di atas via Inbox ke akunku, dari akun berinisial A-W.

AW: Daerah mana ini?

Me: Hi, Bang Ario.
Itu capture dari event Open MIC Stand Up Comedy Indo Padang di Rimbun Espresso & Brew Bar, Padang.

AW: Lokasinya di daerah mana?
Jauh ngga kalau dari masjid raya.

Me: Kota Padang, Bang.
Cari Rimbun Espresso & Brew Bar di MAP, bang.
atau,
Alamat lengkapnya: JL. Kis Mangunsarkoro A/10 Padang, Indonesia-25126 (+ captured MAP)

AW: Oke, terima kasih.

Me: Siap, bang. Sama-sama.

AW: Besok ada waktu?
Bisa bertemu di sana.

Me: Abang lagi di Padang?
Insyaallah, bisa.

AW: Iya, minggu besok balik lagi ke Jakarta.
Besok jam 12 siang bisa?

Me: Insyaallah, bang. Bisa.

AW: Oke.

Ketika Saya the first time banget besok untuk pertama kalinya bertemu dengan seseorang berinisial “A-W”, yang notabene Sang ‘Sepupu’ saya. Kami terpisah jauh selama seumur hidup kami, dan saling menemukan via Sosial Media.

Ah, bukan, aku yang menemukan beliau tepatnya. Karena, setelah Papaku meninggal akhir tahun lalu (21/12/2018) dan Kakakku juga menghilang (02/02/2019) tidak ditemukan hingga sekarang. Karena aku merasa benar-benar ditinggal sendirian di sini tanpa siapa-siapaโ€ฆ Akhirnya aku memutuskan mulai mencari kerabat Mama.

Walaupun aku tidak begitu yakin, mereka masih ada di dunia ini, atau masih mau menerimaku sebagai kerabat yang sudah pasti tanpa mereka tau aku sedari kecil (karena aku kecil hingga SD sama nenek, remasa sampai 2018 kemarin sama Papa, dan sekarang sendirian), kecil kemungkinan tapi selalu ada harapan. Aku seoptimis itu sama hidup sedari kecil. Haha.

Ya, aku rasa mereka tidak/ bakalan mengenalku. Tapi, Tuhan maha baik. Aku menemukan salah satu yang sepertinya beliau adalah kerabat: Sepupuku.

So, aku mau memastikan, esok the firt time meet up kami. Rasanya aku sedikit deg-degan, dan sudah pasti nanonano sekali perasaanku. Haha.

BAGAIMANA KALAU AKU SALAH?
Sekarang 04.42 A.M, aku tidak bisa tidur, saking EXCITEDnya!

Bagian V: Kelima kalinya ke Rimbun Espresso dan Brew Bar
Ketemu Sepupu Untuk Pertama Kalinya, Tetap Bawa Buku

June 22, 2019
Ketemu sepupu untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun, gw baru tahu dan biar gak garing atau gabut saat ngopi di @rimbuncoffee nanti, gw tetap bawa buku dong layaknya gw nongkrong sendirian seperti biasa. Wkwkk. Nah, setelah baca beberapa halam akhirnya gw mau cerita, about How Little Things Can Make A Big difference versi gw, nih.

Sebelumnya, gw ingin menceritakan sebuah kisahย #ceritaTERRYย yang biasanya paling gw hindari untuk diceritakan di sosial media non-anonim manapun hingga detik ini. Tetapi, karena kemarin gw sudah terlanjur sedikit bercerita pada postingan sebelumnya, bahwa gw bakal ketemu sepupu gw untuk pertama kalinya di coffee shop ini (dan benaran terjadi, ini fotonya), katakanlah mereka ada hubungan kerabat dari keluarga ‘Ibuk’

Yeah, sebuah cerita yang selama ini nggak pernah mau gw bahas, akhirnya gw ceritakan juga. Apakah gw sudah bisa berdamai dengan cerita itu? Apakah gw sudah bisa berdamai dengan sisi terlemah dari diri gw? NOPE! Ini semata-mata karena gw kehilangan cara untuk meluapkan pengganggu tidur dan mimpi buruk gw disetiap harinya. Ya, kayak sekarang jam 3 a.m dan gw terbangun, apakah untuk sholat malam atau karena bangun dari mimpi buruk?

Kalau dulu, tiap ada yang nanya ini itu soal keluarga gw, gw bakal insecure duluan. Kalau bisa, gw menghilang dihadapan si penanya saat itu juga. Gw bakal jawab sekenanya, lalu mengalihkan pembicaran sejauh mungkin. Apalagi kalau sempat ada yang nyeletuk nanya “Where is your Mom, Terry?” dan pertanyaan awkward lainnya tentang ‘Ibuk’. Gw bakal jadi super duper ‘bego’ tetiba ‘a i u e o’ , atau jadi super tuli tetiba ‘hah, nanya apa tadi? Oh lu laper ya? Mau makan dimana? Biar gw traktir!’ biar mereka lupa nanya gw suguhin traktiran. Atau, gw bakal pura-pura nggak dengar. Segitu benci, tidak nyaman dan insecurenya gw sama topik ini. Melebih takutnya, dari pada ditanya kapan lulus. Wkwkk.

Pengaruh yang seharusnya sepele tentang Ibuk dalam hidup gw begitu besar. Ditakdirkan untuk terlahir dari siapa, tentu gw tidak bisa kendalikan dan berharap banyak bakal punya cerita ending yang berbeda, keluarga normal kayak orang-orang kebanyakan, misalnya. Untuk menutupi sisi lemah gw yang paling lemah ini, gw berusaha menghilangkan dan memilih bungkam. Berharap selama puluhan tahun ini ‘GW BAIK-BAIK SAJA’ meskipun tanpa sosok seorang ‘Ibuk’. Kalian tau, sedikit saja hal ini disinggung dan muncul kembali ke permukaan seperti sekarang. Maka, gw kembali harus menderitaโ€ฆ

Bagian VI: Keenam kalinya ke Rimbun Espresso dan Brew Bar
Asal Kamu Bahagia, Aku Gampang

September 17, 2019
Pernah nggak, kamu patah, kamu dikecewakan, sampai kamu terluka, sesakit-sakitnya oleh seseorang yang paling kamu prioritaskan dalam hidupmu? Pernah nggak, kamu berusaha mati-matian demi kebahagiaan seseorang? Pernah nggak, kamu berjuang sampai titik penghabisan demi memperjuangkan seseorang? Pernah nggak, kamu berkorban tidak terhitung kalinya demi dia yang kamu cintai sepenuh hati?

Pernah nggak, kamu… Ah, sudahlah. Lupakan sejenak!

Maybe it is me.
Yuk, sini duduk dulu, ngopi!

Happy Anniversary, Rimbun!

rimbun-espresso-dan-brew-bar
Mural Perjalanan Secangkir Kopi pada Dinding Sebelah Kanan Rimbun. Shoot by: @terryselvy

November 20, 2019
Beberapa hari yang lalu, tepatnya adalah hari ulang tahun rumah seduh Rimbun ini. Selamat!

Aku punya cerita tersendiri saat mengingat rumah seduh yang satu ini. Sebagai ‘Perimbun’ kalau kata si empunya kedai kopi. Maka, dapat aku katakan kalau aku adalah salah satu perimbun yang bahagia. Entah karena efek mesin kopi mereka yang menghasilkan bercangkir kebahagiaan atau karena kenangan aku tentang rimbun yang cukup menyenangkan.

Ingat Rimbun, ingat kenangan dibalik keteduhannya dengan interior dominan kayu. Seperti sebuah pohon kayu yang rimbun, pangkalnya jadi tempat berteduh dan beraktivitas. Layaknya sajian mural tentang perjalanan secangkir kopi nan cantik pada dinding di sebelah kanan kedai kopi ini saat kita masuk setelah mendorong pintu utama. Rimbun, teduh, retro, ciamik, terkesan adem dengan suasana yang tetap hangat. Waktu seakan-akan lambat berlalu. Sangat nyaman. Paling cocok buat ngopi sembari ngerjain tugas, ngejar deadline, atau sekedar ngobrol dengan teman.

Oh iya, kataku tadi… Ingat rimbun ingat kenangan, bukan? Tentu saja. Aku memiliki beberapa kenangan baik di Rimbun. Selain kopinya, tempatnya, suasana teduh nan hangatnya, juga keramahannya, serta kenangan aku untuk pertama kalinya dengan orang-orang baru.

Sebut saja, aku sebagai orang yang hobinya berteman. Aku sering kali ketemu orang baru secara langsung dan aku biasanya akan ngajak ketemuannya di tempat ngopi. Rimbun inilah salah satu jadi tempat pilihanku.

Aku ketemu teman baikku (tidak ingin di tag dianya) untuk pertama kali, itu di Rimbun. Aku ketemu abang sepupuku (@ariowendra) yang aku tau setelah 23 tahun ini untuk pertama kalinya saat dia pulang kampung ke Padang, itu di Rimbun. Aku ketemu untuk pertama kalinya dengan beberapa, orang-orang keren lainnya, sudah nggak kehitung btw, itu juga di Rimbun. Iya, kan broย @tetenseptria.s,ย @willy.novembara,ย @rayy_rayhan. Banyak banget kenangannya.

So, HAPPY ANNIVERSARYย @rimbuncoffee! #NgopiKitaLagiย Katanya Rimbun adalah sebuah alasan untuk bertemu kembali ๐Ÿ˜Š Eh, gimane?

Bagian VII: Ketujuh kalinya ke Rimbun Espresso dan Brew Bar
Coming Soon!

…….

Baiklah, segitu dulu cerita aku tentang rimbun.ย Next time, aku bakal mampir ke sini, lagiโ€ฆ

Sampai ketemu di kumpulan #ceritaTERRY @terryselvy) dan secangkir kopi berikutnya.
Bye bye, Coffee Lovers!

Suko Kopi Padang

Hello, coffee lovers!
Mari menikmati kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi.

suko-kopi-padang

Coffee Shop: Suko Kopi Padang
Kedai Kopi Minang & Kawannyo
Jam Operasional:
โ€ข Senin – Jumat 09.00 – 22.30
โ€ข Sabtu – Minggu 10.00 – 23.00

Bagian I: Perdana ke Suko Kopi
Suko Kopi dan Permantanan

KOPI ITU
SEPERTI KAMU
BIKIN NYANDU
BIKIN โRINDUโž
@sukokopi_padang

June 23, 2019
Jangan sia-siakan masa mudamu, tangkaplah kenangan yang terbaik, termasuk kenangan akan Relationship, dong.

Nah, gw mau cerita dikit nih, tentang @sukokopi_padang dan reunian kemarin bareng seorang teman baik gw yang sudah kayak sodara sendiri. Doi teman sedari gw MaBa di sebuah Universitas beberapa tahun yang lalu. Gw kenal doi semasa doi masih menjalin hubungan dengan mantan cinta monyet semasa doi sekolah SMP, SMA, dan berlanjut ke bangku kuliah. Cinta monyet doi brondong, Bay the way. Kalau dulu jadi bahan olok-olokan mah sama gw. Ya, yang notabene gw paling anti menjalin hubungan sama brondong ๐Ÿ˜‚

Dulu, sebelum mereka bubar. Gw cukup sering bareng teman gw ini, ngampus bareng, jalan, makan, or sekedar mutar nggak jelas dari penatnya dunia perkampusan. Kok bisa? Iya, bisa. Karena mereka LDR, doi kuliah di Padang sementara si pacar masih SMA, dan jauhan. Ketemu palingan setiap libur dan doi pulang kampung, atau si pacar nyamperin ke Padang. Wkwkk. Gw juga pernah jadi obat nyamuk mereka, lho ๐Ÿ˜Œ

Nah, tidak lama setelah galau berat, putus dari hubungan yang beberapa tahun itu. Doi mulai dekat dengan seseorang yang bisa dikatakan sehobi. Sama-sama anak gunung, sama-sama traveling, etc., bareng terus kesana-kemari sudah kayak perangko lengket mulu. Dimana ada si pacar disana ada doi. Gw juga sempat beberapa kali salah chat di WhatsApp gw kira nge-chat doi ternyata yang bales malah pacarnya ini. Asyik sih, dapat partner yang se-hobby dan dapat memperlakukan kita dengan baik layaknya pantner gitu.

Gw bersyukur doi sudah tidak galau lagi, sudah nemu yang baik, clop banget dan gw pikir bakal langgeng nih. Berjalan beberapa tahun baik-baik saja. Makin rajin traveling, makin lebih baik juga teman gw ini, makin sering juga jalan-jalan, hunting makanan, camping dan nanjak. Gw juga pernah gabung. Tapi, kemarin pas kami reunian di#SukoKopi. Bilang, doi udahan? ๐Ÿ˜ฑ

Kalau bahasa (asal single Origin) di dinding SukoKopi kemarin mah:
โNggak ada istilah MANTAN KOPI,
tapi masih bisa ngajak MANTAN NGOPIโž

Lho, GIMANE? (Ngajak Mantan Ngopi). Yok, siapa takut!
#KalauTidakPunyaMantan #PiyeBosque.

Trus, dikomentari sama admin @sukokopi_padang:
โ€œKopi sama kamu beda tipis, pahit diawal manis diujungโ€ ๐Ÿ˜ salam โ˜•๏ธ kak

Me @terryselvy bales dong:
๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜† Terima kasih. Salam โ˜• kembali, @sukokopi_padang

Bagian II: Kedua Kalinya ke Suko Kopi
Menangis Sampai Laper

July 21, 2019
Setelah kamu twenty something years old ini, nih, kamu pernah menangis nggak di tempat umum, or like jalanan mungkin, sudah?

Menangis, apalagi saat hujan. Haha. Cengeng ya kedengarannya? Malu dong. Ah, enggak juga! Karena gw pernah mengalaminya. And, sebodo amat itu gw sama situasi dan keadaan sekitar. Orang kondisi gw saat itu lagi kacau banget. Dibilang lagi down, iya. Sedih banget, iya. Kecewa dan patah hati, juga iya. Plus amarah yang benar-benar lagi dipuncaknya. Berkecamuk banget batin dan jiwa gw saat itu. Enggak tau mau gw lampiaskan ke siapa dan bagaimananya, biar jiwa gw kembali tenang kemudian. Alhasil, gw malah nangis.

Gw menangis tanpa suara sambil tetap jalan kaki di trotoar pinggir jalan raya, sedari BRI Kanwil niatnya hingga sampai Kost gw atau hingga sampai gw benar-benar lelah kehabisan tenaga. Etapi, baru juga sampai simpang tiga Jati yang dari Budiman Sawahan. Tetiba cuaca berubah 180ยฐ, yang tadinya baik-baik saja cenderung panas ke mendung dan gelap, tidak lama setelahnya bulir-bulir rintik hujanpun turun membasahi gw yang masih menangis.

Seakan semesta merasakan atmosfer yang sedang gw rasakan. Semesta begitu baik, pengetian, juga ikut sedih, bukti hujan semakin lebat turun menemani gw yang semakin kencang meratap. Semesta, kita bersama. Terima kasih sudah menemani anak malang ini, kata gw dalam hati.

Tidak lama setelah kami larut bersama, tetiba gw tersentak, memilih mempercepat langkah, berlarian mencari tempat teduh sementara. Gw baru ingat, kalau gw lagi membawa NB di dalam ransel yang lagi gw sandang. Kacau. Kalau gw paksakan lanjut, bisa-bisa tas ini basah dan notebook gw rusak. Bakal nambah lagi deh masalah gw, setumpuk masalah yang bikin gw kacau hingga nangis barusan saja belum kelar, masa kudu nambah lagi. Ah, berteduh seperti ini dan segera menyadarkan diri adalah pilihan yang tepat.

Beberapa menit gw menunggu, dan masih menangis. Hujanpun tampaknya tidak berniat reda segera. Sementara gw telah lelah menangis, dan mulai keroncongan. Dengan susah payah gw berusaha menenangkan diri. Menghapus air mata yang bercucuran, dan menghela napas panjang beberapa kali. Segera gocar ke #sukokopi buat makan. Sudah kangen Nasi Dendeng @sukokopi_padang juga soalnya.

Bagian III: Ketiga Kalinya ke  Suko Kopi
Booth Suko Kopi di Permindo Night Market

November 16, 2019
Permindo Night Market malam itu kali kedua setelah pembukaan minggu lalunya oleh wali kota Padang. Sepanjang jalan permindo dipenuhi booth-booth jualan, makanan termasuk ada booth @sukokopi_padang ini menjadi salah satu yang teramai atrian, ada aneka jajanan, dan berbagai macam atrasi hiburan. Ada seniman yang nyanyi di beberapa titik, ada atraksi sulap, pantonim, sampai stand up comedy. Sangat menari untuk mengisi malam minggu kali ini.

Baiklah, segitu dulu cerita aku tentang Suko Kopi. Next time, aku bakal mampir ke sini, lagiโ€ฆ

Sampai ketemu di kumpulan #ceritaTERRY @terryselvy) dan secangkir kopi berikutnya.
Bye bye, Coffee Lovers!

PEDULI GIZI ANAK MENUJU GENERASI EMAS 2045 OLEH YAICI-‘AISYIYAH SUMBAR

Selamat Hari Kesehatan Nasional 2019 Indonesia!

Hello, Assalamuโ€™alaikumโ€ฆ
How was your day? Pada sehat-sehat, kan? Sehat dong. Nah, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Indonesia yang ke-55 dengan mengusung tema โ€œGenerasi Sehat, Indonesia Unggulโ€ pada 12 November 2019 kemarin, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengsosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) kepada masyarakat Indonesia. Bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat agar memiliki budaya hidup sehat dan meninggalkan kebiasaan maupun perilaku yang kurang sehat.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional kemarin dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik tentang kesehatan, mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. Salah satu kegiatan yang sangat amat menjadi perhatian dan sorotan khusus adalah tentang edukasi gizi anak untuk mencapai kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan yang lebih sehat, produktif, mandiri, dan unggul. Berupa forum ilmiah dan talkshow. Yayasan Abhipraya Insan Cendikia Indonesia (YAICI) bekerja sama dengan Organisasi Perempuan Persyarikatan Muhammadiyah (‘AISYIYAH) mengadakan acara pada Selasa, 5 November 2019 kemarin dengan mengangkatkan tema “Peduli Gizi Anak Menuju Generasi Emas 2045” di Aula Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Barat.

Aku @terryselvy di acara Peduli Gizi Anak Menuju Generasi Emas 2045
Shoot by: Abang @AlizarTanjung

YAICI bersama AISYIYAH mengangkat acara ini dengan mendatangkan langsung stakholders yang terkait di bidang kesehatan se-Sumatera Barat. Mulai dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (Ibu dr. Hj. Merry Yuliesday) sekaligus juga mewakili Gubernur Provinsi Sumatera Barat (Bapak Prof. Dr. Irwan Prayitno, P.Si., M.Sc.), Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sumatera Barat (Bapak Drs. Martin Suhendri M. Farm, Apt.), Wakil Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah (Ibu Dra. Noor Rochmah Pratiknya), dan Ketua Harian YAICI (Bapak Arif Hidayat, SE.MM.), serta beberapa Bapak/Ibu dari dinas kesehatan di daerah se-Provinsi Sumatera Barat, juga rekan-rekan mahasiswa Keperawatan dari Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIKES) Asiyiyah, Ibu-ibu pengurus PP ‘Aisyiyah dan YAICI, dan peserta umum.

Pada kesempatan ini, aku bersama rekan-rekan Blogger Padang mendapat undangan spesial dari YAICI dan Aisyiyah untuk menghadiri, ikut andil memeriahkan acara, dan ikut berpartisipasi aktif berbagi informasi serta mengajak teman-teman beserta masyarakat Indonesia (Masyarakat Sumatera Barat terkhususnya) melalui media sosial seperti sharing via story dan postingan di Instagram, live tweets selama acara atau update thread via Twitter, dan memposting artikel rangkuman acara di Blog, dan lainnya, dengan harapan masyarakat kita lebih aware akan kesehatan. Sebagai Nutritionist, tentunya aku sangat senang bisa ambil bagian ikut berperan, banyak sedikitnya, sesuai kapasitasku untuk berbagi informasi seputar edukasi kesehatan seperti ini.

Hal ini juga sebagai pengingat kita akan pentingnya kesehatan. Pengingat kita akan cita-cita mulia untuk mensejahterakan bangsa Indonesia dimulai dari memperhatikan kesehatan masyarakat, peduli akan gizi anak sebagai bagian dasar yang tidak terpisahkan. Tentunya hal ini membutuhkan dukungan dan kerja sama semua komponen bangsa, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, swasta, pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi dan praktisi harus ikut ambil bagian dan berperan serta dalam upaya pembangunan kesehatan, dengan lebih memprioritaskan promotif-preventif dan semakin menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) ini, tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif, sebagai mana sesuai dengan tujuan HKN ke-55.

Berdasarkan pemaparan dan hasil studi lapangan yang di kemukakan oleh Ibu Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat pada acara kemarin, ternyata masih banyak masyarakat kita di daerah-daerah sana yang dalam kategori belum sepenuhnya memperhatikan aspek-aspek kesehatan, belum menerapkan pola hidup sehat, belum melek kecukupan gizi hingga terjadi malnutrisi yang akan menyebabkan tingginya angka stunting (pendek/kerdil), wasting (kurus), dan obesity (kelebihan berat badan). Serta kesalahan pola asuh anak dan berbagai aspek yang masih belum bisa dikatakan sehat lainnya, sehingga akan mempengaruhi kemajuan masa depan bangsa Indonesia.

YAICI memaparkan pada halaman www.yayasanabhipraya.or.id, berdasarkan data yang mereka dapat dari Dinas Kesehatan Sumatera Barat sepanjang tahun 2018 tercatat bahwa Sumatera Barat, merupakan salah satu Provinsi dengan prevalensi stunting tinggi, yaitu mencapai 30,8%. Terdapat 6.793 bayi usia di bawah dua tahun (baduta) bergizi buruk, 15.942 baduta bertubuh pendek (stunting), 6.685 bayi berbadan sangat kurus.  Tidak saja baduta, kondisi memprihatinkan juga terjadi pada anak di bawah lima tahun (balita). Sedikitnya, 28.898 anak terdata kurang gizi. Sebanyak 59.641 balita stunting, dan 19.667 orang berbadan sangat kurus. Jika ditotalkan, jumlah baduta dan balita mencapai 137.626 orang. Masing-masing, 35.691 orang kurang gizi. Lalu, 75.583 bayi mengidap stunting dan 26.352 bayi berbadan sangat kurus.

Aku cukup kaget setelah mengetahui data tersebut. Bagaimana bisa? Kok bisa? Masa iya, sih? Ini benaran data Sumatera Barat, kah? Seperti tidak percaya. Karena yang aku kira masyarat kita sudah sangat aware mengenai kesehatan. Ternyata aku keliru, yang aku lihat hanya di wilayah seputar kota Padang saja, belum menyeluruh hingga ke daerah-daerah sampai pelosok negeri ini. Tidak hanya masalah pendidikan ternyata yang belum merata, bahkan hal paling basic dari kebutuhan hidup manusia seperti kesehatanpun demikian.

Berdasarkan apa yang dipaparkan di acara Talkshow atau seminar kesehatan pada Roadshow ke-6 yang diangkatkan YAICI kemarin, dapat aku tangkap bahwa semua masalah tentang kesehatan tersebut terjadi di masyarakat disebabkan oleh banyak faktor. Tidak hanya karena kurang atau rendahnya pengetahuan, juga karena faktor ekonomi. Ibu Kepala Dinas Kesehatan kemarin menjelaskan bahwa setiap beliau kunjungan ke daerah-daerah dan mendapati kasus seperti stunting, malnutrisi, dan masalah kesehatan lainnya, yang pertama beliau cari tahu pasti latar belakang mereka. Bagaimana tingkat ekonomi mereka, tingkat pengetahuan mereka, dan hal-hal basic mereka seputar kesehatan di lingkungan masyarakat tersebut. Beliau mengatakan bahwa, setiap ada kasus demikian, biasanya tingkat ekonomi masyarakat tersebut masih rendah, juga pengetahuan seputar kesehatan yang masih belum diperhatikan dengan serius. Maka kata beliau ini PR kita semua untuk memperbaiki, mensosialisasikan dan mengedukasi agar masyarakat kita bisa lebih baik dibidang kesehatan, agar memajukan Indonesia kedepannya. Untuk masa emas generasi Indonesia 2045 mendatang, itu harus kita persiapkan dari sekarang, dari masa kehamilan, balita, hingga anak remaja sampai dewasa.

Tidak hanya membahas masalah gizi dan kesehatan secara garis besar, pada acara kemarin juga membahas yang lebih spesifik seperti membahas tentang SKM dan peruntukannya yang tepat, membahas tentang Pelabelan Produk makanan dan Bahaya Rokok bagi kesehatan. Ada yang manarik bagi saya, saat Ibu dr. Hj. Merry Yuliesday menegaskan dengan keras agar kami sebagai generasi muda untuk memperhatikan calon pasangan kami kelak. mereka haruslah orang-orang yang juga aware tentang kesehatan. Beliau meminta agar kami bisa berjanji untuk tidak merokok, dan /atau tidak memilih pasangan yang perokok juga tentunya. Belia juga sempat bertanya, siapa diantara kami yang masih merekok, dan meminta untuk segera menghentikan kebiasaan ini.

“Saya Tidak Akan Berpacaran/Menikah dengan Orang Perokok”

Begitulah kira-kira pesan beliau kepada kami. Alhamdulillah, aku tidak merokok dan semoga pasanganku kelak juga demikian. Janji ya!

Kalau pembahasan tentang SKM, ternyata masih banyak masyarakat kita yang menganggap Susu Kental Manis (SKM nama dulunya) yang sekarang sudah ganti disebut dengan Kental Manis saja ini sebagai Susu. Bahkan dipakai sebagai pengganti susu. Yang paling bikin kaget diberikan pada bayi sebelum usia 12 bulan layaknya ASI, bahkan sebagai sumber gizi utama untuk si kecil ๐Ÿ˜ข Diketahui kurangnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan SKM yang tepat ini sudah berlangsung puluhan tahun. Sehingga sekarang Dinas Kesehatan bersama tenaga kesehatan Provinsi Sumatera Barat lagi gencar-gencarnya melakukan pelatihan dan edukasi tentang ini. Mengacu pada keseriusan mereka di bidang pembangunan kesehatan, sehingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun lalu akhirnya mengeluarkan Perka No. 31 Tahun 2018 tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental.

#PanganSehat
#AwasiIklanSKM
#KentalManisTopping
#BijakPakaiSusuKentalManis
#KentalManisBukanMinuman
#larangpromosiminumanstunggalSKM

Gambar: KOMPAS.com

Trending di Twitter, Apa Bahaya Susu Kental Manis? (www.KOMPAS.com) Tagar #BijakPakaiSusuKentalManis masuk dalam deretan populer media sosial Twitter pada Selasa (5/11/2019)

Jangan khawatir, SKM masih bisa atau layak kita konsumsi, kok. Tapi sebagai mana fungsi seharusnya yaitu sebagai topping atau seagai pengganti gula pada olahan makanan, dessert, dan lain sejenisnya. Sekali lagi ingat, sebagai topping bukan sebagai susu. Lalu, sebagai salah satu sumber protein hewani dan sumber kalsium yang baik dan di sukai anak-anak, jenis-jenis susu apa saja yang bisa kita berikan? Ada air susu ibu (ASI), ini adalah sebaik-baiknya susu untuk bayi, ASI ini spesial tidak tergantikan karena mengandung kolostrum yang dibutuhkan bayi untuk antibodi. Ada Susu sapi segar. Ada susu UHT dan susu bubuk yang bisa kita jumpai dengan mudah dan kita beli. Ada susu kedelai atau susu dari ekstrak kacang-kacangan lainnya, diperuntukan bagi yang lactose intoletance. Juga ada susu fermentasi baik untuk kita seperti yakult, yogurt, dadih, dan sejenisnya. So, jangan memilih SKM lagi sebagai susu, karena sudah tau fakta seputarnya. Hehe.

Peruntukan SKM yang tepat adalah sebagai Topping, Creamer, pengganti gula (Pemanis), dan sejenisnya. Ingan, bukan pengganti susu.
Shoot by: Harian YAICI pada acara kemarin.

Baiklah, cukup sekian dulu #ceritaTERRY seputar acara kemarin, dan Selamat Hari Kesehatan Nasional ke-55 Indonesia! Semoga cita-cita Indonesia pada pembangunan di bidang kesehatan di tahun 2019 ini bisa terwujud dan menghasilkan generasi emas di tahun 2045 nantinya. Semoga kemajuan nyata Indonesia bisa kita rasakan bersama. Amin.

View this post on Instagram

SELAMAT HARI KESEHATAN NASIONAL 2019 _ Hello, Masyarakat SUMBAR! Dalam rangka menyambutย Hari Kesehatan Nasional ke-55 dengan mengusung tema โ€œGenerasi Sehat, Indonesia Unggulโ€ pada 12 November 2019 mendatang, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) kepada masyarakat Indonesia. Sejalan dengan Edukasi Gizi YAICI dan PP Aisyiyah yang mengadakan acara pada Selasa, 5 November 2019 kemarin dengan mengangkatkan tema "Peduli Gizi Anak Menuju Generasi Emas 2045" di Aula Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumbar. Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bekerja sama dengan Organisasi Perempuan Persyarikatan Muhammadiyah ('AISYIYAH) mengangkat acara ini dengan mendatangkan langsung stakholder yang terkait di bidang kesehatan di Sumbar. Mulai dari Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sumbar (Ibu dr. Hj. Merry Yuliesday) sekaligus juga mewakili Gubernur Sumbar (Bapak Prof. Dr. Irwan Prayitno, P.Si., M.Sc.), Kepala Balai BPOM Prov. Sumatera Barat (Bapak Drs. Martin Suhendri M. Farm, Apt.), Wakil Majelis Kesehatan PP Aisyiyah (Ibu Dra. Noor Rochmah Pratiknya), dan Ketua Harian YAICI (Bapak Arif Hidayat, SE.MM.), serta beberapa ibu-ibu dari dinas kesehatan di daerah se-Provinsi Sumbar, juga teman-teman mahasiswa Akademik Keperawatan. Dalam hal ini, aku bersama rekan-rekan Blogger Padang mendapat undangan special dari YAICI dan Aisyiyah untuk ikut berpartisipasi aktif berbagi dan mengajak teman-teman melalui media sosial (Instagram, Twitter, Blog, etc.) dan seluruh masyarakat Sumbar untuk aware akan kesehatan. Karena berdasarkan pemaparan dan hasil studi lapangan yang di kemukakan oleh Ibu Kepala DinKes Sumbar kemarin, ternyata masih banyak masyarakat kita yang dalam kategori belum sepenuhnya memperhatikan aspek-aspek kesehatan, belum menerapkan pola hidup sehat, melek kecukupan gizi, tingginya angka stunting, dln. Apalagi contoh simple saja, masih banyak masyarakat kita menganggap SKM sebagai Susu, pengganti susu, dan sumber gizi untuk sikecil ๐Ÿ˜ข #PanganSehat #AwasiIklanSKM #KentalManisTopping #BijakPakaiSusuKentalManis #KentalManisBukanMinuman #larangpromosiminumanstunggalSKM _ SELENGKAPNYA ๐Ÿ‘‡ www.terryselvy.wordpress.com _ Terry

A post shared by TERRY | #ceritaTERRY (@terryselvy) on

100th DANONE: AKU & AQUA (Danone Open Doors Factory Visit) AQUA Solok, Sumatera Barat, Indonesia

Happy 100th Danone!

Hello, Assalamuโ€™alaikum…
How was your day?
Okay, sebelum membaca cerita aku bareng AQUA, ada baiknya teman-teman fokus dulu, ya. Well, kalau belum fokus, sana minum dulu #adaAQUA, loh? Hehe. So, let me tell you a story about ‘Aku & AQUA, Seharian Seru!’ dalam rangka memperingati Anniversary 100 tahun kiprah dan komitmen perusahaan multiInternasional Danone.

100 th DANONE: AKU & AQUA Seharian Seru! di depan Pabrik AQUA Solok, Sumatera Barat, Indonesia. Happy 100th DANONE!
In Frame: @terryselvy dan @AQUALestari
Shoot by: @imronsatya

Kesempatan Spesial Di 100th Danone
Pada tahun ini, Danone memperingati 100 tahun kiprah perusahaannya sebagai pionir di industri makanan dan minuman sehat di dunia. Danone juga hadir di Indonesia melalui dua kategori bisnisnya yaitu Water dan Specialized Nutrition. Aku bersama rekan-rekan Blogger dan Influencer se-kota Padang pada Jum’at, 1 November 2019 lalu, mendapat kesempatan special diundang oleh pihak Danone untuk ikut berpartisipasi pada Danone Open Doors Factory Visit langsung ke Pabrik Danone-AQUA Solok Selayang Pandang yang berlokasi di Jorong Kayu Aro, kanagarian Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Indonesia.

Sebagai selebrasi 100 tahun, Danone berbaik hati mengundang kami untuk hadir mengunjungi salah satu pabriknya. Untuk dapat melihat langsung ke pabrik mereka bagaimana proses produk diproduksi dan dikembangkan serta bertemu dengan pihak AQUA, mulai dari jajaran pimpinan hingga karyawan yang berdedikasi menghasilkan produk berkualitas tinggi kepada konsumen. Dalam kesempatan ini, mereka juga berbagi tentang berbagai upaya dan inisiatif mereka dalam berkontribusi meningkatkan kesehatan masyarakat dan lingkungan sebagai wujud komitmen Danone: One Planet, One Health.

AQUA Solok Selayang Pandang
Kabarnya pabrik Danone-AQUA di Solok ini merupakan pabrik yang ke-17 yang didirikan oleh PT. Tirta Investama (AQUA) di Indonesia, menempati lahan seluas 9,23 heltar. Kala itu, pada 20 juni 2013 sebagai hari peresmian pabrik AQUA Solok bertepatan dengan 40th AQUA hadir di Indonesia di sejak tahun 1973. Berarti pada 100 tahun DANONE Global di 2019 tahun ini, sudah lebih dari 6 tahun AQUA Solok hadir, berkomitmen, dan berkontribusi penuh dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Sumatera Barat, Riau, Jambi untuk mengonsumsi air minum yang sehat dan berkualitas dan juga memberikan perhatian tanpa henti terhadap kelestarian lingkungan di sekitarnya. Terima kasih, AQUA!

Sesuai dengan prinsip dasar AQUA Lestari:
1. AQUA berkontribusi dalam melindungi sumber daya air secara menyeluruh dengan mengembalikan lebih dari 100% air yang dimanfaatkan (positive water balance) ke dalam ekosistem pada tahun 2030, menggunakan air secara bertanggung jawab  dan meningkatkan akses air bersih untuk masyarakat.
2. AQUA memerangi perubahan iklim dengan mengurangi jejak karbon serta meminimalisir pelepasan karbon ke udara menuju karbon netral (zero nett carbon) pada tahun 2050.
3. AQUA akan mengumpulkan sampah kemasan plastik lebih dari yang diproduksi pada tahun 2030, menciptakan siklus hidup baru untuk seluruh kemasan plastik, serta menuju kemasan yang 100% dapat didaur ulang.
4. AQUA selalu berusaha untuk berinovasi dalam mengatasi tantangan transportasi secara berkelanjutan.
(Sumber: AQUA Lestari)

Awal Kenalan Aku & Danone-AQUA
Long-short story, sebut saja aku sebagai manusia nokturnal aka sering kali begadang. Entah itu karena tuntutan kesibukan, deadline pekerjaan or emang bad habit sulit tidur hampir setiap malamnya. Maka, konsumsi minum air putih yang mencukupi adalah sebuah kewajiban dan kunci agar aku tetap fit. Apalagi aktivitas ekstra di malam hari. AQUA, seringkali jadi teman setia. Karena sedari dulu, aku selalu percaya AQUA tak terbantahkan sebagai yang terbaik kualitasnya. Entah itu yang botol hingga gallon.

Apalagi sewaktu aku lama menetap tinggal di luar kota Padang, seperti di Jogja dan di Batam pada beberapa tahun lalu. Aku memilih setia pada AQUA dan tidak berani lagi beralih kelain hati. Eh, gimane? AQUA Gallon adalah pilihan satu-satunya yang aku konsumsi. Karena gallon merek AQUA ini cocok denganku, yang tidak menimbulkan efek rasa begah atau seperti asam lambung mau naik. Bukan hanya aku. Kakakku dan teman-teman beliau sedari 4 tahun lalu di Batam, pun demikian. Aku juga tidak begitu paham mengapa demikian (kalau ada yang bisa menjelaskan, feel free buat kita diskusikan pada kolom komentar di bawah, ya!) ๐Ÿค” Aku rasa entah itu pH atau ada spesifikasi tertentu yang baik dan tepat yang dimiliki produk AQUA ini sehingga cocok denganku, juga memiliki rasa yang berbeda dengan produk air putih lainnya. Coba saja bedakan!

Nah, ngomongin AQUA yang selalu jadi merek minuman air putih favoritku ini. Kemarin Jumat, 1 November 2019, aku mendapatkan kesempatan langsung untuk menjadi salah satu tamu pada #DanoneOpenDoors #DanoneOpendoorsIndonesia Factory Visit ke Danone-AQUA Solok dalam rangka perayaan 100 tahun Danone global. Wow, sudah 100 tahun, guys! Betapa excitednya aku, saat mendapat undangan dan mengetahui hal ini. Pun karena akan melihat langsung proses produksinya di pabrik dan juga tentunya bakal mendapati banyak ilmu pengetahuan baru, atau minimal aku tau segimana-gimana saja yang terjadi dari hulu pabrik sana hingga menghasilkan air minum AQUA yang berkualitas terjaga sampai ke konsumen. Seenggaknya dapat teman baru. Karena yang visit ada beberapa dari kalangan Blogger, Influencer, juga rekan media dan perwakilan dari Danone pusat (ada Mbak Chika dan Mas Lukman). Asyik, selain dapat pengalaman baru, informasi baru, kenalan juga dapat teman baru.

Foto bersama pada DANONE OPEN DOORS FACTORY VISIT ke Danone-AQUA Solok bareng rekan Blogger dan Influencer se-kota Padang dan pihak AQUA Solok.
In Frame: Teman-teman Blogger, Influencer, pihak AQUA, dan @terryselvy serta @AQUALestari
Shoot by: Bapak (Maaf, aku lupa namanya) with Camera @bayubaystory

1 November 2019 di Meeting Point, Padang
Pagi itu (07.00 WIB), Aku bersama rekan-rekan Bloggers Padang (Bang Ubay, Bang Aul, Bang Alizar, Kak Awin, Kak Yonie, Kak Rere, dan Abang Redha yang langsung otw menunggu di Solok) dan rekan-rekan Influencers Padang (Bang Imron, Bang Adipati, Bang Ed, Bang Firdaus, Bang Tulus). Kompak dengan dress code serba biru, kita ngumpul di satu titik kesepakatan di kota Padang sebelum menuju pabrik di kota Solok. Tujuannya untuk sarapan sembari Briefing pra-visit bareng pihak utusan Danone Pusat (Mbak Chika dan Mas Lukman). Perjalaan dari Padang- Solok menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam, menggunakan mini Bus berwarna biru juga tentunya, sebagai ciri khas warna AQUA.

So, guys! Bagaimana keseruannya? Mari baca blog ini sampai selesai, ya. Happy reading ๐Ÿ™‚

Welcome di Pabrik AQUA Solok
AQUA SOLOK, tulisan ini terlihat mencolok, alami dari tanaman hias, berwarna kontras hijau rumput, dan tampak menonjol menarik perhatian mata siapa saja yang baru datang mengunjungi pabrik ini. Tanpa terkecuali aku, yang notabene baru kali ini datang mengunjungi pabrik Danone-AQUA di Solok ini. Tampak apik dengan lingkungan pabrik yang asri. Bertolak belakang dengan pemikiran kita sejauh ini, bahwa kalau mendengar kata pabrik identik dengan gersang, panas, dan beton. Tetapi di pabrik AQUA Solok, tidak demikian. Saat memasuki area sedari pagar masuk sampai pintupabrik, kiri-kanan tampak hijau.

Saat setelah istirahat makan siang, Bapak (yang aku lupa namanya) dari pihak AQUA Solok sempat menegurku sebari nyeletuk “Sejuk ya, Mbak. Beginilah di sini sehari-hari. Enggak berasa di pabrik. Apalagi kalau pagi-pagi, ada kabut embunnya di sana itu, blablabla…” Papar beliau bangga menjelaskan sembari menunjuk ke arah depan pabrik, tepat ke arah kami berdiri memandang. Aku pun mengangguk sembari mengikuti arah tunjuk beliau, dan benar saja… Selain udara di sini yang terasa sejuk, lingkungan asri yang hijau, juga pemandangan yang bagus banget. Obrolan kami pun berlanjut bareng sebentar, sebelum akhirnya beliau pamit padaku, katanya beliau mau melanjutkan kegiatan di dalam ruangan.

Oh iya, terlena dengan apiknya penampakan luar pabrik. Aku sampai lupa menjelaskan ngapain saja kami pas baru sampai di sini. Hehe. Baiklah, pas baru sampai di pabrik AQUA, rombongan kami langsung disambut pihak pabrik dan diarahkan ke rungan tempat Safety Briefing aka sejenis Aula pertemuan gitu. Ada siapa saja? Look at Pic, ya.

Ternyata tamu AQUA hari ini tidak hanya kami (Blogger dan Influencer Padang). Akan tetapi, sudah menunggu juga rekan-rekan dari berbagai awak media yang ada di Sumatera Barat. Wow, aku kaget dong. Beberapa orang diantara mereka sudah tidak asing lagi bagiku. Hehe. Masuk ruangan, perkenalan diri, sepatah dua patah kata sambutan dari pihak AQUA Solok. Berlanjut ke Safety Briefing bersama Bapak Satpam Pabrik. Paparan profil pabrik Danone-AQUA Solok. Perkenalan para petinggi yang mengepalai pabrik, sampai ke subbagiannya. Pemaparan konstribusi dan peran keikut sertaan AQUA Solok selama beberapa tahun belakangan ini dalam hal pengelolaan lingkungan melalui berbagai program unggulan, sampai kepelatihan, CSR, hingga sekolah lapangan (SL), serta berbagai bentuk kepedulian AQUA terhadap lingkungan. Berakhir dengan pemutaran video 100 tahun Danone dan sesi tanya-jawab.

Ada yang menarik dari sesi tanya-jawab ini. Terutama pada inovasi AQUA. Di mana pada botol plastik produk AQUA yang sekarang beredar di masyarakat:
Tutup botol lebih kecil (sofmax), printing label platik lebih kecil, 65% recycled di dalam botol AQUA. Juga telah diluncurkannya inovasi kemasan botol 100% Recycled Plastic (baru area Bali, soon… seluruh Indonesia). Juga ada demo kaos hasil recycled dari 8 botol AQUA. Ternyata botol AQUA dapat di daur ulang menjadi bermacam produk, seperti kaos, tali sepatu, totebag, dln.

Untuk keterangan lebih jelas, baca di AQUA 100% Recycled, dan/atau silakan tonton video di bawah, ya!

Proses Pembuatan AQUA 100% Recycled Plastic
oleh: AQUA Lestari

Aku & AQUA Sehari Seru di Pabrik AQUA Solok
Finally, yang ditunggu-tunggu dan bagian paling seru dari sebuah kunjungan ke Pabrik adalah memasuki area pabrik. Selesai rangkaian pemaparan dan safety briefing pada sesi di atas, tibalah saatnya persiapan untuk memasuki area dalam pabrik. Sebelum itu, kami diarahkan untuk membentuk kelompok. Di mana 1 kelompok terdiri dari 10 orang random, didampingi 1 orang dari pihak pabri AQUA Solok. Tour dilakukan perkelompok dan berurutan teratur. Tour pertama yaitu memasuki ‘Area Produksi‘, tempat roduksi seperti packaging dan penyortiran dari produk AQUA yang dilakukan serba bantuan mesin yang tetap di awasi ketat oleh karyawan pabrik yang bertugas perbidangnya.

Untuk mengintip seberapa seru kegiatan AKU & AQUA seharian kemarin, sedari di Area Produksi sampai ke Secret Area. Silakan tonton video di bawah, ya!

Happy 100th Danone: AKU & AQUA pada Danone Open Doors
di AQUA Solok, Sumatera Barat, Indonesia
oleh: @terryselvy

Dokumentasi Aku & AQUA di dalam Area Produksi
(Maaf, dokumentasi di Secret Area tidak disertakan!)

Area Penggallonan (Hygiene Mindset Development)

ISOMA: Istirahat, Makan Siang, dan Sholat Jumat

Kunjungan ke KWT Bougenfil (Binaan Danone-AQUA)

Keseruan Plant Tour ke Kebun Strawberry Organik

Beberapa Slide tentang Komitmen AQUA Solok
(Silahkan Swipe Left Slide-Slide di bawah ini, ya!)

Well… segitu dulu, ya, ceritaku seputar AKU & AQUA Seharian Seru di Danone Open Doors Factory Visit ke Danone-AQUA Solok pada 100 tahun Danone, kemarin. Terima kasih Danone dan AQUA Solok.

So, HAPPY 100th DANONE!

Yuk, intip juga cerita “Keseruan Aku & AQUA” lainnya, mari kunjungi:
Channel Youtube: Terry Selvy
Hinghlight Instagram: @terryselvy
Thread di Twitter: @terryselvy

View this post on Instagram

HAPPY 100th DANONE DANONE OPEN DOORS FACTORY VISIT at Danone-AQUA Solok, Sumatera Barat, Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ _ Sebut saja aku sebagai manusia nokturnal aka sering kali begadang, entah karena tuntutan kesibukan atau sulit tidur hampir setiap malamnya, maka konsumsi air putih yang mencukupi adalah sebuah kewajiban. Apalagi aktivitas ekstra di malam hari. Aqua, seringkali jadi teman setia. Karena sedari dulu, aku selalu percaya Aqua tak terbantahkan sebagai yang terbaik kualitasnya. Entah itu yang botol hingga galon. Apalagi sewaktu aku lama menetap tinggal di luar kota Padang, seperti di Jogja dan di Batam pada beberapa tahun lalu. Aku memilih setia pada Aqua dan tidak berani lagi beralih kelain hati. Eh, gimane? Galon Aqua adalah pilihan satu-satunya yang aku konsumsi. Karena galon merk Aqua ini cocok denganku, yang tidak menimbulkan efek rasa begah atau seperti asam lambung mau naik. Aku juga tidak begitu paham mengapa demikian๐Ÿค” Aku rasa entah itu pH atau ada spesifikasi tertentu yang baik dan tepat yang dimiliki produk ini sehingga cocok denganku. Pun memiliki rasa yang berbeda dengan produk air putih lainnya. Coba saja bedakan! Nah, ngomongin Aqua yang selalu jadi merk air putih favoritku ini. Kemarin Jumat, 1 November 2019, aku mendapatkan kesempatan langsung untuk menjadi salah satu tamu pada #DanoneOpenDoors #DanoneOpendoorsIndonesia Factory Visit ke Danone-AQUA Solok dalam rangka perayaan 100 tahun Danone global. Wow, sudah 100 tahun, guys! Betapa excitednya aku, saat mendapat undangan dan mengetahui hal ini. Pun karena akan melihat langsung proses produksinya di pabrik dan juga tentunya bakal mendapati banyak ilmu pengetahuan baru, atau minimal aku tau segimana-gimana saja yang terjadi dari hulu pabrik sana hingga menghasilkan Aqua yang berkualitas terjaga sampai ke konsumen seperti aku. Seenggaknya dapat teman baru. Yang visit ada beberapa dari kalangan Blogger, Influencer, juga rekan media dan perwakilan dari Danone pusat. BTW, pada kunjungan kemarin, ada beberapa kegiatan menarik, bikin aku antusias. Selain melihat langsung proses produksi Aqua yang apik di pabrik, juga mengetahui dukungan untuk #BijakBerplastik @aqualestari ๐Ÿ’• _ HAPPY 100th DANONE!

A post shared by TERRY | #ceritaTERRY (@terryselvy) on

Laranja Garden di Padang Bagian Atas

Hello, coffee lovers!
Mari menikmati kumpulan Cerita Terry (@terryselvy) dan secangkir kopi.

laranja-garden-di-padang-bagian-atas

Coffee Shop:
Laranja Garden
Operational Hours:
Weekday 16.00-24.00
Weekend 16.00-02.00

Live Accoustic:
Saturday 20.00-24.00
Sunday 17.00-22.00

Kontak: 0811-661112

Bagian I: Perdana ke Laranja Garden
The Coffee from Hidden Paradise

May 27, 2019
We all have a photographer inside of us, do you agree? Haha.

Salah satu cara favorit aku untuk menghabiskan waktu luang di akhir pekan adalah dengan menjelajahi kota bersama teman-teman atau sendirian, dan mengunjungi tempat yang biasa aku datangi atau justru menemukan tempat-tempat baru dengan bermain trials and errors untuk memuaskan rasa penasaranku. And, walking around without an agenda capturing scenes through my lens/camera phone, in most cases, it always leads me to finding spots that i normally wouldnโ€™tโ€ฆ such as this hidden geme!

Eh, kalau kata mereka, sih, #LaranjaGarden, Coffee Shop from The hidden paradise ๐Ÿ‘Œ

This month, @laranja_garden! ๐Ÿ‘ yang menurut salah satu orangnya/baristanya, semalam mengatakan kalau mereka baru buka kurang lebih 1 bulan ini. Maybe, aku sebenarnya sudah cukup lama tau dari logonya di sponsor salah satu event kreatif, tapi lupa terus mutar ke area atas ini.

Bay the way, Kreativitas yang #Mantul, mereka mengubah sebuah lokasi tertentu di pelosok kota Padang (lebih tepatnya di Komp. Cimpago Permai II Blok B No 2, Pauh, Kota Padang) menjadi tempat ngopi yang santai dengan tema luar ruangan/garden kali, ya?

I recently did an upper area-and photo crawl and stumbled upon the newest location of unique coffee shop and this plant-filled space atau lebih tepatnya plant-filled area. Di area terbuka, beralaskan rerumputan, disisi pagar ada bambu-bambu kecil yang dipangkas rapi, dan ada satu tempat manggung kali ya dengan 2 di sisi nya bangun masih renovasi aku belum tau itu apa, penerangan yang bagus, serta berdiri satu bangunan tempat bikin kopi dan pesan makanan, bertingkat.

Nature + modern + exterior are beyond stunning! itโ€™s incredible seeing how the food scene on the upper area-end is transforming. HAHA. Can’t wait to seeโ€ฆthe finishing of the renovation. Mungkin kesan gardennya akan ditingkatkan๐Ÿค˜dan #hematPenggunaanPlastik โœŒ

Goodbye kebebasan Hangout malam hingga 30 hari kedepan (#challenge semalam) and goodbye sisa-sisa petualangan Week-End terakhir sebelum aku move dari kota Padang. Today, one of my best friends also my sister akan menjalani sidang Comprehensive, I hope you succeed, Milaโ€ฆ and S.Pt ๐ŸŽ“
HAPPY MONDAY! โ˜•๐ŸŒฟ๐Ÿ’•

Apakah kau percaya, bahwa di dunia ini, akan ada orang-orang tertentu yang akan mencintaimu? Dia selalu dikelilingi cahaya, dibanjiri tepuk tangan. Ketika kau berjalan pulang sendirian di jalan yang tidak bersahabat, dingin, dan kuyup oleh hujan lebat, ditambah lagi kau harus melewati riuhnya kerumunan yang kacau, bersama hiruk pikuk di keramaian kota ini, kau berharap dia menemukanmu dan membimbing tanganmu untuk terus melaju. Kau harus menunggu!

Apakah kau ingin tau, bahwa akan ada seseorang di dunia ini yang mencintaimu? Dia mampu mengatasi kekacauan di dunia. Entah itu, akibat dingin saat hawa kabut turun di pagi hari, atau kehangatan saat mata hari terbenam di waktu senja.

Kemanapuan dia pergi, orang-orang selalu menatapnya kagum. Dia adalah orang yang baik, ramah, tulus, penuh dengan antusias, dan dipenuhi dengan cinta di matanya. Dia akan membantumu dan menuntunmu dengan baik. Dia akan memperioritas kamu.

Jika disaat dia muda, dia adalah anak yang sedikit keras kepala dan egois. Dia akan selalu menempatkan dirinya di depan kamu, menjadi tameng pelindung jika ada yang mengusikmu. Begitupun, disaat dia sudah tidak muda lagi, dia akan menjadi penyemangat. Pendukung utamamu. Mengobarkan harapan dan akan tetap di sampingmu. Disaat lelah, dia akan memelukmu, dan mengatakan semua akan baik-baik saja. Dia pasti akan datang kepadamu. Untuk itu, kau harus menunggu.

Bay the way, beberapa minggu setelahnya (baca #ceritaTERRY Bagian #1: THE FIRST COFFEE) aku sakit sendirian dan dia datang ke rumahku. Aku merasa tidak terlalu membosankan lagi seperti sebelumnya. Lebih sedikit menyenangkan dan terasa hidup. Manisnya kesedihan datang bersama kebahagiaan, yang membuat hidup lebih menarik. Saat itu aku selalu ingin bertanya, hari-hari menyenangkan seperti ini, berapa lama kita bisa menikmatinya?

Hidup adalah suara yang kita pilih. Ada semacam kasih sayang yang tidak pernah lelah di sampingku kala itu. Hanya demi aku senang, dia akan melakukannya, apapun itu. Dia tidak memberitahuku secara langsung, tapi aku kira dia menyukaiku. Setelah tahun-tahun itu berlalu, aku masih mengingatnya. Sekarang, aku menulis dua pesan untukmu dari kedai kopi @laranja_garden.

JIKA SENJA PADA AKHIR CERITANYA MAMPU MENAKLUKKAN PAGI, BAGAIMANA KITA?

Hari itu adalah kali kedua kami bertemu, ini juga yang paling istimewa. Jika kau iseng mampir ke sini, atau kau secara tidak sengaja membaca tulisanku ini, kita pasti dalam masalah.

Terkadang merasa senang, terkadang juga merasa frustrasi. Terkadang ada kesalah pahaman. Tidak apa-apa, dijalan yang kelihatan mulus saja akan selalu ada bagian yang tidak rata, bukan?

Ada orang jahat, pasti ada orang baik. Komposisi kehidupan kita yang sangat beraneka ragam rupa. Nikmatilah. Janganlah kita kesepian di planet ini sampai tua. Maka, aku berterima kasih pada hal-hal yang baik dan juga kepada hal-hal yang tidak begitu baik. Terima kasih sudah selalu bersamaku.

[Silakan baca cerita bagian #1 dan #2 sebelumnya, cari saja atau klik link pada pagar!]. Bahkan hari terakhir itu, kita bertengkar. Aku tidak akan menolakmu, kamu saja yang tidak lagi menanyakannya kembali. Jika kamu sudah membaca tulisan ini, aku menunggumu hingga batas kesepakatan kita dulu, ingat?

Aku juga lelah ketika kamu mengeluh lelah, tetapi aku berusaha tersenyum. Dan, ketika kamu tertidur tenang di malam hari, aku terbangun dan aku diam-diam menuliskan surat ini. Jika suatu hari perasaan itu benar, aku harap, aku dan kamu (kita) akan selalu mengenang tahun-tahun itu dengan baik. Kamu yang mengajari aku tentang kopi (Baca cerita bagian #1: The First Coffee) dan akhirnya aku terbiasa meski tanpa kamu. Terima kasih. Sekarang, bersama kopi aku mulai memiliki banyak teman baru. Bukan berarti aku tidak merindukanmu, sangat.

Ayo berjuang. Sampai ketemu hingga saat takdir mempertemukan kita kembali. Kemudian mari putuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Untuk sekarang, tidak apa-apa sama-sama memilih jalan bodoh ini, tidak apa-apa meninggalkan sedikit penyesalan untuk kelak dikenang. Biarkan kita merasakan sedikit rasa sakit untuk dijadikan pelajaran berharga. Biarkan perjalanan dan perjuangan kita ini sedikit lebih lama.

Tidak akan terlambat, bukan? Jika takdir itu nyata, suatu hari nanti, semoga kita akan kembali disamping satu sama lainnya. Selamat berjumpa lagi, X. Aku senang mengenal dan menghabiskan waktu selama masa sekolahku denganmu.

Oh, Heyyy, REMEMBER ME?

Being outdoors always brings me closer with those around me. I went out for a short overnight with a few friends, some old some new. We huddled around the coffee shop and caught up, talked weekend plans, and admired the beauty of downtown… Haha.

To the friends that remind gw, siapa gw sebenarnya ketika gw lupa, ketika gw mulai acting out of character dan ketika gw put my selves in situations that don’t reflect my values, my beliefs or my hearts.

To the friends who support gw, walaupun kalian tidak setuju dengan apa yang gw lakukan tetapi kalian tetap memberikan bantuan tanpa gw minta hanya untuk memastikan agar gw bisa terbebas dari masalah. Kalian melakukan banyak hal, apa pun yang kalian bisa untuk membantu gw, ketika gw sendiri sudah pasrah akan keadaan, dan tidak menginginkan bantuan. Kalian mengawasi gw dari jauh ketika ketika gw mencoba menyelesaikan masalah gw sendirian dan menyembunyikannya dari kalian.

To the friends who protect gw, dari orang-orang yang berniat buruk, dari orang-orang toxic-julid-dengki-iri hati, yang tidak menginginkan yang terbaik untuk gw, dari orang-orang yang mengaku tulus sama gw just so they can take advantage of what I’ve to offer. To the ones who sniff their lies from miles away and warn me. The ones who see their truths when I believe their lies. The ones who truly have our backs when these people backstab me. Thank you, guys ๐Ÿค—

To the friends who speak for me when I can’t speak for myself. Kalian yang memberi gw the wake-up call yang gw butuhkan saat gw terlalu lama berlarut dan terlena in denial or in the dark. Kalian yang selalu ada dan selalu membantu gw melewati masa-masa sulit gw, kalian tidak men-judging dan meninggalkan gw. Thank you for being the light in these moments. Thank you for reminding me that I donโ€™t have to stay stuck. Thank you for saving me when I can’t save myself.  Thank you for seeing in myself what I forget to see sometimes. Thank you for still believing in my strength when I’ve fragile and believing in my wisdom when I’m being foolish. Thank you for giving me a shoulder to cry on when all hell breaks loose.

And finally, thank you for sticking around, for being there, for picking up the pieces. Thank you for making sure that I’m not alone when I make a mess of my own. That I still have people who care enough to interfere when something is wrong. People who can sense when I’m in danger. My people can truly count on.

Thank you for being my emergency call even when itโ€™s not an emergency. Thank you for your fighting me, when I’m battles with Myself even when I’m not victorious and most of all Thank you for your fighting me, when I’m battles with Myself even when I’m not victorious and most of all thank you for grieving my losses with you and loving me through it all until I healed again ๐Ÿ™ #silakanDIKOREKSI #myENGLISHisNOTGOOD.

Bagian II: Kedua Kalinya ke Laranja Garden
Bawa Buku NKCTHI, Lalu Curhat

โKita sama-sama tahu,
saat ekspektasi ditaruh
di raga lain,
kecewa sering jadi teman.
Bukan sekali dua kaliโ€ฆ
Mungkin kita lupa,
atau terlalu keras kepalaโž
โ€”by @nkcthi

July 2, 2019
Tengah malam gw curhat panjang kali lebar secara gaje sama abang gw yang siap ngoding dan balik ngantor, tentang cerita beberapa hari lalu kalau gw lagi patah hati karena keadaan dan gw lagi sedih karena keluarga gw, gw lagi menyedihkan karena hidup sendirian di kota ini, serta karena sudah nggak ada nenek, abang, papa, dan kakak gw yang hilang belum ketemu (kenapa sih kalian tega ninggalin gw? Sendirian dipaksa dewasa cepat), keluarga yang lain pada cuek. Ya, secara, gw sendiri sadar diri kok, gw masih beban, gw masih belum bisa ngasilin, etc., jadi gw nggak mau merepotkan siapa-siapa, maka gw sebisa mungkin menjaga jarak dengan anggota keluarga yang ada, walaupun jauh. Banyak kali patah hati gw di tahun ini.

Kenapa kamu berharap lebih, jika tau bakal kecewa dan terluka? Sumber dari kekecewaan adalah pengharapan yang kenyataannya tidak terpenuhi.

Kenapa kamu mencintainya sepenuh hati, jika tau bakal patah hati? Penyebab dari patah hati adalah besarnya pengharapan menuntut cinta untuk dibalas yang tidak terpenuhi.

Besarnya luka, kecewa, dan patah hati merupakan hasil dari keputusan kita sebagai pelakunya, dan konsekuensi dari pilihan kita sendiri. Hal ini menggambarkan besarnya pengharapan dan cinta kita. Teorinya “Berbanding Lurus” bukan? Semakin besar rasa cinta kita, semakin tinggi harapan kita kepada manusia lain, maka semakin sakit rasa patah hatinya. Uwuwu~

Saat kamu memilih dan memutuskan sesuatu, pastikan kamu siap dengan segala konsekuensinya! Seperti teori “Sebab – Akibat”. Baik hal itu menghasilkan sesuatu yang baik atau buruk setelahnya, yang pastinya kamu lebih tau harus berbuat apa.

Penyebab luka mu adalah dirimu sendiri, Terry!
ini sudah Juli, 2019. Mau sampai kapan? Moveโ€ฆ

Anyway, after a long day of walking around and exploring parts of Padang dan seabrek drama galau ala anak milenial, because heartbreak is exhaustingโ€ฆ a laid-back evening with best friends and a cup of Coffee was in order @laranja_garden. HELLO, JULY, SURPRISE ME!

Bagian III: Ketiga Kalinya ke  Laranja Garden
Ngomongon Bisnis Ngumpul Bareng Orang Managemen

October 5, 2019
Aku, orang paling kikuk dalam keramaian. Orang paling kaku dengan orang-orang baru, jika tidak nyaman. Orang paling lama beradaptasi dalam segala hal di kehidupan. Canggung yang kadang membawa masalah di situasi-situasi tertentu. Tetapi, aku enjoy dengan kesendirianku meski di tempat paling riuh sekalipun.

Apalagi, malam itu aku semeja dengan orang-orang baru yang notabene beda denganku. Pada awalnya aku benar-benar kebingungan. Sampai pada akhirnya, tidak sulit juga. Sedikit lebih mudah meskipun tidak semuanya. Terima kasih!

Bagian IV: Keempat Kalinya ke Laranja Garden
โKOPI KEMARIN TERASA DINGINโž

November 2, 2019
Hubungan dua atau lebih anak manusia antara satu sama lainnya, sering kali diwarnai dengan beragam warna #mejikuhibiniu yang sulit untuk dilukisan langsung ke atas kanvas. Hubungan yang rumit. Serupa dinamika panas dingin semusim yang selalu menghadirkan nuansa berbeda disetiap musimnya. Sering kali menimbulkan tanda tanya bagi orang-orang di luar hubungan tersebut.

Misalnya saja, pertemuan tiga anak manusia kemarin malam pada #hiddenparadise di sebuah coffee shop @laranja_garden #padangbagianatas yang cukup hangat lagi bersahabat bagi siapa saja tanpa pengecualian. Akan tetapi, tetap saja tidak mampu untuk mencairkan suasana ngopi bareng pada meja persegi panjang di pojok bentangan karpet hijau rumput alami tersebut. Kira-kira apa yang salah? Apakah kopi @laranja_garden tidak lagi sehangat seperti pertama kita saling mengenal?

Ah, maaf. Bukan kopi kemarin yang terasa dingin, melainkan suasana disekitar dan penikmatnya. Kuakui, dulu seburuk apapun rasa kopi yang kami cicipi saat hunting lebih dari 70 bar kopi atau saat kami bersama, atau saat sekedar nongkrong bareng duduk-duduk gabut-gaje di luar sana, akan selalu terasa baik. Kita punya cara tersendiri untuk menikmatinya. Menjadikannya hangat nan membahagiakan di hati saat balik, pulang ke rumah atau kost masing-masing. Tapi malam kemarin, jauh berbeda.

Benar kata orang-orang, yang egois itu bukan kopi. Melainkan penikmatnya. Pun, juga yang buruk itu bukan juga kopi, melainkan penyeduh dan cara menyajikannya. Bahkan cara menikmatinya pun bisa saja salah.

Singkat cerita,
malam kemarin bagiku begitu buruk.
Lantas, kita bisa menyalahkan siapa?


Aku?
Kopi yang mereka suguhkan?


Atau suasana di coffee shop kemarin?
Atau justru hubungan pertemanan kita?
Yang tak lagi sebaik dan sehangat dulu?


Ah, aku kecewa, kawan!

@terryselvy

Ngopi kemarin, gue bareng sibangsat @gusdiwardiman52 dan abangku @robby.ramli. Minus, Abang Wisudawan @figran_nugraha (HAPPY GRADUATION DAY tadi siang ya, bro!) dan Mamasku @ikhsan_maulana_8, serta Oom Aim @imronsatya yang lancar jaya nge-Tour Bulenya. Ya, gitulah.

Baiklah, segitu dulu cerita aku tentang Laranja Garden. Next time, aku bakal mampir ke sini, lagiโ€ฆ

Sampai ketemu di kumpulan #ceritaTERRY @terryselvy) dan secangkir kopi berikutnya.
Bye bye, Coffee Lovers!

My Diary: Pameran Bersama “Karya Gak Tau Batas”

Jumat, 26 Oktober 2018
Diary @terryselvy

I have a story to tell you!

Hari ini______Jumat, 26 Oktober 2018. Pukul 16.20 WIB. Aku menunggu untuk dimulainya suatu acara. Yang mana, aku baca informasi jadwal di bagian bawah pada selebaran foto yang di upload oleh official akun penyelenggaranya, tertulis “26 Oktober 2018 ‘enter’ 15.00-Selesai“. Akan tetapi, saat aku tiba dan mendatangi meja registrasi, lembaran peserta masih kosong. Kata mbak yang ada di belakang meja “Acaranya belum dimulai kak, blabla…” dan panitianya pada masih briafing duduk di luar. Acaranya molor atau acaranya emang diundur (pikirku). It’s Okay, fine, gapapa. Hehe.

Tidak ambil pusing. Toh, aku datang karena keinginanku sendiri. Karena tertarik dan penasaran. Jarang banget ada acara beginian di kota Padang. Dulu aku pernah beberapa kali melihat pameran atau pameran photography tapi di luar Sumatera Barat, seperti di Jogja, Bandung dan Jakarta.

Hm, Siapa aku? Aku juga bukan bagian dari peserta pameran, bahkan tidak punya karya. Eits. Hanya orang asing yang memiliki waktu luang lebih, ingin tau, tertarik, lalu ingin belajar meskipun tidak begitu tau (Eh malah #curhat. Lupakan!). Akhirnya, aku memilih menunggu dengan duduk di sebuah meja cafe yang cukup strategis karena terletak di tengah-tengah perlintasan pintu masuk dan dapat di amati dari segala arah. Tujuannya tidak lain tidak bukan, jika acara dimulai aku dapat dengan cepat mengetahuinya.

Red Velvet Cake Rp.12.000,- dan Hot Cafe Latte Rp.21.000,-
oleh: @terryselvy

Bosan menunggu. Aku memilih menyibukkan diri dengan mengetik story ini di Note ponsel-ku (kebiasaan lamaku yang hobby bercerita via tulisan lalu disimpan di note ponsel). Nah, aku melakukannya sambil menikmati sepotong cake ‘Red Velvet seharga Rp.12.000,- dan secangkir ‘Hot Cafe Latte’ seharga Rp.21.000,- sembari membaca sebuah buku santai ‘Walking After You.’ Sesekali aku berbincang random ‘Horror’ bersama seorang teman baik (N.H) yang juga datang untuk tujuan yang sama denganku.

Setelah beberapa hari sebelumnya, aku mengetahui akan diadakanya sebuah pameran photography, yang akan menampilkan foto-foto ciamik dari hasil karya para photographer yang telah men-submit karya-karyanya. Memenuhi syarat hingga lulus sebagai bentuk keikut sertaan dan berpartisipasi dalam acara “Pameran Bersama Karya Fotografi” dengan tema “2018 rewind” untuk para penggiat photography oleh @1000sumbart di @kubikkoffie.

Kongkow bareng teman KSE

TERRY ITU PENDIAM, YA?

After girl’s day out beberapa hari yang lalu. Sebut saja itu sebagai ajang temu kangen setelah lebih dari semingguan penuh tidak jumpa. Aku dengan perempuan satu-satunya yang kusebut cabat itu. Sekalian berbelanja kebutuhan bulanan kita-kita. Karena sudah masuk awal bulan kala itu. Sebagai anak kost yang menjunjung tinggi prinsip hidup hemat. Maka, kita memilih membeli kebutuhan harian di supermarket (like Suzuya). Biasanya mereka rajin ada diskonan atau potongan harga yang jauh lebih murah meriah ketimbang beli di minimarket atau warung-warung depan kost. Juga sekalian makan siang di luar bareng, berdiskusi ringan, dan bertukar cerita seru, atau sekadar mengisi kekosongan hari itu.

Sedari siang sampai sore, kami barengan. Tetapi, kami tidak pernah bosan sama sekali. Bagaimana bisa? Iya, begitulah kami. Hoho. Mungkin aku saja, sih. Kalau dia? Entahlah. Semoga juga tidak. Pun malamnya, aku di ajak temanku ini untuk gabung ikut ngumpul bareng teman-teman sekre KSE UNAND. Tentu saja aku manut. Bagaimana bisa menolak, aku adalah orang paling penasaran dan tertarik untuk mengenal orang-orang baru dari lingkungan berbeda, apalagi dari lingkungan temanku ini. Pastilah orang-orang baik lagi asyik, mereka-mereka dong.

Kami ke sekre dulu sehabis magrib, sebelum dilanjutkan abis isya nya buat ikut gabung nongkrong di sebuah kedai kopi tepatnya di sebelah kostku. Tidak begitu jauh untuk aku pulang jika kemaleman nantinya. Karena mereka tujuannya ngopi bareng buat berdiskusi santai, pun mereka tidak keberatan ada aku yang notabene orang luar. Mereka asyik. Tapi, aku saja yang belum bisa langsung membaur malam itu. Maklum karena baru pertama bareng mereka. Mungkin kalau sudah akrab dan terbiasa, bisa lebih gila. Wk.

Esoknya. “Temanmu, si’Terry itu pendiam, ya?” Kurang lebih, sekiranya, begitulah, atau seperti itu adanyaโ€ฆ pendapat mereka tentang aku. Ah, masa? kataku menanggapi aduan teman baikku esok harinya.

Ya, aku tidak begitu kaget. Aku akui, ini bukan kali pertama aku mendengar pendapat ‘itu’ tentangku. “Terry si Pendiam” mungkin, itulah kesan pertama bagi sebagian besar mereka, orang-orang (like stranger) yang untuk pertama kali nongkrong atau sekedar bertemu langsung dengan aku di luar.

Aku, menurutmu? Piye

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai