Aku katakan di story #19 sebelum story ini, bahwa ‘Kali ini ada yang berbeda’, bukan?
Yap, persis dugaanmu. Jendral!
Bukan hanya berbeda karena tengah malamnya. Bukan juga berbeda karena ada dia yang ikutan makan tengah malam juga. Tetapi, berbeda karena dia yang memasak bukan aku, bukan kakak, bukan papa, bukan juga seperti yang biasa atau lauk-pauk di beli, di pesan or lainnya.
Namun, dimasakan oleh seseorang yang mampir, bertandang, dalam rangka tanpa acara khusus apapun. Katanya sih, Dia lagi tidak ada kerjaan, tidak ada kesibukan, selaw bingit, dan katanya lagi dia juga bosen di rumah sendirian karena keluarganya yang punya kesibukan masing-masing yang aku juga tau itu.
Singkat cerita. Dia datang ke rumah kami. Lalu mereka, dia dan papa berdiskusi ringan tentang banyak hal yang tidak begitu aku tau. Plus berlanjut dengan nobar acara TV yang “se-hobby mereka” sampai menjelang tengah malam tadi, tentunya dengan papaku.
Setelah acara di TV berakhir dengan adanya pemenang. Mereka berdua tampaknya mulai kelaparan, akupun demikian. Alih-alih pulang ke rumah, dia bukanya berpamitan sama papa dan kami untuk pulang. Justru dia malah menanyaiku seputar hidangan yang bisa kami masak malam itu juga.
Jadilah kami mengacak-acak isi freeze. Googling beberapa resep masakan yang mungkin bisa kami masak, dan bahannya tersedia kala itu. Akhirnya dengan keahlian memasak dia yang selama ini aku ragukan, dan dengan keahlian memasakku yang aku sendiri sadar betul kalau aku masih jauh dari kata ahli itu sendiri.
Maka terciptalah hidangan yang cukup sempurna. Kaget? Oh, tentu tidak. Untuk hal ini pun, sekali lagi aku katakan. Aku percaya dia.
Tampaknya hingga sekarang, aku terlalu banyak percaya dia. Apa tidak apa-apa? Entahlah. Semoga suatu hari nanti aku baik-baik saja. Lupakan! Aku hanya bercanda di bagian ini.
Sekarang, lagi-lagi,, Dia hanyalah tamu. Seorang tamu tak diundang. Seseorang yang selalu menggagap rumah ini sebagai rumah bagi dia juga. Bahkan dia lah yang memasak hidangan ini untuk kemudian kami makan malam (makan tengah malam) bersama sebelum akhirnya beliau harus pamitan untuk pulang juga. Haha…
บู้ววววว ~
555555 ~
Btw, aku ada videoin pas kami masak juga, lho! Eh, pas dia masak maksudnya 😉
Aku juga ikut kok masak, bantuin gitu.
Next Chapter… #21
by @terryselvy
